ON GOING | UPDATE SETIAP HARI
Hari dimana seharusnya Ayra Rayana bertemu klien pertamanya justru membuat dia terjatuh ke dalam kehidupan klien pertamanya itu. Regana Satya terpaksa menarik Ayra dalam kehidupannya tanpa rencana dan terjadi secara tiba-tiba.
"Bagaimana Pak Rega? Proposal ini apakah sudah sesuai?"
"Sepertinya kamu harus mengganti semuanya" Ucap Rega
"ganti jadi proposal pernikahan sepertinya cocok" Lanjut Rega
"cancel aja pak makasih!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azrinamanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
1 Hari Penuh Masalah
Aroma sabun menyeruak di dalam kamar. Ayra sudah menyiapkan pakaian rega dengan rapih. bahkan kamarnya sudah rapih
Setelah selesai mandi, Rega berjalan menuju dapur untuk menghampiri istrinya yang sedang membuat sarapan untuknya.
grep...
Pelukan rega dari belakang membuat ayra mengerjap kaget. Rega menempelkan dagunya di bahu ayra membuat sang empunya bisa mencium aroma parfum khas dari rega
"mas jangan gini nanti kamu bau masakan! duduk aja!" ucap ayra
alih-alih menuruti. Rega malah mempererat pelukannya dan mulai mejahili istrinya. mencium tengkuk istrinya membuat ayra bergidik ngeri dibuatnya
"Mashh!!" ucap ayra
"iya sayang mas disini" jawab rega
"aku mau lanjut masak mas!! stop!!! atau aku lempar wajan ini sekalian!!" teriak ayra membuat rega buru-buru melepaskan pelukannya
Rega hanya melihat ayra masak dari meja bar. ayra mulai menyajikan makanannya ke meja makan.
"sini mas jangan makan di meja bar ketinggian akunya!" protes ayra
ia menurutinya dan mulai melahap sarapannya. beberapa menit hanya terdiam hingga rega mulai membuka suara
"nanti malem kita ke rumah utama."
"ngapain?" tanya ayra tanpa mengalihkan pandangannya ke arah suaminya
suara dentingan sendok dan piring masih terdengar
"entahlah. Ayah minta kita dateng katanya ada yang penting" jawab rega
Ayra langsung terdiam merenung. seperti memikirkan apa yang mau dibicarakan nanti
"jangan terlalu di pikirin sayang!" ucap rega membuyarkan lamunan ayra
"eh engga ko mas!" balas ayra lalu melanjutkan sarapannya
selesai sarapan. Ayra mengantar suaminya hingga depan pintu. menyalami suaminya sebelum ia berangkat
di depan gerbang ada 2 orang seperti sepasang suami istri dan tadi sebelum berangkat Rega juga menyapa mereka.
"Assalamualaikum mba ayra?" tanya wanita itu
ayra hanya mengangguk lalu tersenyum
"saya bu tina dan ini suami saya rusli" tuturnya lalu tersenyum
"Gimana mba sudah sehat?" tanya nya dengan tatapan tulus
"iya alhamdulillah bu sudah sehat." jawab ayra dengan lantang
"kita masuk aja yu, saya gak enak jadinya ga ngobrol di dalem" lanjut ayra mempersilahkan masuk
"begini mba ayra. saya disini sebagai perwakilan dari komnas perlindungan anak dan perempuan" ucapnya
ayra mengernyitkan dahinya bingung dengan maksud perkataan bu tina
"gimana bu maksudnya?" tanya ayra bingung
"gini mba. saya baru-baru ini mendapatkan laporan jika mba korban kdrt dari suami mba ayra" jelas pak rusli
'lelucon macam apa ini?' tanya ayra dalam hati
"Hah?!! KDRT gimana maksudnya?" tanya ayra
"mba jujur saja. Kita disini untuk membantu mba ayra agar mba ayra bisa menemukan jalan keluar dari sini" jawab bu tina
"ibu dan bapak, maaf sebelumnya...bukannya saya tidak mau jujur tapi informasi yang kalian tangkap itu berbeda. Terima kasih atas perhatian dan kepedulian bapak, ibu dan warga yang bersangkutan tapi kalian salah paham dengan suami saya." jelas ayra agar bisa di mengerti
mereka berdua saling melempar tatapan. Ayra yang melihat itu melanjutkan bicaranya
"begini pak,bu. Memar ini memang ditimbulkan dari suami saya tapi-" ayra menarik nafasnya dalam lalu menghempaskannya
"pada kenyataanya suami saya datang ke kantor saya lalu dia melihat saya bersama klien yang terlihat dari belakang posisinya seperti sedang berciuman. Suami saya yang melihat itu langsung meninju klien saya dan ga sengaja terkena saya jadi saya pingsan"
mereka masih melempar tatapan lalu mengangguk
"jadi siapa yg nyebarin berita salah ini?" tanya ayra
"saya kemarin ketemu seorang pria yang keluar dari rumah mba ayra. saya pikir itu suami mba ternyata bukan. lalu saya tanya ada urusan apa dan dia menjelaskan masalah kdrt ktnya dia itu rekan mba ayra" jelas pak rusli
'kepo banget ya bapak-bapak satu ini! tapi terbukti ini memang ulah arda' batin ayra
ayra mengangguk paham
"mba bener suami mba ga sengaja?" tanya bu tina khawatir
"bu, suami saya sayang banget sama saya. Gak mungkin dia berubah jahat dalam semalam bu" balas ayra bersamaan dengan kekehannya
mereka menganggukan kepalanya paham lalu pamit.
ayra langsung mengambil ponselnya dan mengetikan pesan untuk suaminya
...Massu 🐣...
