NovelToon NovelToon
Istri Berbahaya Sang Mafia

Istri Berbahaya Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Perjodohan
Popularitas:47.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ecly

Lea Michele wanita berusia ( 22 ) tahun, seorang wanita berdarah dingin, dan bekerja sebagai pembunuh bayaran, yang harus mengalami kecelakaan hebat. alih-alih pergi ke alam baka. jiwanya malah terperangah di dalam tubuh seorang gadis yang bernama Carlin Christine. seorang gadis yang sudah menikah. tapi yang tidak pernah di anggap sebagai istri oleh suaminya.

__________________________________________

lantas bagaimana kelanjutan kisahnya, mari kita bersama-sama untuk membacanya. mampukah Lea sang pembunuh bayaran, berperan sebagai Carlin Christine. atau malah sebaliknya...!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ecly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

( Axel di kdrt.)

Pagi yang cerah datang begitu cepat, tapi tentunya tidak secerah hatinya Axel, sepasang anak manusia yang ada di kamar mewah itu. yang masih sama-sama betah dengan alam mimpinya, sampai salah satu dari mereka berdua, duluan membuka matanya.

Axel mengerjap matanya beberapa kali, dia sedikit syok, karna bangun-bangun ada Carlin di sampingnya. Sedangkan Carlin masih tertidur pulas seperti putri tidur, bantal yang menjadi pembatas, di antara mereka berdua entah sudah pergi ke mana. Di pandangi wajah tenang' itu, dengan tatapan rumit, rasanya Axel ingin Carlin seperti itu saja. dari pada saat wanita itu tersadar karena hanya di saat, wanita itu sedang tidur saja dia tidak berapi-api, dan marah-marah.

" Ck, apa yang aku lakukan? " Axel segera beranjak dari ranjangnya, dia nggak mau berlama-lama di kamarnya Lea. takut jika wanita itu, mengetahui bahwa dia diam-diam menatapnya.

Belum lama Axel pergi dari kamarnya, Lea membuka matanya secara perlahan, ia terpaksa harus bangun dari mimpi indahnya karena suara dering jam weker, yang memekakkan telinganya.

 " Kenapa, weker sialan itu berdering? perasaan tadi malam, aku nggak ada memasang jam we---" Lea menghentikan ucapannya, saat teringat bahwa Axel tadi malam tidur di kamarnya.

" Oh, ini pasti ulah si brengsek itu." Lea mengumpat dan mengeram marah, dia yakin sekali bahwa alaram itu, sudah di atur suami laknat-nya itu.

Dan sepertinya biasanya, kelly dan beberapa pelayan lainnya, masuk ke dalam kamarnya Lea. mereka langsung mengerjakan tugasnya masing-masing, ada yang menyiapkan air hangat, membuka gorden, serta menyiapkan pakaiannya serta yang lainnya.

  " Ini, di buat langsung oleh nyonya Alexander! beliau berpesan, nyonya harus meminumnya sampai habis." ucap Kelly, Sambil menyerahkan secangkir gelas yang sudah ada isinya berupa teh.

" Apa kamu, tahu alasannya? " tanya Lea, dia nggak mau langsung meminumnya, Lea agak was-was siapa tahu kan ibu mertuanya itu punya niat jahat, diam-diam memasukkan racun, ke dalam minumannya hehehe.

 " Saya, kurang tahu nyonya? tapi itu hanya teh dari bunga' persik, yang memiliki banyak manfaatnya, bisa membersihkan usus kita mengeluarkan racun dalam tubuh dan untuk melancarkan perdarahan, juga nyonya!" Kelly menjelaskan, apa yang dia ketahui nya tentang teh itu.

Lea hanya mengangguk, lalu segera meminum tehnya. dia juga mengutuki dirinya sendiri! karena bisa-bisa berpikir seperti itu tentang ibu mertuanya, setalah meminum tehnya, Lea terdiam dia menatap ke arah kelly dan bergantian menatap gelasnya, Saat ujung lidahnya menerima teh itu. rasa tehnya pahit, dan asam. tapi setelah melawati tengkoraknya, teh itu berubah meninggalkan rasa yang manis!

Kelly merasa was-was. karena melihat reaksi dan ekspresi, wajah sang nyonya.

" Enak, atau tidak. anda harus menghabisinya nyonya...! karena ini memang khusus di buatkan, untuk anda."

  " Hmm..." Sahutnya dengan dehaman saja, Lalu menghabiskan isi gelasnya.

