NovelToon NovelToon
Menjadi Tawanan Mafia Sangar, Anunya Ambyar

Menjadi Tawanan Mafia Sangar, Anunya Ambyar

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Cinta Seiring Waktu / Disfungsi Ereksi
Popularitas:104.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Santi Suki

Sandrina mendapatkan tiket liburan keliling Eropa. Ketika berada di negara Italia, dia terpisah dari rombongannya. Saat berada di sebuah gang sepi, dia melihat pembunuhan yang dilakukan oleh Alecio dan anak buahnya

Demi menyelamatkan nyawanya Sandrina pura-pura buta dan tuli. Namun, kebohongannya itu segera ketahuan oleh Patrick, kaki tangan Alecio. Dia pun menjadi tahanan kelompok mafia, "Serigala Hitam".

Saat dalam perjalanan ke markas, Alecio dan anak buahnya mendapatkan serangan mendadak dari arah yang tak diketahui. Ban mobil yang ditumpangi oleh Alecio dan Sandrina kena peluru, sehingga mereka harus pindah ke mobil yang lain. Siapa sangka mereka berdua terkena tembakan. Bukan peluru timah atau obat bius, tetapi obat perangsang.

"Kamu adalah budakku! Jadi, sudah sepatutnya seorang budak menurut kepada tuannya." -Alecio-

"Ya Allah, ampuni dosaku. Lebih baik cabut nyawanya Alecio agar aku terhindar dari zina." -Sandrina-

"Bukannya Tuan Alecio impoten? Kenapa jadi Birahi?" -Max

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Malam di kota Roma terasa mencekam. Sirene jauh terdengar samar, lampu-lampu jalan berpendar keemasan, dan bayangan gedung-gedung tinggi menjulang seperti saksi bisu atas kejahatan yang baru saja terjadi.

Alecio tidak ragu lagi. Sandrina tahu terlalu banyak. Wanita itu melihat pembunuhan, melihat wajahnya, dan yang lebih parah sudah menyentuhnya tanpa izin. Dalam dunia Serigala Hitam, satu kesalahan saja bisa berujung kematian. Apalagi kesalahan sebesar ini.

Tanpa berkata apa-apa, Alecio menarik lengan Sandrina dengan kasar.

“Hei! Sakit!” pekik Sandrina, terhuyung-huyung mengikuti langkah panjang Alecio.

Patrick sudah lebih dulu membuka pintu mobil hitam anti peluru. Dua anak buah lainnya mengamankan mayat, sementara Max memeriksa keadaan gang itu dengan tatapan waspada.

Sandrina didorong masuk ke dalam mobil Alecio.

“Eh! Eh! Ini penculikan, ya? Ini pelanggaran HAM internasional!” teriak Sandrina panik, tangannya mencengkeram sandaran kursi.

Alecio masuk setelahnya, menutup pintu dengan keras. Suara klik otomatis mengunci seluruh kendaraan.

Patrick duduk di mobil depan, sementara iring-iringan tiga mobil hitam mulai bergerak mulus menyusuri jalanan kota Roma yang mulai lengang.

Sandrina menoleh cepat ke Alecio, matanya penuh ketakutan bercampur amarah.

“Kamu mau apa denganku?! Mau bunuh aku juga? Atau jual aku? Dijadikan budak? Diambil organku? Ya Allah, ginjal aku masih bagus, jantung aku sehat, jangan diambil, ya!”

Alecio meliriknya tajam. Rahangnya mengeras. Dia tidak paham apa yang baru saja dikatakan oleh Sandrina yang bicara dalam bahasa Indonesia.

“Diam kamu!” ucap Alecio dalam bahasa Inggris, suaranya rendah namun penuh tekanan.

“Tentu aku tidak diam! Kamu baru saja membunuh orang di depan mataku!” balas Sandrina gemetar, tetapi mulutnya tetap saja tak bisa berhenti.

Alecio menghela napas panjang, menahan amarah.

Di depan, Patrick berbicara lewat interkom. “Bos, rute aman. Kita menuju markas.”

Alecio hanya mengangguk tipis.

Mobil melaju cepat, melewati jembatan, gedung-gedung tinggi, dan tikungan tajam. Suasana di dalam mobil tegang terutama karena Sandrina terus mengoceh tanpa henti.

“Ya Allah, lindungi aku. Jauhkan aku dari orang jahat. Kalau boleh, kirim malaikat Jibril saja sekarang, ya, tapi jangan Izrail dulu. Aku belum siap.”

Alecio memijat pelipisnya. Ia belum pernah merasa begitu terganggu dalam hidupnya. Namun, tiba-tiba—

DOR!

Suara tembakan memecah udara. Ban mobil depan meledak. Mobil oleng, hampir menabrak pembatas jalan. Patrick sigap menstabilkan kendaraan, sementara anak buah di mobil ketiga berteriak melalui radio.

“Kita diserang!”

Alecio menegakkan tubuhnya. Tatapannya berubah dingin dan waspada.

“Sniper,” gumam Patrick dari mobil depan. “Banyak gedung tinggi di sekitar. Kita tidak tahu dari arah mana tembakan berasal.”

Sandrina menjerit seketika.

“Aaaa! Astaghfirullah! Innalillahi wa inna ilaihi raji’un! Ya Allah, aku masih muda! Aku masih mau makan gelato Italia lagi!”

Alecio menoleh tajam padanya. “TUTUP MULUTMU!”

Tapi Sandrina tidak bisa berhenti.

