NovelToon NovelToon
Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pita Cantik

Lima tahun lalu, Olivia Elenora Aurevyn melakukan kesalahan fatal salah kamar dan mengandung anak dari pria asing. Ketakutan, ia kabur dan membesarkan Leon sendirian di luar negeri. Saat kembali ke Monako demi kesehatan psikologis Leon, takdir mempertemukannya dengan Liam Valerius, sang penguasa militer swasta. Ternyata, pria "salah kamar" itu adalah Liam. Kini, Liam tidak hanya menginginkan putranya, tetapi terobsesi memiliki Olive sepenuhnya melalui rencana pengejaran yang intens dan provokatif.

​Dialog Intens Liam kepada Olive
​"Setiap inci tubuhmu adalah milikku, jangan pernah berpikir untuk lari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pita Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 ​KONSPIRASI SANG MONARCH DAN JEBAKAN PERJODOHAN

​Senin, 14 April 2025, Musim Semi

​Kesibukan kembali menyelimuti Monte Carlo setelah akhir pekan yang penuh warna di taman kota. Musim semi kali ini membawa hawa produktivitas yang tinggi bagi semua orang. Olivia Elenora Aurevyn kini tenggelam dalam tumpukan kain satin, sutra, dan sketsa teknis di studio pribadinya. Proyek desain seragam eksklusif untuk Valerius Defense ternyata jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan, namun Olive menikmatinya. Bekerja keras adalah cara terbaik baginya untuk melupakan tatapan intens Liam Maximilian yang terus membayangi pikirannya.

​Di sisi lain, Brian Sterling Aurevyn kembali menjadi "Sang Pangeran Mahkota" di Aurevyn Global Group, sementara Vera dan Zee harus merelakan waktu santai mereka untuk kembali ke bangku kuliah. Karena sempat cuti panjang dan tidak lulus tahun lalu akibat kesibukan mereka di dunia sosialita, kedua sahabat Olive itu kini harus berjuang menyelesaikan masa studi tambahan selama satu tahun. Kenzo pun tidak kalah sibuk, ia sedang berada di lapangan untuk memantau proyek real estate terbaru keluarganya yang mendesak.

​Namun, di tengah hiruk-pikuk pekerjaan para elit Monako, ada satu pria yang perilakunya sangat tidak masuk akal. Liam Maximilian Valerius, pria yang seharusnya paling sibuk mengurus keamanan global, justru terlihat sedang asyik berjalan-jalan di sebuah Mall mewah bersama seorang anak kecil berusia empat tahun.

​BAB 12: MISI RAHASIA DI ANTARA RAK TEH

​Liam tampak sangat santai dengan kemeja polo dan kacamata hitam, menggandeng tangan mungil Alex. Bagaimana ini bisa terjadi? Ternyata, diam-diam Liam telah memberikan sebuah jam tangan pintar kepada Alex yang sudah tersambung dengan nomor ponsel pribadinya. Saat Olive berangkat kerja pagi tadi, Alex mengirimkan pesan singkat: "Papa Liam, ayo jalan-jalan! Mama sedang kerja!"

​Liam, yang biasanya mengabaikan panggilan rapat menteri pertahanan, langsung membatalkan semua jadwalnya hanya untuk menjemput anak itu.

​"Jadi, Alex, apa yang disukai Paman Brian?" tanya Liam sambil menatap rak koleksi teh premium dari seluruh dunia.

​Alex mengetuk-ngetuk dagunya dengan cerdas. "Paman Brian suka teh yang baunya seperti kayu tua, Pa. Dan dia suka kalau orang yang memberinya hadiah itu terlihat sopan," bisik Alex, seolah memberikan strategi perang kepada Liam.

​Liam tersenyum puas. Ia tahu bahwa untuk mendapatkan Olive, ia harus menaklukkan benteng pertahanan terakhir: Brian. Dengan bantuan Alex, Liam membeli set teh paling langka dan mahal, lalu mereka menuju kantor Brian.

​Sesampainya di sana, Brian terkejut melihat Liam datang bersama keponakannya. Namun, kelucuan Alex yang terus memuji Liam di depan Brian membuat hati sang kakak melunak. Liam bersikap sangat hangat, jauh dari kesan dingin yang biasanya ia tunjukkan. Setelah berbincang cukup lama dan melihat betapa kompaknya Alex dengan Liam, Brian akhirnya memberikan restu secara tersirat.

