NovelToon NovelToon
Titik Penghubung

Titik Penghubung

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:213
Nilai: 5
Nama Author: prasetya_nv

sebuah kehancuran adalah sebuah derita bagiku, seperti kutukan akan kelakuan berat masa laluku. nyatanya itu hanyalah sebatas prasangka. _Ailavati Keysa Maharani.

wajah datar tampak acuh adalah penguat ku, aku terlalu takut untuk dikasihani sebagai alasan pertemanan ku. hidupku telah luluh lantah atas kehancuran.~Alga Mahensa Putra

Di sinilah kisahku dimulai.
Aku Aila Putri cantika yang memiliki trauma akan masalalu, yang di pertemukan dengannya Alga Mahensa Putra.

Pria yang memiliki parasa tampan dan berwajah datar.
Akankah Aku bisa bersamanya?
Apakah ego kita yang akan sama sama menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetya_nv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

masa lalu Tanala

Hari yang berganti, kini matahari menyapaku dengan senyum malu malu. Aku kembali menggunakan seragam sekolahku yang ku banggakan. Aku dan Tanala yang berangkat sekolah bersama sejenak melupakan beban mereka. Menjadi anak SMA kembali yang taunya cuman main sana sini.

Kami sebenarnya selalu bersama. Hanya saja kami terkadang memilih diam menyimpan semua beban masing masing. Aku dengan rasa takut dan penyakit mental ku  sedangkan Tanala dengan kasih sayang yang tak pernah dia dapatkan.

" Hai La, tumben berangkat sepagi ini??? " Alga bertanya dengan tiba tiba ada di depannya saat dia menunggu Nala ke toilet.  Aku bertingkat kaget melihatnya yang sudah ada di depanku. Dengan jantung yang masih berdebar aku menjawabnya" Iya Al, aku berangkat sama Tanala, kamu sendiri??? "  Aku menjawabnya. Aku mendongak melihatnya, aku terpanah. Hari ini dia terlihat begitu tampan.

Aku mulai mengobrol dengan Alga hingga sejenak aku lupa jika aku menunggu Tanala. Tapi dengan tiba tiba Alga merogoh sakunya mengeluarkan benda pipih yang kini di genggamnya. Dia celinguk an seperti mencari sesuatu dan tiba tiba berpamitan untuk pergi.

" Ada hal yang harus aku selesaikan La, nanti kita bicara lagi. Aku lagi buru buru. "  Ucapnya sambil berlalu pergi tanpa menunggu jawabanku. Aku ingin berkata tapi tertahan melihatnya yang semakin menjauh.

Rasa bosan kini mendera ku karena harus menunggu sendirian di lorong ini. Aku memandang ke depan sana tepat lapangan basket yang terlihat ramai anak berkumpul.

Krieett.,... Pintu toilet terbuka membuat ku terkejut saat asyik memandang orang berlalu lalang di seberang.

" La maaf ya aku tiba tiba ada urusan bentar. Ada yang harus selesaikan sekarang juga. "  Tanala tergesa berpamitan padaku, aku yang menunggunya merasa di hianati olehnya. Apa boleh buat sepertinya dia membuat janji dengan seseorang.

" Alga putra Mahensa lagi menunggumu kan na??? Aku tahu dia sudah menunggumu. Selesaikan masalahmu dengannya jangan menunggu terlalu lama takutnya bukan kalian mengobati tapi kalian menyakiti diri kalian sendiri sendiri. Jemput kebahagian kalian masing masing Na. " Aku membuatnya berhenti melangkah dengan perkataanku. Dia mengangguk seakan faham apa yang aku maksud. Ku harap ini akan ada penyelesaian di antara mereka.

Sedangkan di lain tempat. Di  taman belakang perpustakaan kini Tanala dan Alga sedang duduk saling diam tanpa ada yang ingin memulai pembicaraan. Alga membuang nafas kasar.  Alga melirik Tanala di sampingnya yang sedang memilin ujung bajunya.

"Hmmm" Tanala mulai bersuara untuk memulai pembicaraan mereka yang seharusnya di bicarakan sejak dulu. Tapi mereka memilih saling menjauh tanpa membicarakan hal tersebut.

