NovelToon NovelToon
System Penyihir Terhebat

System Penyihir Terhebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Sistem / Fantasi Isekai
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: MR. IRA

Aarav Elias Kayler terbangun di sebuah dunia yang tak dikenal, tanpa ingatan apapun tentang dirinya. Semua yang dia tahu adalah bahwa dunia ini dipenuhi dengan sihir, dan dia merasa seolah-olah ada sesuatu yang hilang dalam dirinya. Ketika mencoba menggunakan sihir, tak ada hasil yang muncul, membuatnya merasa terjebak dalam kebingungannya.
Namun, tak lama setelahnya, Aarav menemukan sebuah rumah tua yang misterius, yang mengarah pada sebuah kejadian tak terduga yang mengubah segalanya. Di dunia yang penuh dengan rahasia dan kekuatan yang belum ia pahami, Aarav harus menghadapi takdir yang tersembunyi di balik masa lalunya yang terlupakan.
Dengan tekad untuk menguasai dunia sihir dan meraih kekuatan yang selama ini hilang, Aarav harus menavigasi sebuah dunia yang penuh dengan bahaya, misteri, dan konflik. Apakah dia akan menemukan jalan menuju kekuasaannya, atau justru terjerumus dalam kekuatan yang tak dapat ia kendalikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MR. IRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Latihan Pertama Selesai

Troun, sebuah batu yang ditempa khusus menggunakan material batu zamrud, nikel, tembaga, dan juga sedikit lelehan emas. Material-material itu lalu dicampur dengan sempurna, dibentuk dengan cetakan khusus walaupun bentuk akhirnya akan tetap menjadi sebuah batu bulat yang sedikit lonjong.

Troun adalah batu sihir paling berguna dibandingkan dengan batu-batu sihir lainnya, kekuatan Troun dapat menyalin sihir yang digunakan lawannya, lalu digunakan balik oleh pengguna Troun.

Penggunaan batu ini dahulu adalah legal, tidak dilarang oleh pemerintah ataupun kerajaan-kerajaan. Namun, karena efek sampingnya yang dapat mengurangi 7 bulan masa hidup pemakainya setiap kali pemakaian. Jadi, sekali pemakaian akan mengurangi 7 bulan waktu hidup pemakainya.

Walaupun dengan nyawa yang harus dibayar untuk menggunakan Troun, tetap saja ada banyak orang yang mengincar batu ini. Batu yang ditempa oleh penyihir yang hebat, kekuatan yang hebat walaupun tiap salinan sihir akan sedikit melemah setelah disalin oleh Troun.

Batu ini diincar karena kekuatannya, dan karena harganya yang sangat tinggi di pasar gelap. Rumor mengatakan harga per satu batunya adalah 23.000 koin emas, membuat orang-orang mencari-cari Troun untuk dijual ataupun digunakan sendiri.

Penggunaan Troun memang sangatlah hebat, batu ini mampu menyalin sihir tingkat apapun bahkan SSS. Namun, sihir yang sudah disalin akan melemah sebesar 78 persen dari kekuatan aslinya.

Pengguna paling hebat Troun sepanjang masa adalah seorang budak, dia mampu mengubah masa pelemahan Troun dari 78 persen ke 21 persen. Dia mengubah masa pelemahannya dengan banyak cara, karena perubahan itu. Dia mampu menjadi penyihir tingkat SS hanya dengan bermodalkan satu batu Troun yang tertanam pada tubuhnya.

Walaupun dia sangat hebat, konsekuensi tetap didapatkannya. Dia mati di umur yang lumayan masih mudah, dia mati setelah menggunakan Troun ke 76 kalinya. Jadi, dengan peraturan itu maka ia mati di umur 33 tahun lebih 8 bulan dari jangka waktu matinya yang asli.

Karena pria itulah, Troun akhirnya dibuat ilegal di seluruh dunia. Batu ini di buat ilegal karena potensinya dan juga efek sampingnya pada manusia yang menggunakan batu ini.

Di tempat lain, paman Joseh duduk sambil membaca sebuah buku yang cukup tebal. Dia membaca bukunya dengan serius, sambil ditemani secangkir air di meja yang ada di depannya.

Paman Joseh menelan ludahnya, "Sudah kuduga, Troun ini memang memiliki efek samping yang mematikan!!" ucap paman Joseh lirih.

Dia menutup bukunya, meminum air, lalu menghela napas yang cukup panjang.

"Nuril... Ini, ini efek samping yang bisa membunuhmu dengan cepat. Ini berbahaya," seru paman Joseh yang khawatir.

"Jika nanti dia kembali, aku..." ucapnya terpotong. Tiba-tiba dia berubah pikiran, "Ah, tidak usah. Biarkan dia menikmati sihirnya, setelah beberapa lama. Aku akan memberitahu semuanya!!" ucap paman Joseh.

Kembali ke dalam hutan yang gelap gulita. Pepohonan yang rindang hampir menutupi sepenuhnya cahaya rembulan yang cukup untuk sedikit menerangi jalan atau hutan.

"AHHH!!!" teriak seseorang, terdengar seperti suara teriakan Nuril.

