Oskar Biru Arkais sorang pemuda yang berusaha mencari arti cinta Sejati,
Dan Si Mahira Elona Luis si Gadis Tomboy yang Tak Pernah Percaya akan Adanya cinta Sejati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"Aku menyimpan namamu disetiap jeda yang tak pernah kuterangkan kepada siapapun"
pov Elona
Aku berdiri di depan jendela kamar baru ku di rumah Kak Rekai, menyaksikan langit yang mulai gelap bersama senja. Cahaya lampu jalanan mulai menyala satu per satu, menerangi jalanan yang sepi di luar sana. Tanganku masih meraba-raba foto kecil nenek yang kukasih di atas meja belajar – wajahnya yang selalu tersenyum hangat membuat hatiku sedikit terasa hangat meskipun rasanya masih kosong tanpa kehadirannya.
Aku memilih untuk menjauhinya bukan untuk menyakitinya, namun aku menyelamatkannya dariku sendiri.
Kata-kata itu terus bergema di dalam kepalaku setiap kali melihat sosoknya – Biru – yang selalu ada di sana ketika aku membutuhkan bantuan. Aku melihat bagaimana dia selalu mencoba untuk dekat denganku, bagaimana matanya selalu penuh perhatian setiap kali kita berbicara, bagaimana dia rela melakukan apa saja hanya untuk membuktikan bahwa aku tidak bersalah. Tapi aku tidak bisa menerimanya. Tidak sekarang.
Aku masih belum selesai dengan diriku sendiri. Hatiku masih terluka akibat kehilangan nenek – satu-satunya orang yang selalu mencintai dan menerima aku apa adanya. Pikiranku masih penuh dengan pertanyaan tentang masa depan yang tidak jelas. Aku masih sedang belajar untuk berdiri sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Bagaimana mungkin aku bisa menerima cinta dari orang lain jika aku sendiri belum bisa mencintai diriku dengan benar?
Aku tidak ingin menjadi beban buatnya.
Dia adalah ketua OSIS yang sukses, anak dari keluarga yang baik, memiliki masa depan yang cerah di depan matanya. Sedangkan aku? Hanya seorang gadis yang ditinggalkan oleh ayahnya, kehilangan ibunya sejak kecil, dan kini harus hidup tanpa nenek yang selalu menjadi sandaran hatiku. Aku tidak punya apa-apa untuk memberinya kecuali masalah dan kesusahan yang terus datang karena hubungannya dengan aku.
Luna dan kedua temannya sudah menunjukkan betapa jauh mereka akan pergi hanya untuk membuat aku menjauh darinya. Jika aku terus dekat dengannya, siapa tahu apa lagi yang akan mereka lakukan? Aku tidak bisa membiarkan dia terkena dampak dari semua masalah yang datang padaku. Dia tidak pantas mendapatkan itu.
Biarkan aku memperhatikannya dari jauh.
Aku akan terus melihatnya dari kejauhan – bagaimana dia memimpin rapat OSIS dengan baik, bagaimana dia membantu teman-temannya dengan tanpa pamrih, bagaimana dia tersenyum ketika berhasil menyelesaikan masalah yang sulit. Aku akan terus mendoakannya agar selalu sehat dan bahagia, agar semua impiannya tercapai dengan mudah. Mungkin itu adalah cara terbaik untuk mencintainya – dengan memberikan ruang yang dia butuhkan untuk tumbuh dan berkembang tanpa beban apapun.
Kalau kamu mengatakan aku tidak peduli, justru aku paling peduli padamu.
Setiap kali aku melihatnya sedang kesusahan, hatiku juga merasa sakit. Setiap kali aku melihatnya tersenyum bahagia, hatiku juga merasa lega. Aku peduli dengan setiap langkah yang dia ambil, setiap keputusan yang dia buat, setiap mimpi yang dia cita-citakan. Tapi aku tahu bahwa cintaku tidak bisa membuatnya bahagia jika aku sendiri belum siap untuk memberinya apa yang dia butuhkan.
Aku mengambil napas dalam-dalam dan menutup mataku sejenak. Di dalam hatiku, aku berjanji bahwa suatu hari nanti, ketika aku sudah cukup kuat dan siap, ketika semua luka di hatiku sudah sembuh dengan baik, aku akan datang kembali. Aku akan berdiri di depannya dengan kepala yang tegak dan hati yang siap menerima cinta yang sesungguhnya. Tapi untuk saat ini, aku harus pergi dan menemukan diriku sendiri terlebih dahulu.
Karena itu adalah satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa cintaku padanya adalah cinta yang sesungguhnya – cinta yang tidak memaksakan, cinta yang mau menunggu, dan cinta yang selalu mengutamakan kebahagiaan orang yang kita cintai di atas segalanya.