Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?
Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?
simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Gagal Intimate Wedding
"Maa Syaa Allah, cantiknya. Bikin pangling." Puji Arjuna saat melihat istrinya yang sudah selesai di rias. Meshwa pun terkikik saat melihat ekspresi lucu suaminya.
"Gimana gak pangling, hari - harinya memang gak pernah macak (berdandan). Cuma pake bedak dan lipstik tipis. Makanya pas di dandan kayak gini bener - bener manglingi." Sahut Raina sambil tersenyum lembut pada menantunya.
"Ayo siap - siap ke depan, Nduk. Pak Penghulunya sudah datang." Ajak Raina.
"Cima sama Ibu, ya? Atau mau sama Ayah?" Tanya Raina pada anak bungsunya yang sedari tadi menempeli Arjuna.
"Gak mau, Cima mau sama Mas Juna aja." Tolak Shima.
"Lah, Masnya mau ijab kok, di kintili lho, Nduk." Kata Raina.
"Kenapa to, kok nempel terus sama Masnya? Mas Juna lho, gak mau kemana - mana. Sini sama Mbak Aci, Nala, Jemma dan Ara. Kita kumpul sesama anak perempuan." Ajak Sashi yang turut membujuk adiknya.
"Gak mau." Tolak Shima.
"Nanti kalo gak tak jagain, Mas Juna nyerampang Dipta sama Mas Mifta pake arit. Nanti kalo mereka berdua meninggal, Cima kesepian." Imbuh Shima.
Mendengar alasan Shima, tentu membuat mereka berempat tertawa. Sejak Arjuna mengumpati Dipta dan Mifta subuh tadi, Shima memang terus menempeli Arjuna.
"Tenang aja, nanti Mas Juna kasih Cima keponakan yang banyaak. Jadi Cima gak kesepian." Sahut Arjuna.
"Beneran, Mas?" Tanya Shima sambil menatap mata Arjuna.
"Ya beneran lah, doain Mas Juna punya anak banyak, ya." Kata Arjuna yang di jawab anggukan semangat oleh Shima.
"Jadi, gak apa - apa, kan, kalo Dipta sama Mifta, Mas Juna serampang pake arit? Kan Cima udah mau punya keponakan banyak, jadi gak kesepian." Goda Arjuna. Shima pun diam sejenak. Gadis kecil itu, tampak berpikir keras hingga dahinya mengkerut.
"Jangan, Mas. Kasihan Dipta sama Mas Mifta. Nanti kalo Mas Juna masuk neraka, gimana? Kan Cima jadi gak bisa ketemu Mas Juna di surga." Kata Shima dengan tatapan memohonnya hingga kembali membuat mereka tertawa.
"Enggak - enggak, Mas Juna gak bakal nyerampang Dipta sama Mifta. Rugi dong, nanti gak ada yang Mas Juna suruh - suruh dan kerjain." Jawab Arjuna.
"Beneran ya, Mas? Janji, kan?" Tanya Shima.
"Iya, beneran, janji." Jawab Arjuna meyakinkan.
Setelah Arjuna berjanji, barulah Shima mau ikut bersama Sashi menuju ke ruang tamu besar rumah Arjuna yang akan menjadi tempat dilaksanakannya akad nikah ulang antara Arjuna dan Meshwa.
"Aman kan, Mas? (cara berjalan)." Tanya Meshwa sambil melirik ke bawah.
"Aman!" Jawab Arjuna yang mengerti dengan maksud istrinya.
"Temenin Mas di meja akad, ya. Kemarin Mas sudah sendirian di meja akad." Kata Arjuna yang berjalan bersama istrinya menuju ke ruang tamu.
"Iya, Mas, aku temenin perjuangan Mas." Kekeh Meshwa. Ia kemudian melingkarkan tangannya di lengan kokoh Arjuna.
Kedatangan kedua pengantin itu, tentu menarik perhatian keluarga besar mereka yang sudah memenuhi ruang tamu luas di kediaman Arjuna yang merupakan rumah peninggalan mendiang Pak Karto, orang tua Abimanyu.
Meshwa terlihat begitu cantik dan anggun, sementara Arjuna tampak begitu gagah. Meskipun hanya akad nikah ulang untuk meresmikan pernikahan siri mereka, namun aura pengantin pada keduanya benar - benar terpancar.
Arjuna dan Meshwa kemudian duduk di hadapan Penghulu dan Pak Jamal, orang tua Meshwa. Sementara di kanan dan kiri mereka ada dua saksi dari kedua belah pihak. Mahar yang akan di berikan Arjuna pun sudah terpajang cantik di atas meja. Untuk mempersingkat waktu, Penghulunpun segera memulai prosesi ijab qobul.
