Mati tertabrak mobil.
Tiba-tiba bangun di rumah mewah dan memili anak tiri,yang kelak menjadi penjahat besar.
Dan suami psikopat yang belum bisa move on dari cinta lama nya.
Di bantu oleh sistem untuk meluluhkan hati kedua nya.
mampu kah Kaira meluluhkan hati, kedua orang yang sangat membenci nya itu.
"Kau bukan ibu ku, berhenti berlagak seolah kau perduli! Jangan mengatur ku!"( Kaiden Alfaro Lucifer)
"Tugas mu hanya untuk mendidik Kaiden, kau tak perlu ikut campur urusan ku dengan Dorothea, sampai kapan pun yang kucintai hanya lah Dia. kau hanya istri pajangan!" (Albert Gavriel Lucifer).
Siapa yang perduli dengan urusan percintaan mereka, yang terpenting aku jadi orang kaya, akan kubawa Kaiden bersama ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah nyonya gunez
Hampir satu Minggu Aylin di rawat di rumah sakit. Dan satu Minggu itu pula Albert tak pernah sekali pun muncul untuk sekedar melihat keadaan Aylin. Seolah hidup dan mati Aylin itu bukan lah urusan nya.
Berbeda dengan nyonya Gunez ibu kandung dari Albert. Selama satu Minggu itu dia terus datang, memberikan ini itu pada menantu nya yang malang. Seolah Aylin adalah putri nya sendiri.
Dulu nyonya Gunez pernah melakukan hal yang sama pada Dorothea, tapi sangat di sayangkan di saat dirinya berada di ambang hidup dan mati. Dan satu-satunya harapan nya hanya lah Dorothea saat itu.tapi Dorothea lebih memilih tidak mau membantu nya hanya dengan alasan dia tidak ingin mengorbankan masa muda nya.
Disaat itulah hati nyonya gunez seolah di hantam petir. Tetapi tuhan ternyata masih mencintainya, ia kirimkan malaikat penyelamat nya yaitu Aylin. Meski tujuan Aylin adalah agar bisa menjadi istri dari Albert. Tapi nyonya gunez tak akan pernah melupakan jasa Aylin. Di tambah rasa bersalah karena sikap Albert yang buruk pada Aylin. Membuat nyonya gunez semakin menyayangi Aylin. Melebihi putra semata wayangnya sendiri Albert.
*
*
Satu Minggu ini, pria kecil yang anan nyonya gunez benci itu, terus menempel pada menantu kesayangan nya. Dan Aylin pun tidak mendorong Kaiden menjauh. Hingga mau tak mau nyonya gunez sendiri pun jadi sering berinteraksi dengan cucu satu-satu nya itu.
"Kaiden, biarkan mami mu tidur, besok kita akan pulang." Apakah kau sudah makan tadi?" tanya nyonya gunez dengan nada ketus.
Kaiden menoleh ke arah nenek nya. Nenek yang sama sekali enggan untuk sekedar melihat wajahnya. Bahkan dia tidak pernah mau di panggil nenek oleh Kaiden. "Aku ingin menemani mami, aku tidak mau meninggalkan mami, mulai sekarang Kaiden akan menjaga mami. Kaiden tidak lapar nyonya."
Nyonya gunez betdecak kesal. "Kau itu merepotkan sekali, lihat saja, tubuh mu yang kurus itu, bagaimana mau melindungi menantu ku, jika kau tak kuat. Ayo makan dulu. Kau harus bertanggung jawab untuk kesehatan menantu ku. Jadilah kuat, lindungi mami mu!!"
Kaiden terbelalak lebar, mendengar perkataan sang nenek. Benar kata nenek nya, dia harus lebih kuat untuk melindungi mami nya. Terutama dari sang ayah. Yang sering melihat Aylin menangis. Jika dulu, dia sangat senang ketika Albert menolak Aylin dan membuat Aylin menangis. Maka kali ini Kaiden akan menjadi benteng untuk sang mami. "Baik nyonya, Kaiden mau makan."
Nyonya gunez kembali berdecak kesal kearah Kaiden. Membuat Kaiden sedikit takut. "mulai sekarang jangan panggil aku nyonya lagi, aku tak ingin, Aylin berfikir aku telah menindas mu. Dan itu.. Tunjuk nyonya gunez pada Kaiden yang menunduk takut. Angkat kepalamu, kenapa kau menunduk terus ? Jika Aylin melihat nya. Pasti dia berfikir aku baru saja menindas mu.
"Baik nyonya." jawab Kaiden lagi sambil mengangkat kembali pandangan nya. Dan mendapati nyonya gunez yang kembali melototi nya. Kaiden menutup mulut kecil nya. Lalu berkata lirih " Nenek."
Tapi ternyata Nyonya gunez belum puas juga. jangan panggil aku nenek. Itu terdengar kalau aku sudah terlalu tua. " kau boleh memanggilku grandma mulai sekarang."