​"Jika kau bisa menjaganya lebih baik dari yang aku lakukan selama ini, Liam... aku tidak keberatan jika kau menjadi bagian dari keluarga ini," ucap Brian serius sambil menerima teh pemberian Liam. Liam hanya mengangguk mantap, sebuah janji tanpa kata telah terucap.

​Malam Hari di Mansion Utama Aurevyn

​Suasana hati Olive yang sedang tenang seketika berubah saat sebuah pesan masuk dari ayahnya, Bramasta Yudha Aurevyn. Pesan itu sangat mendesak, menyuruhnya segera datang ke mansion utama tanpa sempat kembali ke paviliun.

​Olive melangkah masuk ke ruang kerja ayahnya dengan perasaan was-was. Di sana, Bram duduk dengan wibawa yang tak tergoyahkan.

​"Olive, duduklah," perintah Bram lembut namun tegas.

​"Ada apa, Pa? Sampai menyuruhku datang mendadak begini?"

​Bram menatap putri satu-satunya itu dengan tatapan penuh rencana. "Besok adalah hari pengesahan hotel terbaru kita. Dan di sana, Papa akan mengumumkan sesuatu yang penting. Papa sudah memutuskan untuk menjodohkanmu."

​DEG.

​Jantung Olive seakan berhenti. "Apa? Dijodohkan? Pa, aku sudah dewasa, aku punya Alex! Siapa yang mau menikahi wanita dengan satu anak?"

​"Papa tidak menerima negosiasi, Olive. Ini demi masa depanmu dan juga Alex. Pria ini sangat berpengaruh, dia yang akan melindungimu dan anakmu selamanya."

​Olive langsung bangkit dari duduknya, wajah porselennya memerah karena emosi. "Siapa dia? Kenapa Papa tidak mau bilang identitasnya? Apakah dia rekan bisnis Papa yang sudah tua?"

​Pikiran Olive mulai liar. Ia membayangkan pria tua bangka, mungkin berkepala botak, perutnya besar bulat, dan memiliki bau cerutu yang menyengat. Olive ngeri membayangkan harus melayani pria seperti itu di ranjang. Bagaimana mungkin ia bisa mendesah nikmat jika suaminya adalah pria yang bahkan sulit untuk sekadar menaiki tangga?

​"Papa tidak akan memberitahumu sampai besok. Bersiaplah, pakai gaun terbaikmu," tutup Bram, mengakhiri pembicaraan.

​Olive keluar dari ruangan itu dengan langkah gontai. Pikirannya kacau. Di lubuk hatinya yang paling dalam, ia mulai membandingkan pria misterius itu dengan Liam. Liam memang menyebalkan dan agresif, tapi setidaknya Liam tampan, tubuhnya berotot bidang, perutnya sixpack, dan sentuhannya... meskipun Olive membencinya, ia tidak bisa membohongi tubuhnya sendiri bahwa Liam memiliki daya tarik yang mematikan.

​Kalau yang dijodohkan Papa itu pria tua jelek, lebih baik aku lari ke Liam saja! batin Olive dengan polosnya. Lebih baik aku melahirkan enam anak lagi untuk pria tampan seperti Liam dan mendesah di bawah tubuhnya setiap malam, daripada harus bersentuhan dengan pria tua seumur hidup!

​Olive tidak tahu, bahwa di balik senyum misterius ayahnya, ada sebuah kesepakatan yang telah ditandatangani dengan tinta emas bersama keluarga Valerius. Ia juga tidak tahu bahwa pria "tua bangka" yang ia takuti sebenarnya adalah pria yang sama yang tadi siang membelikan teh untuk kakaknya.

​Malam itu, Olive tidur dengan perasaan gelisah, memimpikan pesta pengesahan hotel yang akan mengubah hidupnya selamanya. Ia bersiap untuk kemungkinan terburuk, tanpa menyadari bahwa sang Monarch Besi telah menyiapkan singgasana di sampingnya.

1
Gibran AnamTriyono
bagus kak ceritanya
Butterfly🦋: makasih sudah membaca semoga suka ceritanya ya🤭😍
total 1 replies
Gibran AnamTriyono
mampir kak , semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!