NovelToon NovelToon
Ketika Putri Istana Menjadi Antagonis

Ketika Putri Istana Menjadi Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sistem / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:869
Nilai: 5
Nama Author: Larasa

Ruoling hidup di istana seperti di neraka setelah ibunya di hukum mati karna katanya 'sudah menuangkan racun di makanan utama saat perayaan ulang tahun Kaisar' hingga banyak yang kehilangan nyawa.

Semua penderitaannya itu di mulai saat dirinya di cap sebagai "anak pembunuh", lalu di fitnah, di jauhi sampai di perlakukan tidak selayaknya tuan putri. Parahnya anak-anak itu tak ragu untuk membayar pelayan yang bekerja dengannya untuk membuatnya berada di posisi yang jahat.

Tapi Ruoling remaja diam saja, tapi beranjak dewasa Ruoling sadar mereka tidak pantas memperlakukannya seperti itu. Namun saat kebenaran tentang ibunya terungkap dalam suatu kebetulan yang tak di sengaja membuat Ruoling rela mempertaruhkan nyawa, masa depan dan namanya semakin buruk untuk membongkar pelaku yang tak pernah di sangkanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Larasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengalah karna menyayanginya

"Jadi apa penjelasan kalian tentang Putri Ruoyi?" Tanya Kaisar tiga hari setelah perdebatan di halaman tempat anak-anak penempuh pendidikan. "Sejak hari itu dia tidak mau keluar dari huniannya dan menolak berinteraksi dengan siapapun!"

"Di sini aku yang salah jadi mohon ayah jangan menyalahkan Kak Ruoling."

"Tapi Ruoyi menyalahkan Ruoling!" Balas Kaisar sambil menatap putri pertamanya dengan kecewa dan marah. "Apa kalian tahu kalau adik kalian menolak makan dan minum? Dia juga berteriak lalu mengusir pelayan yang membujuknya seperti beberapa bulan yang lalu. Dia... juga berkata tidak akan keluar dari kediamannya sampai Ruoling di jauhkan darinya. Ruoyi juga menegaskan setiap melihat... Ruoling membuat dia ketakutan dan selalu di bayang-bayangi kematian."

"Tapi kejadian saat itu akulah yang bersalah, ayah." Ungkap putra mahkota dengan sungguh-sungguh. "Saat itu Ruoyi merasa aku meninggalkannya serta lebih peduli pada Kak Ruoling dari pada dirinya."

"Jadi Ruoyi membohongi dan membodohi ayah?" Tanya Kaisar dengan nada kental akan kecewaan.

Saat ini pria yang sangat di hormati oleh banyak orang sedang bersandar sandaran tempat tidurnya. Sejak berhasil melawan racun kesehatannya menurun, ia tidak bisa duduk atau berdiri di singgasananya terlalu lama karna membuatnya pusing.

Long Moxuan juga tidak bisa memberatkan otaknya dengan masalah-masalah politik atau masalah lainnya hingga di gantikan oleh Permaisuri, Putra mahkota dan pejabat-pejabat penting di istana.

Hal itu membuat Ruoling di landa kebingungan. Satu sisi dia ingin membela dirinya, tapi tidak tega melihat ayahnya juga mengubah sikapnya pada Ruoyi.

"Tidak mungkin, Ayah." Kata Long Ruoling pada akhirnya membuat Long Zhinyun menatap kakaknya tidak tidak percaya. "Adik tidak mungkin melakukan itu."

"Kak–"

Ruoling menggeleng pelan, melarang satu-satunya adik laki-lakinya mengatakan yang sebenarnya mengingat akan memperburuk kondisi ayah mereka.

Sebenarnya apa yang di lakukan Ruoyi saat ini mengingatkan Ruoling pada dirinya dulu yang ingin di perhatikan semua orang. Jika ada yang tidak melakukan itu maka ia akan membuat drama yang membuat ibu, ayah dan semua orang pusing hingga pada akhirnya mengalah.

Selain itu Ruoling juga sangat menyayangi ayah hingga tidak membiarkan pria itu di bebani masalah sekecil apapun itu. Lebih baik ia yang di anggap buruk dari pada adiknya yang akan menambah penderitaannya, misalnya di benci ayah karna ketahuan mengarang cerita untuk mendapatkan perhatian dari semua orang.

"Aku juga tidak masalah di pindahkan, selagi itu nyaman dan membuat Ruoyi bahagia maka akan aku lakukan." Lanjutnya sambil membalas senyuman ayah yang sudah jarang di lihatnya.

"Anak baik," ungkap Moxuan. "Aku yakin di atas sana ibumu pasti menyesal sudah melakukan kejahatan besar hingga menimbulkan banyak korban. Aku juga yakin dia tak akan menyangka kalau putrinya sudah jadi lebih dewasa."

Ruoling sempat kehilangan senyumannya, tapi buru-buru menarik kedua sudut bibirnya lagi dengan terpaksa. Ia menyadari ayah juga berpikir kalau ibu adalah pelakunya sama seperti yang lainnya membuat Ruoling merasa sedikit kecewa.

 

Sampai di Minggu ke sepuluh ibu meninggal dengan di hukum serta beberapa hari setelah pindah dari wilayah kediaman anak-anak, Ruoling jatuh sakit dengan terus memanggil nama ibu.

Permaisuri di sela kesibukan mengurus keseimbangan kerajaan beberapa kali datang menjenguknya. Ia membawa sup panas, selimut yang lebih tebal, bahkan memarahi pelayan yang ketahuan melakukan kesalahan pada Ruoling.

Selama datang, Permaisuri tidak pernah berbicara buruk tentang Selir Hua, meski tekanan politik hampir memaksanya melakukan itu. Tapi Ruoling cukup senang kalau wanita itu tidak merubah sikapnya.

"Akhir-akhir ini aku melihatmu banyak diam beda sekali dengan dulu," kata Permaisuri sambil memandangi Ruoling iba. "Ruoling, aku tahu sulit membiasakan diri setelah kehilangan seorang ibu, tapi... hidup terus berjalan. Apa yang terjadi pada ibumu jadikan pelajaran yang tidak boleh di ulang lagi."

"Apa Yang Mulia tidak marah?" Tanya Ruoling setelah cukup lama diam untuk mengumpulkan keberaniannya. "Apa Yang Mulia tidak menyimpan dendam–"

"Pelakunya adalah ibumu bukan kamu anaknya yang tidak tahu apa-apa. Selain itu, dia juga sudah di hukum jadi tidak perlu menyimpan dendam." Sela Permaisuri dengan satu tangannya menyentuh rambut Ruoling dengan sayang. "Jika ada masalah yang mengganggumu jangan sungkan untuk cerita padaku karna aku juga ibumu."

Ruoling kelingan kata-kata sambil menatap wanita paling cantik dan baik hati selain ibu dengan haru. Ternyata masih ada orang yang sama padanya setelah ibu difitnah hingga membuat semua orang yang memiliki hubungan keluarga dengannya di asingkan atau di bedakan. Seperti yang di rasakan Ruoling sekarang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!