Di kegelapan yang hanya diterangi obor yang ia bawa, terlihat Nuril terduduk di tanah. Celana panjangnya terlihat sobek, dan terlihat luka yang mengeluarkan darah.

"Aduhhhh!!! Sakit bangett!!!" ucapnya sambil memegangi area sekitar luka di dengkulnya itu.

Obor ditancapkannya di tanah, "Berdarah lagi!! Ini sakit banget!!!" ucapnya yang meringis kesakitan.

"Kok bisa seceroboh itu sih sampai batu besar di jalan nggak keliatan, jadi kesandung terus luka kan!!!" keluhnya yang menyalahkan dirinya sendiri.

Nuril mengelap darah yang menetes dengan dedaunan yang ada di sekitarnya. Dia mencoba berdiri, mengambil busurnya yang jatuh, dan mengambil obornya.

"Ah... Walau sakit, tapi misi ini harus tetep jalan!!" ucapnya dengan penuh tekad.

Dia melanjutkan berjalan, walaupun langkahnya sedikit pincang.

Beberapa lama berjalan menyusuri hutan, kedua matanya sepertinya melihat sesuatu yang lumayan membuatnya penasaran. Yaitu seperti ada sesuatu di dalam semak belukar yang lebat di depannya itu.

Nuril berdiri diam sejenak, "Kalau nggak salah, rusa itu tidur di semak belukar. Atau nggak di bawah pohon yang rendah," batinnya.

Nuril sedikit berjalan ke depan untuk melihatnya lebih jelas, "Nah, semak belukarnya ada bekas kayak diinjak atau ditidurin. Jadi, bisa aja ada rusa yang masih tidur di sana!!" seru Nuril lirih.

Dia tidak berjalan lebih dekat, obornya di tancapkan di tanah, tangan kirinya mengambil satu anak panah. Dan dengan rasa sedikit tenang, dia mulai membidik semak belukar itu dengan busur dan anak panahnya.

"Okey... Aku cepet lepasin satu anak panah, terus satu lagi ke arah semak itu!!' gumamnya yang menyusun rencana.

Nuril mengambil napas dalam-dalam, dan dengan cepat dia melepaskan anak panah itu ke arah semak belukar yang ada di depannya. Satu anak panah meluncur dengan cepat, lalu tangan Nuril bergerak dengan cepat mengambil anak panah lainnya, dan langsung kembali menembak semak belukar itu untuk yang kedua kalinya.

"ARGHHSHHHH!!!" suara teriakan kesakitan, dari suaranya seperti suara hewan yang kesakitan.

Saat Nuril mendengar suara eraman itu, dia kembali mengambil anak panah, dan kembali menembak ke arah semak belukar itu.

Panah kembali melesat dengan cepat ke arah semak belukar, "Itu... Itu rusa?!" tanya Nuril.

Dia mengambil obornya, berjalan pincang ke arah semak belukar. Dia mendekat dengan hati-hati, lalu saat membuka semak belukar itu, dengan kedua matanya sendiri dia melihat seekor rusa yang cukup besar mati dengan tiga anak panah yang menancap di tubuhnya.

"Ini... Ini beneran rusa!!! Yeayyyyyy!!! Latihan pertama ku buat Troun selesai!!!" serunya yang sangat senang.

Dia lalu diam sesaat, "Setelah membunuh rusa, sekarang aku harus apa?!" tanyanya yang kebingungan.

"Ah, udahlah. Aku bawa aja rusanya ke rumah paman Joseh!!" seru Nuril.

Nuril memandang ke tubuh rusa yang cukup besar itu, dia berpikir sejenak cara untuk membawa rusa itu. Jika dia menyeretnya, mungkin bisa saja, tapi itu akan sangat menyulitkan dan akan sangat melelahkan.

"Nggak ada cara lain, aku seret aja ke rumah paman Joseh!!" serunya dengan penuh keyakinan.

Nuril membuang anak panahnya, dia dengan hati-hati meletakkan obornya di tas khusus anak panah itu. Dia mengikat obor di tas khusus anak panahnya agar tidak membakar rambutnya, dan juga dirinya sendiri.

Kedua tangannya mencoba menyeret rusa itu, dia memegangi kedua kaki depan rusanya. Dan kemudian mulai menyeret rusanya dengan perlahan-lahan.

Pelan tapi pasti, rusa itu bergerak sedikit demi sedikit. Dengan kaki yang sedikit pincang, Nuril tetap berusaha membawa rusa yang sudah dia bunuh itu ke rumah paman Joseh.

Tujuh anak panah Nuril di buang di hutan, dan tiga sisanya masih tertancap di tubuh rusa itu. Dia membuang anak panahnya demi bisa membawa obor di belakan tubuhnya, walaupun itu sangat panas dan bisa saja membakar dirinya sendiri jika obornya mulai menyambar ke rambutnya.

Bersambung....

1
Anjar Sutrisno
mantap bre.. lanjut.. 👍 mampir punyaku juga ya..
IRAWAN: siap breee👍👍
total 1 replies
IRAWAN
Kasih pendapat juga dongg, jangan cuman baca🗿
IRAWAN
Hai semuaaaa, jangan lupa likenya yahhhh🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!