Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.
Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BANGUN PAGI SEBELUM MENJUJU LAPANGAN GUILD
Suara burung penyanyi magis yang hidup di taman kristal penginapan membangunkan Patti dari tidur yang nyenyak. Dia membuka mata perlahan, merasakan cahaya pagi yang lembut menyelinap melalui celah tirai jendela dan menyinari wajahnya dengan warna keemasan yang hangat. Tubuhnya terasa segar dan penuh dengan energi tidak ada rasa pegal atau lelah sedikit pun, bahkan setelah semua yang dia alami selama beberapa hari terakhir.
Dia duduk perlahan di tempat tidur, menggeser selimut hangat dari tubuhnya dan melihat sekeliling kamar yang tenang. Cincin Pelindung Persahabatan yang diberikan Tharvonnian masih terpasang di jari tangannya, bersinar dengan cahaya kebiruan samar yang menyatu dengan cahaya pagi dari luar. Dia menyentuhnya dengan lembut, merasakan getaran hangat yang memberikan rasa tenang dan keyakinan yang mendalam.
Di meja sisi tempat tidur, jus buah Sunberry yang dia tidak habiskan semalam masih ada di sana, sekarang sudah dingin namun tetap terlihat segar. Di sebelahnya terdapat bunga segar yang masih mekar dengan indah, dan senar kecil dari Lyranthiann yang dia gunakan sebelum tidur terletak rapi di atas kain kecil yang bersih.
Patti berdiri perlahan dan pergi ke jendela, membukanya lebar-lebar untuk membiarkan udara pagi yang segar masuk ke dalam kamar. Udara pagi kota Valdris sangat segar, dengan aroma campuran dari bunga yang mekar di taman kristal, roti bakar yang sudah mulai dibuat di kedai dekat penginapan, dan aroma khas dari pepohonan magis yang tumbuh di sekitar kota. Di kejauhan, dia bisa melihat kubah kristal Guild SSAWF yang sudah mulai bersinar dengan cahaya matahari yang baru muncul dari balik menara kota.
Saat dia menikmati pemandangan pagi yang indah, pintu kamar diketuk lembut tiga kali. “Pattiwisiana, sudah waktunya untuk bangun,” suara Elenarianna terdengar dari luar dengan lembut namun jelas. “Saya sudah menyiapkan mandi pagi khusus dan makanan sarapan yang akan membantu kamu dalam kondisi terbaik untuk menghadapi tes hari ini.”
“Baiklah, Elenarianna saya segera siap,” jawab Patti dengan suara yang sudah jelas dan penuh semangat.
Dia mengambil setelan baju baru yang disediakan untuk tes praktik dengab kain wol berwarna abu-abu tua dengan aksen logam perak yang sama seperti yang dia kenakan kemarin, namun kali ini dengan tambahan pelindung lengan dan kaki yang terbuat dari kulit naga muda yang ringan namun kuat. Dia berpakaian dengan cepat namun hati-hati, memastikan bahwa setiap tali dan pengikat terpasang dengan benar. Dia memasang liontin sayap besi yang diberikan Tharvonnian di kerah bajunya, kemudian memeriksa semua barang yang akan dia bawa pada tas kecil dengan makanan ringan dari Caelthasarian, amplop hasil tes pengukuran, senar kecil dari Lyranthiann, dan kaleng ramuan penyembuh dari ibunya yang selalu dia bawa di dalam kantong dalam bajunya.
Setelah berpakaian dengan rapi, dia pergi ke kamar mandi yang sudah disiapkan Elenarianna. Air mandinya adalah campuran dari mata air panas dan ramuan herbal khusus kombinasi dari bunga Sunbloom yang bisa meningkatkan energi dan konsentrasi, serta akar Ironroot yang dapat memperkuat tulang dan otot secara sementara. Saat air hangat menyentuh kulitnya, Patti merasakan sensasi hangat yang menyebar ke seluruh tubuhnya, membuatnya semakin terjaga dan siap untuk menghadapi hari yang penuh dengan tantangan.
Elenarianna berdiri di dekatnya, tangan yang bersinar dengan cahaya keperakan mulai melakukan gerakan lembut di sekitar tubuh Patti. “Ramuan ini tidak hanya akan membersihkan tubuhmu,” ucapnya dengan suara yang merdu seperti musik. “Ia juga akan membantu menyelaraskan energi dalam dirimu dengan energi alam semesta, sehingga kamu bisa menggunakan kemampuanmu dengan lebih efektif dan efisien selama tes berlangsung.”
Setelah selesai mandi dan menyeka tubuhnya dengan kain lembut yang hangat, Patti merasa seperti baru saja mendapatkan kekuatan baru. Kulitnya terasa segar, rambutnya yang pirang keperakan tampak bersinar dengan cahaya sendiri, dan matanya terlihat lebih jernih dan fokus dari biasanya.