" Mungkin kata maaf tidak akan menghapus luka hati kamu Ga, bukan aku ingin kamu percaya tapi dengarkan aku akan menjelaskan. "  Tanala memohon pada Alga agar mau sedikit mendengarkannya.

Tangan Alga mengepal dan matanya menajam membuat nyali Tanala menciut. Alga berusaha mengontrol diri .

" Aku tidak bermaksud" Ucap Tanala dengan menundukkan pandangannya. Seorang di depannya seakan menelannya hidup hidup.

" Tanpa kamu jelaskan aku tahu semua Tan. Mulai dari rencana Aksa untuk kamu menjadi kekasihku. Sampai kamu tiba tiba memutuskan aku tanpa kejelasan. Ataupun sekarang kamu menjauh dariku aku jelas tahu alasanmu. "  Tangan Alga mulai mengendur bukti sekarang dia mulai tenang. Seakan dia tahu semua ya dengan ucapannya membuat Tanala kelabakan semakin merasa bersalah. Sedikit penasaran bagaimana juga pria di depannya kini mengetahuinya.

" Bagaimana bisa? " Tanala bertanya dari mana Alga mengetahui itu.

" Aku membutuhkanmu karena rasa bersalah ku. " Tanala menjelaskan mengapa dengan tiba tiba memutuskan Alga.

" Aku mendengar sendiri bagaimana kamu dan Aksa menyusun itu Tan. Aku memang naif. Aku ingin merasakan memilikimu walaupun jalan ceritanya sangat menyakitkan. Untuk itu aku berpura pura tidak pernah tahu tentang rencanamu. Aku sudah berdamai Tan jangan khawatir. Aksara masih tetap mencintaimu segitu hebatnya dan dia bertahan hanya untukmu dan Ila. " Alga memberikan penjelasan dari pertanyaan dan pikiran Tanala yang terus bertanya tanya.  Sepanjang pembicaraan ini ekspresi Alga tetap sama yaitu menahan diri dari gejolak api yang membakarnya.

" Jika kamu bisa berdamai dengan itu semua. Percayalah harimu terasa lebih ringan. Jangan pikirkan aku karena mungkin selama ini kamu merasa bersalah padaku Tan. Jadi mulai sekarang hapus pemikiran itu. " Tutur Alga membuat Tanala lebih lega dan mulai merasa beban yang dia simpan kini telah menghilang.  Walaupun dia masih sedikit rasa bersalah karena melihat tingkah Alga yang menahan kemarahannya.

" Terimakasih kamu sudah memaafkan Ga, tapi aku tahu kamu belum benar benar berdamai dengan masa lalu itu. Tapi sekarang aku minta jika kamu mencintainya kejar dia Ga. Aku tahu kamu nyaman dan mungkin kamu benar benar jatuh cinta yang sesungguhnya padanya. Aila Putri Cantika gadis yang rapuh untuk itu jaga dia untukku Ga."  Tanala berucap sedikit memberi saran untuk Alga agar dia tidak tersakiti untuk kedua kalinya.

" Kamu benar Tan aku belum bisa berdamai sepenuhnya, meskipun begitu aku sadar bukan hanya aku saja yang sakit. Kamu dan Aksa juga sakit bukan. Jadi untuk itu kita tata ulang hidup kita. Cukup kita menjadi teman dan selalu bersama seperti kemauan Aksa. Aku capek Tan dengan semua ini. Aku bukan ingin berlari tapi aku ingin mencoba mengikhlaskan. " Tutur Alga membuat Tanala sadar. Mereka cukup merasa berat karena hati mereka belum benar benar mengikhlaskan yang berlalu. Hati mereka masih sama sama bergelut dengn luka masing masing yang saling menyakiti.

Tanala adalah masalalu Alga Putra Mahensa dan Aila adalah gadis yang ingin dia perjuangkan untuk mendapatkan cinta utuhnya. Walaupun sekarang dia sama masih berjuang untuk belajar menunggu ketidak pastian  dari seorang Aila karena masa lalunya yang mulai muncul. Meskipun Aila tak mungkin bersamanya tapi hati Aila masih sama pemiliknya. Terbukti sekarang dalam hari gadis manis itu masih terpenuhi nama sahabat kecilnya yang telah pergi.

