Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12 Misi Baru
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...Happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
Saat sampai Alga ke rumah lamanya, alangkah terkejutnya ia saat melihat ada sebuh papan templete yang bertuliskan "Rumah ini di jual, sila hubungi nomor ini. 0823xxxxxx"
Alga melihat nomor telepon tersebut adalah nomor hp mantan istrinya. Ia sungguh tak menduga, setelah Nita meninggalkan dirinya dan anaknya, sekarang rumah itu juga mau di jual dia.
"Nita ini benar-benar keterlaluan sekali sih! Apa bagi dia semua adalah miliknya? Ini tidak bisa di biarkan!" kata Alga merasa marah dan kesal, ia membuang papan templete itu ke tanah lalu menginjak-injak nomor hape Nita dengan kasar.
Setelah di pikir-pikir lagi, kenapa ia harus membuang papan templete itu, Alga masuk ke dalam rumah dan mengambil sebuah arang bekas kayu bakar, Alga menghapus nomor telpon Nita, dan menggantikan ke nomor telponnya meskipun hapenya butut, tapi masih bisa di gunakan, kadang Wa grub dari sekolahnya masuk, Hapenya selalu eror karena memori penuh, hanya ponsel itu yang sanggup ia beli, itu pun hape seken, karena ia harus mengalah dari Nita karena Nita seorang sekretaris dan harus memiliki ponsel mahal dan pakaian modis.
Setelah menulisnya, Alga kembali memasang papan templete itu sambil tersenyum.
"Semoga saja rumah ini terjual cepat, uanya bisa untuk Keperluan Grisha," katanya sambil menepuk-nepuk papan tersebut sambil berharap.
Lalu ia pun masuk ke dalam rumahnya, Alga mengambil beberapa pakaian Geisha yang menurutnya masih layak pakai, dan juga mengambil seragam sekolah Grisha.
Semuanya ia masukan ke dalam tas dan tidak terlalu banyak bawaannya, karena di rumah barunya, sudah tersedia baju-baju bagus, begitu juga dengan bajunya.
Ting!
[Misi baru]
[Menangkap 20 ekor ikan seberat 1 kg dan menjualnya]
[Hadiah, sebuah kapal]
[Status misi sedang berlangsung]
"Ha? Aku mendapatkan misi menangkap ikan lagi, aku harus secepatnya pergi ke laut nih, untuk menangkap ikan agat misinya selesai dan ia mendapatkan kapal, lumayan buat ganti sampan lamanya.
"Bang, ayo antar aku langsung ke pelabuhan," pinta Alga yang tadinya setelah mengambil baju langsung pulang, tapi karena ada misi, ia pun langsung ingin ke pelabuhan untui menjala ikan.
Perlahan-lahan motor pun melaju di jalanan menuju pelabuhan, saat sampai di sana Alga langsung membayar ojeknya.
"Berapa Bang?" tanya Alga dengan cepat.
"Karena Pulang balik, jadinya 100 ribu bang," jawab tukang ojek tersebut.
Alga pun mengeluarkan uang 100 ribu dan memberikan kepada tukang ojek tersebut. "Terima kasih bang," ucap tukang ojek itu merasa senang.
Alga mengangguk dan ia berlari ke arah pelabuhan, saat itu ada beberapa Nelayan yang baru datang membawa jala mereka, tapi tentu saja Norman da Jusuf sudah ada di pelabuhan sambil merokok.
"Baru datang bang?" sapa Alga kepada salah satu nelayan itu.
"Iya Alga, ngantuk banget karena main game semalaman, akhirnya kesiangan," jawab Nelayan itu yang bernama Yanto sedang membawa 2 buah jala di punggungnya.
Saat itu Yanto ingin memasukkan jalanya di sampannya, tapi ia tidak melihat sampannya lagi.
"Ya ampun, kemana sampan ku!" teriak Yanto panik, karena sampannya hilang.
"Ada apa bang, ada apa?" tanya nelayan lain datang mendekat dan ikut panik.
"Sampanku! Kemana pergi sampanku! Siapa yang mencurinya!" teriak Yanto terduduk lemas melihat sampannya tidak ada lagi.
Norman dan Jusuf mendekat dan penasaran. "Kenapa Bang Yanto?" tanya Norman sambil menekuk alisnya.
"Kemana pergi sampanku? Apa kalian melihat pencurinya?" tanya Yanto dengan nada lemas.
Norman dan Jusuf langsung berpandangan, bukannya kapal Alga yang mereka curi tadi malam? Kenapa Sampak Yanto yang hilang? Ini tidak masuk akal.
"Emangnya di mana abang meletakkan sampan Abang dan warna apa tenda Abang?" tanya Norman penasaran.
"Kapalku ke letaknya di sini, tadinya di sini ada sampan Alga, dan sampan Alga aku pindahkan ke sana, karena tadinya aku ingin pagi-pagi menangkap ikan. Tendanya juga warna biru sama kayak sampan Alga karena tendaku yang warna oren sudah robek. Ya ampun, kemana pergi sampan ku," ucap Yanto sambil menangis.
"Itu adalah satu-satunya sampan ku untuk mencari nafkah, jika sampanku hilang, bagaimana aku mencari nafkah," kata Yanto dengan sedih dan syok.
Norman dan Jusuf saling berpandangan, mereka terlihat pucat, jadi sampan yang mereka curi itu adalah milik Yanto, bukan milik Alga?
Jadi mereka sudah salah mencuri sampan, Norman menelan ludahnya, bagaimana jika mereka ketahuan telah mencuri sampak Yanto, habislah mereka.
Tiba-tiba saja datang seorang pria yang juga membawa jala. "Ada apa ini?" tanya Pria itu.
"Sampan bang Yanto hilang, Bang Aif," jawab Alga.
"Hilang? Kok bisa?" tanya Pria itu.
"Nggak tahu," jawab yang lain.
"Kalau tidak sala tadi malam, aku melihat Alga pergi menjaring malam-malam. Kamu ada lihat nggak?" tanya Aif melihat ke arah Alga
Alga menekuk alisnya bingung. "Tadi malam aku tidak pergi menjaring, Bang," jawab Alga.
"Ha masa sih? Aku melihat kamu pakai sampan, saat aku sapa... eh suara kamu udah nggak serak lagi?" tanya Aif ingat sesuatu.
"Serak? Aku nggak sedang sakit," jawab Alga bertambah bingung.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...