NovelToon NovelToon
Aku Istrimu Bukan Dia

Aku Istrimu Bukan Dia

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Arunika hanyalah seorang mahasiswi biasa yang dunianya seketika runtuh saat kedua orang tuanya menjodohkannya dengan seorang dosen di kampusnya. Abimana Permana—pria dengan tatapan sedingin es dan sikap datar yang selama ini begitu ia segani.
​Sebuah perjodohan paksa mengharuskan Arunika terikat dalam belenggu pernikahan dengan pria itu. Alih-alih menemukan kebahagiaan, ia justru terjebak dalam teka-teki hati sang suami yang sulit ditembus. Akankah kehidupan Arunika membaik setelah menyandang status sebagai istri, ataukah pernikahan ini justru menjadi luka baru yang tak berkesudahan?
​Ikuti kisah perjuangan hati dan martabat dalam... "Aku Istrimu, Bukan Dia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Matahari bersinar dengan cerah, namun tidak secerah suasana sepasang suami istri yang baru saja menikah.

​Pagi pertama di apartemen mewah itu tidak diawali dengan kemesraan, melainkan suara denting sudit dan aroma nasi goreng yang menggoda. Arunika, dengan rambut yang disanggul asal namun tetap terlihat manis, bergerak cekatan di dapur. Ia sudah rapi mengenakan pakaian untuk ke kampus, tertutup oleh celemek tipis.

​Di ruang tengah, Abimana tampak sibuk memasukkan laptop dan berkas-berkasnya ke dalam tas. Sesekali ia melirik ke arah dapur. Perutnya lapar, dan aroma masakan Arunika benar-benar menyiksa pertahanannya.

​"Sarapan sudah siap." ucap Arunika datar tanpa menoleh, sambil meletakkan dua piring di atas meja makan.

​Abimana berdehem, mencoba tetap terlihat berwibawa. Ia melangkah menuju meja makan dan duduk di hadapan Arunika. Keheningan menyelimuti mereka, hanya terdengar suara sendok yang beradu dengan piring.

​"Masakanmu... lumayan." puji Abimana singkat, sebuah upaya kecil untuk mencairkan suasana.

​Arunika hanya menyesap teh hangatnya perlahan. "Terima kasih. Aku hanya menjalankan tugas sebagai 'penghuni' rumah ini agar tidak terlihat seperti tamu."

​Sindiran itu kembali mengenai sasaran. Abimana baru saja hendak membalas, ketika ponselnya yang tergeletak di atas meja bergetar hebat. Nama Claudia terpampang jelas di layar.

​Abimana melirik Arunika dengan gelisah, namun Arunika tetap tenang menyuap nasi gorengnya seolah-olah ponsel itu tidak ada.

​"Angkat saja." ucap Arunika santai. "Siapa tahu dia ingin mengucapkan selamat pagi pada suamiku."

​Abimana mendengus, ia mematikan panggilannya. "Aku tidak akan mengangkatnya di depanmu."

​"Kenapa? Takut aku sakit hati? Tenang saja, Mas. Aku sudah menyiapkan hati yang cukup luas untuk menampung drama kalian." sahut Arunika sembari berdiri dan merapikan piringnya. "Aku sudah selesai. Aku tunggu di lobi dalam lima menit. Kalau Mas telat, aku berangkat sendiri."

​Arunika melenggang pergi meninggalkan Abimana yang terpaku dengan sendok masih di tangan. Ia menatap piring Arunika yang sudah bersih, lalu beralih ke ponselnya yang kembali bergetar.

​"Sial." umpat Abimana pelan. Ia merasa harga dirinya sebagai dosen yang disegani di kampus benar-benar tidak berlaku di hadapan wanita yang baru dinikahinya ini.

​Abimana segera menghabiskan sarapannya dengan terburu-buru. Ia tidak ingin kalah start lagi dari Arunika.

​Ketegangan di pagi hari itu memuncak lebih cepat dari yang mereka bayangkan. Begitu pintu lift berdenting terbuka di lantai lobi, pemandangan di depan mereka membuat napas Abimana tercekat.