Kaiden ter-lonjak kaget tetapi ada perasaan gembira dalam hati nya. "baik grandma!" ucap nya lantang. Membuat nyonya gunez tersenyum puas. " yah ternyata kau lumayan baik untuk mengucapkan nya." kata nyonya gunez lalu melangkah akan keluar dari ruang rawat Aylin. Tetapi nyonya gunez melihat Kaiden yang tetap berdiri di tempatnya tadi.
"Kenapa kau masih, diam saja. Cepat ikuti grandma mu ini!!" teriak nyonya gunez tak sabar. Dengan langkah sedikit riang Kaiden melangkah mengikuti grandma nya. Tak lupa nyoya gunez berpesan pada para pengawal nya untuk selalu menjaga Aylin. Dan mengancam mereka, agar mereka tidak lalai.
*
*
Mobil mewah nyonya gunez berhenti di sebuah restoran mewah yang cukup terkenal. Kaiden berdecak kagum, dengan ke indahan rumah makan tersebut. Nyonya gunez melotot tak suka, melihat binar kekaguman dari Kaiden. " Jangan melihat tempat ini seperti itu, seolah kau tidak pernah di ajak makan keluar oleh papi mu saja!"
Kaiden menggeleng pelan. "maaf grandma. Kata Kaiden sambil menunduk. Tapi papi memang tak pernah mengajak Kaiden makan di luar. Maaf, sudah membuat grandma malu."
Nyonya Gunez menghela nafas pelan. Papi mu itu memang keterlaluan. apakah dia juga tidak pernah mengajak mami mu keluar?" tanya Nyonya Gunez dengan menahan kesal.
Kaiden hanya tertunduk lagi. "Kaiden tidak tau grandma. Selama ini Kaiden tidak pernah ikut mereka, jika mereka sedang pergi."
Nyonya Gunez mencoba meredam amarah nya, sebelum cucu satu-satu nya ini, akan semakin takut padanya. Dia meyakinkan dirinya bahwa semua ini ia lakukan demi Aylin. Tapi di lubuk hati nya yang paling dalam nyatanya Kaiden sudah memiliki tempat tersendiri. "Angkat kepala mu, jangan terus menunduk!!'
Kaiden mengangkat kepalanya dan nyonya Gunez mengandeng nya masuk ke dalam restoran tersebut. Baru saja emosi nya dia tahan. Tetapi pemicu utama nya malah muncul di depan mata. di sebuah meja ternyata Albert sedang makan siang dengan Dorothea dan juga Arabella. Bahkan Albert menyuapi Arabella. Membuat darah di tubuh nyonya Gunez serasa langsung naik pesawat.
Dengan langkah pasti nyonya Gunez melangkah sedikit cepat, dengan tangan yang masih setia menggandeng Kaiden. Kaiden memandang tajam kedua wanita asing tersebut. Hatinya bergemuruh karena marah.
Brak !!!
Suara gebrakan tangan pada meja makan yang Albert tempati bersama Dorothea. Albert segera menoleh dengan amarah yang siap meledak. Tetapi mulut nya langsung membisu melihat mami nya yang sedang berwajah merah seolah-olah siap meledak.
"Keterlaluan kamu Albert, istri mu di rumah sakit berhari-hari, tidak pernah sekali pun kamu sekedar menjenguk nya, dengan alasan sibuk!! Teriak nyonya Gunez dengan sura memburu. "Ternyata, kesibukan mu sekarang malah mengurusi anak dan istri orang. Sedangkan istri dan anak mu sendiri, kau telantar kan!!!"
Albert hanya mampu diam membisu, ia tau, menjawab perkataan mami nya, hanya akan menambah kemarahan mami nya semakin membara. Jadi Dorothea yang seolah menjadi pahlawan untuk Albert, berlagak membela Albert. Karena dia tau persis, seperti apa dia menggambarkan nyonya Gunez, yang teramat menyayangi Dorothea asli.
"Tante, ini bukan salah Albert tante." Dorothea menunduk sendu. "Dorothea, yang meminta Albert untuk menemani kami makan. Pasti Albert tak sempat makan di kantor. Bahkan Dorothea yakin Aylin juga tidak memikirkan kesehatan Albert."
Makin meledak lah amarah nyonya Gunez. "Apakah kamu tidak dengar, tadi saya bilang bahwa Aylin ada di rumah sakit, karena kecelakaan. Harusnya kamu menasehati Albert agar perduli pada istrinya, bulan malah menyuruh Albert untuk jadi baby sitter anak kamu!!"
"Mami!! Kenapa mami tega bilang seperti itu pada Dorothea ?" Protes Albert.
"Diam kamu, Pulang sekarang! Temani Aylin di rumah sakit, kalau tidak. Siap-siap saja, kamu mami depak dari perusahaan!!!" Ancam Nyonya Gunez dengan amarah yang menggebu-gebu.
kata kata untukmu:
"semangat dan sehat selalu dan jalani harimu dengan kisah yang indah 💪"