NovelToon NovelToon
TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

TERJERAT ASMARA MANTAN IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.5k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Citra tak pernah menduga akan terjerat asmara dengan mantan kakak iparnya, Bima. Bima adalah kakak tiri Bayu, mantan suami Citra.

Rumah tangga Citra dan Bayu hanya bertahan selama dua tahun. Campur tangan Arini, ibu kandung Bayu membuat keharmonisan rumah tangga mereka kandas di tengah jalan.

Akankah Citra menerima Bima dan kembali masuk dalam lingkungan keluarga mantan suaminya dulu? Bagaimana juga reaksi Bayu juga Arini ketika mengetahui Bima menjalin asmara dengan Citra?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman Atau Calon?

Setengah jam dari kedatangan Bima di rumah Citra, mereka pun akhirnya memutuskan untuk segera berangkat ke Bogor.

"Silakan, Ibu!" Tanpa diduga oleh Ibu Nurul dan Citra, Bima membukakan pintu tengah mobilnya untuk Ibu Nurul.

Ibu Nurul terkesiap, tak menyangka kalau akan diperlakukan sangat hormat dan santun oleh Bima.

"Oh, terima kasih, Mas." Dengan tersenyum haru, Ibu Nurul masuk ke mobil, sementara Ambar langsung berjalan memutar, masuk dari sisi yang berlawanan.

"Kamu duduk di depan!" Ketika melihat Citra ingin ikut masuk duduk bertiga bersama Ibu Nurul dan Ambar, Bima segera membukakan pintu untuk wanita itu dan meminta Citra duduk di sampingnya nanti.

"Benar-benar calon menantu idaman ini sih, Bu. Nggak kayak yang onoh." Ambar berbisik pada ibunya, membandingkan sikap Bima dengan Bayu.

"Sssttt!" Ibu Nurul mendekatkan telunjuk ke bibirnya agar putrinya tidak terlalu banyak berkomentar.

"Terima kasih karena Mas Bima sudah mau mengantar kami pergi ke Bogor." Ketika Bima sudah menyalakan mesin mobil, Ibu Nurul mengucapkan rasa Terima kasih atas bantuan Bima yang mengantar mereka ke tempat saudaranya di Bogor.

Bima melirik dari spion dan mengulum senyuman. "Panggil Bima saja, Bu." Bima meminta Ibu Nurul hanya menyebut nama saja, tapi embel-embel kata Mas di depan namanya. "Saya senang bisa mengantar Ibu dan keluarga ke sana," lanjutnya.

"Kami menginap di sana, pulangnya Minggu. Mas Bima mau ikut nginep juga atau balik ke Jakarta?" tanya Ambar, mencoba mengakrabkan diri dengan Bima.

Citra menoleh dengan mendelik ke arah adiknya, tak senang Ambar bertanya seperti itu.

"Ibu dan Citra akan menginap di sana?" Bima bertanya kepada Ibu Nurul merespon pertanyaan dari Ambar tadi. Dia tidak tahu jika Citra dan keluarganya berniat menginap di Bogor, sehingga dia tak membawa baju salin.

"Iya, rencananya memang seperti itu," jawab ibu Nurul.

"Mas Bima pasti punya kesibukan jadi balik ke Jakarta." Citra menjawab, sebab ia berharap Bima tak menunggui dirinya selama di Bogor. "Biar nanti kami naik bis saja pulangnya, Mas," sambungnya, menegaskan ia dan keluarganya tidak memerlukan bantuan Bima untuk pulang ke Jakarta.

Bima menoleh pada Citra. "Saya tidak ada kesibukan. Mungkin saya akan mencari hotel untuk menginap di Bogor." Tanpa perlu berpikir panjang, Bima sudah mengambil keputusan akan berada di kota yang sama dengan Citra.

Niat Bima memang ingin dekat dengan Citra dan keluarganya, jadi Dia memutuskan mencari hotel untuk dia menginap nanti.

Citra menghempas panjang mendengar keputusan Bima yang ikut menginap di Bogor, meskipun bukan di rumah keluarganya. Dia yakin, Bima pasti akan tetap mengajaknya pergi menikmati malam Minggu.

"Percuma aku pakai alasan ke Bogor, kalau ujung-ujungnya tetap pergi sama dia," gerutu Citra melempar pandangan ke luar kaca jendela, merasa kesal karena dirinya tak bebas karena ada Bima yang menungguinya selama di Bogor.

"Iya, mending Mas Bima menginap di Bogor saja, biar bisa malam mingguan sama Mbak Citra," celetuk Ambar dengan terkekeh.

"Ambar!" Citra langsung menegur Ambar. Citra bahkan kembali mendelik tajam ke arah adiknya, karena menganggap Ambar terlalu lancang berbicara seperti tadi kepada Bima.