Dia pergi ke ruang makan yang sudah dihiasi dengan indah untuk kesempatan khusus ini. Meja besar yang biasanya digunakan untuk makan bersama sudah ditutupi dengan kain putih bersih, dengan bunga segar dari taman kristal dan lilin beraroma chamomile yang menyala dengan lembut. Di atas meja terdapat berbagai macam makanan sarapan yang dibuat khusus oleh Caelthasarian seperti telur orak-arik dengan tambahan jamur magis yang bisa meningkatkan ketahanan, roti bakar dengan selai buah Starfruit yang dapat meningkatkan konsentrasi, sup biji gandum dengan rempah-rempah khas Highland Tharvonian, dan jus buah Campuran Dew yang dikenal bisa memberikan energi yang stabil selama berjam-jam.
Di meja sudah ada beberapa orang yang menunggunya ada Tharvonnian dengan wajah yang penuh dengan kebanggaan, Aetherlynn dengan tatapan yang penuh dengan keyakinan, Caelthasarian dengan senyum ramah, dan bahkan Lyranthiann yang datang khusus dari taman untuk memberinya dukungan tambahan.
“Selamat pagi, Pattiwisiana,” ucap Tharvonnian dengan suara yang hangat saat Patti duduk di tempat yang sudah disiapkan untuknya. “Kamu terlihat dalam kondisi yang sangat baik sudah siap untuk menghadapi apa pun yang akan kamu temui di tes hari ini.”
“Saya sudah membuat hidangan khusus dengan menggunakan bahan-bahan terbaik yang bisa ditemukan di seluruh kota,” tambah Caelthasarian sambil menyajikan makanan ke piring Patti dengan hati-hati. “Setiap makanan memiliki fungsi khusus yang satu untuk meningkatkan kekuatan fisik, yang lain untuk meningkatkan kemampuan sihir, dan yang lainnya untuk membantu kamu tetap tenang dan fokus di tengah tekanan.”
Selama makan, mereka bercerita tentang pengalaman masing-masing saat menghadapi tes praktik guild dulu. Lyranthiann menceritakan bagaimana dia hampir gagal karena terlalu fokus pada membantu orang lain yang terluka sehingga hampir melewatkan batas waktu tes, namun akhirnya dinyatakan lulus karena menunjukkan nilai-nilai yang menjadi dasar guild. Aetherlynn bercerita tentang bagaimana dia harus menghadapi makhluk buas buatan magis dalam tesnya, dan bagaimana dia berhasil mengalahkannya bukan dengan kekerasan melainkan dengan kebijaksanaan dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan makhluk itu.
“Yang paling penting dalam tes praktik ini,” ucap Tharvonnian dengan suara yang serius namun penuh dengan kasih sayang, “adalah jangan pernah melupakan siapa diri kamu dan apa yang kamu yakini. Tes ini dirancang tidak hanya untuk mengukur kemampuanmu secara fisik atau sihir, tapi juga untuk melihat bagaimana kamu bertindak dalam situasi yang menantang dan bagaimana kamu memperlakukan orang lain di sekitar kamu.”
Setelah selesai makan, Elenarianna membawa sebuah cangkir kecil berisi ramuan hijau yang bening. “Ini adalah ramuan terakhir yang akan saya berikan padamu sebelum kamu pergi,” ucapnya dengan tatapan yang penuh dengan perhatian. “Ini terbuat dari ekstrak bunga Moonwhisper yang hanya mekar di jam-jam awal pagi. Ramuan ini akan membantu kamu tetap tenang dan fokus, serta meningkatkan kemampuanmu untuk merespons setiap situasi dengan cepat dan tepat.”
Patti menerima cangkir itu dan meneguknya dengan perlahan. Rasanya sedikit pahit namun menyegarkan, dengan aroma yang membuat pikirannya menjadi sangat jernih dan tenang. Dalam beberapa detik, dia merasakan energi yang stabil mengalir ke seluruh tubuhnya, membuatnya merasa siap untuk menghadapi apa pun yang akan datang.
Saat itu, Gorthwainn memasuki ruang makan dengan serius namun dengan senyum yang penuh dengan keyakinan. “Sudah waktunya kita pergi, Pattiwisiana,” ucapnya dengan suara yang jelas. “Jika kita berangkat sekarang, kita akan sampai di Lapangan Latihan Guild Timur tepat waktu sebelum tes dimulai. Saya sudah menyediakan kereta khusus untuk mengantarmu agar kamu tidak perlu menyia-nyiakan energi dengan berjalan kaki jauh.”
Patti berdiri dengan perlahan, melihat sekeliling pada wajah-wajah orang-orang yang telah memberikan dia dukungan dan kasih sayang selama beberapa hari terakhir. Dia merasa sangat bersyukur bisa bertemu dengan mereka semua orang-orang yang melihat potensi di dalam dirinya dan telah membantu dia untuk melihatnya sendiri.
“Terima kasih semua,” ucapnya dengan suara yang jelas namun penuh emosi. “Tanpa bantuan dan dukungan kalian semua, saya tidak akan bisa sampai di sini. Saya berjanji bahwa saya akan melakukan yang terbaik dan tidak akan mengecewakan harapan kalian semua.”
