Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 13 CSKB
Untung saja velycia sekarang mode kalem untuk menjadi istri baik didepan orang tuanya maupun didepan mertuanya.Melihat protes dari kevin gadis itu mengurangi porsinya merasa sudah cukup vely menambahkan lauk pauk kedalam piring kevin.
"Terimakasih" tulus kevin, dan diangguki velycia.
kedua keluarga itu yang melihatnya tersenyum bahagia Setidaknya mereka bisa menjalani ini semua dengan baik.
"Oh ya ini kita sepakat akan pulang sore ini dan kamu kevin ajak istrimu tinggal bersama kita".ucap Jonathan.
" maaf pah tapi kevin mau membawa velycia ke apartemen saja kami ingin belajar mandiri dulu"ucap kevin dengan tegas.
"Lo vin tapi kan.. " sania belum siap berbicara sudah dipotong oleh Jonathan.
"Sudah ma, biarkan mereka mandiri dulu"
"Tapi pah mama juga pingin ada temennya dirumah bosen kalau papa tidak dirumah bentar lagi genta balik ke negara asing papa disibukkan dengan pekerjaan. mama tidak ada temennya pa? "jujur sania yang merasa kesepian jika dirumah sendiri bahkan kevin pun sebelum menikah jarang pulang ke rumah dengan alasan apartemennya dekat dengan kampus.
" kita nanti bisa main main ketempat mereka atau mereka yang main ke tempat kita, biarkan mereka mandiri mah kita tidak berhak mencampuri urusan rumah tangga mereka"jelas Jonathan kepada istrinya itu.
"Sudah lah kalau papa bilang gitu" ucap sania.
· · ─────── ·𖥸· ─────── · ·
Sore harinya setelah berpamitan pada alan winda dan raffi kevin dan keluarga pun kembali ke kota A .
"Vel jaga diri baik baik ya ingat pesan mama kamu harus patuh terhadap suamimu" nasehat winda kepada anaknya.
"Iya iya mah ya sudah vely pamit mau berangkat dulu" ucap velycia mencium tangan winda.
"Pah vely pamit dulu ya? " ucap vely mencium tangan alan dan diangguki oleh alan .
"Abang vely nanti bakal kangen sama abang"ucap vely keluar mode manjanya.
"sama abang juga bakal kangen "
"Kapan abang balik? "
"Sekitar dua hari lagi" ucap raffi velycia yang mendengar itu terdiam sejenak, raffi tahu maksud dari diam velycia dirinya pun berkata.
"Kamu tenang aja nanti kalau abang libur panjang abang janji akan main main ke tempat mu" velycia yang mendengar itu langsung tersenyum lebar.
"Yayokshe (janji) " ucap velycia dengan menaikan jari kelingkingnya ke arah raffi.
"Ne yangdongsaeng (ya adikku) " balas raffi dengan menautkan jari kelingkingnya ke kelingking velycia.Yang membuat dirinya senang kegirangan.
Mereka yang melihat itu merasa heran dengan apa yang dikatakan oleh abang adik itu. hanya velycia dan raffi saja yang tahu. Sedangkan yang lainnya hanya bisa geleng geleng kepala karna tidak paham.
"Ya sudah ayo vel kami pamit dulu ya besan" pamit Jonathan ke keluarga alan.
"Ya hati hati jalan" diangguki oleh Jonathan
"Pah mah kevin pamit pulang dulu ya " ucap kevin dan menyulami mertuanya.
"Ya hati hati nak kevin papa titip princess papa padamu" ucap alan kepada Kevin, velycia yang mendengar itu langsung mencurut bibirnya kedepan dan dikekehin oleh alan.
"Bang kevin pamit pulang?" ucapnya sambil menyulami raffi.
"Ya pesan abang cuman satu bahagiakan adikku satu-satunya jika tidak kau tau maksud kan? "ancam raffi. Kevin pun tersenyum
" abang tidak perlu khawatir aku jamin vely bahagia bersama ku"ucapnya mantap.
"Good i'll take your word fot it (aku pegang kata-katamu)" ucap raffi. Raffi akan ganas jika disangkut pautkan dengan velycia.
"Yes absolutely"dan di angguki oleh raffi sambil mengibas ibaskan tangannya untuk memberi izin untuk pergi.
Mereka pun berangkat menuju ke kota A dengan tujuan masing-masing Jonathan kerumah nya sedang kan kevin menuju ke apartemen.
Setelah sampai di apartemen mereka masuk dan menuju lift dan kevin menekan tombol paling atas dimana kevin tinggal.
" buruan ayo gue konci ni pintu"ucap kevin berjalan meninggal velycia dilift.
"Iss.. dasar suami ga peka" geruntu velycia berjalan sambil menyeret kopernya yang agak berat.
"Gue tidur dimana?"ucap velycia.
Kevin menghentikan langkahnya memutar bola matanya jengah dan berbalik menatap kearah velycia.
" menurut lo? "Tanya kevin balik.
