NovelToon NovelToon
Penjelajah Rimba Tak Berhingga

Penjelajah Rimba Tak Berhingga

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: Guraaa~

Di puncak kesendirian yang tak tertandingi, Kaelen, sang Monarch Primordial, telah menguasai semua hukum alam di alam semestanya. Namun, kemenangan terasa hampa. Justru pada detik ia menyentuh puncak, sebuah segel kuno terpecah dalam jiwanya, mengungkap ingatan yang terpendam: ia bukanlah manusia biasa, melainkan "Fragmen Jiwa Primordial" yang tercecer dari sebuah ledakan kosmik yang mengawali segala penciptaan.

Dicetak ulang melalui ribuan reinkarnasi di dunia yang tak terhitung jumlahnya, setiap kehidupan adalah sebuah ujian, sebuah pelajaran. Tujuannya bukan lagi sekadar menjadi yang terkuat di satu dunia, tetapi untuk menyatukan semua fragmen jiwanya yang tersebar di seantero Rimba Tak Berhingga — sebuah multiverse yang terdiri dari lapisan-lapisan realitas, mulai dari dunia rendah beraura tipis, dunia immortal yang megah, hingga dimensi ilahi yang penuh dengan hukum alam purba.

Namun, Kaelen bukan satu-satunya yang mencari. Para Pemburu Fragmen, entitas dari zaman sebelum waktu,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Guraaa~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13: Pertempuran di Gerbang Langit

Puncak Angin adalah sebuah puncak gunung es raksasa yang mengapung di atas awan, menjulang tinggi di atas Kerajaan Awan. Di puncaknya, sebuah celah langit kecil berwarna biru dan hijau berputar perlahan—portal menuju dunia berikutnya, Aquaria. Namun, jalan menuju puncak dijaga oleh sekelompok Pemburu yang telah membangun posisi pertahanan di sekitar area tersebut.

Kaelen dan pasukan kecil Sylph mendaki lereng es yang licin dengan hati-hati. Dari kejauhan, dia bisa melihat enam Pemburu, dipimpin oleh wanita yang dia temui di Dataran Kristal. Mereka telah mendirikan formasi penghalang energi gelap dan memiliki senjata energi yang tampak canggih.

Pemimpin Pemburu, wanita itu, melihat pendakian mereka. "Fragmen! Kau datang tepat waktu. Kami akan mengakhiri perjalananmu di sini, di ambang dunia baru."

Kaelen tidak menjawab. Dia memberi isyarat pada pasukan Sylph untuk menyerang dari samping sementara dia maju langsung ke tengah. Pertempuran pecah dengan keras. Sylph menggunakan kemampuan angin dan es mereka, menciptakan pisau angin dan hujan es. Pemburu membalas dengan energi gelap dan proyektil penghancur.

Kaelen bertarung melawan pemimpin wanita. Dia kuat, setara dengan Foundation Establishment tengah, dan berpengalaman. Tapi Kaelen dengan tiga fragmen memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas dan pemahaman Hukum yang lebih dalam. Dia menggunakan elemen angin dan es dari dunia ini, dikombinasikan dengan tekniknya sendiri dari dunia sebelumnya.

Pertarungan itu sengit dan seimbang. Pedang energi gelap wanita itu melawan tongkat es yang diciptakan Kaelen dari udara. Mereka bertukar serangan cepat, masing-masing mencari celah. Kaelen terluka parah di paha, tetapi dia juga berhasil melukai bahu musuhnya.

Di sekeliling mereka, pertempuran antara Sylph dan Pemburu lainnya berkecamuk. Sylph unggul dalam jumlah dan pengetahuan medan, tetapi Pemburu memiliki persenjataan yang lebih mematikan. Beberapa Sylph jatuh, sayap mereka rusak.

Kaelen menyadari dia harus mengakhini pertarungan ini dengan cepat. Dia mengambil risiko: dia sengaja membuka pertahanannya, membiarkan pedang musuh mendekat, lalu pada saat terakhir menggunakan Langkah Angin Lembut untuk memutar tubuhnya dan menyerang titik lemah di sisi musuh. Serangannya tepat, dan pemimpin wanita itu terjatuh, pedangnya terlepas.

