NovelToon NovelToon
Black

Black

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Misteri / Mengubah Takdir / Romansa / Menyembunyikan Identitas / Penyelamat
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Black--- Seorang pria misterius yang menjadi pelindung bumi. Di balik pakaian hitam dan topeng hitam nya, tidak ada yang tau wajah nya. Kecuali satu--- Sang kekasih hati-- Evelyn Savana Alexa.

Sampai sebuah kasus tiba - tiba muncul yang memaksa Black harus turun tangan untuk menyelesaikan nya.. Kasus tentang kematian misterius yang tidak bisa di pecahkan oleh pihak detektif kepolisian terpaksa harus melibatkan Black.

Namun.. Apa yang terjadi jika pelaku dari kasus tersebut tiba - tiba memanggilnya. " Ayah!"

Rahasia apakah yang ada di balik kasus kematian para korban. Dan Siapakah sosok pelaku misterius itu? Apakah dia kawan atau lawan?

----------

Update Senin & Kamis... Setiap Update 3 Bab.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan

Cahaya matahari pagi menyusup halus melalui celah tirai sutra di ruang keluarga Mansion Alexander, membiaskan pendar keemasan pada furnitur mahoni yang berkilau dan lantai marmer yang dingin.

Di tengah kemegahan yang sunyi itu, atmosfer kekeluargaan terasa begitu kental namun tenang--- Keano Alexander duduk berwibawa di sofa tunggal besarnya, memancarkan aura kepemimpinan yang tak tergoyahkan bahkan dalam balutan pakaian santai.

Tepat di sisinya, Natalie, sang istri, bersandar dengan keanggunan alami sembari menyesap teh pagi yang aromanya memenuhi ruangan, sementara Samantha, putri mereka, duduk dengan tenang di sisi kanan ayahnya sembari asyik dengan buku di pangkuannya, menciptakan potret keluarga sempurna yang seolah tak tersentuh hiruk-pikuk dunia luar.

Namun, harmoni pagi itu seketika terinterupsi oleh langkah kaki yang tegas dan teratur dari sang asisten pribadi kepercayaan Keano yang mendekat dengan raut wajah formal.

Tanpa sepatah kata pun, sang asisten membungkuk hormat dan menyerahkan sebuah amplop beludru hitam dengan ukiran emas timbul yang tampak sangat eksklusif.

Begitu segel lilin bertanda inisial keluarga terkaya nomor satu di negara itu terbuka, keheningan yang semula damai berubah menjadi ketegangan yang halus--- sebuah undangan pernikahan sang putra mahkota dari dinasti pesaing kini berada di tangan Keano, membawa pesan tersirat yang seketika mengubah arah perbincangan pagi mereka menjadi sesuatu yang jauh lebih serius dan penuh intrik.

Natalie terpaku pada undangan itu. "Warna biru itu... Jangan bilang itu dari keluarga Shiva?"

Aris mengangguk. "Benar, Nyonya. Ini adalah undangan resmi pernikahan putra mahkota keluarga nomor satu di negara ini... Sky Aariz Ghaaziy. "

Keano meletakkan cangkir kopinya perlahan. Ia mengambil undangan itu, membukanya, dan matanya langsung berkilat tajam. Natalie dan Samantha mendekat, mengapit Keano untuk melihat isi undangan tersebut.

Keano tersenyum lebar.  "Akhirnya... Setelah sekian lama kita mencoba menembus lingkaran mereka, pintu itu terbuka lebar hari ini."

Suara Natalie bergetar karena antusias. "Lihat desainnya! Emas asli. Keano, ini bukan sekadar undangan. Ini adalah pengakuan bahwa keluarga Alexander sudah sejajar dengan mereka. Seluruh elit negeri ini akan hadir di sana!"

Samantha menyentuh permukaan undangan dengan jemarinya yang lentur. "Pernikahan Tuan Sky... Kabarnya dia mencari koneksi bisnis baru melalui persatuan ini. Ayah, ini kesempatan kita. Jika aku bisa menarik perhatian mereka di acara itu, posisi Alexander Group akan tak tergoyahkan."

Keano mengangguk. "Tepat sekali, Samantha. Aku tidak ingin kalian tampil biasa saja. Natalie, siapkan gaun paling eksklusif untukmu dan putri kita. Tidak ada batas anggaran."

"Jangan khawatir, Sayang. Mama akan pastikan kita menjadi pusat perhatian setelah sang pengantin. Kita akan menunjukkan pada dunia siapa keluarga Alexander sebenarnya." kata Natalie sudah memikirkan rencana selanjutnya.

Samantha tersenyum miring, matanya berbinar penuh ambisi. "Aku akan memastikan nama 'Alexander' adalah satu-satunya hal yang mereka bicarakan setelah pesta berakhir."

Keano tersenyum puas."Aris, batalkan semua janji temu hari ini. Kita punya strategi besar yang harus disusun untuk malam itu."

