Seri pertama Cinta Tak Perna Salah mengangkat
Kisah Cinta antara Jeanne dan Jeremy yang berawal cinta itu tumbuh saat mereka usia remaja di sebuah asrama tentara. Kedua orang ini adalah anak tentara ini, Jeanne dan Jeremy sama - sama didik dalam tradisi dan kebiasaan orangtua mereka agar anak - anak ini kuat. Ketika mereka dewasa perpisah terjadi karena tugas dari orangtua mereka. Namun perasaan cinta itu sudah semakin tumbuh. Namun terhalang Karena keakraban orangtua, ditambah orangtua Jeremy menjadikan Jeanne seperti anak perempuan mereka.
Namun takdir berkata lain Jeremy Alexander Purba ditugaskan di Papua, tepatnya di kesatuan yang dulu ditumbuh dan dibesarkan. Dan mereka bertemu kembali setelah Jeanne sudah menjadi dokter, perasaan yang lama tersimpan, kembali bersemi.
Bagaimana kisah cinta Jeanne dan Jeremy ini???
Apakah salah Jeremy mencintai Jeanne yang sudah dia anggap seperti saudaranya sendiri???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Pacar
Jemy sudah berangkat, selesai perayaan natal, dia akan mengikuti pendidikan khususnya selama tujuh bulan di Bandung. Dari kesatuan ini, Jemy dan lettingnya Musa yang lulus seleksi pendidikan khusus. Namun Musa masih dikesatuan, karena orangtuanya hanya di Papua.
Selama perayaan Natal, Jean di bully oleh Niken setelah dia tahu bahwa, Lettu Jeremy Alexander Purba sering ke rumahnya. Namun Jean tidak perna menanggapi apa yang di lakukan Niken. Karena jarak usia mereka yang berbeda enam tahun, jadi Jean yang waras harus lebih dewasa. Namun ketika Jemy telephone kemarahannya di tumpahkan ke dia.
"Sabar non, sabar entar cantiknya luntur. Selamat Natal sayangku."
"Cie cie sayangku."
"Betulkan kamu sayangku sekarang."
"Oooo hanya sekarang???"
"Dari kamu kecil sampai selama - lamanya. Kamu itu dari orok sudah jadi jodohku."
"Memaksa deh."
Terdengar suara maminya Jemy yang menanyakan anaknya sedang telepon dengan siapa, bisa - bisanya dia bilang dengan bibi yang bersih mess. Jean yang mendengar langsung marah.
"Oooo saya ini bibi kamu???"
"Bukan kamu itu sayangku. Tahukan mama kalau sudah ngomong sama kamu, ngak ingat aku gitu."
"Awas kamu kalau besok jadikan aku bibi kamu."
"Tidaklah kamu itu akan jadi istrinya Jeremy Alexander Purba." Jean mukanya merah seketika. Itu yang buat Jemy susah lupa pada gadis ini.
Banyak tamu yang datang bertamu pada perayaan natal. Jean bersama orangtuanya menyiapkan makanan. Dan hari pertama rumah Peltu Markus Aritonang menjadi saran pertama kunjungan silaturami natal oleh lettingnya Jemy. Dibawah komando Musa sahabatnya. Mereka sengaja memanasi Jemy dengan mengirim vidio Musa yang dekat dengan Jean. Letting yang lain tidak tahu, bahwa Jemy sudah menembak dokter Jeanne Sipora Aritonang menjadi pacarnya. Yang tahu hanya Musa letting dekatnya.
Selesai mereka bertamu di rumah pak Markus Aritonang mereka ke rumah pak Arianto. Niken menyambut mereka dengan senang.
"Nak Jemy pendidikan ya??"
"Iya tante, sama Musa juga."
"Berarti nanti ngak berdinas disini lagi."
"Bisa mami, jika Jemy jadi komandan."
"Mas Musa katanya Mas Jemy pacaran dengan dokter Jean ya anaknya pak Aritonang ??"
" Mereka itu teman dari kecil sampai Jemy kelas sepuluh pindah ke Jawa. Mereka tanggal, bulan dan tahun lahir itu sama."
"Serius!!! Jodoh itu." Mamanya Niken sendiri yang mengatakan. Musa tersenyum, Niken anaknya raut mukanya sudah asem. Sedangkan letting lainya semua sudah tertawa.
"Kenapa tertawa nak??"
"Anak ibu kan kejar - kejar Lettu Jeremy."
Mamanya Niken melihat kearah anak perempuannya.
"Belajar yang benar, jaga dirimu yang benar." Mamanya Niken menasehati anaknya sendiri, yang kurang dengar - dengaran.
