NovelToon NovelToon
THE FORGOTTEN PAST

THE FORGOTTEN PAST

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Dark Romance
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Bagaimana jika kepingan masa lalu yang kamu lupakan tiba-tiba saja menarikmu kembali ke dalam pusaran kenangan yang pernah terjadi namun terlupakan?

Bagian dari masa lalu yang tidak hanya membuatmu merasa hangat dan lebih hidup tetapi juga membawamu kembali kepada sesuatu yang mengerikan.

Karina merasa bahwa hidupnya baik-baik saja sejak meninggalkan desa kecilnya, ditambah lagi karirnya sebagai penulis yang semakin hari semakin melonjak.

Namun ketika suatu hari mendatangi undangan di rumah besar Hugo Fuller, sang miliarder yang kaya raya namun misterius, membuat hidup Karina seketika berubah. Karina menyerahkan dirinya pada pria itu demi membebaskan seorang wanita menyedihkan. Ia tidak hanya di sentuh, namun juga merasa bahwa ia pernah melakukan hal yang sama meskipun selama dua puluh empat tahun hidupnya ia tidak pernah berhubungan dengan pria manapun.

*
karya orisinal

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Malam ketiga berada dirumah besar misterius itu, Karina merasa sedikit lega karena Hugo tidak ada di rumah sehingga membuatnya tidak perlu repot-repot mencari letak ruang makan.

Mereka makan malam di dekat ruangan yang paling dekat dengan dapur, menurut keterangan Ranra, Hugo akan kembali dua hari lagi.

Setelah makan malam, Karina kembali ke kamarnya. Ia menyibak tirai jendela, menatap lama ke tengah taman. Sejak tadi siang, pertanyaan itu tak kunjung beranjak dari benaknya.

“Aku yakin sekali mentalku baik-baik saja dan nggak mungkin halusinasi. Lagipula kalau aku hanya berhalusinasi kenapa hanya sejak tiba di rumah ini? Sebelumnya aku tidak mengalaminya.” Gumam Karina, namun sejak Kate mengatakan tidak melihat anak itu, sampai sekarang pun Karina belum melihat lagi keberadaan anak itu.

Setengah jam kemudian, Karina menutup tirai jendela, meraih jaket yang tergantung di belakang pintu kemudian pergi keluar.

Saat kakinya menginjak lantai satu, Karina melihat Sam sedang duduk sendirian di sofa ruang keluarga.

Karina melewatinya, ia ingin pergi ke halaman belakang. Tangannya baru saja hendak menarik gagang pintu, suara acuh tak acuh Sam terdengar dari belakang.

“Jangan keluar malam ini, peliharaan Hugo sedang dilepaskan selama dua hari.”

“Maksudmu harimau peliharaannya?”

Sam mengangguk.

“Kenapa dia melepaskannya?” Karina berbalik, menatap Sam penuh tanya. “Dan darimana kamu tahu, jangan-jangan kamu kaki tangannya, ya?”

Sam melangkah ke samping pintu, menyibak tirai jendela disana yang memperlihatkan halaman belakang yang luas.

“Lihat,” katanya.

Karina menolehkan kepalanya ke sana, matanya melebar melihat tiga ekor harimau berbaring malas-malasan di sepanjang jalan menuju taman.

Hampir saja Karina pergi kesana dan menjadi santapan para harimau itu.

“Hugo pasti memperlakukanmu dengan baik,” ujar Sama tersenyum tipis. Karina menatapnya, dari nada bicaranya sepertinya pria ini tahu apa yang terjadi antara dirinya dan Hugo.

“Kamu tahu?”

Sam mengangguk. “Aku dan Hugo bisa dibilang berteman. Tidak semua yang diundang kemari untuk dibunuh, ada juga untuk menjalankan beberapa tugas.”

“Tugas apa?”

“Kamu tidak perlu tahu,” Sam menatapnya sebentar, “satu hal yang harus kamu tahu, apapun yang terjadi di rumah ini benar-benar kenyataan, dan apapun yang kamu lihat kenyataan juga.”

“Termasuk anak kecil itu?” Tanya Karina.

“Anak kecil?” Sam tampak kebingungan.

“Katamu apapun yang terlihat di rumah ini kenyataan, bukan halu, aku melihat anak kecil hampir setiap hari di taman. Jadi, apakah anak itu benar-benar nyata? Bukan halusinasiku?”

“Oh God!” Sam menjadi lebih terkejut, ia mengusap kasar wajahnya kemudian berbalik dan pergi begitu saja.