"Jangan kurang 4jar gitu bicaranya!" hardik Citra galak.

"Sudah-sudah! Kalian jangan bertengkar! Kasihan Bima sedang mengendarai mobil. Nanti nggak bisa konsentrasi mendengar pertengkaran kalian!" Ibu Nurul melerai kedua putrinya agar tak terjadi keributan lebih lanjut, apalagi saat ini mereka bersama Bima. Tidak enak rasanya bertikai di hadapan orang lain.

"Maafkan anak-anak Ibu ini ya, Bima. Mereka memang sering begini kalau kumpul." Ibu Nurul meminta maaf pada Bima, karena kata-kata tak sopan Citra dan Ambar.

"Tidak apa-apa, Bu. Saya mengerti," sahut Bima memaklumi.

Citra mendengus kasar dan kembali melempar pandangan ke luar jendela, karena adiknya justru seperti memberi jalan pada Bima untuk lebih banyak waktu dengannya, padahal dia sendiri ingin menghindari Bima.

Dalam perjalanan menuju Bogor, Citra lebih banyak diam dan lebih fokus ke ponselnya, curhat pada Vera. Hanya Ibu Nurul dan Ambar yang berbincang dengan Bima.

Pukul 11.10 menit, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Terlihat pekarangan rumah Uwa Ninik, kakak dari Ibu Nurul tampak ramai. Sepertinya saudara Citra sedang berkumpul di rumah Uwa Ninik Kebetulan rumah Sekar dan orang tuanya bersebelahan, hingga sanak saudara berkumpul di sana menegok Sekar yang baru melahirkan.

Citra memejamkan mata dan menarik nafas perlahan. Pasti kehadiran Bima bersamanya akan menjadi pertanyaan saudaranya yang kepo.

Citra turun dari mobil dan membantu memegang pintu mobil belakang agar tetap terbuka, karena Ibu Nurul hendak turun.

"Assalamualaikum ...* Sementara Ambar yang sudah lebih dulu turun bergegas menghampiri keluarga Uwa Ninik yang menyambut di teras rumah ketika melihat ada mobil mewah masuk ke pekarangan rumah mereka.

"Waalaikumsalam ..." jawab Uwa Ujang dan Uwa Ninik bersamaan.

"Apa kabar, Uwa? Sehat?" Ambar mencium punggung telapak tangan Uwa Ujang dan Uwa Ninik bergantian.

"Alhamdulilah, sehat, Ambar." Uwa Ujang menjawab.

"Kamu makin cantik udah besar gini, lho, Mbar." Sementara Uwa Ninik memuji penampilan fisik Ambar yang makin bersinar memasuki usia dewasa.

"Cantik dong, Wa. Ponakannya siapa dulu!?" Ambar menjawab dengan tersenyum menyeringai.

Sementara Citra berjalan menggandeng lengan ibunya, tak berdampingan dengan Bima.

"Assalamualaikum ..." Giliran Citra dan Ibu Nurul yang menyapa Uwa Ujang dan Uwa Ninik

"Waalaikumsalam ...."

"Kamu sehat, Nur?" Uwa Ninik langsung berpelukan dengan adiknya.

"Alhamdulilah, Teh. Teteh sehat juga?" Ibu Nurul menjawab dan balik menanyakan kabar sang kakak.

"Alhamdulillah, Nur. Mesti sehat, apalagi sekarang tambah cucu, ikut bantu urus anak si Sekar," jawab Uwa Ninik,

Sementara pandangannya kini mengarah kepada pria yang berjalan di belakang Citra dan ibu Nurul.

"Wah, bawa supir ke sininya?" celetuk Uwa Ninik.

Citra menahan tawa ketika Uwanya menganggap Bima seorang supir.

"Hush! Dia teman Citra, Teh." Ibu Nurul menepuk lemah lengan Uwa Ninik karena pertanyaan kakaknya tadi.

"Teman Citra? Calonnya, Nur?" Uwa Ninik makin penasaran.

"Bukan, Wa!" Dengan cepat Citra menyangkal.

"Ini Bima, teman bisnis kantor Citra, A, Teh." Ibu Nurul menjelaskan pada kakak dan kakak iparnya. "Bima, ini kakaknya ibu, Uwa Ninik namanya. Kalau ini Uwa Ujang, suaminya." Lalu Ibu Nurul mengenalkan keluarganya kepada Bima.

"Saya Bima, Pak, Bu." Bima lalu memperkenalkan diri pada Uwa Ujang dan Uwa Ninik.

"Kirain calonnya Citra, udah senang duluan Uwa lihatnya." Kembali Uwa Ninik meledek Citra dan Bima, membuat wajah Citra merona, sementara Bima hanya mengulum senyuman.