" kamarnya ada berapa? "
"Disini kamarnya cuman ada satu"
"What apart segede gaban nih cuman ada satu doang..satu" ucap velycia sambil mengangkat jari telunjuknya menjadi satu.
"Masa iya kita bobo bareng",ucap velycia lagi.
" kalau lo tidak mau ya udah tidur disofa sono"ucap kevin sambil berlalu menaiki anak tangga.
"Ih enak aja bisa bisa gue udah jadi nenek diumur muda ya ogah sih dah muka tembok aja lah " monolog velycia.
"Tuh anak emang gak punya hati nurani kali ya udah tau istrinya susah bawak koper gak ada inisiatif untuk bantuin bawa ke atas gitu dasar suami durhaka awas aja lo" geruntu velycia sambil menyeret koper ke atas.
Sampai nya diatas tepatnya dikamar velycia langsung memasang wajah cemberut kearah kevin yang baru selesai mandi.
"Napa lo naksir sama gue" pede kevin.
"Ogah" velycia memutar bola matanya malas dan berjalan melewati kevin yang masih berdiri diambang pintu lalu meletak kopernya dan merebahkan tubuhnya ke kasur. Kevin melihat tingkahnya itu menggeleng gelengkan kepalanya.
"Lo mau mandi" tawar kevin.
"Entar nafas dulu gue" ucap velycia sambil memejamkan matanya.
"Gue mau buat kesepakatan sama lo"
Velycia melotot langsung merubah posisinya duduk kearah kevin.
"Apaan? "
"Perjanjian jika kita tidak ada perasaan yang muncul setelah satu tahun kita berpisah"
Velycia terdiam, baginya menikah hanya cukup satu kali, kevin tidak akan ada rasa bersama dengannya dan akan sulit jika hanya dirinya saja yang mempertahankan pernikahan ini, lalu apa yang diharapkan jika pernikahan tanpa ada perasaan rasanya hambar.
"Maksud lo, kita cerai kalau dalam waktu satu tahun gak ada perasaan satu sama lain?, oke lah gue pun pingin menemui cowok yang suka sama gue apa adanya dan bukan ada apanya. "
"Hem oh ya gue minta sama lo untuk untuk gak bocorin pernikahan kita sama siapa siapa termasuk temen gue maupun temen lo, nanti"
"Okey tapi selama itu lo gak boleh ngapa ngapain gue"
"Hem"
"Wah Mulai lagi kulkasnya dah ah gue tidak mau ambil pusing gue mau mandi bay" ucap velycia memutar bola matanya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah membersihkan diri dikamar mandi velycia keluar dari kamar mandi dan dirinya tidak melihat kevin dikamar velucia pun mengangkat bahunya lalu berjalan kemeja rias dan terkejut melihat beberapa barang kosmetik seperti bedak parfum beserta berbagai lipstick disitu.
"Gue kira dia gak peka tapi boleh lah" ucapnya girang tanpa menunggu lama dirinya pun langsung mengoleskan bedak dan liptint ke arah bibirnya lalu dirinya menyisir rambutnya dan diikat satu.
Velycia keluar dari kamar dan menuju kelantai bawak dirinya celingak-celinguk mencari kevin.
"Kemana tuh anak" ucapnya karena velycia tidak melihat kevin dirinya pun menuju dapur untuk memasak dirinya sudah mersa lapar sebab perjalanan dari kota B ke kota A cukup banyak memakan waktu sekitar enam jam perjalanan.
"Mari kita look apa yang bisa dimasak" monolog velycia yang sudah membuka kulkas di dalam hanya terdapat telur dan sayur kangkung.
"Yah masak gede kulkas isinya cuman ini kebanyakan anginnya doang" ucap velycia langsung menutup pintu kulkasnya.
"Gue laper lagi mau makan apa cobak telur goreng aja kali ya "
Kevin yang melihat velycia di dapur pun langsung menghampirinya.
"Ngapain lo disitu, mau jadi pajangan lo disitu"ucap kevin.dan meletakkan paperbag keatas meja.
" enak aja gue tuh lagi cari makanan didalam kulkas, lonya aja punya kulkas segede gaban tapi isinya angin doang mana gue laper lagi"kevin mendengar itu pun manggut manggut.
"Gue belum belanja"
"Lah jadi ni mau makan apa udah ah gue mau goreng telur aja. "
"Tuh gue beliin makanan kita makan pakek itu aja besok sore baru belanja"
"Lah kenapa gak pagi atau siang aja "
"Gue besok ada kekampus ngurusin ospek"
"Ouh " velycia menganggukkan kepalanya.
dan langsung berjalan ke arah kevin dan membuka paper bag yang berisi makanan.
Lalu mengambil dua piring untuk dirinya dan kevin untuk makan bersama.
Setelah selesai makan mereka beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke kamar.
"Huh"
Hembusan nafas panjang yang keluar dari mulut velycia membuat kevin yang masih terjaga melemparkan pertanyaan.
"Lo belum tidur"
"Gue gak bisa tidur"jawab velycia.