NovelToon NovelToon
Sistem Penebusan Hantu

Sistem Penebusan Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Hantu
Popularitas:445
Nilai: 5
Nama Author: Lady Y

Terbangun tanpa ingatan dan identitas yang tercatat, Ezra mengandalkan sistem aneh untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya. Sejak saat itu dia mulai berinteraksi dengan hantu, melakukan penebusan untuk mereka, dan menciptakan berbagai kisah aneh yang abadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12 - Permintaan Kakek Dan Cucu

Kembali ke dua hari yang lalu, Ezra sedang duduk di atas kasur, tangannya bermain-main dengan Cermin Karma.

"Jadi, benda ini bisa ditingkatkan."

Dulu, jangkauan cermin ini sangat pendek sehingga mengharuskan Ezra berada di dekat target, saat hantu memasuki mimpi, mereka hanya bisa bertahan sekitar dua jam saja.

Sekarang, jangkauannya menjadi lebih jauh sehingga Ezra tidak perlu keluar dari asrama, bahkan saat hantu memasuki mimpi, mereka bisa bertahan sampai fajar tiba.

Ada satu keterampilan lain yang dimiliki oleh Cermin Karma, yaitu untuk melihat karma hantu. Setelah Ezra mencobanya, cermin itu dapat menunjukkan kehidupan sang hantu dari kelahiran sampai pada kematiannya.

setelah selesai bermain dengan cermin itu, Ezra beristirahat, itu adalah malam tanpa mimpi.

Saat matahari terbit dari timur, hantu itu akhirnya pergi tanpa penyesalan.

[Selamat Ezra, kamu mendapatkan hadiah : 100.000 kredit, 1.000 poin sistem dan atribut fisik+3]

Hadiah uang dan poin sistem itu berkurang dari terakhir kali, tidak ada tambahan keterampilan atau alat peraga.

Tapi Ezra merasakan kehangatan dan kekuatan yang tiba-tiba mengalir di tubuhnya, dia mengepalkan tinju dengan puas, sepertinya sistem memang bisa mengontrol hadiah yang diberikan, sampai saat ini dia tidak tahu apa kriteria pemilihan hadiah.

Hari-hari berikutnya, bahkan setelah Ezra mendengar kabar bahwa Andi telah menyelesaikan masalahnya dengan pembantu, Ezra tidak dapat menemukan hantu untuk ditebus.

Dia hampir autis, mengapa dia selalu menemukan hantu-hantu yang tidak bisa berkomunikasi?

"Sistem, bagaimana kalau kamu memulai misi penebusan hantu jahat?"

[Kamu belum cukup kuat]

Penolakan sistem membuat Ezra tak berdaya.

Akhirnya Ezra meningkatkan jangkauan jelajahnya, sampai ke sebuah desa kecil. Anehnya dia belum melihat hantu, tetapi melihat sekelompok polisi yang ia kenal.

"Ezra, apa yang kamu lakukan disini?" Kapten Yudha menyadari keberadaan Ezra dan menyapanya.

Ezra hanya tertawa hambar, "Tidak apa-apa, aku hanya sedang berjalan-jalan. Ngomong-ngomong apakah ada kasus besar?"

Melihat banyaknya susunan polisi disekitar, Ezra menjadi agak penasaran.

"Yah... Sebuah kasus yang melibatkan ratusan ribu kredit, hanya saja seorang kakek tua melindungi pelaku, kakek itu... Sungguh membuat sakit kepala." Mungkin karena Ezra terlalu sering berinteraksi dengan polisi, Yudha dapat menceritakan hal-hal ini.

"Apakah itu kakek pelaku?" Jika ada hubungan darah, maka wajar saja jika kakek itu melindungi pelaku.

"Tidak, pelaku hanyalah orang yang tinggal di rumah sewaan kakek itu." Yudha menggelengkan kepalanya dengan pasrah.

Jika bukan hubungan darah... Benarkah akan ada seseorang yang berani melawan polisi, untuk melindungi orang lain dari hukuman?

Kapten Yudha kemudian pergi untuk berdiskusi dengan polisi disekitar desa tersebut, sementara Ezra ditarik oleh beberapa polisi muda untuk berkumpul dan bergosip.

Dari sana Ezra memahami lebih detail tentang kasus ini.

Kakek tua itu sekarang tinggal sebatang kara, kedua matanya telah kehilangan fungsi penglihatan, hanya berkat beberapa pemuda antusias dia tetap hidup dengan menyewakan rumahnya.

Satu-satunya anak kakek itu meninggal lebih awal bersama menantunya, meninggalkan ia dengan seorang cucu laki-laki.

Kakek dan cucu itu menjadi sangat dekat karena ketergantungan satu sama lain untuk bertahan hidup.

