NovelToon NovelToon
Kupilih Keduanya

Kupilih Keduanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Harem
Popularitas:951
Nilai: 5
Nama Author: A19

Zevanya Putri Wiratmadja. Putri tunggal seorang konglomerat kaya di Kotanya. Hidupnya sangat sempurna karena memiliki keluarga harmonis dan juga kakak laki-laki yang tampan. Namun siapa sangka? Diam-diam Vanya malah menyukai kakak angkat laki-lakinya itu.

Saat Vanya dengan nekat akan menyatakan perasaannya, kakak laki-lakinya malah mengenalkan seorang wanita yang ia claim sebagai pacarnya.

Di tengah kekacauan hatinya, Vanya bertemu dengan laki-laki menyebalkan yang makin membuat kacau hari-harinya.

Akankah Vanya memilih untuk melupakan kakaknya? Ataukah Vanya lebih memilih untuk memperjuangkan cintanya? Atau malah pindah haluan dan memilih laki-laki menyebalkan yang sayangnya sangat tampan itu?

ikuti terus kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Tiga Murid Baru

Semua murid SMA Bhakti Wiratmadja di heboh kan dengan kedatangan 3 murid baru yang sangat tampan. Mereka mengendarai motor sport mahal, dan salah satu nya berboncengan dengan Azalea Si Ratu Telat.

Semua langsung heboh membicarakan 3 murid baru itu. Apalagi murid yang menggunakan motor sport warna hijau. Banyak yang bilang dialah yang paling tampan diantara ketiganya.

Saat tiga murid baru dan Lea baru turun dari motor, Vanya yang menggunakan motor scoopy itu pun juga baru saja sampai. Vanya memarkirkan motornya di dekat motor sport berwarna hijau milik Vano.

"Woi kampret! Sini lo!" perintah Lea sambil berkacak pinggang.

"Lo hutang penjelasan ya sama gw" ucap Lea setelah Vanya berjalan mendekat.

"Kelas aja" jawab Vanya datar. Lalu tanpa permisi ia meninggalkan Lea dan tiga murid baru yang menatap aneh ke arahnya.

"Dia itu temen lo yang ilang tadi malem?" tanya Tian.

"Iya. Aneh kan emang" jawab Lea.

'Dia.... Bukan nya cewe tadi malem? Kok auranya beda banget ya sama yang semalem. Yang ini kaya lebih dingin gitu ' batin Vano.

Belum sempat mereka berempat melangkahkan kaki, Rain yang datang dari arah parkiran mobil langsung menghampiri Lea.

"Vanya udah dateng belum?" tanya Rain. Kini mereka berdua berjalan beriringan. Sedangkan Trio Edun berjalan santai di belakang mereka berdua.

"Udah. Dia langsung ke kelas. Aura patah hati nya keliatan banget anjir"

"Seriusan lo? Kasian bener dah tu anak" meski mulut Rain berkata kasian, namun bibirnya tetap tertawa meledek.

Tiba-tiba langkah kali Lea dan Rain terhenti karena seseorang.

"Kasihin Vanya ya. Bilangin kalo dari gw" Surya menyodorkan kotak coklat berbentuk hati ke arah Rain yang lebih dekat dengan nya.

"Eh buaya Rawa! Kasihin aja sana sendiri! Lo pikir gw kurir coklat apa" sentak Rain dengan sewot. Sepertinya Rain tak akan pernah bisa bersikap ramah kepada Surya.

"Tadi udah coba gw sapa, eh gw malah di marahin" ucap Surya.

"Mampus! Emang lo cocok buat di marahin. Lagian udah seratus kali di tolak masih aja ya lo deketin sahabat gw" Lea ikut-ikutan memarahi Surya.

"Sahabat gw ga akan mau sama playboy cap kadal kaya elo. Cabut Gan!" Rain menyeret Lea begitu saja untuk menuju ke kelas mereka.

Trio Edun yang sedari tadi hanya diam menyaksikan pun ahirnya ikut pergi meninggalkan Surya seorang diri.

Sampai di depan kelas XI IPA 1, Lea menghentikan langkahnya.

"Lo masuk dulu aja Rain. Gw mau nganter tunangan gw ke ruang Guru"

Tian langsung mengulum senyumnya saat mendengar jika dirinya di akui oleh Lea di hadapan sahabatnya.

5 menit kemudian, Lea kembali ke kelas nya. Vanya dan Rain terdiam seolah sedang menunggu kedatangannya.

"Ayok cepet jelasin ke kita!" perintah Rain. Lea saat ini sudah duduk di kursinya.