Baik Arjuna maupun Meshwa, tampak sedikit gugup ketika ijab qobul itu di mulai. Meskipun bukan yang pertama bagi Arjuna, namun tetap saja ada getaran di dadanya yang membuat perasaan bahagia, haru dan gugup menjadi satu.
Begitu pula dengan Meshwa. Ini adalah kali pertama ia hadir di pernikahannya. Perasaannya pun bercampur aduk. Terlebih saat melihat Bapaknya yang tersenyum lembut ke arahnya sebelum menjabat tangan Arjuna. Netranya pun kian memanas saat mendengar suara Pak Jamal yang mulai menikahkannya.
"Bismillahhirrahmannirrahim. Saudara Arjuna Jati Manggala bin Arshaka Sadewa, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Ardhiona Meshwa Apsari binti Jamaludin dengan mas kawin berupa satu set perhiasan berlian, lima puluh gram emas dan uang tunai sebesar lima ratus juta rupiah, di bayar tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Ardhiona Meshwa Apsari binti Jamaludin dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" Jawab Arjuna dengan lantang dan tegas yang kemudian di sambut ucapan sah dari kedua saksi.
Prosesi ijab qobul antara Arjuna dan Meshwa terasa begitu khidmad dan dalam. Doa - doa yang di bacakan Penghulu, di aminkan dengan khusuk oleh kedua mempelai dan semua orang yang ada di sana.
Suasana haru kian kental terasa saat prosesi sungkeman di laksanakan. Kedua pengantin dan keempat orang tua sama - sama menangis haru saat prosesi itu berlangsung. Ucapan terima kasih, maaf dan doa - doa kebaikan terdengar lirih di antara mereka.
Tak hanya kedua pengantin dan keempat orang tua yang menangis haru, keluarga dari kedua belah pihak pun tampak meneteskan air mata. Mereka tentu bersyukur karena akhirnya Arjuna dan Meshwa berada di tahap ini dan berhasil melewati rintangan pertama pada rumah tangga mereka.
Arjuna dan Meshwa kemudian bergantian menyalami keluarga besar mereka yang ada di sana. Intimate wedding ini terasa benar - benar khidmad dan syahdu. Mereka benar - benar menikmati setiap waktu kebersamaan yang hangat itu.
Mereka pun bergantian berfoto dengan kedua mempelai yang nampak bahagia itu. Sebuah pelaminan kecil namun terlihat mewah dan mencolok itu, menjadi latar belakang foto - foto mereka.
"Mas, itu tamu undangan?" Tanya Meshwa saat melihat rombongan yang berangsur - angsur datang ke kediaman Arjuna.
"Gak semuanya sih, Dek. Banyak tamu gak di undang loh itu." Kekeh Arjuna.
"Maklum ya, Sayang. Tau sendiri gimana eksisnya Abimanyu, Arshaka, Aksara dan juga Arjuna." Kata Arjuna yang juga tak menyangka jika tamu yang datang akan sebanyak itu.
Mulai dari setelah zuhur, hingga menjelang magrib, tamu silih berganti datang tanpa henti. Mulai dari warga Desa Banyu Alas, hingga semua pegawai dan kenalan mereka datang ke acara pernikahan Arjuna dan Meshwa yang mulanya bertema intimate wedding itu.
"Mas, kalo kayak gini, bukan intimate sih. Gak nyangka, abis di unboxing terus suruh jalan keliling gini." Keluh Meshwa yang sedari tadi berkeliling untuk menyapa tamu - tamu undangan.
"Maaf ya, Sayang. Mas juga gak nyangka kalo tamunya membeludak sampe tiga kali lipat gini." Jawab Arjuna.
Mereka memang tak memesan kursi pelaminan karena memang pelaminan kecil itu hanya di atur untuk mengambil foto. Pada akhirnya, kedua pengantin pun dengan suka rela menghampiri dan menyalami satu persatu tamu mereka.
Namun, hal ini justru membuat tasyakuran pernikahan meereka terasa lebih hangat dan berkesan. Semuanya membaur menjadi satu hingga rasa kekeluargaan semakin kental. Untung saja mereka menyiapkan stok konsumsi yang banyak, hingga membuat mereka tak kekurangan makanan untuk menjamu tamu - tamu mereka.
"Untung Ibun nyuruh siapin konsumsi banyak - banyak, Mas." Lirih Raina.
"Soalnya Ibun udah nebak, pasti bakal kayak gini. Sesuatu yang gak mungkin kalo keluarga Bopo Desa Banyu Alas bikin acara intimate wedding." Kekeh Arsha.
selamat iyha Mbk Meshwa Mas Juna akhirnya 😍😍😍