NovelToon NovelToon
Janda Desa Kesayangan Presdir

Janda Desa Kesayangan Presdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Janda / Slice of Life / Romansa pedesaan / CEO
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Lastri menjadi janda paling dibicarakan di desa setelah membongkar aib suaminya, seorang Kepala Desa ke internet.

Kejujurannya membuatnya diceraikan dan dikucilkan, namun ia memilih tetap tinggal, mengolah ladang milik orang tuanya dengan kepala tegak.

Kehadiran Malvin, pria pendiam yang sering datang ke desa perlahan mengubah hidup Lastri. Tak banyak yang tahu, Malvin adalah seorang Presiden Direktur perusahaan besar yang sedang menyamar untuk proyek desa.

Di antara hamparan sawah, dan gosip warga, tumbuh perasaan yang pelan tapi dalam. Tentang perempuan yang dilukai, dan pria yang jatuh cinta pada ketegaran sang janda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter¹² — Cinta Perlahan Menemukan Ritmenya.

Malvin baru saja tiba di rumah sewanya ketika ponselnya berdering, ada panggilan masuk dari kota.

“Halo?”

“Papa! Kapan puyang?” suara kecil itu terdengar ceria. “Alexa kangen…”

Senyum Malvin langsung terangkat, lembut dan hangat. “Tunggu sebentar lagi ya, sayang. Kerjaan Papa lagi banyak.”

“Ndak mauu… Papa pulang sekalang aja,” rengek anak itu dengan suara cadel.

Malvin terkekeh pelan. “Iya, iya. Akhir minggu ini Papa pulang, janji.”

“Yeeey!” seru Alexa girang.

Beberapa menit kemudian, panggilan berakhir. Malvin menghela napas pelan, ia harus segera mengatur jadwal kepulangannya. Namun sebelum kembali ke kota, ada satu hal yang tak bisa ia tinggalkan begitu saja... Lastri.

Ia tak bisa membiarkan perempuan itu tanpa perlindungan. Surya bukan sekadar kepala desa, jaringan keluarganya luas dan berpengaruh. Dan Lastri tidak seharusnya menghadapi semua itu sendirian.

Malvin juga ingin Lastri melangkah lebih jauh, yaitu dengan melanjutkan kembali pendidikan. Ia tahu, kecerdasan wanita itu tak seharusnya berhenti di batas keadaan. Dengan kemampuan berpikir setajam itu, sayang jika masa depannya tidak ditopang pendidikan yang memadai. Ia ingin Lastri memiliki bekal yang membuat langkahnya kian mantap, untuk hidup yang lebih terang ke depan.

Malvin berdiri beberapa saat di ruang tamu rumah sewanya yang sederhana. Ponsel masih berada di tangannya, layar sudah gelap, tetapi suara Alexa seolah masih tertinggal di udara. Ada dua dunia yang menunggunya—rumah di kota, dan desa ini. Dan untuk pertama kalinya, ia merasa berat meninggalkan salah satunya.

Ia mengambil nafas panjang, lalu menekan nomor Denis. “Denis, besok pagi kamu temani Lastri ke kota kabupaten,” ucapnya tanpa basa-basi.

“Untuk laporan tentang proyek?”

“Iya, pastikan aman dari berangkat sampai pulang. Aku tidak mau ada celah.”

Denis mengiyakan tanpa banyak tanya. Ia sudah paham, jika Malvin bicara dengan nada seperti itu, artinya bukan sekadar urusan kerja.

Setelah panggilan ditutup, Malvin duduk. Pandangannya menerobos dinding, seolah melihat langsung ke sawah dan ladang yang beberapa hari terakhir menjadi saksi perubahan di desa. Dan di tengah semua itu, Lastri berdiri paling depan tanpa pernah meminta sorotan.

Ia tahu, perlindungan saja tidak cukup. Lastri butuh pijakan yang lebih kokoh. Sesuatu yang membuat siapapun termasuk Surya, tak bisa lagi memandang wanita itu sebelah mata.

Malam itu, Malvin datang ke rumah Lastri. Mereka duduk berdampingan di kursi kayu teras, ditemani kopi hitam yang masih mengepul. Di atas meja sederhana, tersaji hidangan kampung—ubi rebus dan singkong goreng—hangat, seperti suasana yang pelan-pelan mulai tercipta di antara keduanya.

Lastri duduk berhadapan dengannya.

“Laporan akan kamu buat besok,” ujar Malvin membuka pembicaraan. “Denis akan menemani kamu ke kabupaten.”

Lastri mengangguk. “Baik.”

Malvin diam sejenak, lalu melanjutkan dengan nada lebih hati-hati. “Lastri… setelah semua ini selesai, apa rencanamu?”

Pertanyaan itu membuat Lastri terdiam. Ia memandang ke halaman, ke pohon mangga yang daunnya mulai menguning. “Saya belum sejauh itu berpikir. Yang penting sekarang, kehidupan warga bisa maju, dan saya… tidak berhubungan apapun lagi dengan Surya.”

“Tapi kamu punya potensi lebih dari itu.”

Lastri menoleh. “Maksud Pak Malvin?”

Malvin tidak langsung menjawab. “Kamu pernah berpikir ingin melanjutkan kuliah?”