​Claudia berdiri di sana, tepat di depan meja resepsionis. Matanya sembap, rambutnya yang biasa tertata rapi kini sedikit berantakan, dan ia masih mengenakan pakaian yang sama dengan semalam. Ia tampak seperti wanita yang baru saja kehilangan arah.

​Begitu melihat sosok Abimana keluar dari lift, Claudia langsung berlari menghampiri. Ia mengabaikan keberadaan Arunika yang berdiri tepat di samping suaminya.

​"Abi! Aku menunggumu dari subuh! Kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?" isak Claudia sambil mencoba meraih lengan Abimana.

​Abimana tersentak mundur, matanya melirik panik ke arah petugas keamanan dan beberapa penghuni apartemen yang mulai memperhatikan mereka. "Claudia, apa yang kamu lakukan di sini? Pulanglah!"

​"Tidak! Aku tidak akan pulang sampai kamu menjelaskan kenapa kamu setega itu semalam! Kamu hanya terpaksa, kan? Katakan padaku kalau ciuman itu hanya akting!" teriak Claudia histeris.

​Di tengah kekacauan itu, Arunika tetap berdiri dengan sangat tenang. Ia tidak terlihat marah ataupun malu. Sebaliknya, ia justru merapikan tas bahunya dan melirik jam tangan dengan anggun.

​"Mas Abi." suara Arunika memecah kegilaan Claudia. "Waktuku tinggal tiga menit lagi. Jika Mas masih ingin bermain drama di lobi ini, silakan. Tapi jangan lupa, sepuluh menit lagi ada rapat dosen di fakultas, dan namamu adalah yang pertama di daftar hadir."

​Arunika kemudian menatap Claudia dengan tatapan dingin yang merendahkan. "Dan untukmu, Mbak Claudia... lobi apartemen ini memiliki CCTV yang sangat jernih. Jika Mbak ingin masuk ke berita kriminal karena mengganggu ketertiban umum, silakan lanjutkan."

​Claudia tergun, suaranya tercekat di tenggorokan melihat keberanian Arunika.

​"Cukup, Claudia! Masuk ke mobilmu sekarang, atau aku akan benar-benar membencimu selamanya!" bentak Abimana, akhirnya mengambil keputusan karena terdesak rasa malu.

​Abimana kemudian menarik tangan Arunika—kali ini dengan sedikit lebih lembut namun tegas—menuju parkiran mobil, meninggalkan Claudia yang jatuh terduduk di lantai lobi sambil menangis kencang.

​Di dalam mobil, suasana sangat hening. Abimana mencengkeram kemudi hingga jemarinya memutih, sementara Arunika hanya menatap lurus ke depan.

​"Terima kasih sudah tidak membuat keributan lebih besar." ucap Abimana lirih setelah beberapa saat.

​"Aku tidak melakukannya untukmu, Mas." sahut Arunika tanpa menoleh. "Aku melakukannya untuk harga diriku. Karena sekarang, namaku melekat pada namamu. Jadi, jangan biarkan wanita itu membuatku terlihat murahan hanya karena suamiku tidak bisa tegas."

​Mobil terus melaju membelah kemacetan pagi menuju kampus. Di balik wajahnya yang tenang menatap jalanan, Arunika sedang menata ulang puing-puing hatinya. Pernyataan Abimana di apartemen semalam tentang "orang asing" memang menyakitkan, tapi itu justru memicu api semangat yang baru di dalam dirinya.

​Meskipun kamu tidak menginginkan pernikahan ini, aku tidak akan membiarkan diriku diinjak-injak, Mas! batin Arunika sembari mengeratkan pegangan pada tasnya.

​Ia melirik profil samping wajah Abimana yang masih terlihat tegang pasca kejadian di lobi tadi. Rahang pria itu mengeras, matanya lurus menatap aspal.

​Setelah kamu mengucapkan janji di hadapan Tuhan, saat itu juga aku sepenuhnya milikmu. Dan karena aku milikmu, maka kamu pun seharusnya menjadi milikku. Aku tidak akan menyerah pada keadaan. Aku akan berusaha memenangkan hati suamiku sendiri, dengan caraku. lanjutnya dalam hati dengan tekad yang bulat.

