Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pengacara Indira, istri baru papaku
...Di tempat tanding Indira melihat Justin sudah menerima beberapa pukulan dari lawan tandingnya hingga mukanya biru lebam, Indira yang melihat anaknya hampir terjatuh langsung menghentikan pertandingan. “Stoppppppppp” teriak Indira naik ke atas ring....
...“Kalian bisanya keroyokan, dan kamu” menunjuk seorang gadis yang waktu lalu digandeng oleh Justin di mall sedang tertawa melihat Justin di tinju sampai babak belur....
...“Kamu itu cewek yang justin suka tapi malah terlihat senang melihat Justin di ring tinju dalam keadaan babak belur, brengsek banget jadi cewek. Mukamu polos tapi hatimu licik” teriak Indira mengangkat anaknya yang sudah terjatuh lemas di lantai ring tinju....
...“Siapa sih nih Tante Tante berisik banget” ucap laki laki remaja yang melangkah dari balik pintu toilet. Laki laki tersebut langsung merangkul gadis remaja yang Justin suka, “kalian” ucap Justin bereaksi melihat dia telah ditipu oleh teman serta cewek yang ia suka....
...“Haaahhhhhhh” teriak Justin, melepas genggaman Indira yang membuat Justin kembali jatuh. Indira melihat wajah anaknya yang campur aduk perasaannya “dunia ini tak selalu indah tentang cinta” bisiknya kepada Justin. Indira kembali memapah anaknya untuk keluar ring. Saat Indira ingin melangkah keluar bersama Justin, dia dicegat oleh beberapa gerombolan anak-anak yang bersekutu dengan laki laki remaja tersebut, “kalian gak bakalan bisa keluar semudah itu” ucap laki-laki tersebut tersenyum tipis....
...“Aku dan dia taruhan, kalau dia menang dia bisa miliki cewek itu tapi kalau kalah dia gak bisa miliki cewek itu selain itu kalau dia kalah motor yang dia pakai jadi milikku” ucapnya dengan lantang sambil cengar cengir dengan gaya petantang petentengnya....
...“Oke, aku yang bakalan maju” tegas Indira menatap tajam mereka yang berada di ruang tinju. Indira membantu Justin untuk duduk di kursi penonton, Justin memegang tangan Indira dengan lembut dia menyuruh Indira untuk jangan meladeni mereka yang ingin melanjutkan pertandingan, Justin menggelengkan kepalanya pelan. Indira dengan tersenyum membelai sisi rambut Justin “kamu tenang aja, aku yang bakalan belain kamu”. Indira melepaskan pegangan Justin laku bergegas ke ring tinju, sebelum bertanding dia menguncir rambutnya lalu melepas blazernya dan menggulung lengan kemejanya yang panjang....
...“Udah Tante turun aja sayang tangannya kalau sakit gak bisa lagi nanti masak dirumah” salah satu anak mencela Indira yang berada di ruang tinju dengan tertawa puas ...
...“Iya nih, udah pulang aja nanti kalau kena pukul nangis lagi ngadu sama suaminya” sahut anak yang lain ikut tertawa. Laki laki yang mengajak tanding Justin juga mencemooh dirinya, “dua orang cupu” ucapnya dengan nada pelan sambil memajukan jari jempolnya ke bawah di depan Indira....
...Indira hanya tersenyum tipis melihat gerombolan sirkus sedang mencelanya, diatas ring Indira sudah bersiap bertanding dengan lawannya “yang bener aja lawannya Justin gede kekar, ini sih bukannya tanding tapi nyerahin nyawa. Mereka main curang” ucap Indira dalam hati....
...Indira meninju perut lawannya, lawannya menyerang balik hingga lawannya ingin memukul pipi Indira namun badan Indira mundur ke belakang hingga pukulannya mleset dengan sigapnya Indira memanfaatkan situasi dengan menyerang lawannya sampai babak belur tanpa ampun....
...Wasitpun menghitung mundur memberikan kesempatan lawan Indira untuk bangkit namun sayang lawannya tumbang....
...Tangan kiri Indira diangkat tanda ia telah menang dalam tanding tinju....
...Indira turun dengan bergaya petantang petenteng, “gimana?” Ucap Indira senyum sinis kepada musuhnya Justin, “baru 1 masih ada 1 tanding lagi” ucap musuh Justin. Indira dengan tatapan kesal menatap wajah Justin mengepal tangannya, Justin dengan rasa bersalahnya hanya bisa menundukkan kepalanya. Indira turun dari ring lalu memapah Justin untuk berganti baju, “maaf” ucap Justin di depan pintu ruang ganti....
...“Permintaan maafmu simpan saja untuk papamu nanti” ucap Indira masuk ke ruang ganti khusus wanita. ...
...Di Jalanan sepi Indira, Justin dan musuhnya Justin berkerumun. “Gimana Tante pasti balapan aku yang menang?” Ucapnya menyepelekan....