Episode 1 – Pertemuan yang Tak Pernah Terduga
Arga Wibawa adalah putra dari seorang ayah yang memiliki perusahaan ternama di Jakarta. Takdir mempertemukannya kembali dengan Alya Putri Kirana, cinta pertamanya yang tak pernah bisa ia lupakan.
Sejak perpisahan mereka di bangku SMA, Arga harus mengikuti kedua orang tuanya pindah ke Bali karena ayahnya mendapatkan proyek besar di sana. Mau tak mau, Arga meninggalkan Jakarta dan melanjutkan pendidikan kuliahnya di Pulau Dewata. Meski waktu terus berjalan, bayangan Alya tak pernah benar-benar pergi dari pikirannya.
Bertahun-tahun kemudian, Arga akhirnya lulus dari kuliahnya. Dengan tekad yang kuat, ia memutuskan kembali ke Jakarta untuk mencari sang pujaan hati. Sebulan setelah kelulusannya, Arga bersiap dan terbang menuju kota yang penuh kenangan itu.
Setibanya di Jakarta, Arga mulai mencari pekerjaan sambil berusaha menelusuri keberadaan Alya.
Sementara itu, kehidupan Alya tak berjalan semulus ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandi Wabaswara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 1 - Pertemuan yang tak pernah Terduga
Arga wibawa putra Seorang Anak Sulung Dari Sang Ayah Yang memiliki Perusahaan terkenal di sebuah Kota Jakarta, Bertemu Kembali Dengan Alya putri Kirana Cinta Pertama Yang Tak pernah Ia lupakan.
Sejak Saat Perpisahan Di Waktu SMA, Arga Harus Ikut Kedua Orang tua nya Pindah Ke Kota Bali, Di mana Ayah Arga mendapatkan Proyek disana, Mau Tak mau ia harus mengikuti Perintah kedua orang tuanya, Dan Arga Pun melanjutkan Pendidikan kuliah nya di kota Tersebut, Dan setelah bertahun-tahun Akhirnya Arga Lulus Dari Kuliah nya dan Ia bertekad untuk Kembali Ke Jakarta Untuk mencari Sang Pujaan Hati nya.
Sebulan Kemudian setelah Lulus Arga bersiap siap untuk berangkat ke Jakarta,
Dan setelah Sampai di Jakarta Arga melanjutkan Untuk Mencari Pekerjaan Di kota Tersebut. Dan alya Setelah Lulus Sekolah Ia Tidak melanjutkan Pendidikan nya melainkan bekerja di salah satu Kantor ternama di kota tersebut, Setelah Ibu alya meninggal Beberapa bulan yang lalu Ayah Alya Menikah kembali dan Alya mempunyai ibu tiri yang sangat Membuat Hidup Alya tertekan,
Dan sampailah Arga di Jakarta. Ia turun dari pesawat, lalu mencari taksi untuk menuju penginapan sementara. Esok harinya, ia berencana mulai mencari pekerjaan.
Setelah tiba di penginapan, Arga langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk. Perjalanan selama tiga jam terasa sangat melelahkan. Tak butuh waktu lama, rasa lelah itu membuatnya terlelap.
Dalam tidurnya, Arga bermimpi bertemu dengan Alya, pujaan hatinya yang tak pernah ia lupakan. Senyum Alya begitu nyata hingga membuat dadanya terasa hangat. Namun, seketika ia terbangun.
“Hmmm… ternyata hanya mimpi,” gumamnya pelan.
Arga melirik jam di samping tempat tidur. Jarum jam menunjukkan pukul 07.30. Ia pun segera bangkit, mandi, dan bersiap-siap menuju salah satu kantor ternama di Jakarta untuk melamar pekerjaan.
Sesampainya di kantor tersebut, Arga menemui bagian HRD. Tak berselang lama, ia dinyatakan diterima bekerja di perusahaan itu. Perasaan bahagia dan haru bercampur menjadi satu.
Ketika Arga memasuki ruang kerja dan diperkenalkan kepada rekan-rekan barunya, tiba-tiba Pak Hendro, sang personalia, masuk ke dalam ruangan.
“Selamat pagi,” sapa Pak Hendro.
“Selamat pagi, Pak,” jawab seluruh karyawan serempak.
“Teman-teman, hari ini kita kedatangan rekan kerja baru. Saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik,” ujar Pak Hendro sambil menepuk bahu Arga.
Saat jam menunjukkan pukul satu siang, tiba waktunya makan siang. Arga melangkah keluar ruangan bersama rekan-rekan kerjanya. Namun, langkahnya mendadak terhenti ketika pandangannya tertuju pada seorang wanita yang terasa begitu familiar.
Deg.
Jantungnya berdegup lebih kencang.
“Alya…?” seru Arga ragu, seakan takut salah mengenali.
Wanita itu menoleh. Matanya membulat, seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Ya, saya… Arga?” sahut Alya pelan, dengan suara bergetar.
“Benarkah ini kamu, Alya?” tanya Arga, nyaris tak percaya.
Mereka saling menatap dalam diam. Lima tahun perpisahan seakan luruh dalam satu detik. Rindu, haru, dan bahagia bercampur menjadi satu. Senyum perlahan terukir di wajah mereka, meski mata Alya mulai berkaca-kaca.
Tak pernah terbayang sebelumnya bahwa pertemuan kembali itu akan terjadi di tempat kerja yang sama. Takdir seolah mempermainkan perasaan mereka, mempertemukan dua hati yang pernah terpisah oleh jarak dan keadaan.
Di antara keramaian kantor, dua hati yang pernah terpisah kini kembali saling menemukan.
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