​Sesampainya di parkiran khusus dosen, Abimana mematikan mesin mobil. Namun, ia tidak segera turun. Ia terdiam sejenak, lalu menoleh ke arah Arunika.

​"Nika." panggilnya, suaranya sedikit lebih rendah dari biasanya. "Soal Claudia di lobi tadi... aku minta maaf. Aku tidak menyangka dia akan senekat itu."

​Arunika menoleh, menatap mata suaminya tanpa ada sedikit pun gurat kesedihan. Ia justru tersenyum tipis—senyum yang terasa sangat tulus namun penuh misteri.

​"Permintaan maaf diterima, Mas. Tapi maaf saja tidak cukup untuk menjaga martabat kita." sahut Arunika tenang. Ia kemudian mengulurkan tangan ke arah kerah kemeja Abimana, merapikan sedikit dasi pria itu yang agak miring akibat ketegangan tadi.

​Abimana membeku. Jarak mereka begitu dekat hingga ia bisa mencium aroma lembut parfum melati dan bedak bayi yang khas dari kulit Arunika. Jantungnya berkhianat, berdetak sedikit lebih cepat saat jemari lentur Arunika bersentuhan dengan dadanya.

​"Nah, sekarang sudah rapi." ucap Arunika sambil menepuk pelan pundak Abimana. "Mari kita turun. Ingat, Mas, di luar sana kita adalah pasangan pengantin baru yang bahagia. Jangan biarkan satu mahasiswa pun mencium aroma 'perang' di antara kita."

​Arunika membuka pintu mobil dan turun dengan anggun. Semua mata di area parkir fakultas hukum langsung tertuju pada mereka. Desas-desus langsung menjalar kencang saat melihat Pak Abimana, dosen killer idola kampus, datang bersama mahasiswinya yang kini berstatus sebagai istrinya.

​Abimana keluar dari mobil dan menyusul Arunika. Secara tidak sadar, ia berjalan sejajar dengan istrinya, memberikan perlindungan dari tatapan-tatapan kepo para mahasiswa.

1
🇮🇩 NaYaNiKa 🇵🇸
Ini dia kisah yang paling greget. Semoga gak jadi bego kek kisah Sheila & Vano ya.
Semangaaaaaat.... 💪💪💪
🇮🇩 F A i 🇵🇸
Utk apa...? Utk dihancurkan LG...? 🤧🤧🤧
🇮🇩 F A i 🇵🇸
Maaaasss...???? Oh No Maaaasss... Please Just Go straight To Hell, Maaaaasss....!!! 😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Si anak setan bnr2.... 🤧🤧🤧
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Kurang apa di Arun coba. LG sakit hati banget pun masih ngurusi Pak Dosen yg Gobloknya ngalahin boneka angin. Hadeeeuuuuh...
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Baru sadar...? TalaaaaT...!!! 😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Diiiiiiiih... Dasar anak setan. ,😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Heleh2... Dramamu Bim2. 😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Biarin ajaaaaa... Menyesal jg gak guna.
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Berharap pada manusia itu menyakitkan.
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Perempuan hina kalo dah putus asa bnr2 gak ngotak. 🤧🤧🤧
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Bener..!!! Jgn mau diinjak2!!!
🇮🇩 F E E 🇵🇸
CaKeeeeeP... 💪💪💪
🇮🇩 F E E 🇵🇸
GaK SaLaH TuH...? Lo KaLi, Arun mah Gak. 😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Cantik kaaaaaan... 😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Ciiiiiih... Kesian beneeeeer. Ngarep laki2 pengecut.
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Tuuuuuh... Dgr Tuh Bim2.. Anak orang tuh. Bukan anak setan mo dimasukin ke neraka. Eeeeeaaaaa... 😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Bukan Permata lagi Pak. Tapi Berlian Hitam yg menyilaukan. 😏😏😏
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Hancurkan dia berkeping2... Gaaaaasssss kan Arun.💪💪💪
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Perempuan kalo bathinnya SDH tersakiti, bisa LBH tajam dari SiLeT. 😏😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!