“Kamu tidak perlu mengecewakan kita, anak muda,” kata Tharvonnian sambil berdiri dan memberikan tap lembut di bahu Patti. “Yang kamu butuhkan adalah membuktikan pada dirimu sendiri bahwa kamu layak berada di sana. Ingatlah bahwa kamu bukan lagi seorang yang sendirian. Kamu memiliki keluarga besar di Guild SSAWF yang akan selalu mendukungmu.”
Aetherlynn mendekat dan memberikan sebuah tas kecil tambahan. “Di dalam tas ini ada beberapa peralatan kecil yang mungkin kamu butuhkan selama tes ada tali pengikat yang kuat, beberapa alat bantu navigasi, dan ramuan penyembuh tambahan. Saya juga menambahkan peta kecil dari area tes yang mungkin bisa membantu kamu dalam menghadapi tantangan yang akan datang.”
Lyranthiann memberikan senyum ramah dan membentangkan tangannya. “Ingatlah pesan saya, Pattiwisiana bahwa kekuatanmu mungkin berbeda dari orang lain, tapi itu tidak membuatnya kurang berharga. Kadang-kadang cara yang paling tidak terduga justru menjadi cara yang paling efektif.”
Setelah mengucapkan selamat tinggal kepada semua orang dengan rasa syukur yang mendalam, Patti mengikuti Gorthwainn keluar dari Penglapan Kristal Morthwainn. Di luar, sebuah kereta berkuda dengan empat kuda putih yang cantik sudah menunggu di depan gerbang. Kereta itu dihiasi dengan lambang Guild SSAWF dan hiasan bunga segar yang memberikan kesan resmi namun hangat.
“Kereta ini biasanya digunakan untuk mengantar anggota guild yang akan menghadapi misi penting,” jelas Gorthwainn sambil membuka pintu kereta untuk Patti. “Kita merasa bahwa tes seleksi hari ini adalah momen penting dalam hidupmu, sehingga kamu layak untuk diberikan penghormatan seperti ini.”
Patti masuk ke dalam kereta yang nyaman dan hangat, merasa sedikit terkejut namun sangat terhormat dengan penghormatan yang diberikan kepadanya. Saat kereta mulai bergerak dengan lambat menuju arah Lapangan Latihan Guild Timur, dia melihat melalui jendela ke luar melihat kota Valdris yang indah mulai bangun dari tidurnya, dengan penduduk yang memulai kegiatan dan toko-toko yang mulai membuka pintunya.
Sepanjang jalan, dia melihat berbagai tempat yang sudah dia kenal selama beberapa hari terakhir ada pasar yang ramai, taman kecil di mana Lyranthiann bermain musik, dan gedung tua yang menjadi kedai makanan Myrthannianna. Setiap tempat mengingatkannya pada orang-orang yang telah membantu dia dalam perjalanan ini, dan semakin memperkuat tekadnya untuk menjadi petualang yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.
Saat mereka semakin dekat dengan Lapangan Latihan Guild Timur, Patti bisa merasakan getaran energi magis yang kuat dari area itu. Dia melihat beberapa calon anggota lain yang juga sedang menuju ke arah yang sama, sebagian tampak gugup sementara yang lain tampak penuh dengan keyakinan. Dia juga melihat beberapa anggota guild yang sudah berpengalaman yang berdiri di dekat gerbang lapangan, tampaknya sedang memantau persiapan tes yang akan segera dimulai.
Patti mengambil napas dalam-dalam, menyentuh cincin di tangannya dengan lembut, dan mengingat semua nasihat dan dukungan yang telah dia terima. Dia tahu bahwa tes yang akan dia jalani tidak akan mudah, tapi dia merasa siap untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Pattiwisiana Klobahrgeevinik bukan hanya seorang pembawa barang, tapi seorang petualang yang memiliki potensi besar dan hati yang siap untuk membantu orang lain.
Kereta berhenti dengan lembut di depan gerbang utama Lapangan Latihan Guild Timur. Gorthwainn membuka pintu kereta dan membantu Patti turun dengan hati-hati. Di depan mereka, gerbang besar yang dihiasi dengan runik magis sudah terbuka lebar, seolah sedang menyambutnya ke dalam bab baru dari hidupnya yang penuh dengan harapan dan potensi.
“Kita sudah sampai, Pattiwisiana,” ucap Gorthwainn dengan suara yang penuh dengan keyakinan. “Segala sesuatu yang kamu butuhkan sudah kamu miliki di dalam dirimu. Sekarang waktunya untuk menunjukkan kepada dunia apa yang bisa kamu lakukan.”
Patti mengangkat kepalanya dengan tegap, melihat ke arah lapangan yang luas di depannya dengan mata yang penuh dengan tekad dan keyakinan. Cahaya matahari pagi menyinari wajahnya yang penuh dengan harapan, membuatnya tampak seperti seorang pahlawan yang siap menghadapi tantangan apa pun untuk mencapai tujuan hidupnya.