“Belok kiri! Belok kiri!” teriak Sandrina histeris, meski sebenarnya ia tidak tahu sama sekali arah jalan di Roma.

Alecio meliriknya tajam tanpa mengurangi kecepatan mobil. “Kamu bahkan tidak tahu kita ada di mana!”

“Aku memang tidak tahu!” balas Sandrina panik. “Tapi instingku bilang jangan lurus! Pokoknya jangan lurus!”

Alecio menggertakkan gigi. “Kami lebih tahu, makanya percayakan pada orangku!”

“Kalau tahu, kita tidak akan ditembak terus!” teriak Sandrina, suaranya nyaris pecah.

DOR! DOR!

Dua tembakan lagi menghantam mobil. Kaca depan retak, tetapi tidak tembus.

Mobil anti peluru itu kuat, tetapi bannya tidak kebal.

BLAM!

Ban belakang kanan meledak. Mobil langsung oleng hebat. Sopir Alecio membanting setir, memutar kendaraan dengan manuver ahli agar tidak menabrak gedung di sisi jalan. Ban berdecit, asap mengepul, mobil nyaris terbalik.

Sandrina terlempar ke sisi Alecio, refleks memeluk lengannya.

“Ya Allah! Ya Allah! Jangan biarkan aku mati di tangan mafia Italia yang tidak bisa nyetir!”

Alecio menepisnya kasar. “LEPAS!”

Mobil berhenti mendadak di balik sebuah bangunan tua yang menjadi tempat perlindungan sementara.

Alecio keluar lebih dulu, pistol sudah di tangan. Wajahnya penuh amarah, bukan hanya karena serangan musuh, tetapi karena Sandrina yang berisik dan mobilnya rusak parah.

“Turun!” bentak Alecio pada Sandrina.

Wanita itu turun terburu-buru, hampir tersandung rok panjangnya sendiri. “Pelan-pelan. Aku hampir terjatuh!”

Namun, sebelum mereka sempat mencapai tempat berlindung sepenuhnya—

TSSSH!

Suara tembakan lain terdengar. Alecio mendorong Sandrina ke samping secara refleks. Namun, terlambat. Mereka berdua terkena tembakan.

Sandrina memejamkan mata, menunggu rasa sakit luar biasa, tetapi tidak ada. Tidak ada rasa sakit dan tidak ada darah pada tubuhnya. Cuma ada rasa sedikit perih di bagian lengan.

Alecio menatap lengannya, terkejut. Jaketnya basah, tetapi bukan oleh darah, melainkan cairan bening sedikit kental.

Sandrina melihat ke lengannya sendiri. Matanya membelalak.

“Ini apa? Ini bukan peluru, kan?” gumam Sabdrina bingung.

Alecio mengernyit tajam, menyadari sesuatu. Bukan peluru timah. Bukan peluru berisi racun, juga bukan obat bius biasa. Sesuatu yang jauh lebih berbahaya dan memalukan untuk seorang bos mafia seperti dirinya.

Sandrina menatap Alecio dengan wajah pucat. “Apa yang kamu rasakan?” tanyanya ragu.

Alecio mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras, napasnya mulai berubah tidak teratur. Tatapannya perlahan bergeser ke Sandrina.

Malam di Roma semakin gelap. Dan permainan baru yang jauh lebih berbahaya baru saja dimulai.

1
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
🤣🤣🤣🤣🤣
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
itu mah opor ... Patrick 🤣
Aditya hp/ bunda Lia
gimana tuh para mafia ikutan takbir keliling pasti heboh yah ... 🤣🤣
seftya
lanjut
Mineaa
udah ga sabar liat para mafioso ikut takbir keliling .... pasti seru dengan semua culture shock mereka.....dengan segala tingkah konyolnya.....
belum lagi di liatin para warga lokal....karena mereka " bule "....
mana bule no kaleng kaleng lagi....
thoooorrrr di tunggu update secepatnya ya.... please.....🙏🔥🔥🔥🔥🔥
Sartini 02
lanjut kak double up ya....🤭🤣😍
Lilis Yuanita
lucu🤣🤣
Sartini 02
lanjut kak double up ya...🤭🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
😄😄😄😄😄
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
benar ale. serandom itulah kami kaum cewek
ken darsihk
Ngguyu kemekelennn 😂😂😂
Bule Itali ra umum ha ha ha
Halimah
Astaghfirullah ngakak/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
V3
kak Santi kalau up minimal 2 bab donk biar gak nanggung 🙏🙏
seruu soal nya 😘😘
Halimah
dasar somplak/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
V3
aku malah kasihan pula sama Ayam nya yg JD panik 🤣
untung gda ayam yg mau bertelur ,, JK ayam yg mo bertelur panik yg ada telur nya masuk lg dan gak JD keluar 🤣🤣🤣
sakit perut aku baca nya sangking ngakak nya. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Halimah
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
V3
astaghfirullah al'adzim ... aku ketawa cekikikan mpe keluar air mata ini 🤣🤣🤣
sumpah kak ini lucu bgt , Astaghfirullah ... Yaa Allah 🤣
aku baca mpe ku ulang-ulang ttp ja aku ngakak 🤣🤣
ketiga bule ngerasain apa yg Alecio rasakan waktu pertama kali mendengar kentongan sahur ,, sama-sama panik dan berfikir sdg di serang 🤣🤣
Lianty Itha Olivia
sungguh keluarga dan pertemanan yg unik
Endang Sulis
diskuni lebaran masih kurang 9 hari lagi,disitu besok kok sudah lebaran🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!