“Hei, Sam! Kenapa kamu lari?” Karina buru-buru menyusulnya. Namun Sam berlari sangat cepat menuju kamarnya dan Karina tiba di sana saat pintu itu tertutup sempurna.

Tok… tok…tok…

“Sam!” Panggil Karina sambil mengetuk pintu.

“Sam!”

Tidak ada sahutan dari dalam, seolah Sam benar-benar tidak ingin melanjutkan pembicaraan tersebut.

“Sial! Kenapa mereka semua aneh, dan cuma aku yang normal disini?” Gerutu Karina menendang kesal daun pintu, kemudian kembali ke kamarnya.

Sesampainya di kamar, Karina berjalan mondar-mandir dekat ranjang.

“Hugo ini misterius, kata Kate dia bisa jadi seorang Vampir.” Gumam Karina mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuk. “Tapi aku yakin dia manusia, seorang kanibal. Sementara semua orang yang dia undang adalah orang berbahaya, dan aku tidak masuk ke dalam kelompok itu. Lalu, mengapa dia mengundangku? Apakah hanya untuk dijadikan pemuas nafsunya?”

Itu sangat masuk akal, setelah Hugo puas, dia pasti akan menyingkirkannya.

“Tidak,” Karina menggeleng tegas. “aku benar-benar tidak bisa mati sebelum menemui Tasya, si penipu itu.” Karina mengepalkan tangannya. Satu tekad kuat untuk bisa bertahan dan pergi muncul dalam dirinya mengingat, karena kalau ia mati disini, Tasya pasti akan sangat senang karena berhasil menipunya.

...\=\=\=\=...

Malam benar-benar sunyi, tidak ada suara apapun selain detak jam dinding yang bergerak teratur.

“ARRRGGGGHHHHHH!”

Karina yang sedang tertidur pulas seketika langsung terbangun mendengar teriakan keras itu. Teriakan menggelegar yang seolah hendak meruntuhkan rumah ini.

“Apa itu barusan?” Karina melirik pintu kamar yang masih tertutup rapat, mustahil suara itu terdengar sampai ke kamar ini jika pintu masih terkunci.

Kantuk Karina sudah lenyap, digantikan rasa penasaran. Ia mengambil cardigan yang tergeletak di sampingnya, meraih senter di nakas kemudian keluar kamar.

Lorong lantai dua hanya diterangi lampu kuning redup, tidak ada siapapun disana. Karina mengeratkan cardigannya, kemudian bergegas turun ke lantai dasar.

Setelah teriakan itu, rumah ini menjadi sunyi lagi. Langkah kaki Karina menggema di sepanjang tangga. Ia menatap lurus ke depan, bulu kuduknya berdiri ketika netranya menangkap sesuatu tergeletak di lantai dekat anak tangga pertama.

Di lantai dingin, tepat di dekat anak tangga pertama, seorang pria tergeletak tak bergerak. Posisi tubuhnya janggal, kepalanya telungkup dengan luka parah di leher yang seharusnya mustahil membuatnya bertahan hidup. Darah mengalir di sekitar kerah bajunya.

Karina menelan saliva susah payah, langkahnya melambat secara signifikan seolah ia takut tiba terlalu cepat di dekat orang yang tergeletak itu.

Namun selama apapun Karina berjalan, jika ia tidak berbalik ke atas, tentu saja pada akhirnya ia sampai di anak tangga pertama.

“Ya Tuhan!” Karina membekap mulutnya menggunakan tangannya yang gemetaran. Orang itu tergeletak menelungkup, bagian lehernya koyak memperlihatkan batang tenggorokannya yang sudah patah. Darah segar mengalir segar, membasahi lantai di dekatnya.

Karina berjongkok di depan orang itu, ia mengulurkan tangan untuk melihat wajah tersebut.

...***...

...Like, komen dan vote ...

1
Maya Sari
Sangat menarik,seru ceritanya,bikin penasarn.
Maya Sari
Ceritanya seru….apa ada kelanjutan nya kk?
Nda
apakah yg berdiri di seberang jln itu hugo
Nda
makin penasaran thor,jangan sampe karina ketahuan Hugo.
sudah brusaha utk keluar,Mlah harus balik lagi😩
Nda
double up donk thor🤭,makin penasaran😩
Nda
duhh.. makin penasaran,apa jgn² benar Hugo itu vampir
Nda
novelmu keren thor
Nda
ditunggu double up-nya thor
Nda
duh,tunggu kelanjutanya thor makin penasaran,apakah itu fto karina🤭
lisa_lalisa
duhh, makin penasaran 😞
Nda
sebenarnya Hugo manusia vampir atau kanibal
di tunggu double up-nya thor
Kevin
Next thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!