Di balik sosok wanita seksi yang selalu mencuri perhatian di setiap ruangan, Sasha Wijaya menyimpan rahasia besar—ia adalah agen intelijen yang telah menyamar selama tiga tahun untuk menggali kebenaran di balik jaringan kontrabanda terbesar di Asia Tenggara. Gaun malam yang menempel pada lekukan tubuhnya bukan hanya untuk menarik pandangan, melainkan sebagai selubung untuk menyembunyikan alat-alat khusus yang ia butuhkan dalam setiap misi.
Ketika jaringan itu mulai merencanakan transaksi besar yang mengancam keamanan negara, Sasha diberi tugas untuk mendekati Marcus Vogel—bos tersembunyi dari organisasi tersebut yang baru saja tiba dari luar negeri. Dengan pesona yang tak tertahankan dan kecerdasan yang tajam, ia berhasil meraih kepercayaan sang bos dan masuk ke dalam lingkaran paling dalam jaringan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvandem Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEPUTUSAN UNTUK KEMBALI
Lokasi: Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta
Waktu: 3 hari setelah tiba dari Mozambik
- Dewi sedang menunggu koper di bandara, melihat foto lama bersama Sasha di ponselnya. Foto itu diambil saat mereka menyelesaikan proyek akhir kuliah tentang pertanian berkelanjutan.
- Dia menerima pesan dari ibu bahwa kondisi kesehatan ayahnya sedikit memburuk, dan mendengar kabar bahwa usaha Sasha sedang menghadapi kesulitan.
- Dewi memutuskan untuk mengunjungi Sasha langsung setelah mengunjungi orang tuanya di Desa Cihideung, bukan langsung melanjutkan proyek baru di Filipina seperti yang direncanakan.
- Dalam perjalanan pulang ke desa, Dewi berpikir tentang bagaimana Sasha pernah menjadi tempat berlindungnya saat menghadapi kesulitan masa studi, dan kini giliran dia untuk membantu.
BAGIAN 2: PERJALANAN KE TEMPAT SASHA
Lokasi: Dari Desa Cihideung ke Desa Sidomukti, Jawa Tengah
Waktu: 2 hari kemudian
- Dewi berangkat dengan mobil sewaan, melewati perkebunan dan sawah yang membuatnya teringat pengalaman di luar negeri.
- Di tengah jalan, dia berhenti di sebuah desa kecil dan bertemu dengan petani yang menggunakan metode yang pernah dia ajarkan di Kenya. Hal itu semakin memperkuat tekadnya untuk membantu sesama petani di tanah air.
- Saat memasuki Desa Sidomukti, dia melihat kebun Sasha yang seharusnya subur kini terlihat kering dan banyak tanaman yang layu. Juga ada tanda-tanda konflik dengan tetangga desa tentang penggunaan sumber air.
- Dia bertemu dengan salah satu pekerja Sasha yang mengatakan bahwa Sasha jarang muncul akhir-akhir ini dan terlihat sangat tertekan.
BAGIAN 3: PERTEMUAN KEMBALI
Lokasi: Kebun dan rumah Sasha di Desa Sidomukti
Waktu: Sore hari
- Dewi menemukan Sasha sedang duduk sendirian di tepi sumur yang hampir kering, melihat kebunnya dengan wajah pusing.
- Saat melihat Dewi, Sasha terkejut dan langsung menangis—pertama karena bahagia bertemu sahabat lama, kedua karena beban yang dia pikul sendirian.
- Di rumah Sasha, mereka mulai bercerita. Sasha menjelaskan bahwa:
- Sumber air utama kebunnya mulai surut akibat perubahan iklim dan penambangan pasir liar di sungai dekat desa.
- Ada konflik dengan kelompok petani lokal yang menyalahkan usaha Sasha karena menggunakan "teknologi modern" yang dianggap menyedot sumber daya.
- Selain itu, Sasha baru saja mengalami perceraian dengan suaminya yang tidak mendukung usaha pertaniannya.
- Dewi mendengarkan dengan penuh empati, tidak langsung menawarkan solusi tapi hanya memberikan dukungan emosional seperti yang pernah Sasha lakukan untuknya.
BAGIAN 4: MENGHADAPI MASALAH BERSAMA
Lokasi: Desa Sidomukti dan sekitarnya
Waktu: 1 minggu berikutnya
- Dewi membantu Sasha mengatur ulang dokumen usaha dan melakukan survei kondisi kebun serta sumber air.
- Mereka bersama-sama bertemu dengan pemimpin kelompok petani lokal untuk mendengar keluhan mereka. Awalnya suasana tegang, tapi dengan pendekatan yang dia pelajari di Mozambik, Dewi berhasil membangun komunikasi yang baik.
- Mereka mengembangkan solusi kolaboratif:
- Membuat sistem pengumpulan air hujan skala desa menggunakan bahan lokal, seperti yang dia kerjakan di Peru.
- Mengajarkan teknik pertanian campuran yang menggabungkan pengetahuan tradisional lokal dengan teknologi sederhana, seperti yang dia terapkan di Vietnam.
- Membentuk kelompok kerja sama untuk pemasaran produk, sehingga semua petani bisa mendapatkan keuntungan.
- Selama prosesnya, Sasha mulai kembali menemukan semangatnya, dan hubungan antara dia dengan komunitas lokal mulai membaik.
BAGIAN 5: PESAN DAN KEDEPAN
Lokasi: Kebun Sasha yang mulai pulih
Waktu: 2 minggu kemudian
- Kebun mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan, dan sumber air mulai kembali terjaga berkat sistem baru yang mereka bangun bersama.
- Sasha mengatakan bahwa dia belajar bahwa tidak perlu menghadapi semua masalah sendirian, seperti yang pernah Dewi rasakan di luar negeri.
- Dewi mengaku bahwa pengalaman bekerja dengan Sasha kembali membuatnya menyadari bahwa perubahan besar dimulai dari memperbaiki kondisi di sekitar kita sendiri.
- Sebelum Dewi harus pergi untuk menjalankan proyek di Filipina, mereka membuat kesepakatan untuk menjalin kerja sama antara petani di Desa Sidomukti dengan petani di Desa Cihideung, serta dengan komunitas petani yang Dewi kenal di luar negeri.
- Di akhir adegan, mereka berdiri bersama di kebun yang mulai hijau kembali, melihat masa depan yang lebih cerah dengan keyakinan bahwa kerja sama dan persahabatan bisa mengatasi segala rintangan.