Alga memandang lekat gadis yang duduk di taman depan UKS sekolahnya. Setelah dia menyelesaikan masalahnya dengan Tanala. Gadis itu kini raganya mungkin ada di depannya tapi jiwanya sedang liar mengarungi pikirannya yang kadang membuat dia semakin drop.

Entahlah sampai kapan gadis itu akan terus menderita. Sejak awal Alga mengenalnya ada luka yang terbaca dari sorot matanya yang sayu. Dia lelah fisiknya hanya karena sesuatu yang belum terjadi atau mungkin tidak terjadi.  Dia terlalu sibuk berprasangka yang tidak tidak.

" Setiap saat aku melihatmu kamu pasti dalam keadaan melamun La. Apakah beban itu terlalu berat?? " Ucap Alga sambil berjalan mendekati gadis itu.

" Rasanya berat Al, seakan semua orang yang aku sayang akan pergi meninggalkanku. " Jujurku  kepada Alga tanpa menoleh ke Alga. Sepertinya urusan Alga dan Tanala sudah selesai. Aku ingin bertanya tapi itu bukan ranaku untuk bertanya kecuali dia bercerita.

" Ketakutanmu belum valid La, mungkin jika aku berbicara seperti ini kamu akan mengerti ada kalanya seseorang harus terpaksa pergi dan mengorbankan dirinya sendiri untuk orang yang di cintainya. " Alga memberikan pandangan yang berbeda untuk aku fahami. Namun dengan aku bukan orang yang gampang mengubah pemikiran ku. Aku terlalu takut untuk melangkah, kaki seakan berat untuk melangkah ke depan. Pikiranku selalu tertinggal di masa lalu.

Kami tidak berisik tapi saling diam dengan bebannya masing masing. Tanpa ada pertanyaan dan obrolan. Kami sama sama berpikir jalan keluar nya.

"Al apakah suatu saat kamu juga akan pergi sama dengan yang lain?? " Sekian lama kami saling diam aku kembali melontarkan pertanyaan berulang dengan pandangan yang menelisik. Mungkin dia bosan dengan pertanyaan itu lagi. Dia menarik nafas dengan kasar kemudian menggenggam tanganku dengan erat.

" Aku tidak bisa janji Ai bahwa aku akan tetap ada di sisihmu. Tapi akan kupastikan aku akan ada, entah itu di sampingmu atau hanya di dalam hatimu. Aku akan selalu ada dalam ingatanmu. Manusia itu semua akan pergi Ai jadi kamu harus siap untuk itu. Bukan meninggalkanmu tapi tugas dia telah usai. " Masih dengan memandangku serius dia menjawab dengan jawaban yang sama cukup menenangkan untukku dengarkan. Tiada kebohongan yang terpancar dari mata Alga ataupun ucapannya mungkin  bisa di pegang.

"Al kehilangan adalah hal yang aku benci, tapi aku hanya manusia yang tidak bisa merubah jalan takdirku. Aku marah tapi aku malu. Sejujurnya aku tak bisa untuk marah dengan ini semua karena ini bukan dongeng dalam anganku yang bisa ku buat ceritanya sesuai keinginanku. "  Aku menertawakan diriku sendiri saat aku menjawabnya seperti itu.

" Mengenalmu membuatku takut La, aku takut gagal dan aku takut menemukan fakta bahwa aku bukan siapa siapa mereka La. Bukan hanya kamu yang punya rasa takut itu. Tapi aku juga takut tidak bisa memiliki seutuhnya" Guman Alga di tengah obrolan kita. Aku mendengarkannya bingung apa yang di maksudnya.

Suara bel masuk membuatku beranjak dari sana. Tapi pikiranku masih berputar di sana. Aku menerka apa maksud Gumamnya. Aku mendengar jelas, tetapi tanpa tahu maksudnya.

                              ****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!