"Apaan, sih, Wa!?" Citra langsung menggandeng lengan Uwa Ninik dan melangkah lebih dulu ke dalam.

"Jangan ngomong gitu, Wa. Mas Bima itu relasi bisnis kantor aku. Dia itu bos penasaran. Nggak enak aku jadinya, Wa." Citra berbisik agar Uwanya tidak terus membicarakan soal hubungan Bima dengan dirinya. Dia khawatir keluarganya terlalu berharap kepada Bima, sementara mereka tidak tahu jika Bima adalah kakak tiri dari mantan suaminya.

"Bos pemasaran?" Uwak Ninik menoleh ke arah Bima. "Pantas saja penampilannya keren, ternyata dompetnya memang tebal," komentarnya kemudian.

"Sssttt! Pelan-pelan bicaranya, Wak!" Citra kembali menegur Uwak Ninik.

"Tapi, kenapa dia bisa nganter kamu ke sini?" Uwa Ninik mencurigai sesuatu dengan keikutsertaan Bima bersama keluarga adiknya. "Jangan-jangan, dia suka sama kamu, Cit. Nggak mungkin kalau dia nggak punya perasaan ke kamu, sampai dia rela bela-belain antar ke sini jadi supir pribadi kamu." Uwak Ninik terkekeh, bisa menebak niat Bima terhadap keponakannya. Siapapun akan menebak ke arah sana melihat semangat Bima melakukan pendekatan pada keluarga Citra.

♥️♥️♥️

1
ρυтяσ✨
Q g kebayang loh... pasti Citra dag dig dug setiap maz'Bima tlf🤭🤭🤭di chat bukan'y balas mala justru panggilan yang dia tekan...karna seseorang yang ditakdirkan bercerai dengan pasangan'y itu pasti ada jodoh yang lebih baik lagi dari sebelum'y..aamiin 🤲🤲🤲semoga mereka emang jodoh ya
ρυтяσ✨
ya kaliii maz'Bima may menerima penikana Cit🤭🤭pasti nanti mala sekalian di anterin
ρυтяσ✨
pepet terus ya maz'Bima... jangan kasih kendor🤭🤭🤭
ρυтяσ✨
emang lelaki kalo sudah ada rasa mah gitu ya... berasa kek sudah ada hubungan gitu g mau di tolak apa yang di perintahkan🤣🤣🤭
ρυтяσ✨
😍😍😍mau Cit... maz'Bima lelaki dewasa yang g suka basa-basi,dia langsung tunjukan kalo tertarik pada mu
ρυтяσ✨
ciyeeeee gercep ya maz'Bima sat set🤗🤗🤗
ρυтяσ✨
weeeh Kevin... awas nanti kau sendiri malah kepincut sama Citra bisa jadi saingan kalian
ρυтяσ✨
gpp lah Cit... maz'Bima pasti'y lebih baik dari Bayu🤭🤭dia kan bedah kantong sama Bayu jadi pasti g sama kan sifat'y
ρυтяσ✨
🤣🤣🤣aish.... bibi ucapan mu membuat maz'Bima jadi tersedak toh
ρυтяσ✨
waaaah beneran ada rasa yang tak pernah duga ini mah....didukung penuh sama boss u itu Cit🤭🤭
ρυтяσ✨
kalo mertua ikut campur ya pasti RT g bisa berjalan dengan baik, apa lagi suami lebih condong ke ibu'y
sryharty
apa hak kamu baaaay
woooooy kamu itu udah mantaaan yaah
mantan buang pada tempatnya
tempat nya tong sampah
Dest Cookies
arini orgnya julid banget..pikirannya jelek mulu..
semoga bima sama citra tdk terpengaruh...
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
Bima itu laki2 dewasa apalagi gak ada ikatan darah dengan Arini.dia bebas memilih siapapun untuk jadi pendampingnya,kok Arini yang repot kalang kabut kebakaran jenggot😂
sepicik itu pikiran Arini terhadap Citra?
Esther Lestari
Bayu dan Arini sama2 takut kalau Bima menikah dengan Citra.
Ayo Bima lindungi Citra dari niat jahat Arini
sryharty
kebakaran jenggot ga tuh mereka Bayu dan Arini
sryharty
good Laras
kamu emang the best
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
kenapa Bayu harus cemburu melihat Citra bersama Bima..masih cinta ya sama Citra😁
Esther Lestari
mau ngapain Bayu keluar ruangan juga....awas kalau mau mendekati Citra
Dest Cookies
makin seru nih kisahnya.. ayo citra tunjukan pd bayu dan arini bhw kamu.. sangat bahagia sama bima..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!