Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ini namanya jebakan.
"Ck.. kenapa aku harus menjadi istrimu." Yu-nian terus memberontak.
"Kamu itu sudah menandatangani surat perjanjian pernikahan, bukan? Jadi sekarang kamu itu istriku." jawab Feng Shiyan.
"Bagaimana aku menjadi istrimu, kamu menikahiku secara paksa, lagi pula surat nikahnya belum dapat dan semua berkas-berkas belum masuk ke catatan kementerian kerajaan kan? kalau begitu aku ini adalah gadis bebas yang tidak boleh dipaksa." ujarnya. dengan kasar Yu-nian menghempaskan tangan Feng Shiyan berulang kali.
Pria itu hanya diam tanpa mengatakan apapun. "Kamu dengar sendiri kan Fu Tian, istriku ini ternyata orangnya tidak sabaran, segera kamu daftarkan pernikahan kami, setelah itu aku akan menggendongnya ke kementerian kerajaan." jawab Feng Shiyan sembari memainkan salah satu alisnya. tantangan itu langsung di iyakan oleh Feng Shiyan.
"Dasar serigala berbulu domba, Ya tidak bisa begitu dong! masa kamu datang-datang langsung memaksaku menikah sih! itu namanya pemaksaan, aku ini gadis di bawah umur loh tidak boleh diperlakukan seperti itu, Kamu mau aku laporkan ke istana." ujar Yu-nian kembali.
Feng Shiyan tersenyum mendengar perkataan yang diucapkan oleh gadis yang ada di sampingnya. Dia sedikit tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. "Gadis yang sudah dewasa tapi masih mengaku di bawah umur, Apa kamu mau aku tuntut atas pembohongan?"
Beberapa kata yang diucapkan Feng Shiyan membuat Yu-nian langsung terdiam.
"Heh..," Yu-nian menghela nafasnya. "Kalau pria ini sih pria kejam, kedepannya Aku tidak akan tahu hidupku akan seperti apa, ini semua gara-gara kedua orang tuaku yang tidak tahu malu itu. lihatlah mereka seolah menjualku, dan lagi pula Kenapa pria itu bisa tahu rumahku dan kenapa dia bisa membawa kedua orang tuaku kemari?" Yu-nian mengeluh.
"Kelihatannya kamu memikirkan sesuatu?" tanya Feng Shiyan yang melihat Yu-nian dari tadi diam.
"Apa pria benar-benar bisa membaca pikiranku? apa pria ini seorang dukun? penyihir atau dia tukang hipnotis?"
"Kamu ini sedang memikirkan apa? kenapa kelihatannya otakmu itu rumit banget?"
"Kamu kira aku ini apaan, walaupun aku masih muda otakku ini tidak rumit seperti yang kamu katakan." Yu-nian menatap kaca mobil, dia melihat lalu lalang jalanan, entah ke mana dia akan di bawah. Namun yang jelas dia hanya bisa terdiam.
"Oh dewa, aku pasti tidak akan mempunyai umur panjang.Oh tidak, aku akan dibawa kemana ini?" gumam Yu-nian dalam hati.
Dalam diam Feng Shiyan nampak terus tersenyum, dia melirik Yu-nian yang dari tadi menatap di sekitar taman. "Ketika kamu masuk ke duniaku maka kamu tidak akan bisa lepas dariku."
"Heh...," helaan nafas kasar Yu-nian. "Apes, bakalan gak bisa lepas ini." gumam Yu-nian dalam hati.
Berbeda-beda di tempat lain, Sanhu yang berada di tempat persembunyiannya, dia sedang melakukan penyamaran. Dia akan mencari tahu mengenai kondisi istana sekarang.
"Tuan Sanhu, apakah tuan yakin mau melakukan hal itu?" tanya anak buah Sanhu.
"Kamu tenang saja, aku pasti akan melakukan penyamaran dengan sempurna. Jadi, kalian tidak usah khawatir." jawab Sanhu yang sudah mulai menyamar.
Beberapa hari kemudian.
*Kediaman keluarga Mao*
Brakkk!!
"Beraninya kamu mengkhianatiku, Yun Mao!" seru Adipati Bao Jing.