"Gw di tolak. Parahnya lagi, waktu gw bener-bener habis nyatain perasaan, ada cewe dateng nyariin kak Fian. Katanya itu pacarnya" ucap Vanya lirih.

"Woi anjing sedih banget! Jadi lo di tolak terus kak Fian ngenalin pacarnya ke rumah? Gilak gilak" sambar Lea dengan heboh.

"Tapi dari kejadian ini, gw jadi punya pemikiran gila" ucap Rain tiba-tiba.

"Apaan tuh?" tanya Lea dan Vanya bebarengan.

"Ah ntar aja deh"

Lea melirik jam yang berada di pergelangan tangan kirinya "Masih sepuluh menit lagi. Ayo ayo lanjut"

"Oke oke, gw lanjut. Kemaren kak Fian keliatan khawatir banget waktu lo ilang. Bahkan hampir limapuluh kali nelpon gw buat mastiin kalo lo udah ketemu apa belum. Khawatir nya seorang cowo ke cewe sama khawatir nya seorang kakak itu beda woi. Gw punya kakak cowo, jadi entah kenapa gw bisa bedain cara khawatir kak Fian sama khawatirnya kakak gw" jelas Rain panjang lebar.

"Ah udah lah. Jangan bikin gw makin berharap deh!" ucap Vanya putus asa.

"Terus sekarang lo mau gimana Van?" tanya Rain.

"Gw mau ngejauh aja dari kak Fian. Gw mau move on aja. Yakali jadi sadgirl? Najissss"

"Eleh gaya lo. Udah nanti kalian berdua gw kenalin sama sahabatnya Tian. Ganteng ganteng banget sumpah. Pacarin aja biar kita bisa triple date. Kalian udah liat kan muka temen nya Tian?"

"Lah Tian yang mana aja gw kagak tau" balas Vanya.

"Betul tuh. Gw juga ngga liatin muka mereka semua. Males" Rain ikut-ikutan.

"Yaudah nanti istirahat ikut gw!" perintah Lea.

Tak lama, guru Biologi pun datang untuk mengajar mata pelajaran pertama. Baru setengah jam pelajaran, Vanya izin untuk pergi ke toilet. Ia pergi sendiri tanpa ditemani oleh kedua sahabatnya.

Di pertengahan jalan, Vanya berpapasan dengan Vano yang juga sedang berjalan seorang diri. Suasana lorong sangat sepi, Vanya pun menghentikan langkah Vano dengan cara menghadangnya.

Vanya merogoh saku seragamnya. Uang 1 lembar pecahan 100 ribuan ia sodorkan ke arah Vano.

"Makasih" ucapnya dengan nada datar tanpa ekspresi.

Setelah Vano menerima uang itu, Vanya langsung pergi begitu saja.

'Bener-bener beda waktu di luar sama di sekolah. Dan gw lebih suka waktu cewe itu cerewet kaya tadi malem' batin Vano sambil melihat ke arah Vanya yang mulai jauh.

Vano melipat rapi uang pemberian Vanya. Uang itu ia letakkan di dalam dompet namun di sisi yang berbeda. Seolah uang itu akan Vano simpan tanpa di pakai sama sekali.

'Tuh cewe punya alter ego kali ya' pikir Vano dalam batin nya.

Saat ingin berjalan lagi, Vano berpapasan dengan seorang gadis berkaca mata tebal dengan rambut kepang dua.

"Eh lo! Cepet sini!" perintah Vano.

"S-sa-saya kak?" tanya gadis berkepang dua itu dengan gugup.

"Lo kenal sama yang namanya Vanya? Zevanya Putri" Vano menyebutkan nama panjang yang tadi malam Vanya perkenalkan.

"Ke-kenal kak. Dia murid berprestasi dari kelas XI IPA 1. Dia juga terkenal karena temenan sama dua anak dari donatur sekolah. Kak Vanya ikut ekstrakurikuler PMR kak dan jadi Ketua nya. Itu aja yang saya tau" jawab gadis culun itu dengan sedikit takut.

"Lo yakin cuman itu?" tanya Vano lagi.

"Kak Vanya banyak di sukain sama cowo-cowo disini kak. Termasuk kak Surya ketua tim basket sekolah sama kak Raza cowo paling ganteng di kelas XI IPA. Tapi setau saya kak Vanya itu ngga pernah pacaran. Mereka yang mendekati kak Vanya pasti langsung di tolak atau bahkan pernah sekali kak Vanya menghajar seorang siswa karena memaksa kak Vanya untuk berkencan"

"Maaf kak itu aja yang saya tau. Itu semua pernah di posting sama akun gosip sekolah" lanjutnya.

"Yaudah makasih" Vano pun meninggalkan gadis culun itu sendirian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!