Namun, di tengah antusiasme itu, raut wajah Natalie tiba-tiba berubah. Ia mengatur napasnya, memasang wajah yang seolah-olah dipenuhi rasa prihatin dan kesedihan yang mendalam. Ia menyentuh lengan Keano dengan lembut.

Natalie dengan nada suara yang dibuat bergetar. "Mas... tiba-tiba aku terpikirkan sesuatu. Bagaimana dengan... anak tiriku? Maksudku, putri sulungmu dari pernikahan pertamamu itu."

Keano terdiam, suasana hangat tadi sedikit mendingin.

Natalie menunjukkan bahwa dia sangat menyayangi anak tirinya.  "Bukankah tidak adil jika kita pergi bersenang-senang di pesta semegah ini tanpa mengajaknya? Kasihan dia, Mas... dia juga bagian dari keluarga ini, meski dia jarang terlihat. Haruskah kita tetap membiarkannya mengurung diri sementara kita berada di sana? Hatiku rasanya sakit membayangkan dia merasa ditinggalkan lagi."

Samantha melirik mamanya, paham betul bahwa itu hanyalah akting untuk terlihat seperti ibu tiri yang baik hati di depan Ayah nya.

Keano menghela napas panjang, menatap Natalie dengan kagum atas "kebaikan" istrinya. "Kamu terlalu baik, Natalie. Setelah apa yang dia lakukan dengan sikap keras kepalanya itu, kamu masih memikirkannya?"

Natalie menunduk, tersenyum tipis. "Bagaimanapun, dia anakmu, Mas. Aku hanya ingin kita terlihat sebagai keluarga yang utuh, walau aku tahu kehadirannya mungkin akan sedikit... canggung bagi kita semua."

Samantha menimpali dengan nada yang sama liciknya, pura-pura prihatin. "Mama benar, Ayah. Kasihan Evelyn. Meski dia sering bersikap aneh, dia tetap berhak hadir dan menunjukkan pada dunia kalau dia bagian dari keluarga Alexander. Kita tidak boleh terlihat seperti membuangnya, kan?"

Keano mendengus sinis, meletakkan undangan itu di meja dengan kasar. "Hadir? Untuk apa? Dia sendiri yang memilih keluar dari rumah ini dan membuang marga Alexander karena merasa 'muak'. Biarkan saja dia dengan dunianya yang tidak berguna itu. Keluarga kita tidak butuh orang yang menganggap kita beban."

Natalie tersenyum tipis di balik sandiwaranya. "Kalau itu memang keputusanmu, Mas... aku hanya tidak ingin dicap sebagai ibu tiri yang jahat."

Keano tersenyum lembut pada istrinya. "Kau terlalu baik, Natalie. Dia tidak layak mendapatkan kemurahan hatimu. "

" Itu sudah sepatutnya aku lakukan, Mas!"

Natalie dan Samantha saling melirik sekilas dengan senyum kemenangan yang tersembunyi di balik wajah sedih mereka. Mereka tak menyadari bahwa di hari pernikahan itu, kejutan besar telah menanti yang akan meruntuhkan kesombongan mereka.

Di bawah langit yang menggantung abu-abu, seolah turut meresapi keheningan yang sakral, Evelyn berdiri mematung di hadapan gundukan tanah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir ibundanya.

Angin semilir mempermainkan ujung rambutnya, membawa aroma tanah dan sisa-sisa bunga kamboja yang mulai melayu, menciptakan suasana yang getir sekaligus menenangkan.

Di sampingnya, Sky berdiri tegap bak karang, menggenggam jemari Evelyn dengan kehangatan yang menyalurkan kekuatan tanpa perlu sepatah kata pun terucap.

Tangan Evelyn yang lain bergerak perlahan, mengelus lembut perutnya yang kini sedikit membuncit—sebuah rumah bagi tiga nyawa kecil yang berdenyut di dalam sana, membawa harapan baru di tengah pusara masa lalu

Kenangan tentang sang ibu, yang pergi meninggalkannya saat ia masih berusia enam tahun yang rapuh, kini kembali berputar seperti film tua dalam benaknya, terasa begitu jauh namun sekaligus begitu nyata di bawah nisan yang dingin itu.

Hanya tinggal menghitung hari sebelum ia melangkah menuju pelaminan bersama Sky, dan keberadaannya di sini bukan sekadar untuk berpamitan pada masa lajang, melainkan untuk memperkenalkan babak baru hidupnya kepada wanita yang telah memberinya nafas pertama.

Di antara nisan-nisan yang membisu dan bisikan angin sore, Evelyn merasakan sebuah lingkaran kehidupan yang sempurna-- di depannya terbaring kematian yang tenang, sementara di dalam rahimnya, masa depan sedang tumbuh dengan penuh keajaiban, seolah sang ibu merestui setiap langkah yang akan ia ambil menuju janji suci pernikahan mereka.