"Heh...," tuan Yun Mao menghela nafas panjang. "Aku tidak bisa apa-apa, Adipati. Sekarang putriku sudah menjadi isteri jenderal Feng." jawab tuan Yun Mao dengan santai, terasa hidupnya sekarang di penuhi keberuntungan. Putrinya yang selalu membuat onar malah sekarang akan di nikahi oleh jenderal kerajaan Tangyu.
Beberapa hari yang lalu Feng Shiyan datang ke tempat Adipati Bao Jing, pria itu langsung menekan Adipati Bao Jing dengan semua kekuasaan yang dia miliki. Bahkan Feng Shiyan juga dengan tegas meminta Adipati Bao Jing untuk tidak mengejar Yu-nian.
"Ada apa, suamiku?" tanya nyonya Li yang baru keluar. Dia dari tadi bersembunyi dan mencuri dengar pembicaraan suaminya dan Adipati Bao Jing.
"Adipati Bao Jing marah karena Jenderal Feng mengancamnya." jawab tuan Yun Mao.
"Apakah semuanya akan baik-baik saja?" nyonya Li terlihat takut.
Semua orang di wilayah Nan tahu kalau Adipati Bao Jing adalah orang yang sangat serakah, dia selalu menekan orang-orang yang sudah terlanjur berhutang padanya. dia selalu meminta jaminan putri dari siapapun yang berhutang padanya. sama halnya dengan ayah Yu-nian.
"Dasar brengsek! beraninya mereka menghianatiku, mereka memberikan Putri mereka kepada Jenderal. Kalau seperti ini Aku tidak akan bisa memiliki gadis itu!"
kesal Adipati Bao Jing ketika dia mengingat kembali ketika Jenderal Feng datang ke kediamannya, pria itu datang bersama dengan dua orang kepercayaannya. melunasi seluruh hutang yang dimiliki oleh kedua orang tua yunian dan Jenderal Feng juga mengancam Adipati Bao Jing, jika sampai pria itu terus mengganggu Yu-nian maka dia akan kehilangan nyawa.
"Aku tidak pernah mengira jenderal akan melakukan hal ini Adipati. yang Saya dengar kalau Jenderal Feng adalah pria anti wanita. pria itu tidak pernah sekalipun terdengar memiliki hubungan dengan seorang wanita, namun yang aku dengar dia memiliki hubungan dengan Putri menteri Xiao An." kata anak buah Adipati Bao Jing.
"Jika itu benar, lalu kenapa dia menjadikan Putri Yun Mao sebagai istrinya? aku tidak bisa memiliki Putri pertamanya, sekarang Putri keduanya malah diambil oleh jenderal Feng. Ini benar-benar sangat menyebalkan!!" teriak Adipati Bao Jing yang benar-benar kesal. Dia mengepalkan kedua tangannya, alisnya nampak berkerut dengan luapan emosi yang ada di hatinya.
"Tuan tidak akan bisa melawan Jenderal, pria itu sangat berkuasa. Dia memiliki kekuasaan mutlak setelah yang mulia Kaisar." ucap anak buah Adipati Bao Jing.
Tak ada kata yang keluar dari mulut Adipati, pria setengah baya itu memang benar-benar gila wanita, statusnya sebagai Adipati selalu dia gunakan untuk mendapatkan para gadis cantik putri dari orang tidak punya atau putri dari orang-orang kaya.
"Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan, Aku tidak akan membiarkan gadis itu jatuh ke tangan Jenderal. Lihat saja aku akan menghancurkan gadis itu terlebih dahulu." ujar Adipati Bao Jing. dia bersumpah untuk mendapatkan Yu-nian, tapi dia tidak akan tahu seperti apa pria yang akan dia lawan. walaupun umur mereka berbeda jauh.
"Tapi Adipati, jika Adipati mengusik Jenderal.. apakah akan baik-baik saja? aku takut jika Adipati akan mendapatkan masalah besar, apalagi Jenderal adalah orang yang terkenal memiliki tempramen dingin juga dia adalah Jenderal yang paling ditakuti di kerajaan ini." kata anak buah Adipati Bao Jing.
"Tentu saja aku akan menggunakan cara yang lebih halus, tapi aku tidak akan menggunakan cara sembrono karena aku masih ingin hidup lebih lama." jawab Adipati bao Jing pria tua itu benar-benar ingin menyetorkan nyawanya.
*bersambung*