NovelToon NovelToon
When Gods Grow Bored

When Gods Grow Bored

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: jhoven

When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vs Jörmungandr (2)

Bangku penonton, Given bersama Isabella dan Raamez duduk bersama menyaksikan.

"Menurutmu siapa yang akan menang Giv?" Tanya Bella.

"Bukannya sudah jelas Ingrid? Peringkat A melawan peringkat C. Perbedaannya terlalu jauh, terlebih Ingrid itu punya berkah dewa Vaornis. Ia mampu melakukan apa saja dengan kekuatan air nya itu. Daya hancur dari water explosion miliknya sangat besar.. Haruskah kita menghentikan pertandingan ini Giv?" Jelas Raamez memberi opini.

"Tunggu dulu.. Giv, kamu pernah liat si Kai menggunakan kekuatan dewanya?" Tanya Bella kembali.

Seketika Given tersadar. "Tidak.. Sejak pertemuanku dengannya di Hutan Yoru 1 bulan lalu, ia tidak pernah menunjukkan berkahnya.. Ia selalu menyelesaikan misi dengan senjata magisnya (pedang)."

Kai.. Kekuatan apa yang kau sembunyikan.. Gumam Given dalam hatinya.

Kembali menuju lapangan tanding, Kai dengan pedangnya berdiri biasa tanpa kuda-kuda apapun dihadapan Ingrid.

"Pertandingan sudah dimulai, mulai lah menyerang Kai!" Teriak Ingrid.

"Tidak. Aku tidak akan bergeser sedikitpun dari tempat ini."

*JLEB! Kai menancapkan pedangnya ke tanah.

Seketika keributan terjadi.

"Hei, apa yang Kai lakukan??"

"Apa dia menyerah??"

"Angkat pedangmu Kai!"

Bahkan Giovanni Alexis dibuat kebingungan dengan apa yang Kai perbuat. Ia meletakkan pedangnya seolah menyerah, namun sorot matanya berkata sebaliknya.

Ingrid tampak semakin kesal. "APA YANG KAU LAKUKAN? CEPAT AMBIL PEDANGMU!"

"Tidak, aku pasti kalah jika beradu serangan jarak dekat denganmu karena aku kurang pengalaman. Jadi aku akan fokus bertahan. Jadi kemarilah Ingrid, tunjukkan kemampuan penuhmu padaku!" Balas Kai tegas.

Given benar-benar terkejut. "Kai.. Kau sebaiknya punya rencana bertahan yang baik.. menghadapi gempuran serangan air Ingrid itu tidak mudah loh.."

Yang sebenarnya terjadi; bukannya Kai tidak bisa menyerang, tapi Kai saat ini sedang berfokus untuk mengaktifkan Zeno Distance. Kai masih belum cukup kuat untuk bisa mengaktifkan ZD sembari menyerang musuh. Oleh karena itu, ia berniat fokus bertahan sembari mencari celah kemenangan dalam 1x serangan.

*Blup blup!

Air keluar dari dalam tanah, membentuk naga besar dibelakang Ingrid.

"Baiklah jika itu maumu Kai, aku akan menghancurkan kesombonganmu itu dalam 1x serangan." Ucap Ingrid.

"Walah walah.. Naga itu terlihat besar sekali ya.. Sepertinya cukup berbahaya.." balas Kai.

"Yang benar saja?! Ingrid langsung menggunakan salah satu jurus pamungkasnya?" Tanya Bella.

"Oi.. Ingrid, ini berlebihan bukan.." lanjut Raamez.

"Tidak.. Kai pasti bisa bertahan." Balas Given.

"Huh?? Yang benar saja.."

“What sinks is remembered,

What remembers never returns.

By the silence beneath all waves—

Vaornis, draw them into the deep.”

“Apa yang tenggelam akan diingat,

Dan yang diingat tak pernah kembali.

Dengan kesunyian di bawah segala ombak—

Vaornis, tarik mereka ke kedalaman.”

"Mulai sudah.. Mantra-mantra panjang seperti mereka (Vitalii, Given), apakah hanya aku dan pak tua Garo yang tidak perlu begituan.." gumam Kai dalam hati.

Water dragon shot!

*SWOOOSHHH!

Naga air itu melesat dengan cepat kearah Kai.

*JBOOMMM!!

Ledakan besar terjadi, uap air menghalangi pandangan para hunter yang menonton.

"Hei apa yang terjadi?? Apakah sudah selesai?"

"Entahlah aku tidak bisa melihatnya dari sini!"

Dari balik uap air itu, Kai berdiri dengan tenang tanpa satu pun luka. Dia juga tidak bergeser sedikit pun dari posisi awalnya, tanah disekitar tubuh Kai menjadi berlubang dengan kedalaman 5 meter dan hanya tanah tempat Kai berpijak lah yang tetap kokoh.

Semuanya sangat terkejut! Bahkan Giovanni sekalipun.

Disekitar tubuh Kai terlihat seperti ada Barrier tipis, terlihat seperti efek distorsi.

"A-AP.. APA.. YANG TERJADI??"

"KAI SELAMAT??!"

"WOAHHH!!"

Sorak sorai menggema diseluruh Arena.