Suara Evelyn bergetar, jemarinya mengelus nisan. "Ibu... lihat aku sekarang. Aku tidak datang sendiri. Ada tiga nyawa di sini, dan ada laki-laki yang... yang membuatku percaya bahwa cinta tidak selamanya berakhir dengan pengkhianatan."

Sky melangkah mendekat, merangkul bahu Evelyn posesif dan hangat. "Dia pasti bangga melihatmu, Eve. Kau tumbuh menjadi wanita yang jauh lebih kuat dari yang pernah dibayangkan siapa pun."

Evelyn tersenyum pahit. "Kuat karena terpaksa, Sky. Delapan tahun aku membuang nama Alexander. Aku bersumpah tidak akan pernah menganggap nya sebagai Ayah lagi setelah dia membawa wanita itu masuk, bahkan saat tanah makam Ibu masih basah."

Sky mengecup pelipis Evelyn. "Dan kau membuktikannya. Kau bertahan tanpa sepeser pun bantuan dari laki-laki yang menyebut dirinya ayahmu itu."

Evelyn mengepalkan tangan di atas perutnya. "Tapi kebencian ini... rasanya masih sama, Sky. Menjelang pernikahan kita, bayangan wajah mereka muncul terus di kepalaku. Aku tidak ingin mereka ada di sana, tapi aku juga ingin mereka melihat bahwa aku tidak hancur seperti yang mereka harapkan."

Sky berlutut dengan satu kaki di depan makam ibu Evelyn, suaranya dalam dan penuh wibawa. "Di depan Ibu, saya berjanji. Saya, Sky, akan menjaga Evelyn dengan seluruh hidup saya. Tidak akan ada satu pun air mata kesedihan yang jatuh karena pengkhianatan. Saya akan melindunginya, dan juga ketiga anak kami."

Evelyn menatap Sky dengan mata berkaca-kaca "Sky... "

Sky berdiri kembali, menatap Evelyn dengan seringai tipis yang penuh arti. "Jangan cemaskan hari pernikahan itu, Sayang. Kau pikir aku mengundang mereka tanpa alasan? Aku ingin melihat wajah Alexander dan istrinya saat mereka menyadari bahwa anak yang dia sia - siakan, anak yang tidak pernah dianggap ada... akan menjadi nyonya besar di keluarga terkaya nomor satu di negara ini."

"Mereka pasti akan mengira aku mendekatimu hanya untuk harta mereka."

Sky terkekeh dingin. "Biarkan saja. Kejutan yang sebenarnya adalah saat mereka tahu bahwa aku—yang selama ini menolak bekerja sama dengan perusahaan ayahmu—adalah suamimu. Bayangkan wajah syok mereka saat melihat siapa yang berdiri di sampingmu di altar nanti. Mereka akan sadar bahwa dengan menyakitimu, mereka telah menutup pintu masa depan mereka sendiri.

Evelyn menghela napas panjang, mulai merasa tenang. " Mommy... Mommy Angel... dia yang membawaku kembali ke cahaya. Kalau bukan karena pertemuanku dengannya delapan tahun lalu, mungkin aku masih tersesat dalam kegelapan."

" Mommy tahu berlian saat dia melihatnya, Eve. Dan dia benar. Kau adalah berlian yang dibuang oleh orang bodoh, lalu ditemukan oleh keluarga yang tepat."

Evelyn menatap nisan ibunya untuk terakhir kali sebelum pergi. "Ibu... beberapa hari lagi, keadilan akan datang dengan caranya sendiri. Aku akan bahagia, dan mereka akan melihatnya dari tempat yang paling bawah. "

Namun... tanpa Sky dan Evelyn sadari--- seseorang juga telah merencanakan sesuatu yang besar di hari pernikahan mereka.

BERSAMBUNG

1
gaby
Ntar kalo Elvira pny anak jgn dikasih nama Elvis y thor, makin puyeng
gaby
Namanya agak bikin bingung, beberapa mirip, Elmira, elvira, Eveleyn. Ga ada nama lain apa, bikin puyeng
Ridwani
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
gaby
Mantap crazyup nya thor. Smangat👍👍
gaby
Bukannya anak Rodrigo dah mati di bunuh Elvira di toilet mall. Tp ko Vania msh hdp?? Kan vania anak Rodrigo
ROGUES POINEX: Yang di bunuh Elvira anak dan Istri dari Menteri Pertahanan
total 2 replies
gaby
Msh misteri, kebahagiaan siapa yg akan mreka hancurkan?? Karena yg kliatan lg bahagia cm Sky & Evelyn. Apa mreka mau menghancurkan kebahagiaan ortu mreka sendiri??
gaby
Kayanya critanya lbh seru dr kisah Angel & Langit di Judul sebelumnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!