^^^[mass!!! kamu tau ga?!]^^^
^^^[kamu jadi bahan gosip disini 😂😂]^^^
^^^[katanya kamu KDRT sama aku]^^^
...***...
Ayra tau suaminya masih di jalan jadi belum membalas pesan ayra. setelah 20 menit ayra mendapat balasan dari suaminya
...***...
...Massu 🐣...
[yang bener sayang?]
[kok bisa mereka pikir begitu?!!]
^^^[gak tau mas!]^^^
^^^[sampai perwakilan komnas anak & perempuan turun tangan hahaha 😂😂]^^^
[wahh ga beres nih!]
[siapa yang nyebarin itu?]
^^^[ya siapa lagi?]^^^
^^^[yang kemarin bertamu]^^^
[yaudah sayang, diemin aja!]
[selagi aku ga ngerasa KDRT]
[aku akan tetap diam]
❤️
...***...
tidak ada balasan setelah itu, ayra hanya mengirim emot love. Karna mbok sumi belum balik lagi, jadi ayra mengerjakan pekerjaan rumah sendirian.
ponsel ayra berdering dan menampilkan nama teresa
"ayaa!!!" teriak resa dari sebrang sana
reflek ayra menjauhkan ponselnya dari telinganya.
"kenapa ca?" jawab ayra
"gua mau di jodohin hiks..."
"sama siapa?" tanya ayra penasaran
"buka dulu pintunya!! gua di depan ini basah kuyup!!"
dengan cepat ayra mematikan ponselnya lalu berjalan menuju pintu depan untuk melihat resa
terlihat resa sudah basah kuyup, dengan sepatu sneakers nya yg di tenteng olehnya. ayra mengambilkan handuk dan mempersilahkan resa masuk
ayra memberikan baju untuk resa dan teh hangat untuk menghangatkan dirinya.
"pelan-pelan ca! kenapa?" tanya ayra
isak tangis dari resa membuat ayra tertegun.
"ganti baju dulu nanti masuk angin!!" ucap ayra lalu di jawab anggukan dan berlalu ke kamar mandi
selang beberapa menit, resa sudah kembali dan duduk bersama ayra di ruang tengah.
"hiks... hikss.... hatcuhh.... gua di jodohin sama orang ay! hiks..." ucapnya sambil bersin dan menangis
"gua kabur kesini karna bokap gua nyuruh para bodyguardnya nyari gua!" lanjutnya
melihat sahabatnya seperti ini. membuat ayra terenyuh lalu memeluk sahabatnya untuk menenagkan dirinya
"udah siap cerita?" tanya ayra dan di jawab anggukan
"Gua gak tau dia siapa, dia seumuran laki lu ay. Tapi gua belum mau nikah!! gua mau abisin duit bokap gua baru nikah! lo tau kan ay selama ini gua ga kerja karna masih mau nikmatin hidup ini" ucapnya dramatis
"kenapa ga coba di liat dulu? siapa tau suka" tutur ayra terkekeh
"namanya di jodohin mau gamau kan harus mau! liat aja sebentar lagi nih antek-antek bokap gua ngepung rumah lo untuk nyulik gua!" jawabnya
"wah lu bikin kegaduhan di komplek gua!!" celetuk ayra
sang empunya hanya terkekeh tanpa rasa bersalah lalu merebahkan dirinya di sofa ruang tengah seakan ini rumahnya
knock... knock....
suara gedoran pintu cukup kencang membuat mereka tersentak kaget.
"mampus!! mereka dateng!!" ucap resa panik
"trus gua harus gimana?" tanya ayra yang ikut panik
Resa sedari tadi berjalan muter-muter sambil menggigit kukunya. jika dia gugup atau panik, dia akan menggigit kukunya
"udahlah gua nyerah aja, cape juga gua kabur-kaburan kaga bawa duit!" celetuk resa lalu keluar menyerahkan diri
mereka yang melihat resa keluar langsung menariknya namun resa buru-buru menghempaskannya
"gausah kasar bisa ga!! inget ye kalian! gua anak bos! ada lecet sedikit kalian habis sama bokap gua!" teriak ressa kepada antek-antek papa nya
resa berjalan dengan percaya diri menuju mobilnya lalu melambaikan tangan ke ayra.
"ya allah punya temen kenapa akhlaknya pada aneh semua" ucap ayra menepuk jidatnya