NovelToon NovelToon
Script Of Love: The Secret Identity

Script Of Love: The Secret Identity

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Time Travel / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:691
Nilai: 5
Nama Author: Veline ll

"Dalam permainan naskah ini, siapa yang sedang berakting dan siapa yang benar-benar jatuh cinta?"

Lin Xia hanyalah seorang penulis naskah mystery game yang hidup tenang, sampai suatu malam ia diundang dalam sebuah permainan peran (Script Killing) bertema Era Republik China yang sangat nyata. Di sana, ia bertemu dengan Gu Yan, pria misterius berdarah dingin yang berperan sebagai Kepala Militer.

Masalahnya, Gu Yan bukan sekadar pemain biasa. Ia memiliki identitas rahasia di dunia nyata. Hingga alur permainan tiba-tiba diubah oleh Penulis bayangan yang ternyata Adik Gu jingshen yaitu "Gu Yanran. Saat garis antara naskah dan realita mulai kabur, Lin Xia harus memilih: Mengikuti skenario untuk selamat, atau menulis ulang takdirnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Veline ll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2: Tatapan Sang Marsekal di Balik Kabut Salju

[Waktu: Sabtu, 18 April, Pukul 20.15 PM]

[Lokasi: Balai Pertemuan Utama, Gedung Tua Suzhou (Era Republik)]

Lampu kristal di langit-langit aula besar itu mendadak meredup, menyisakan cahaya remang dari lilin-lilin dinding yang bergoyang tertiup angin dari jendela yang terbuka sedikit. Suara musik gramofon yang memutar lagu klasik Shanghai tahun 1930-an mengalun statis, menciptakan atmosfer yang mencekam sekaligus mewah.

Lin Xia melangkah perlahan, tumit sepatu hak tingginya berdentang di atas lantai marmer dingin. Ia kini mengenakan cheongsam sutra berwarna merah marun dengan bordir bunga peony emas di bagian kerahnya. Rambutnya ditata bergelombang khas wanita bangsawan era itu, lengkap dengan jepit mutiara yang berkilau.

"Xiao Li? Kau di mana?" bisik Lin Xia, menoleh ke kiri dan kanan.

Sahabatnya itu menghilang sesaat setelah mereka melewati pintu ganti. Namun, tak ada jawaban. Di aula itu, hanya ada beberapa tamu lain—pemain lain, pikir Lin Xia—yang juga tampak bingung dengan peran mereka masing-masing.

Tiba-tiba, pintu besar di ujung aula terbuka dentuman keras. Hawa dingin dari luar merangsek masuk, membawa butiran salju halus yang entah bagaimana bisa turun di dalam wahana imersif ini. Teknologi yang luar biasa, ataukah ini sesuatu yang lain?

"Marsekal Gu Yan tiba!" seru seorang pria berseragam prajurit dengan suara lantang.

Seluruh ruangan mendadak hening. Lin Xia menahan napas. Dari balik kabut salju buatan itu, muncullah sosok pria tinggi tegap. Ia mengenakan seragam militer biru tua yang kaku dengan lencana emas di bahunya. Jubah panjang hitam tersampir di punggungnya, melambai dramatis saat ia berjalan.

Sepatu bot militer pria itu menghentak lantai dengan irama yang tenang namun penuh otoritas. Wajahnya terpahat sempurna—rahang yang tegas, hidung mancung, dan mata hitam yang tajam seperti elang yang sedang mengincar mangsa.

Itu adalah Gu Yan.

Lin Xia terpaku. Pria ini... dia tampak sangat nyata. Bukan seperti aktor yang sedang berpura-pura, tapi seperti seseorang yang memang dilahirkan untuk memimpin pasukan. Dan yang lebih mengejutkan, wajahnya sangat mirip dengan sketsa karakter yang pernah Lin Xia buat di buku catatannya.

Gu Yan berhenti tepat beberapa langkah di depan Lin Xia. Aura dingin yang dipancarkannya membuat bulu kuduk Lin Xia berdiri.

"Jadi, ini Nona Muda dari Keluarga Lin yang katanya sangat cerdas itu?" suara Gu Yan rendah dan berat, bergetar di telinga Lin Xia seperti dentuman bas.

Lin Xia mencoba menenangkan detak jantungnya yang menggila. Ingat, ini hanya permainan. Ikuti naskahnya, batinnya menyemangati diri sendiri.

"Benar, Marsekal Gu," jawab Lin Xia dengan suara yang diusahakan tetap tenang, sambil memberikan hormat kecil khas wanita terhormat. "Saya tidak menyangka Marsekal akan datang secepat ini ke perjamuan."

Gu Yan menyipitkan matanya. Ia melangkah maju satu tindak, membuat jarak di antara mereka sangat tipis. Lin Xia bisa mencium aroma maskulin yang unik—campuran kayu cendana dan sedikit bau mesiu. Sangat maskulin dan berbahaya.

