Lin Yexue adalah pembunuh terbaik dari zaman modern, karena di khianati oleh wakil pimpinan organisasi dia tewas dan bereinkarnasi ke tubuh seorang gadis yang dipaksa menyamar menjadi pria . Akibatnya dia terkenal sebagai Tuan Muda ke Enam yang Gay karena kegemarannya mengejar pria-pria tampan.
Sayang sekali pria yang dikejarnya malah memukulinya hingga tewas. Ia meminta Lin Yexue dari zaman modern menggantikannya membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widisiera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 12
Suara nyaring terdengar.
" Lin Yexue , BERHENTI!! "
Lin Yexue menoleh dan melihat seorang murid laki-laki berdiri menghadangnya. Ia ingat murid laki-laki ini adalah salah satu orang yang memukulinya paling brutal.
Tatapan Lin Yexue menjadi gelap dan dengan dingin ia berkata " Minggir!! Jangan menghalangi jalanku !!"
Orang yang menghalangi jalan Lin Yexue adalah Gu Beixuan. Ia adalah tuan muda dari keluarga paling berpengaruh di ibukota. Leluhur keluarga Gu kultivasinya telah mencapai Dewa Roh. Jadi tentu saja mereka hanya memandang sebelah mata keluarga Lin meski kakek Lin Yexue adalah seorang Jenderal di Kerajaan Huanglong.
Melihat Gu Beixuan menghadang Lin Yexue menari perhatian murid-murid lain , mereka segera berkumpul dengan antusias untuk menyaksikan keributan. Mereka sudah menebak hasil akhirnya pasti si sampah Lin Yexue hanya akan jadi bulan-bulanan Gu Beixuan lagi.
" Lin Yexue , sepertinya kau belum jera meski telah dihajar sampai sekarat ya ?. Kau masih mau mengejar Fang Yutang lagi? . Dasar tidak tahu malu, kau ini seorang laki-laki tapi terus menempel dan mengejar Fang Yutang. Menjijikan !! " Maki Gu Beixuan bersemangat, apalagi setelah melihat kerumunan murid-murid lain , ia benar-benar ingin mempermalukan Lin Yexue .
Mendengar kata-kata Gu Beixuan , murid-murid lain langsung tertawa terbahak-bahak . Mereka menatap Lin Yexue dengan penuh cemoohan dan ejekan.
Lin Yexue menatap Gu Beixuan penuh amarah, namun Gu Beixuan tidak takut sama sekali oleh tatapannya malah makin menjadi-jadi. Gu Beixuan kemudian meminta seseorang mengambilkan bangku lalu ia naik ke atasnya.
" Kau boleh lewat tapi harus merangkak dibawahku . " Ejek Gu Beixuan sambil menunjuk selangkangannya.
Dada Lin Yexue penuh amarah , jika dikehidupan masa lalunya , semua lawannya jika melihat ekspresinya yang seperti ini akan sangat ketakutan. Mereka tahu bahwa Lin Yexue sedang marah besar.
" Kenapa ? Tidak mau atau takut? . Dasar pengecut ,mungkin Jenderal Lin yang begitu terkenal juga pengecut hahaha ...... Aah ....." ejekan Gu Beixuan terhenti karena tiba-tiba Lin Yexue berlari secepat kilat kearahnya , menarik pakaiannya kebawah lali menendang selangkangannya dengan keras. Gu Beixuan berteriak kesakitan dan jatuh tersungkur ke tanah.
Semua orang tidak ada yang menyangka bahwa Lin Yexue akan tiba-tiba menyerang Gu Beixuan. Tidak ada yang tahu bagaimana Lin Yexue tiba-tiba sudah ada di depan Gu Beixuan. Saat mereka tersadar , Gu Beixuan telah tergeletak di tanah sambil mengerang kesakitan.
Namun semuanya tidak berhenti disitu, Lin Yexue berlutut dengan satu lututu lalu meraih tangan Gu Beixuan dan memutarnya ke belakang.
" Krakkkkkk '
" Aaaaaaaaaaaaaaaa " Teriakan kesakitan Gu Beixuan menggema keseluruh Akademi.
" Aku tidak punya waktu bermain-main denganmu hari ini. Jangan pernah muncul di hadapku lagi , kalau tidak ingin kupukuli lagi. " Lin Yexue dengan tenang berdiri lalu menendang Gu Beixuan dua kali sebelum berbalik dan pergi.
Semua orang ditempat itu tercengang melihat pemandangan didepan mereka.
Apakah ini benar Lin Yexue si sampah tak berguna itu ?
Keributan antara Lin Yexue dan Gu Beixuan di depan kelas senior itu dengan cepat segera menyebar ke seluruh Akademi. Awalnya tidak ada yang percaya apa yang mereka dengar. Tapi setelah diyakinkan berulang kali oleh teman - temannya yang membawa berita , mau tak mau mereka mempercayainya.
Tak seorangpun menyadari di sebuah gedung tinggi dua orang juga ikut menyaksikan keributan itu. Salah seorangnya adalah Zimo Ziyuan atau Guru Zimom
" Sungguh kucing kecil yang hebat . " Ujar Zimo Ziyuan sambil tersenyum puas. Tapi hatinya menegang , tendangan yang dilayangkan Lin Yexue benar - benar ganas.