"Dengar itu, apa kata mamamu." Musa menegur Niken. Niken mukanya makin cemberut. Langsung masuk ke kamarnya. Niken tidak tahu, bahwa banyak anggota yang tahu apa yang dia lakukan di luar kompleks. Semua mengakui bahwa dia cantik hanya dia kurang pintar menjaga dirinya.
Setelah melewati tahun baru bersama orangtuanya. Hari ini Jeanne Sipora Aritonang siap untuk kembali ke Jogjakarta menyelesaikan dokter residennya. Tentu pacarnya Jemy siap menjemputnya.
Penerbangan selama dua jam pertama transit di kota Makassar di lalui oleh dokter Jean. Dan sekarang Jean sedang menunggu penerbangan ke Jogja sekitar empat jam, dia hanya jalan di ruang tunggu bandara dan membeli makan juga cemilan. Pukul enam sore, Jean berangkat ke Jogja. Tiba dibandara Yogjakarta Internasional Airport di Kulon Progo. Sudah jam tujuh malam waktu Indonesia Tengah dan jam delapan malam waktu Indonesia Timur, namun waktu Jogja baru pukul enam sore. Selesai mengambil kopernya, Jean keluar disambut dengan senyuman Jemy dengan stelan causal dan terlihat ganteng.
"Sudah dari tadi??"
"Buat tuan putri, abang sabar menunggu."
"Stop gombal e."
"Selamat Natal dan Tahun Baru." Jemy langsung mencium kening pacarnya. Dia memeluk Jean di pinggangnya dan langsung mengarahkan ke mobilnya.
"Kita kerumah dulu, mama, papa dan adek Joan sudah menanti."
"Malu Jemy."
"Masih ada malu ya, aku kira biasanya malu - malui."
"Jemy......"
"Ampun sayang."
"Malas, ngak ada ampun buatmu."
"Sayang, Jemy mohon maaf ya." Jemy tetap memohon kepada Jean teman masa kecilnya yang sekarang sudah resmi menjadi pacarnya. Raut muka permohonan Jemy membuat Jean tidak tahan berlama - lama memarahinya.
Di rumah Jemy, papi Boris dan mami Lia, serta Joan udah menanti kedatangan Jean yang sudah sepuluh tahun tidak bertemu. Mami Lia waktu melihat Jean langsung di peluk, dicium dan dibawa masuk ke rumah. Papi Boris juga memeluk anak gadis yang dulu waktu kecil sering melapor kenakalan Jemy yang selalu membuat dia menangis. Jelas mau Jean salah atau benar pun yang disalahkan adalah Jemy.
"Masa boru ngak tahu kalau papi dinasnya disini??"
"Ngak tahu papi."
"Mama dan papa disana sehat - sehat?"
"Puji Tuhan sehat mi, pi."
"Mami masak enak. Boru makan malam bersama ya."
"Bobo sini aja. Besok baru ke kosan."
"Asik Joan ada teman."
Akhirnya mereka pun menikmati makan malam bersama. Jean menyerahkan ole - ole kue buatan mama, kue pia kue kesukaan Joan , juga kue kering.
"Mama ini, buat adek susah lupa deh. Nanti kalau adek mau masa tunggu mama kirim."
"Boru adekmu itu, masa kue yang Jemy bawa, dia ngak mau kasih ketamu papa. Kue itu khusus buat kita makan sendiri."
Jean hanya tersenyum mendengar papi dan mami cerita. Sementara Joan ada sibuk mengatur kue pia di toples yang memang khusus buat mereka dirumah.
Tiba - tiba handphone Jean berdering ada telepon masuk dari ibu kos. Katanya ada keran yang bocor merembes ke kamar kosnya. Akhirnya Jean harus pamit pulang. Ke kos - kosannya.
Memang betul, dapur mini Jean sudah banjir dengan air. Untung saluran yang bocor sudah di perbaiki. Dengan cepat, tukang yang dibayar ibu kos merapikan plafon dapur kosannya Jean malam itu juga. Jemy masih menemani kekasihnya ini. Setelah semua beres, baru dia membantu Jean merapikan kembali kosan itu. sebenarnya Jemy sudah merapikan seharian kemarin sebelum Jean menempati. Pukul sembilan baru beres. Karena habis bekerja Jean dan Jemy kelaparan. Akhirnya selesai mandi, Jean dan Jemy keluar menggunakan motornya Jean ke mini market berbelanja beberapa keperluan dianatarnya mie rebus, bersama bakso dan telur serta sayur - sayuran.
Berakhir di jam sepuluh malam, Jemy dan Jean menikmati mie panas bersama, yang lengkap dengan sayuran. Minum teh hangat, mereka bercerita sampai jam sebelas, baru Jemy pulang. Sebelum pulang dia sudah menasehati kekasihnya untuk memperhatikan semua pintu di kosannya.