NovelToon NovelToon
Masuk Ke Tubuh Istri Yang Di Benci Suaminya

Masuk Ke Tubuh Istri Yang Di Benci Suaminya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elzaluza2549

Kara seorang artis cantik yang mengalami kecelakaan dan masuk ke dalam novel kebencian memerankan seorang wanita bernama Aleca seorang istri yang di nikahi suaminya karena sebuah dendam.



Dengan jiwa tangguh dan pengalaman hidupnya sebagai pabrik figur, dia mengubah takdir istri yang teraniaya itu dengan kekuatan baru.


Matanya yang dulu bercahaya kini membara, Dan suaranya yang dulu lembut kini tegas. Dia siap melawan suaminya yang menindasnya, dan mengambil kembali kendali kehidupan yang layak untuk sang istri yang lemah.


"Aku sudah siap bermain!” katanya dengan senyum dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzaluza2549, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setuju Untuk Bercerai

Tok..Tok..Tok..

Terdengar pintu kamar Aleca di ketuk oleh seseorang dari luar, sedangkan pemilik kamar masih berada di dalam balutan selimut.

Tok..Tok..Tok..

Terdengar pintu kamar Aleca di ketuk oleh seseorang dari luar, sedangkan pemilik kamar masih berada di dalam balutan selimut.

Perlahan ALeca mengulurkan tangannya mengambil jam alarm yang tak jauh darinya.

Ketika melihat jam di sana, Aleca berteriak.“Astaga jam 9 pagi!”Lantas Aleca langsung melompat dari tempat tidur.

Sementara pintu kamarnya terus di ketuk dari luar.

“Hey, ALeca cepat buka pintunya..!"Suara Sri menggelar di luar pintu kamar ALeca dan mau tidak mau ALeca membuka pintu kamarnya.

“Ada Apa?”Tanya ALeca tanpa minat saat melihat Sri berdiri di hadapannya sambil menyodorkan keranjang berisi pakaian kotor.

“Cuci ini! Nyonya Shofia dan tuan Luiz memerintahkan kamu untuk mencuci pakaian kotor ini!”

Aleca tertawan singkat sembari mengangkat salah satu alisnya.“Mencuci? Kamu masih mau main-main dengan saya yah!”Kata Aleca sambil mencoba menutup pintu kamarnya kembali tapi Sri masih menghalangi nya.

“Tuan Luiz bilang kalau kamu harus mencuci pakaian ini dan juga membersihkan seluruh ruangan!”

Aleca semakin tidak sabar.“Gak ada yang bilang saya harus Nurut sama perintah mereka apalagi perintah dari kamu!”Celetuk Aleca.

“Yah saya tidak tau tapi kan status mu di sini masih seorang pelayan bukan seorang majikan!”Sri terus menyindir membuat ALeca memendam amarah nya saja.

Aleca terlihat marah bahkan kedua tangannya saling menggenggam. Ia pun dengan terpaksa mengambil keranjang pakaian yang sempat ia jatuhkan kembali kesisi genggamannya. dengan mengucapkan sepatah katapun ia berjalan menuju arah tangga.

“Hey, tempat mencuci pakaian ada di lantai 3, itu kamu mau kemana!?"Teriak Sri.

Luiz dan nyonya Shofia tenga mengobrol Santai sambil menikmati sarapan pagi mereka dan tanpa mereka ketahui ALeca berada di belakang mereka dengan posisi tangan masih membawa keranjang berisi pakaian kotor.

Tanpa aba-aba pula ALeca menjatuhkan pakaian kotor itu ke atas kepalanya Luiz.“Di sini tempat yang pantas untuk mencuci pakaian sekalian mencuci otak!"Hardik Aleca dan Yang terakhir ia menuangkan segelas air putih ke atas kepala Luis.

Luiz langsung berdiri dengan mata yang berapi serta memukul meja dengan tangannya.“Kamu..kamu berani sekali!!"Bentak Luiz dengan rahang yang mengeras.

Nyonya Shofia hanya menutupi mulut nya.“Apa yang kamu lakukan pada putra ku, berani sekali kamu melakukan hal itu ha!”

Aleca hanya tersenyum manis.“Mencuci otak, biar gak lupa jika saya bukan lagi seorang pelayan di rumah ini”

Luiz semakin marah, sambil menunjuk ALeca dengan jari yang bergetar.“Kamu sudah melewati batas..!!"

“Coba tampar saya! dengan begitu saya lebih mudah mengajukan surat perceraian pada mu!”Kata Aleca dengan menantang.

Luiz masih dalam ekspresi marah dengan mata membulat karena tidak percaya dengan apa yang Aleca katakan, "Kamu pikir saya tidak berani menceraikan kamu!”Bentak Luiz dengan nada yang semakin tinggi sampai-sampai urat-urat di seluruh tubuh nya kelihatan.

Dengan napas yang memburu Aleca semakin berani melawan Luiz.“Yasudah lakukan itu sekarang juga!”Kata Aleca semakin menantang.

Diam-diam nyonya Shofia tersenyum.'Ayo Luiz cepat ceraikan saja wanita yang tidak berguna ini'

Luiz langsung mengambil napas dalam-dalam, lalu dengan suara yang dingin, "Baiklah, Aleca. jika kamu ingin bercerai..kamu akan mendapatkan nya hari ini juga!”Bahkan setelah mengatakan kalimat itu Luiz pun berjalan meninggalkan ruang makan dengan langkah yang keras.

