Demi bertemu sang ibu, Liya berlari ke portal. Akan tetapi, jiwanya malah berpindah ke dunia hewan. Di sana, dia terkejut mendapati tubuh yang dia tempati sangat gendut berbeda dengan tubuh aslinya. Tabiatnya buruk dan malah mendapatkan empat suami hewan yang ingin membunuhnya karena perjodohan dewa monster. Dengan kematian, maka perceraian bisa terjadi.
"Tidaaaaaaaaak!" Liya menjerit keras, yang dia inginkan bertemu ibunya atau kembali ke dunia asalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rozh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18. Suka Rela Naik Ke Atas Ranjang
Saat hendak pergi, tiga suaminya itu ingin ikut, tapi ditolak oleh Liya.
"Jika kalian mau ikut, tangkap dulu ikan dan udang, aku lapar aku ingin makan. Usai dari bertemu ayah, aku akan langsung memasaknya."
"Baik, kami akan segera menangkap udang dan ikan!" jawab Pidi cepat.
"Serahkan saja padaku menangkap udang dan ikan Liya. Aku paling jago perihal itu, dengan suaraku, semua ikan akan datang!" Abyysal menyombongkan dirinya.
'Cih!' Pidi dan Bayu dongkol sekali melihat Abyysal menjilat.
'Dasar duyung kepala air!'
"Ya, terserah, siapa saja yang menangkap boleh. Asal saat aku sudah kembali, ikan dan udang sudah ada," balas Liya.
"Kalau semuanya sudah kami tangkap, kami boleh menyusul kamu ke rumah ayah mertua, Liya?" tanya Bayu.
"Uhuk!" Liya terbatuk. 'Apa? Ayah mertua?' "Ehem!" Liya berdehem pelan. 'Benar sih ayah mertua mereka, kan aku istri mereka, haduuh!'
"Ya, boleh."
"Baik, baik, kami akan segera menangkap ikan untuk kamu Liya dan untuk kita ya, kamu mau memasak kan untuk kami sekalian kan?" Bayu bertanya dengan mata berbinar. Liya menjawabnya dengan mengangguk.
"Assssiiikkk!" Bayu berseru senang, langsung merubah wujud tubuhnya ke ular seutuhnya, meleset cepat ke sungai.
"Aku pasti banyak ikan banyak, aku raja ikan!" Abyysal tak mau kalau, segera melayang ke sungai.
Pidi tak banyak bicara, langsung mengejar dia jantan betinanya, saingan cintanya!
Liya berjalan ke arah aula angsa. Cukup jauh dan melelehkan bagi tubuh gendutnya nan berlemak berayun-ayun ini.
"Huh, lelah sekali. Tak apa-apa, biar ini badan sedikit berkurang lemaknya. Selanjutnya, setelah aku membuat tempat tinggal nyaman, pasti diet dan olahraga, badan ini susah sekali bergerak, astaga!" Liya bermonolog sendiri sepanjang jalan.
Belum sampai di aula, dia malah bertemu Feyyi, biang masalah hidup. Kalau bagi pemilik tubuh lama, bertemu Feyyi begini dia sangat senang, saking bodohnya. Tapi Liya? Oh jelas, dia tidak suka dan bisa melihat Feyyi wanita jahat nan licik dan busuk hati!
"Kau? Kenapa kamu ada di sini Liya gendut?" Bertanya dengan merentangkan ke-dua tangannya dihadapan Liya, menghadang jalan. Dagu terangkat ke atas, angkuh sekali caranya. Di samping dirinya, ada dua jantan miliknya, satu jantan harimau putih level 12 dan satu lagi jantan hyena level 14.
Dua jantan milik Feyyi memandang remeh dan jijik pada Liya.
"Kalau aku di sini memangnya kenapa? Aku harus dimana lagi? Di ranjang kamu?" balas Liya.
'Liya gendut jelek sialan, kau seharusnya di tanah!' Feyyi menatapnya tajam. 'Seharusnya kau mati di tangan Loki!'
Kemudian, tanpa menjawab pertanyaan Liya, Feyyi menatap tajam suami harimaunya.
"Huh, beraninya kamu menggertak betinaku, kamu mau mati ya?" Suami harimau Feyyi berkata. "Semalam kau membuat keributan besar dan membuat kegaduhan lagi. Merasa sok hebat ya? Pasti kamu sudah memberikan obat birahi lagi pada suami kamu, dasar betina tidak tahu malu!"
Liya menatap tajam suami Feyyi itu. Dia lelah sekali, berjalan membawa tubuh besar ini, malah di sambut yang menyakitkan hati. Harus diapakan tiga hewan di depannya ini? Di panggang saja sih bagusnya!