   " Nyonya, air mandi anda. sudah saya siapkan? " ucap seorang pelayan.

" Oh, ya! baiklah terimakasih. kalian bisa pergi sekarang? " dia segera turun dari atas kasurnya.

    Para pelayan, yang sudah menyelesaikan pekerjaannya di kamar sang nyonya, langsung membungkukkan badannya, dan segera pergi.

Sebenarnya mereka bisa saja, membantu memandikan Lea! atau membantunya untuk berganti pakaian. akan tetapi Lea sudah mengatakan bahwa hal seperti itu, dia tidak akan membiarkan mereka melakukannya karena dia bisa sendiri. Ia tidak ingin para pelayan, ikut campur urusan pribadinya.

 " Apa, obat yang ku minta. belum datang?"

" Oh, ma-maaf saya lupa membawanya kemari nyonya. kalau begitu saya ambilkan dulu obatnya, nyonya silahkan mandi?"

kelly mengatakan dengan wajah pias, dia takut jika Lea mengomelinya, karena kecerobohannya.

Lea hanya mengangguk, dia segera menuju ke kamar mandi, untuk segera membersihkan dirinya, Sedangkan Kelly segera pergi untuk mengambil obatnya.

*****

Juan terkesiap, saat melihat wajah sang tuan yang di penuhi oleh selap pereda nyeri, tuannya itu tidak selemah itu, sampai bisa di hajar seperti itu. jadi orang gila mana yang sudah berani, membuat wajah tampan tuannya itu, hingga lebam dan babak-belur seperti itu.

  " Sepertinya, orang itu sudah bosan hidup!" batin Juan.

" Apa, kamu akan terus di situ Juan? " Axel menatap datar, asisten pribadinya.

" Eh, tentu saja tidak tuan..!" Juan dengan cepat bergeser, karana dia menghalangi jalan.

" Tuan, apa tadi malam, ada serangan susulan?" tanya juan hati-hati.

  " Kenapa? "

" Karana, seingat saya saat kita di serang tadi malam, anda tidak ada luka seujung kuku pun! yang ada semua musuh berakhir dengan mengenaskan tapi...! kenapa wajah anda seka--"

   Axel memasang wajah murungnya, namun hanya beberapa menit saja. karena dia dengan cepat mengubah wajahnya ke mode datar, meskipun begitu Juan sempat syok karna tuannya itu tidak pernah ekspresinya seperti itu, Axel jadi ingat dengan kejadian tadi malam.

   ( flashback. )

Sebelah alisnya Axel terangkat, dia menatap meremehkan ke arah Lea. Istrinya itu masih di posisi awal, mengikis jarak dengan mata yang berkilat tajam.

" Apa, kamu sedang mengatakan itu semua tentang dirimu Carlin Christine?" ejeknya kemudian menipis kasar tangan Lea, sedangkan Lea berdecak, lalu melipat kedua tangannya.

" Apa anda pikir, saya takut dengan Anda tuan Axel Alexander?" sahut Lea.

Senyuman remah di bibirnya Axel mulia memudar, setelah mendengar ucapan formal dan tatapan Lea, yang semakin menggelap.

" Seyakin itu, ingat Carlin Christine kita menikah kare---"

 " Persetan, dengan ucapan mu itu bajingan? Kamu sepertinya terlalu meremehkan ku."

Bug~bug~ bug.

Axel tidak pernah menyangka, akan mendapatkan pukulan bertubi-tubi dari istrinya itu. tangan Axel membentuk huruf X untuk melindungi wajahnya, dari serangan Lea, tapi istrinya malah semakin menjadi-jadi.

Bug~bug~bug.

" Aaaah, berhenti. dengarkan dulu penjelasan ku? apa kamu sedang kesurupan? "

Sudut bibirnya, mengeluarkan darah segar kedua pipi dan rahangnya, langsung memerah, tapi Lea nampaknya tidak mau berhenti semua salah Axel, siapa suruh dia meremehkan Lea. kan Lea benar-benar ingin segera mengirimnya ke neraka.

Bug~bug~bug..!

   " Cukup...! kamu benar-benar sudah keterlaluan, sekali lagi kamu memukuli ku akan ku bunuh seluruh keluarga mu?"

Ancam Axel, dia tahu istrinya itu pasti akan takut setiap dia menyebut nama keluarganya, akan tetapi Axel melupakan satu hal, bahwa jiwa itu bukanlah milik Carlin, melainkan milik seorang pembunuh bayaran, apa lagi saat ini Lea sudah tidak memiliki siapa-siapa, selain adiknya! ancaman seperti itu tidak lah membuatnya takut.