Aleca tersenyum puas, "Akhirnya...pria itu akan menceraikan ku juga"kata ALeca sambil berjalan ke arah meja makan dan mengambil segelas air untuk diminum santai.

Tapi nyonya Shofia masih di dekatnya hanya tersenyum kecut.“Saya harap itu air putih terakhir yang kamu minum di rumah saya!”

nyonya Shofia berbicara dengan nada dingin lalu berbalik dan mengikuti Luiz keluar dari ruangan.

Aleca masih tersenyum, tapi senyumnya mulai berubah menjadi sedikit getir.“Siapa juga yang mau berlama-lama di neraka seperti ini!”

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Catrin dan Iren memeluk aleca mereka berdua sangat sedih karena Aleca akan pergi dari rumah ini setelah perceraian itu terjadi.

Aleca tersenyum lembut, memeluk Catrin dan Iren erat, "saya akan selalu ada untuk kalian, jangan khawatir..."

Catrin menangis," Mbak Aleca, jangan pergi... Kami tidak ingin mbak pergi..."

Iren juga menangis, "Ya mbak Aleca... Kami akan sangat merindukanmu mbak..."

Aleca mencoba menenangkan mereka, "saya juga akan merindukan kalian, tapi saya berjanji setelah usaha saya lancar saya pasti akan menjemput kalian berdua untuk bekerja sama saya”

Catrin dan Iren langsung berhenti menangis, mata mereka berbinar setelah ALeca berjanji akan menjemput nya setelah bisnisnya lancar.

Tak lama sebuah pesan dari Mario tertera di ponsel Aleca.(Aku sudah menunggu di Bawah Aleca) Aleca tersenyum singkat sambil memasukan ponselnya kembali ke dalam tas.

Aleca mengambil napas dalam-dalam, lalu berbicara pada Catrin dan Iren, "saya harus pergi sekarang. Jangan lupa, saya akan menjemput kalian..."

Catrin dan Iren mengangguk, "Baik mbak Aleca. Hati-hati yah" Aleca tersenyum, lalu berbalik dan berjalan keluar dari kamar, menuju ke bawah di mana Mario menunggu di luar pagar.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Mobil berhenti di depan apartemen mewah, Mario turun dan membukakan pintu mobil untuk Aleca.Tapi Aleca terlihat sedikit tidak nyaman, "Mario, aku rasa ini terlalu berlebihan, pasti biaya sewanya sangat mahal..."

Mario tersenyum, "Jangan khawatir tentang itu, Aleca. Aku sudah membayar lunas apartemen ini jadi Kamu tinggal fokus saja untuk memulai awal yang baru..."

Aleca terkejut, "Apa? Kamu membeli apartemen ini?"

Mario tersenyum santai "Aku bilang kan, aku ingin kamu merasa nyaman. Aku punya investasi dan ini salah satu caranya untuk membantu kamu..."

“O my god.Mario kamu baik sekali aku sungguh tidak tau lagi bagaimana cara ku berterimakasih pada mu, kamu sudah terlalu banyak membantu ku”

Mario berbicara dengan nada yang santai, "Sudah ayo kita masuk ke dalam apartemen, barang kali kamu tidak suka dengan isi di dalamnya dan kamu boleh meminta ku untuk mencari apartemen lain saja aku siap..."

Aleca tersenyum sambil memukuli lengan Mario "Aku yakin itu tidak perlu, Mario. Aku pasti akan suka..." Mereka berdua berjalan masuk ke dalam apartemen, dan Aleca langsung terkesan dengan dekorasi yang elegan.

...----------------...

Luiz masuk ke dalam club, langsung menuju bar dan memesan minuman keras. Bartender menyapanya, "Tuan Luiz, apa yang terjadi? Anda terlihat tidak baik..."

Luiz menghabiskan minumannya dalam satu tegukan, "Berikan aku satu gelas lagi..." Suasana club yang gaduh dan musik yang keras tidak bisa menghilangkan amarahnya.

Bartender menuangkan minuman lagi, "Tuan Luiz, apakah ada masalah?"

“Bukan urusan kamu!”

Luiz yang sedang menikmati minuman nya tiba-tiba mengingat kejadian tadi sore pada saat Aleca pergi dari rumah nya dengan membawa koper dan masuk ke dalam mobil mewah seseorang.

Luiz berhenti minum, matanya menyipit dengan rasa kemarahan, "Jadi itu alasan wanita itu mau bercerai... dia sudah ada yang lain Luiz meletakkan gelas nya dengan keras, "Dan orang itu... Mario! Aku tidak akan membiarkan ini terjadi..."

1
Uthie
Cerita genre transmigrasi yg selalu sukkaaa...
Uthie
Sy selalu berusaha menghargai penulis dengan meninggalkan jejak lohhh yaa Thor 😘🤩
Uthie
👍👍👍👍👍
Uthie
Sukkkkaaa tema genre transmigrasi 👍🤩🤩
Khairunisa Laras
h
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍💪
Herlina Susanty
suka cerita ny thor
smgt nulisnya di tunggu selalu up ny
Herlina Susanty
lanjut thor smgt 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!