Lastri tersenyum kecil, nyaris getir. “Tentu saja pernah, tapi itu dulu. Sebelum menikah dengan Surya, dia pernah berjanji akan mendukung jika saya ingin melanjutkan pendidikan. Saat itu... salah satu alasan saya menerima lamarannya, karena dia terlihat begitu baik, terlalu meyakinkan sebagai pria yang mau mengerti dan memahami saya.“

Wanita itu menghela nafas pelan. “Tapi kenyataannya, Surya melarang saya kuliah. Katanya, tugas seorang istri hanya satu... melayani suami. Sekarang, rasanya sudah terlambat.”

“Tidak ada kata terlambat, hanya kesempatan yang tertunda. Aku ingin kamu sekolah lagi, secara formal. Entah itu manajemen, pertanian modern, atau kebijakan publik. Apa pun yang kamu mau.” Malvin begitu tegas.

Lastri terkejut. “Pak Malvin—”

“Dengar dulu,” potong Malvin lembut. “Ini bukan belas kasihan, ini investasi. Desa ini butuh orang seperti kamu. Dan kamu sendiri butuh perlindungan yang tidak hanya datang dari orang lain, tapi dari posisi dan kapasitasmu sendiri.“

Lastri menunduk, tangannya meremas ujung bajunya. “Saya… takut tidak mampu.”

“Kamu lebih dari mampu,” jawab Malvin tanpa ragu. “Yang kamu perlukan hanya satu jalan untuk sampai ke sana, dan biarkan aku yang membukakannya. Usia kamu masih muda, langkahmu masih panjang, dan masa depanmu sedang menunggu.”

Hening menyelimuti mereka beberapa saat, angin malam berhembus pelan menyelusup ke dalam kulit wanita itu.

“Tapi... apa pun keputusanmu, aku tidak akan memaksa. Tapi aku ingin kamu tahu, kamu tidak lagi sendirian.” Ucap Malvin memecah keheningan.

Lastri mengangkat wajahnya, matanya kembali berkaca-kaca. “Pak, saya mau bertanya… kenapa Anda melakukan semua ini untuk saya?”

Malvin tersentak. Ada banyak jawaban yang ingin keluar, tentang perasaan cintanya pada Lastri. Perasaan yang kini tak lagi ingin ia sangkal, bahkan oleh dirinya sendiri. Namun ia memilih tersenyum, hangat dan tulus.

“Karena kamu perempuan yang tangguh, kamu bergerak tanpa menunggu diselamatkan. Kamu bangkit dengan caramu sendiri, tanpa meminta belas kasihan siapa pun. Dan jujur saja… kamu perempuan pertama yang aku temui, yang berani berdiri sejajar dengan laki-laki.”

Jantung Lastri seketika berdebar. Perasaan yang ia kira telah mati bersama Surya, yang ia yakini tak akan pernah tumbuh lagi untuk siapa pun—kini berdenyut kembali. Dan kali ini, detaknya bernama Malvin.

Di tengah desa yang sedang berubah, sebuah jalan baru mulai terbuka. Bukan hanya untuk sawah dan parit, tapi untuk seorang perempuan yang akhirnya berani melangkah lebih jauh dari bayang-bayang gelap hidupnya.

Dan juga... tentang cinta yang tumbuh dengan tulus, dua hati yang perlahan belajar menemukan ritmenya sendiri.

Bersambung...

1
Nie
mantap,keren Lastri..kamu memang perempuan hebat yg pantas mendampingi Malvin
anita
sinta biar di nikahi denis
Tiara Bella
mantap akhirnya ngaku dan langsung ditangkap polisi.....
Tiara Bella
viralin aja Lastri pak hadi biar kapok dia
Fia Ayu
Up lagi kak re,,,, 😁
Rere💫: Eh 🤣🤣🤣
total 1 replies
Juriah Juriah
tambah ga sabar aja aku nunggu kelanjutannya Thor semangat ya nulis 💪🙏
vj'z tri
ow ow ow tanggung jawab Thor cerita nya seruuuu up nya double double hayoooo 🎉🎉🎉🎉
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Kelen si bapake
Evi Lusiana
lah anak manja msuk desa,justru kau tk sebanding dgn wanita setangguh lastri
Astrid valleria.s.
woww makin seru ya thor...semangat thor..sambil ngopi dulu☕️
panjul man09
lastri tidak boleh tinggal terpisah dgn malvin ,bisa culik sama orang pak hadi dan surya
panjul man09
sejauh ini , ceritanya sangat menarik apalagi di awal2 , ringan tdk banyak konflik. tata bahasanya lumayan , harus sesuai kehidupan di desa ..
panjul man09
thor , suruh pulang kekota itu si fahira , terlalu banyak pemeran bikin pusing saja
juwita
kades sm angota DPR sm" bejat saling menutupi kebohongan mrk.
Tiara Bella
ceritanya bagus aku suka....
Tiara Bella
langsung tangkap aja tuh Hadi sama aja sm Surya kelakuannya....11 12....
Aidil Kenzie Zie
wah-wah ternyata banyak rahasia si Surya
Tiara Bella
sombong sh fahiranya jd disasarin jalannya wkwkwkkw....
Fia Ayu
Kaga usah di jodohin pak,, mereka emang dah jodoh😁
Shee_👚
semangat lastri kamu bisa, jangan jadi wanita lemah yang selalu diem walai di tindas, saat nya kamu buktikan bahwa wanita juga mampu berdiri di kaki sendiri dan bisa maju bersanding dengan laki-laki💪💪💪🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!