Meski begitu, tubuh Lea langsung merosot membuatnya yang sudah siap meninju leher Axel! jadi tertahan. namun hanya beberapa menit saja, kemudian Lea dengan kasar mendorong Axel dari atas ranjangnya, dia sudah berusaha untuk mengendalikan tubuhnya itu agar tidak lemah.

Axel mengerang pelan, dia hendak bangun dari posisi tersungkur nya. tapi Lea dengan cepat menginjak salah satu tangan, tanpa rasa takut sedikitpun. Axel benar-benar sudah marah. menurutnya Lea sudah sangat keterlaluan. Axel langsung melayangkan, tatapan tajamnya tapi Lea malah menatapnya dengan penuh benci.

Dengan suara rendah, namun menusuk Lea menjawab.

" Coba saja, kalau kamu berani lakukan itu maka saya akan pastikan bahwa semua anggota keluarga Alexander! akan menyaksikan ibumu, yang akan memenggal kepala anak perempuannya."

  Deg~

Axel tidak menyangka, bahwa sekarang dirinya malah balik di ancam lagi, meskipun ancaman Lea terdengar agak mustahil, tapi Axel tidak mungkin mengabaikan itu lihat saja sekarang dirinya berakhir seperti ini, bahkan wanita itu, dengan kejam menginjak tangannya, gara-gara dia meremehkan ucapan Lea tadi.

 Kaki Lea bergerak, seperti sedang menginjak kotoran hewan, Axel menggeram pelan saat tangan kirinya ingin mencengkram kakinya Lea, agar wanita itu jatuh. Lea sudah duluan mengangkat kakinya, dan menjaga jarak darinya.

" Keluar, dari kamar saya tuan Alexander! atau mau saya seret secara paksa? " Ucap lea tangannya menunjukkan ke arah pintu.

Axel jadi lupa, awal tujuannya ingin menjelaskan semuanya, dia langsung bangun dari lantai keramik! dan melangkah cepat lalu berhenti di depan Istrinya.

" Jangan, bersikap kurang ajar Carlin Christine. tetap dalam batasan mu, Di sini kamu tidak punya kekuasaan apapun! Dan ingat aku masih suamimu, kamu tidak seharusnya memperlakukan aku seperti ini." karena kesal, Axel pun mendorong dahi istrinya dengan kuat, Saking geramnya dia.

Bruk~

   Pergerakan Axel yang cepat, dan tiba-tiba itu, membuat Lea berakhir jatuh di sisi ranjangnya. Lea segera berdiri dia mengabaikan rasa ngilu, di pinggangnya akibat terbentur. Lea mendongak lalu menatap Axel tanpa rasa takut sedikitpun.

  " Kurang, ajar? dalam batasan? bukankah kata-kata itu lebih cocok di berikan kepada anda? apa yang saya lakukan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang sudah anda lakukan, di dalam pernikahan sial ini. anda bahkan tidak pernah menganggap saya sebagai seorang istri." Lea mengatur nafasnya dulu, kemudian melanjutkannya lagi.

" Saya, mungkin memang tidak punya kuasa di sini, tapi bukan berarti anda bisa semena-mena terhadap saya, dan apa tadi suami? Hah~ mana ada suami yang membiarkan istrinya di caci maki, oleh keluarganya sendiri? mana ada suami yang membiarkan istrinya di gosip di hina. hanya anda tuan Axel Alexander! hanya anda."

Kulit wajahnya memerah, itu adalah batas tertinggi dari amarahnya Lea. dan reaksi alami dari tubuh Carlin Christine.

Axel merasa tertampar habis-habisan, oleh kata-katanya Lea. dia tidak tahu kenapa wanita itu semakin berani kepadanya.

Lea memejamkan matanya, sambil mengatur nafasnya. dia memilih masuk ke dalam kamar mandi, masa bodoh dengan Axel yang bisa saja menyerangnya dari belakang, yang Lea butuhkan hanyalah menenangkan dirinya dan meredakan emosinya, karena dia merasakan tubuh itu begitu lemah.

Axel menatap kepergian Lea, dengan tatapan rumit, yang sulit untuk di jelaskan.

" Perempuan bodoh itu, semakin kurang ajar kepada ku? Dan semakin bera--" Axel mengusap wajah dengan kasar, karena ucapan dari istrinya itu. sepertinya tidak mau enyah dari pikirannya, Axel hanya bisa menghela nafas beratnya.