"A-apa?! Salah satu serangan pamungkasku gagal?" Ingrid sangat kaget melihat ada yang bisa menahan serangan berskala besarnya itu.

"Daya ledaknya memang besar.. tapi tetap saja tidak sebrutal dan destruktif seperti serangan orang itu.. (Vitalii Aizen)" Gumam Kai dalam hatinya.

"Apa yang kau lakukan?!' Tanya Ingrid.

"Apa yang ku lakukan? Ya bertahan dong.. Ayo ada lagi gak?" Tanya Kai memprovokasi.

"CIH!"

*Blup blup!

Air keluar dari tanah, kali ini jumlahnya lebih banyak!

"Hei Given, itu tadi.." Bella memulai percakapan.

"Ya.. Aku bisa melihatnya, naga air milik Ingrid tidak bisa menyentuh tubuh Kai.. Kekuatan apa itu sebenarnya.. Apakah ada berkah tipe proteksi sekuat itu? Bagaimana menurutmu bang Raamez?" tanya Given.

"Entah lah.. Aku belum pernah lihat yang seperti ini. Menurutku pengguna berkah tipe proteksi terkuat yang pernah ku temukan adalah Pak Garo Jhoven, tapi sekarang dia sudah tiada.." Balas Raamez.

"Apa kalian tahu bahwa Kai itu bisa dibilang keluarganya Garo Jhoven? Kai itu nama lengkapnya adalah Kai Jhoven, dia berasal dari Desa Mooire, desa yang sama dengan Garo Jhoven." Lanjut Given.

"APAAA??? Wah wah, aku baru tahu. Mungkin saja, dia mendapat pelatihan dari Pak Garo..?" Tanya Raamez.

"Aku tidak tahu bang.. Tapi tipe barrier mereka berbeda bukan? Aku tidak pernah melihat Pak Garo sih, jadi aku tidak tahu.." Balas Given.

"Eh, tapi kamu benar juga. Berkah Dewi Elythra milik Garo Jhoven itu mampu menghasilkan gelembung biru yang sangat keras! Tapi gelembungnya bisa terlihat dengan jelas. Milik Kai ini berbeda. Perisai pertahanan miliknya nyaris tidak terlihat, hanya bisa dilihat saat serangan musuh sudah mendekat kearah penggunanya. Jujur aku juga bingung berkah apa sebenarnya yang dimiliki Kai ini." Lanjut Raamez.

"Baiklah cukup diskusinya, mari kita lihat, apakah perisai milik Kai ini bisa menahan 5 naga air milik Ingrid.."

Balik menuju arena, kali ini Ingrid mengerahkan semua energi spiritualnya untuk menciptakan 5 naga air berukuran raksasa. Ia berniat menghancurkan Kai sekali serang.

"Tuan, apakah kita perlu menghentikan pertarungan ini? Tanya Cassandra pada Giovanni.

"Tidak, biarkan saja."

"Baik pak."

ULTIMATE WATER DRAGON SHOT!

*SWOOOSSHHH!!

5 Naga air itu melesat tepat kearah Kai.

*JBOOMM! BOOM! BOOM! BOOMM!

Ledakan airnya bahkan sampai memaksa para Hunter yang menonton untuk mengaktifkan kekuatannya dengan tujuan berlindung.

"SIAL! DAHSYAT SEKALI!"

"AKU TIDAK BISA MELIHAT APAPUN DISINI!"

Saat uap air mulai mereda, Kai terlihat menghilang dari posisi awalnya.

"HEI KAI MENGHILANG!"

"APA DIA MATI??!"

Hunter mulai panik, namun yang sebenarnya terjadi..

*Clank!

Ketika arena sudah terlihat dengan jelas, Kai telah berdiri dibelakang tubuh Ingrid sambil mengarahkan pedangnya ke leher wanita itu.

"A-aku kalah.." Ingrid mengakui kekalahannya.

"WOAAHH!!"

Sorakan demi sorakan semakin keras terdengar.

"PERTANDINGAN ANTARA KAI JHOVEN VS INGRID LOVEI, PEMENANGNYA: KAI JHOVEN!"

"WOAAHHHHH!!"

Tubuh Ingrid sangat lemas karena ia memaksakan diri, ia terjatuh lalu..

*Hug

Kai menangkap tubuh Ingrid yang terjatuh.

"Ceroboh sekali, menggunakan semua energi spiritualmu ingrid.." Ucap Kai.

Ingrid merasa malu dan memalingkan wajahnya, "Bodoh.. Lepaskan saja tubuhku, biarkan aku jatuh.. Aku sudah kalah."

"Kamu ini yang bodoh, aku tidak akan membiarkan temanku jatuh tanpa membantunya!" tegas Kai dengan senyuman diwajahnya.

Ingrid tersenyum, "Begitu ya.. Kita.. Adalah teman."

Dengan begitu, pertandingan selesai. Pemenangnya adalah Kai. Perjalanan untuk menyelesaikan misi tingkat S ditunda hingga Ingrid pulih sepenuhnya. Hubungan baru telah terjalin, takdir seperti apa yang akan menanti mereka?

1
ùrizen
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!