NovelToon NovelToon
Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Selamat Tinggal Orang Yg Kusayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Dunia Masa Depan
Popularitas:803
Nilai: 5
Nama Author: Arsih Mom

"Bukan berarti apa yang dekat dengan kita adalah yang terbaik, bisa jadi kebaikan itu ada jauh dari kita ataupun tidak terlihat"
Aku pergi karena sangat menyayangi kalian, suatu saat nanti jika masih ada kesempatan aku akan menjemput kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arsih Mom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia apa yang tersembunyi

Pemakaman Nenek Sumirah berlangsung selayaknya pemakaman keluarga sendiri bagi keluarga Darmawan. Meskipun mereka orang yang baru saja dikenal oleh Santika tapi perlakuan yang didapat Oci dan Neneknya sangat baik. 

Di hari pemakaman itu Oci hanya bisa terdiam dan duduk di depan nisan Nenek yang merawatnya beberapa bulan belakangan ini. Duka yang masih menyelimuti pada dirinya membuat Oci tidak bisa berfikir jernih lagi untuk melangkah ke depan. Hanya tangisan yang tidak terdengar dan begitu terasa sesak di dada membuatnya sangat hancur. 

(Nek... Oci tidak tahu lagi harus bagaimana melanjutkan hidup, sedangkan Nenek belum sempat menepati janji untuk mengatakan pada Oci siapa orang tuaku yang sebenarnya) 

Tidak bisa membendung kesedihan lagi pecahlah tangis keras dan histeris dari Oci di pemakaman. Santika yang merasa panik melihat sikap Oci, Dia segera memeluk erat dan membawanya keluar dari pemakaman. Begitu rasa sedih dan duka yang dipendam sendiri di dalam hatinya membuat Oci jatuh pingsan. 

"Pak Nono kita ke Rumah sakit sekarang!"

Mereka membawa Oci ke Rumah sakit dalam keadaan panik. 

Di dalam mobil terlihat Pak Nono fokus dengan kemudinya sedangkan Santika menatap wajah Oci dengan raut sedih dan sendu. 

(Oci sabar ya Nak, Ibu tidak tahu apa yang kamu sembunyikan dan rasakan sendiri tapi Ibu janji mulai saat ini Oci akan selalu ada didekat Ibu) 

Menempuh jarak 1 km menuju Rumah sakit, akhirnya mobil Santika berhenti didepan pintu UGD. Di sana sudah menunggu beberapa petugas untuk membantu membawa Oci ke ruang UGD. Seperti layaknya seorang Ibu, Santika terlihat panik dan gelisah saat menunggu Oci mendapat penanganan pihak Rumah sakit. 

Tidak lama berselang Dokter keluar dan menghampiri Santika. 

"Kondisi pasien sudah mulai stabil cuma untuk saat ini pasien butuh perawatan pihak medis."

"Baik Dokter terima kasih , saya akan urus administrasinya."

Tanpa mendapat perintah dari majikannya, Pak Nono segera mengurus administrasi Rumah sakit untuk Oci. 

Setelah semua selesai, Oci dipindahkan di bangsal kelas VIP. 

"Pak Nono tolong beli baju dan perlengkapan lainnya untuk Oci, biar aku yang menunggunya di sini."

"Siap Nyonya!"

Pak Nono meninggalkan mereka berdua dan pergi ke supermarket untuk membeli semua kebutuhan Oci. 

Santika terlihat masih setia menunggu Oci yang belum sadarkan diri. Berulang kali Dia membelai rambut panjang Oci sambil mengagumi kecantikannya.

(Gadis ini sungguh cantik dan polos, kasihan kamu Nak diusia seperti ini sudah mengalami hidup yang susah)

Saat jari tangannya berlabuh di dekat telinga kanan Oci, Santika tercengang karena melihat tanda lahir yang hampir sama dengan bayi nya dulu. 

(A.. apa ini hanya kebetulan saja, masih terngiang di telingaku waktu saat bayi itu lahir ada yang bilang kalau bayi perempuan ku ada tanda lahir didekat telinga kanannya) 

Santika semakin menyibakkan rambut Oci untuk melihat tanda lahir itu dengan jelas. Berdebar jantungnya karena rasa yang bercampur menjadi satu membuat Santika tidak bisa berfikir lagi. 

Ditengah kepanikan, bingung dan bahagia Dia dikagetkan dengan datangnya Pak Nono yang membawa beberapa kantong plastik. 

"Nyonya ini barang yang di minta untuk kebutuhan Non Oci."

"Oh... Iya... Iya Pak taruh saja di meja!"

Santika dengan pelan membangunkan Oci yang masih terlihat lelap. 