"Dasar betina jelek birahi, ingin kawin dengan jangan memakai obat dulu!" sambung Hyena, suami Liya.
"Aduuuuuuh, kalau aku sih tidak mau begitu."
"Tentu saja tidak akan. Betinaku paling cantik dan baik," puji dua suaminya Feyyi.
Mereka bertiga jelas bermaksud ingin mempermalukan Liya, dengan memperkeras suara, sehingga beberapa angsa dan jantannya mengintip dan ada yang keluar dari sarang mereka.
Liya mengangkat alisnya. Kini, dia bisa menebaknya! Feyyi ini adalah tipe betina yang memiliki perasaan benar secara sepihak. Lalu, menunjukkan sisi bodohnya, Liya menyadari celah itu, Feyyi jelas menaruh hati pada para suaminya. Jika memang suka sama suka, jantan miliknya bisa mengikat kontrak kan, melalui pinangan? Tapi selama ini tidak ada pinangan, berarti Feyyi adalah betina rakus yang jatuh hati pada suami orang lain.
Liya tersenyum kecil. 'Benar-benar memalukan! Malah, mengatakan orang yang memalukan, gila teriak gila ini!'
"Masih bisa tersenyum?"
"Tentu. Aku baru saja terbayang kejadian semalam. Hm, perihal obat? Iya, aku beri obat, mereka semua naik ke atas ranjang ku, aku usir pun tidak mau pergi. Kamu mau tau kejadiannya? Uuuuhhhh, perkasa sekali, aku puas sampai kelelahan Feyyi." Liya berkata menyindir dengan senyum ejekan.
Feyyi langsung marah. Mukanya memerah!
"Kamu ini angsa gendut buruk rupa, siapa yang akan sudi naik ke atas ranjang kamu, berani sekali kamu ngomong begitu, membuat orang jijik!" Melotot marah.
Sebelum Liya membalas ucapan Feyyi, gadis itu tampak merapikan rok kulitnya, merapikan rambut, lalu berjalan ke depan, mendorong tubuh Liya dengan bahunya.
"Abyysal." Feyyi mendekat dan berjalan ke arah Abyysal yang berada beberapa meter di belakangnya Liya.
"Abyysal, Liya jelek ini berkata, jika kamu naik ke atas ranjangnya semalam, di usir pun tidak mau. Cepat katakan, itu semua bohong kan? Liya gendut jelek begini, mana mau kalian ke atas ranjangnya kan?" Feyyi mengadu, dia tahu betul Abyysal sangat benci Liya, gak pernah suka sejak awal menikah dengan Liya.
Dalam hati Feyyi tersenyum penuh kemenangan. 'Rasakan kamu Liya gendut, lihat amukan Abyysal. Hahaha. Mati saja kamu!'
Dia menyentuh lengan Abyysal, melotot ke arah Liya, seolah berkata dengan senyuman, 'Rasakan kamu Liya, sebentar lagi Abyysal akan berkata kasar dan mempermalukan kamu di sini. Uh senangnya!'
Abyysal menepis, menghindari tangan Feyyi dengan dingin, kemudian menatap Liya dengan mata birunya.
"Ya, semalam kami dengan suka rela naik ke atas ranjangnya."
Duaaaarr! Serasa meledak sudah kepala Feyyi. Apa barusan yang dia dengar? Abyysal bilang dengan suka rela naik ke atas ranjang Liya, hah? Tidak, dia tidak ingin mempercayai ini, dia menggeleng. Tidak! Ini tidak boleh terjadi!
Siluman-siluman yang tadi mengintip pun juga ikut tercengang.
'Benarkah itu?'
'Mereka suka rela kawin dengan si gendut jelek itu?'
"Minggir, ayo Liya kita cepat menemui ayah mertua!" Bayu dan Pidi baru sampai, langsung mendorong Feyyi dan memelototi dua suami Feyyi. Memegang lembut tangan bengkak Liya yang gendut.
'Cih, dasar ular rakus, seharusnya Liya bergandengan dengan aku. Kan aku yang membela dia barusan, malah si ular busuk ini yang mencari kesempatan dalam kesempitan. Sial!' Abyysal menatap kesal Bayu yang memegang tangan Liya dan berjalan di depan dirinya dan Pidi.
"Dasar tak berguna, apa sih yang bisa kamu lakukan, tak becus!" Feyyi memaki suami harimaunya. Melampiaskan amarah.
"Sayang, sabar, nanti kita balas si gendut itu!" Jantan Hyena memeluk Feyyi, kemudian mengecup pipi kanannya. "Ayo aku gendong, bukannya kamu mau menonton pertunjukan di aula?" Jantan Hyena itu tersenyum manis merayu Feyyi. Sementara jantan harimau bermuka murung.