  " Tapi...dari mana dia bisa punya tenaga sebesar itu? apa selama ini dia hanya berpura-pura koma, padahal aslinya sudah sadar?" gumam Axel.

Tiba-tiba Axel cemberut, dia berpikir kalau Lea bisa sekuat itu, karena perempuan yang selama ini dia abaikan itu. sangat membencinya, memangnya apa lagi kalau bukan itu alasannya? Axel yakin pasti wanita itu mau membalas dendam kepadanya.

Setelah emosinya mereda, Lea keluar dari dalam kamar mandi, wanita berdecak kesal karena Axel masih ada di dalam kamarnya.

Axel bahkan menatapnya, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Lea jadi tambah geram.

" Kamu...! sebenarnya apa mau mu? Kenapa kamu masih di sini cepat keluar? "

Axel mengerjap matanya beberapa kali, saat mendengar nada bicara istrinya itu. Yang sudah tidak pakai ( saya anda lagi.) Axel menyimpulkan, itu artinya bahwa istrinya sudah tidak marah lagi.

  " Biarkan, aku tidur di si---"

Mata Lea menggelap lagi, dia jadi ingin melanjutkan niat awalnya, yang ingin menghancurkan pita suara Axel.

" Hanya, untuk malam ini saja? "

" Keluar..."

" Dengarkan, dulu penjelasan ku? " Axel berusaha sekeras mungkin.

" Tolong, untuk malam ini saja, kita harus tidur bersama. Kakekku dan yang lainnya bisa curiga dengan hubungan kita selama ini.yang tidak kunjung harmonis, dulu kamu juga selalu mengatakan itu semua kepadaku! jadi di saat mereka sedang menginap kita akan tidur sekamar. Kamu tidak perlu takut aku tidak akan berbuat macam-macam, aku janji kamu boleh pegang kata-kata ku."

Lea menatap lekat, sepasang mata tajam itu untuk mencari dan berharap, bahwa apa yang sudah di katakan oleh suami laknat-nya itu hanyalah kebohongan, dan bualan semata.

1
Reka Cantika
lagi dong
Reka Cantika
up nya lama kali pelit kali kau Thor
ecly: waduh maaf yah sayang, lagi sibuk bikin kue..🙏😍
total 1 replies
Reka Cantika
lagi dong Thor
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
baru bab awal, tanda baca nya membingungkan, typonya jg lumayan. diperhatikan lg yah tor💪💪
ecly: iya terimakasih yah sudah mampir maaf maklum baru pertama 🤭🙏
total 1 replies
Reka Cantika
lagi dong Thor
Reka Cantika
lagi dong
Reka Cantika
lanjutkan lagi thor
Reka Cantika
dari tadi nungguin cuma satu doang
ecly: Maaf yah kak. lagi ada kesibukan nih hehehe 😍
total 1 replies
Reka Cantika
💪💪 semangat Thor
Reka Cantika
aku selalu lihat udh up belum.. author pun up ny dikit kali
ecly: ya ampun, masih sibuk nih kak🤭🙏
total 1 replies
sasa adzka
sdh up langsung tancap baca aja.. berasa kurang aja aku 🤭🤭
ahh keren Thor cerita.. i like 😍😍😍
semangat up trus sampai tamat ya... 😍😍😍😍 aku menunggu kelanjutan nya
ecly: hey kak makasih banyak yah atas supportnya 😍🙏
total 1 replies
Reka Cantika
Thor kenapa up ny selalu satu
ecly: dua loh sayangku, kan pagi sama malam hehehe 🙏😍
total 1 replies
sasa adzka
axel d KDRT gak tuh🤣🤣🤣 belum belajar bela diri aja sdh deg deg an axel karena d kdrt.. lahhh apalagi d setujui sama kakek belajar beladiri..takut ya axel..wkwk
emang si Lea bar bar banget..
semangat up nya trus thor😍😍😍🤭🤭🤭😂😂
ecly: terimakasih banyak yah kak, sudah mampir 🙏😍
total 1 replies
Reka Cantika
teruskan
sasa adzka
baru mampir Thor...
semoga seru dan sampai tamat ya 😍😍
aku lanjut baca lagi
ecly: hehehe terimakasih yah😍
total 1 replies
Reka Cantika
lagi dong
Reka Cantika
lagi ya Thor
Reka Cantika
ya lagi Thor
Reka Cantika
luar bisa
Reka Cantika
lagi ya Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!