"Nak... Oci, bangunlah."

Oci yang merasa sedikit terganggu dengan suara Santika menyebut terus namanya, Dia berusaha membuka kedua mata. Begitu kedua matanya terbuka yang Dia lihat pertama kali adalah wajah cantik dan senyum hangat Santika. 

"Bu.. Bu Santika, aku ada di mana?"

"Hust... sudah tenang saja , kamu ada di Rumah sakit bersama Ibu."

Santika sedikit menceritakan awal mula Oci bisa sampai di rawat. Dia juga meminta Oci untuk tinggal bersamanya dan menjadi anak angkat di keluarga Darmawan. 

"Tapi Bu, aku ingin kembali ke rumah Nenek untuk ambil semua barang-barangku."

"Oci tidak usah khawatir, nanti biar Pak Nono yang ambil barang-barang Oci di sana. Sekarang kamu istirahat biar bisa cepat pulang ke rumah Ibu."

"Terima kasih Bu!"

Hari yang begitu melelahkan bagi Pak Nono, Dia harus kembali ke rumah Oci dan mengambil barang-barang nya. 

Setibanya di rumah Nenek Sumirah yang sudah tidak terawat itu, Pak Nono masuk ke dalam dengan wajah bingung. 

"Duh... kira-kira apa yang harus kubawa ini, mana aku tahu barang-barang Oci yang mana?"

Dengan tas ransel Pak Nono memasukkan beberapa baju dan barang-barang yang terlihat saja yang ada di rumah itu. Sekira nya merasa cukup Dia menutup kembali tas nya. 

(Ini saja yang aku bawa, biar nanti Non Oci yang memilih sendiri barang mana yang dicarinya) 

Karena sudah selesai dengan tugasnya Pak Nono berencana kembali untuk pulang.

"Loh Pak... kenapa keluar dari rumah Nenek Sumirah? Lalu di mana mereka?"

Suara salah satu tetangga dekat Nek Sumirah menghentikan langkah Pak Nono. Wajar jika ada yang bertanya dan curiga dengan kedatangan Pak Nono yang tiba-tiba. Karena selama ini warga tidak diberi tahu kalau Nenek Sumirah sudah meninggal. Dengan pelan Pak Nono mendekat pada salah satu tetangga itu. Dia menceritakan apa yang terjadi pada Nek Sumirah dan Oci setelah kejadian kemarin lusa. Warga pun merasa terkejut dengan berita itu. 

"Ya sudah Pak, memang lebih baik Oci diasuh dengan orang yang tepat. Dan semoga Dia bisa menemukan orang tua kandungnya."

Wajah Pak Nono menjadi berubah seketika itu. Dia semakin ingin tahu apa dan bagaimana kehidupan Oci bersama Neneknya. Dengan cerita tetangga Oci Pak Nono jadi tahu kalau sebenarnya Sumirah bukan nenek kandungnya. 

"Oh.. jadi gitu ya, baik lah semoga dengan masuknya Oci di keluarga Darmawan Dia bisa tumbuh dan menjalani kehidupan yang lebih baik dan pantas."

Pak Nono segera berpamitan dengan tetangga Oci, karena Dia juga harus menjemput serta mempersiapkan penyambutan Oci pulang dari Rumah sakit. 

Saat keluar dari gang kampung Oci, mobil Pak Nono berpapasan dengan mobil Tio. Karena memang belum kenal mereka berdua hanya bertegur sapa selayaknya orang yang saling menghormati.

Ketika Tio sudah mendekati rumah Oci dengan membawa beberapa kantong plastik, langkahnya terhenti karena ada yang memanggil.

"Pak, apa Anda mencari Nek Sumirah?"

Tio berhenti dan gantian menyapa orang itu.

"Saya mencari Oci, apa Dia ada?"

"Baru saja barang-barang Oci dibawa pria tadi, apa bukan teman Bapak?"

Tio menjadi bingung dengan cerita tetangga Oci.

(teman...?? siapa yang sudah datang lebih dulu, apa....) "maaf apa bisa cerita ke saya yang terjadi pada Oci?"

Tetangga itu membawa Tio masuk ke dalam rumah Nek Sumirah. Dia menceritakan kejadian yang menimpa keluarga Oci. Semakin paham Tio setelah mendengar cerita itu, Dia memutuskan untuk berpamitan pulang.

Sebelum kakinya melangkah keluar, tetangga Oci kembali memanggilnya.

"Pak.. ini Ada barang milik Oci yang tertinggal!"

Tio kembali dan menerima sebuah kalung dengan liontin love warna putih perak.

"Baik Pak terima kasih!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!