Hanya tujuh tahun yang lalu, cucu kakek itu menghilang, polisi telah mencarinya tanpa hasil selama tahun-tahun ini, meskipun polisi juga ingin membantu kakek dan cucu itu bersatu kembali, mereka juga tak berdaya.

Hari cucu kakek itu menghilang sepertinya adalah hari panen, sehingga desa lebih sepi dari pada biasanya karena para warga pergi ke sawah di pinggiran desa. Desa ini juga masih cukup terbelakang sekarang, pasti lebih terbelakang lagi tujuh tahun yang lalu, hampir tidak ada CCTV sehingga polisi tidak bisa menelusuri jejak cucu yang menghilang itu.

Polisi hanya menemukan jejak cucu itu di sebuah apotek saat dia membeli obat tetes mata untuk kakeknya, tidak ada yang tahu kemana cucu kakek itu pergi setelahnya.

Akhirnya polisi yang menangani kasus ini saat itu terpaksa menutup kasus itu dengan spekulasi bahwa cucu kakek itu menjdi korban penculikan dan perdagangan manusia.

Namun, kakek tidak dapat menerima hasil itu, dia terus datang ke kantor polisi dan meminta mereka untuk melanjutkan pencarian. Dia berharap bisa menemukan cucunya yang hidup, bahkan jika cucunya mati, dia juga menginginkan mayatnya.

Sejak saat itu hubungan polisi setempat dan kakek itu menjadi agak tegang, setiap kali mereka bertemu, sang kakek selalu menanyai keberadaan cucunya atau memarahi kurangnya kemampuan polisi.

Ezra jadi agak memahami mengapa kakek itu begitu keras kepala melawan polisi.

Dibandingkan polisi yang tidak bisa menemukan cucunya, pelaku yang menyewa rumahnya jelas lebih dekat baginya. Selain itu pelaku selalu memperlakukan kakek dengan baik, adalah wajar jika kakek itu bahkan menganggap pelaku sebagai pengganti cucunya yang telah lama hilang.

"Jika kamu ingin aku bekerja sama, temukan cucuku terlebih dahulu!" Tiba-tiba terdengar teriakan seorang pria tua.

Rupanya Yudha dan beberapa polisi setempat kembali bernegosiasi dengan kakek itu, hanya untuk mendapatkan amarah dan pukulan dari sang kakek.

"Kakek, kami sudah mencarinya selama bertahun-tahun, tidak ada hasil! Kemungkinan terbesar cucumu telah diculik dan dijual ke daerah mana, kami benar-benar tidak dapat mencari jejaknya dalam waktu dekat!" Polisi setempat itu membujuk kakek, namun mendapatkan pukulan lagi dari tongkat yang diayunkan sang kakek.

"Aku tidak peduli! Aku tidak akan bekerja sama kecuali kalian membawa cucuku kembali!"

"Kakek, kamu jelas mengetahui petunjuk tentang kasus ini, kejahatan pelaku mencakup ratusan ribu kredit! Jika kamu terus melindungi pelaku, kamu juga akan terjerat hukum!" Polisi setempat itu menahan amarahnya saat ia mencoba menjelaskan lagi.

"Harus berapa kali aku bilang, aku tidak peduli! Ayo! Aku melindungi pelaku, aku memukulmu, ayo tahan aku! Interogasi aku, aku ingin lihat apakah kalian berani?!" Suara kakek itu menjadi lebih keras dan serak, dia mulai terengah-engah, seolah-olah dia tidak akan dapat bernafas lagi di detik berikutnya.

Yudha menarik polisi itu mundur, "Tenanglah, kita tidak bisa melakukan apapun padanya."

Kakek sudah sangat tua, dan melihat kondisi tubuhnya lagi, jika polisi membawa kakek pergi untuk menjalani interogasi ketat, kalau-kalau terjadi kecelakaan yang justru membahayakan nyawa kakek itu, polisi kecil mereka tidak akan sanggup menanggung akibatnya.

Ezra menoleh pada asal suara dan termenung, lalu dia berjalan mendekat.

Ketika Ezra memasuki rumah kakek, dia segera menoleh kesamping, karena perhatiannya tertuju pada hantu anak kecil yang mengintip dari pintu.

"Permisi, bisakah kamu berkomunikasi?" Tanya Ezra saat mendekati hantu anak kecil itu.

"Kakak berbicara denganku?" Anak itu menoleh, matanya masih mempertahankan kepolosan seorang anak, membuat Ezra terdiam.

"Kakak, bisakah kamu memberikan obat tetes mata pada kakek?" Anak itu berbicara lagi, dia menggenggam tangan Ezra, mata yang polos sedikit berkilau oleh cahaya harapan.

"Apakah kamu cucu dari kakek pemilik rumah ini yang telah lama hilang?" Ezra akhirnya tersadar, permintaan sang anak sepertinya memberitahukan kepada Ezra tentang identitasnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!