"Aku tidak suka membuang waktu untuk basa-basi," ucap Gu Yan sambil mengangkat tangannya, jemarinya yang panjang dan kuat menyentuh dagu Lin Xia, memaksanya untuk menatap langsung ke dalam manik mata hitam itu. "Nona Lin, apakah kau tahu kenapa kau ada di sini malam ini?"

Lin Xia menelan ludah. "Untuk... merayakan aliansi antara keluarga kita?"

Gu Yan terkekeh sinis, sebuah suara yang terdengar seperti gesekan logam. "Aliansi? Jangan naif. Kau di sini karena kau memegang kunci yang aku cari. Dan jika kau mencoba bermain-main denganku di kota Suzhou ini, aku tidak akan segan-segan mengunci pintu keluar untukmu selamanya."

Kalimat itu bukan sekadar dialog naskah biasa bagi Lin Xia. Ada nada peringatan yang sangat nyata di sana. Kunci yang dia cari? Pintu keluar? Apakah Gu Yan sedang membicarakan naskah game ini, atau tentang sesuatu di dunia nyata?

Tiba-tiba, lampu aula padam sepenuhnya selama dua detik. Ketika lampu menyala kembali, Gu Yan sudah tidak lagi memegang dagunya. Ia berdiri tegak, membelakangi Lin Xia sambil menatap ke arah jendela yang bersalju.

"Ikuti aku," perintahnya tanpa menoleh. "Ada seseorang yang ingin kau temui. Dan pastikan identitasmu tetap terjaga, Nona Penulis. Jika pemain lain tahu siapa kau sebenarnya, permainan ini akan berakhir lebih cepat dari yang kau duga."

Lin Xia tersentak. Nona Penulis?

Ia tidak pernah menyebutkan pekerjaannya kepada siapa pun di sini kecuali kepada Xiao Li. Bagaimana Marsekal ini bisa tahu?

"Tunggu! Apa maksudmu?" seru Lin Xia, tapi Gu Yan sudah melangkah pergi menuju lorong gelap di balik aula.

Lin Xia tidak punya pilihan lain. Ia mengangkat ujung cheongsam-nya dan berlari kecil mengejar pria misterius itu. Lorong-lorong gedung tua Suzhou ini terasa seperti labirin yang tak berujung. Dinding-dindingnya dihiasi foto hitam putih dari tokoh-tokoh militer masa lalu yang seolah-olah matanya mengikuti setiap gerak-gerik Lin Xia.

Mereka sampai di sebuah ruangan perpustakaan pribadi yang dipenuhi buku-buku tua berdebu. Gu Yan duduk di kursi kayu besar di balik meja kerja yang berat. Di atas meja itu, terdapat sebuah benda yang membuat jantung Lin Xia nyaris berhenti berdetak: Laptop miliknya.

Laptop yang seharusnya tertinggal di apartemennya di Shenzhen.

"Bagaimana... bagaimana barang itu bisa ada di sini?" suara Lin Xia bergetar hebat.

Gu Yan menatap laptop itu, lalu menatap Lin Xia dengan tatapan dingin yang tak terbaca. "Di dunia ini, tidak ada yang tersembunyi dariku. Kau menulis naskah tentang kematian seorang Marsekal di Suzhou tahun 1935, bukan? Karakter yang kau beri nama Gu Yan."

Lin Xia mundur selangkah, napasnya memburu. "Siapa... siapa kau sebenarnya? Kau bukan sekadar aktor!"

Gu Yan berdiri, berjalan perlahan mengitari meja, dan berhenti tepat di samping Lin Xia. Ia membungkuk, berbisik tepat di telinganya hingga Lin Xia bisa merasakan hembusan napas hangat pria itu.

"Aku adalah pria yang kau bunuh dalam naskahmu, Lin Xia. Dan sekarang, aku membawamu ke sini untuk memastikan bahwa akhir ceritanya... tidak akan sama."

Petir menyambar di luar, menerangi wajah Gu Yan yang tampak sangat pucat namun tampan di bawah cahaya kilat. Di saat itu juga, Lin Xia menyadari satu hal yang mengerikan. Jam di dinding perpustakaan itu tidak bergerak maju. Jam itu bergerak mundur.

[Waktu: Sabtu, 18 April, Pukul 20.30 PM — Waktu Permainan Mulai Kacau]

"Selamat datang di naskahmu sendiri, Nona Penulis," ucap Gu Yan dengan senyum miring yang mematikan. "Mari kita lihat, apakah kau cukup cerdas untuk bertahan hidup dari pria yang kau ciptakan sendiri."

Lin Xia merasa dunianya berputar. Ini bukan sekadar wahana imersif. Ini adalah jebakan. Sebuah permainan hidup dan mati di mana ia terjebak bersama karakter paling berbahaya yang pernah ia ciptakan.

...^^^...^^^......****************......^^^...^^^...

1
Celine
Keren Author
Ika Anggriani
serem juga😭
Agry
/Hey/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!