" Mengapa kau setuju membiarkannya masuk ke kelasmu ? " tanya Kepala sekolah yang berdiri disamping Zimo Ziyuan.
" Firasat. Lihatlah kecepatan dan keganasan tendangannya dia benar-benar berbeda dari yang dirumorkan. Juga saat dia melihatku tadi ekspresinya sama sekali tak menunjukkan ketertarikan atau pandangan tergila-gila seorang gadis. "
" Sudahlah , lagipula aku yang membawamu kemari . Semua terserah padamu. " Kepala Sekolah hanya menghela nafas.
" Kepala Sekolah , kenapa kau begitu percaya padaku?. Kau tidak takut aku akan merusak anak-anak itu ? "
" Kenapa aku harus takut? Bukankah aku sudah mengenalmu." Kepala sekolah beranjak meninggalkan tepi jendela dan kembali ke tempat duduknya. Mereka sedang berbicara ketika keributan di bawah terjadi yang membuat mereka penasaran.
" Haha baiklah, aku akan pergi untuk melihat anak malang mana yang akan berakhir di tanganku ..." ujar Zimo Ziyuan.
" berhati-hatilah, kali ini banyak anak-anak berbakat dikelasmu. " Kepala Sekolah menatap Han Ziyuan serius.
" Ya, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk memberikan waktu yang berkesan bagi mereka. " Zimo Ziyuan lalu berbalik pergi meninggalkan ruangan Kepala Sekolah.
Lin Xuanrui yang mendengar keributan Lin Yexue dan Gu Beixuan bergegas keluar dari kelasnya . Karena tergesa-gesa dia bahkan tak menyadari saat berpapasan dengan Lin Yexue di depan kelasnya.
" Kakak Kelima , mau kemana ? " tanya Lin Yexue dengan cepat menangkap tangannya.
" Xue'er kenapa kau disini ? " Lin Xuanrui balik bertanya.
" Aku mencari kakak, Kakak mau kemana berlari secepat itu ? " jawab Lin Yexue sambil tersenyum.
" Aku dengar kau bertengkar dan berkelahi dengan Gu Beixuan jadi aku bergegas untuk melihatmu apakah kau terluka."
Lin Yexue senang mendengar Lin Xuanrui mengkhawatirkannya, ia tersenyum bahagia dan berkata " Jangan khawatir kakak, aku tidak apa-apa. Aku tidak terluka sedikitpun. Aku malah sudah memberi Gu Beixuan pelajaran. "
" Benarkah ? " Lin Xuanrui tercengang mendengar kata-kata Lin Yexue.
" Tentu saja, lihatlah bukankah aku baik-baik saja .." kata Lin Yexue.
" syukurlah ...".Lin Xuanrui menghela nafas lega. " Oya ada apa kau mencari ku ? " Tanya Lin Xuanrui kemudian.
" Aku datang untuk memberitahu kakak . Aku akan kembali berada di kelas yang sama dengan murid baru dan harus tinggal di asrama Akademi. Aku akan menjadi murid Guru Zimo Ziyuan. Aku mau pulang untuk memberitahu kakek dan mengambil barang-barangku. Besok aku akan kembali kesini."
" Zimo Ziyuan? Aku dengar dia guru yang sangat hebat. Karena kau sudah setuju ayo kita pulang , aku akan mengantarmu . "
" Tidak perlu kak, aku bukan anak kecil lagi Aku bisa pulang sendiri. " Lin Yexue langsung berbalik pergi sambil melambaikan tangan ke arah Lin Xuanrui.
Lin Xuanrui memandang sosok Lin Yexue yang menjauh. Ia merasa adik laki-lakinya jauh banyak berubah sejak dipukuli. Bahkan sekarang Lin Yexue bisa berkultivasi , mungkin akan segera menyusulnya , jadi sepertinya dia harus bekerja keras agar bisa melindunginya kelak.
Sesampainya di gerbang Akademi , Lin Yexue melihat banyak orang berkumpul. Dia ingat hari ini adalah hari kedua ujian masuk Akademi.
" Selanjutnya Lu Tianhao.." Pengawas ujian memanggil satu persatu calon murid Akademi.
Seorang pemuda yang berbaris bersama calon murid-murid lain melangkah maju. Pengawas ujian kemudian memerintahkannya untuk meletakkan kedua tangannya diatas bola kristal. Ketika Lu Tianhao menyalurkan energi spiritualnya , bola kristal itu segera berubah menjadi warna merah dan hijau.
" Astaga dia adalah master roh dua elemen. Luar biasa, cepat beritahu kepada Kepala Sekolah.."
Tak lama kemudian seseorang datang, Lin Yexue ingat orang itu adalah kepala urusan Akademik.
" Dimana dia? Dimana master roh dua elemen itu ? Kepala urusan Akademik itu begitu bersemangat saat dia tiba. Guru pengawas langsung menunjuk ke arah Lu Tianhao. Kepala Urusan Akademik tak bisa menahan rasa senangnya , dia langsung menarik tangan Lu Tianhao masuk ke Akademi.
Lin Yexue mencibir ,.Kepala Urusan Akademik itu terlalu pilih-pilih . Tadi saat Lin Yexue menemuinya ,.Kepala Urusan Akademik itu sangat meremehkannya yang terkenal sebagai sampah. Sekarang menghadapi master roh dua elemen wajahnya langsung berubah berseri - seri.