NovelToon NovelToon
GERBANG COSMIC

GERBANG COSMIC

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Sistem / Time Travel
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: EsyTamp

akhir zaman tiba, gerbang dimensi terbuka dan monster menghancurkan dunia, Rey kembali ke waktu sebelum gerbang pertama terbuka dan memiliki kekuatan baru untuk menghadapi zaman Akhir. Dia diberi kesempatan kedua untuk hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsyTamp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 – Gerbang Keemasan

Langit kota runtuh itu berubah warna saat senja turun.

Bukan merah, bukan ungu seperti biasanya.

Kali ini… emas.

Di antara reruntuhan gedung pencakar langit, sebuah gerbang dimensi perlahan terbuka. Gerbang dimensi itu tidak terlalu besar, cahaya keemasan memancar seperti matahari kedua yang muncul di tengah bumi yang hancur.

Leoni yang sedang berjaga pertama kali melihatnya.

“Rey… lihat itu.”

Rey menoleh.

Tubuhnya membeku.

Gerbang itu tidak seperti yang lain.

Tidak hitam. Tidak beriak ungu. Tidak memuntahkan monster.

Gerbang itu bercahaya emas, permukaannya berkilau seperti air yang memantulkan cahaya matahari.

Jantung Rey berdetak keras.

“Tidak mungkin…”

Sila menyipitkan mata. “Kenapa? Apa bedanya?”

Rey menatap gerbang itu tanpa berkedip. Ingatan lama muncul seperti badai di kepalanya.

Hutan bercahaya. Langit asing. Bangunan kuno. Senjata berkilau. Ramuan berwarna zamrud. Tumbuhan langka yang bisa menyembuhkan luka dalam hitungan detik, bahkan sebotol air kehidupan.

Dan…

Mutiara kecil bercahaya putih keemasan yang pernah ditemukannya dulu.

Ia pernah masuk ke sana.

Di kehidupan sebelumnya.

“Gerbang spesial,” gumam Rey. “Gerbang yang tidak berisi monster.”

Boy terkejut. “Lalu isinya apa?”

“Harta karun yang terlangka dari yang terlangka.”

Mereka semua menoleh.

“Senjata langka. Ramuan ajaib. Artefak. Tumbuhan kosmik, semua yang tidak ada di dunia ini”

Deva menatap gerbang itu dengan mata besar. “Apa tempat itu Sorga?”

“Tidak,” jawab Rey pelan. “Itu tempat ujian.”

Rey mengepalkan tangan.

Dalam kehidupan sebelumnya, ia masuk sendirian. Ia hampir terjebak di dalamnya. Tapi ia menemukan sesuatu yang tidak pernah ia pahami saat itu.

Mutiara waktu.

Sebuah benda yang mungkin…

menjadi alasan ia bisa terlahir kembali.

“Gerbang ini hanya terbuka sebentar,” kata Rey serius. “Dan…”

“Dan?” tanya Leoni.

“Kalau tertutup… siapa pun yang ada di dalam tidak bisa keluar lagi, tidak ada gunanya terjebak di dalam sana.”

Suasana langsung menegang.

Boy mengangkat alis. “Maksudmu… terjebak selamanya?”

“Ya.”

Leoni memegang lengan Rey. “Tapi.. bukannya di dalam sana penuh harta karun, tidak ada monster”

Rey menjelaskan.

"Yaa.. tidak ada monster disana tapi juga tidak ada makanan, yang bisa dimakan hanya tumbuhan Cosmic, tapi itu adalah obat herbal..”

Mereka semua memandang gerbang emas itu dari kejauhan.

Di dalamnya, terlihat bayangan hutan bercahaya dan bangunan kuno.

Sila menelan ludah. “Kalau itu benar-benar tempat harta… pemerintah pasti akan datang.”

“Dan semua harta di dalam gerbang itu akan menjadi milik pemerintah,” tambah Leoni.

Namun sebelum mereka sempat bergerak…

Sirene meraung dari arah kota pusat.

Radio militer yang dibawa Boy berbunyi.

“Perhatian semua unit! Ancaman baru terdeteksi! Target: makhluk terinfeksi! Ulangi, makhluk terinfeksi!”

Gambar muncul di layar kecil.

Manusia.

Dengan mata kosong. Kulit pucat kehijauan. Gerakan kaku. Mulut berlumur darah hitam.

“Zombi…” gumam Boy.

Rey terkejut. “Infeksi?”

“Virus,” jawab Boy cepat. “Menyebar lewat gigitan, setidaknya itu yang ada di novel yang pernah kubaca.”

Di layar terlihat regu resmi superhero bertarung.

Seorang superhuman dengan kekuatan air menyapu gerombolan zombi. Seorang pengguna gelombang suara menjatuhkan puluhan sekaligus. Pemanah menembakkan anak panah energi ke kepala makhluk-makhluk itu. Beberapa memiliki kekuatan tempur api juga seperti milik Boy namun tidak sekuat api Boy.

Walau tidak terlalu kuat namun jumlah zombi terlalu banyak.

“Seluruh regu resmi dikerahkan,” lanjut suara di radio. “Prioritas: bersihkan zona merah!”

Leoni menatap Rey. “Kalau kita ke gerbang sekarang…”

“Kota akan penuh zombi,” lanjut Sila.

Rey memejamkan mata sejenak.

Di satu sisi…

Gerbang keemasan yang mungkin menyimpan jawaban tentang hidupnya yang kedua.

Di sisi lain…

Manusia yang sedang sekarat di kota.

Deva menatap wajah Rey.

“Kalau Paman nggak nolong mereka… mereka mati.”

Rey membuka mata.

“Benar.”

Ia menatap gerbang emas itu sekali lagi.

“Aku tidak akan membiarkan gerbang ini hilang begitu saja,” katanya pelan. “Tapi… kita juga tidak bisa meninggalkan kota.”

Boy mengangkat tinju. “Kita bantu bersihkan zombi dulu.”

Leoni mengangguk. “Gerbang itu tidak akan lari.”

Sila tersenyum tipis. “Kalau memang takdir, kita akan masuk nanti.”

Rey menarik napas panjang.

“Baik.”

Mereka berbalik dari cahaya emas menuju asap dan jeritan.

Di jalanan, para zombi bergerak terpincang-pincang. Bekas manusia.

Regu resmi bertempur di berbagai sektor. Api Boy membakar gerombolan. Petir Sila menyambar cepat. Senapan otomatis Leoni menumbangkan satu per satu. Rey memasang tameng kosmik untuk melindungi warga yang dievakuasi.

Di kejauhan, gerbang emas tetap berdiri.

Diam.

Menunggu.

Seolah memanggil Rey.

Dan jauh di dalam cahaya itu, sesuatu berdenyut pelan…

Sementara di dunia nyata, wabah zombi menyebar, dan umat manusia kembali diuji.

Apakah mereka akan mati dan menjadi zombi…

Dan di antara dua pilihan itu, Rey berdiri di tengah, terjebak antara misi penyelamatan dan harta karun langka.

1
Mahlubin Ali
itu itu aja dialognya🤣🤣🤣. Bab lalu sama bab sekarang dialog hampir sama. novel aneh
EsyTamp: thanks bang koreksi ny, akan lebih sy perhatikan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!