Dia tidak memberinya kesempatan untuk bangkit. Dengan gerakan cepat, dia melucuti senjatanya dan menahan lehernya dengan tongkat es. "Suruh mereka menyerah!"

Pemimpin wanita itu tertawa terengah-engah, darah mengalir dari mulutnya. "Kami tidak pernah menyerah. Ordo lebih besar dari yang kau tahu..." Tiba-tiba, matanya melotot, dan dia mengeluarkan segel kecil dari jubahnya. "Jika aku tidak bisa memilikimu, tidak ada yang akan!"

Dia menghancurkan segel itu. Energi gelap yang luar biasa meledak dari tubuhnya! Kaelen berusaha menghindar, tetapi ledakan itu terlalu dekat. Dia terlempar ke belakang, dan seluruh puncak gunung bergetar.

Ledakan itu tidak hanya menargetkan Kaelen, tetapi juga merusak stabilitas portal! Celah langit di atas mulai berkedip-kedip tidak menentu, energinya menjadi tidak stabil.

Pemburu lainnya, melihat pemimpin mereka mengorbankan diri, menjadi panik. Beberapa mencoba melarikan diri, tetapi Sylph yang marah mengepung mereka. Pertempuran berakhir dengan kekalahan Pemburu, tetapi kemenangan yang pahit.

Kaelen berdiri dengan susah payah, melihat portal yang sekarang berbahaya. Portal itu berdenyut dengan energi liar, dan robekannya mulai menyusut—portal menutup lebih cepat dari yang seharusnya!

"Dia menggunakan bom jiwa untuk merusak portal!" teriak salah satu Sylph. "Jika kau tidak masuk sekarang, kau akan terjebak di sini sampai siklus berikutnya—seratus tahun lagi!"

Kaelen tidak ragu. Dia harus masuk sekarang. Dia berpaling kepada pasukan Sylph, mengangguk sebagai tanda terima kasih, lalu berlari ke arah portal yang berkedip-kedip. Dengan lompatan terakhir, dia menerjang ke dalam pusaran energi yang tidak stabil.

Sensasi perjalanan kali ini lebih kasar dan lebih menyakitkan dari sebelumnya. Dia merasa seperti dicabik-cabik dan diremas, dunia di sekelilingnya berputar dengan warna-warna menyilaukan. Tiba-tiba, semuanya menjadi gelap.

Dia terbangun dengan perasaan basah dan dingin. Dia terbaring di pantai berpasir, ombak kecil menyapu kakinya. Dia duduk dan melihat sekeliling. Dia berada di sebuah pantai dengan pasir keemasan, di depan lautan biru jernih yang membentang hingga ke cakrawala. Langit di atas berwarna biru cerah dengan satu matahari kuning yang hangat. Di kejauhan, dia bisa melihat pulau-pulau dengan vegetasi hijau subur.

Dia berhasil sampai di dunia berikutnya: Aquaria, dunia lautan.

Namun, sebelum dia bisa menyesuaikan diri, sebuah suara di kepalanya berbicara—suara dari fragmen keempat, lemah tetapi jelas. "Selamat datang, Yang Utuh. Aku menunggumu di Kota Karang yang Tenggelam. Tapi cepatlah, karena Para Pemburu Laut sudah mendekat, dan mereka memiliki sekutu yang lebih berbahaya: Kaisar Kegelapan dari Kedalaman."

Kaelen berdiri, merasakan energi baru dunia ini—kaya dengan elemen air, dalam dan luas. Dia merasakan panggilan fragmen keempat, mengarahkannya ke suatu tempat di dalam lautan. Dia juga merasakan kehadiran asing yang mengintai di bawah ombak—bahaya yang mengancam.

Dia mengambil napas dalam-dalam dan berjalan ke arah air. Dengan fragmen ketiga, dia memiliki kemampuan untuk bernapas di bawah air dan menahan tekanan dalam. Saat dia menyelam ke laut yang hangat, dia merasa seperti pulang ke rumah. Perjalanan untuk fragmen keempat telah dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!