NovelToon NovelToon
Sisa Cinta, Bara Dendam

Sisa Cinta, Bara Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Pernikahan rahasia / Selingkuh / Cinta Terlarang / Chicklit
Popularitas:49.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wida_Ast Jcy

Naila tak pernah menyangka hidupnya akan hancur dalam sekejap. Dihujani fitnah dan kebencian dari keluarga mantan suaminya, ia menjadi orang asing di rumah yang dulu dianggap tempat pulang. Difitnah suami dan dikhianati adik sendiri. Luka batin bertubi-tubi dan pengkhianatan yang mendalam memaksanya bangkit menjadi sosok baru yang tegas, penuh perhitungan, dan siap membalas setiap luka yang pernah diterimanya.

Lima tahun berlalu, Naila kembali dengan wajah dan tekad yang berubah. Bukan lagi wanita lemah, ia kini hadir sebagai ancaman nyata yang mengguncang rumah tangga mantan suaminya. Dalam perjalanan membalas dendamnya, ia akan menguak rahasia-rahasia kelam dan menetapkan aturan baru, tidak ada yang boleh melecehkannya lagi.

Siapakah yang akan bertahan saat permainan balas dendam dimulai?
Bersiaplah menyelami kisah penuh emosi, intrik, dan kekuatan wanita yang tak tergoyahkan dalam novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida_Ast Jcy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 FITNAH KEJI

Bersamaan dengan itu, Naufal berjalan menuruni tangga. Ia melihat ke arah Naila yang kini tampak bersitegang dengan keluarganya. Naufal terkejut saat melihat ada Julian di sana, dan semakin terkejut ketika melihat pria yang waktu itu tertangkap basah bersama Naila di kamar hotel berada disini.

“Julian, sedang apa kau di sini? Dan mengapa kamu membawa perempuan itu kerumahku?” tanya Naufal mendekat dengan sorot mata tajam.

Julian menundukkan kepala dengan hormat.

“Mohon maaf, Tuan. Tapi saya datang untuk membawa bukti apakah Nona Naila bersalah atau tidak,” ujarnya sopan.

Julian memohon izin untuk membuka laptopnya, lalu menghubungkan flashdisk yang berisi rekaman dari pria blasteran itu. Video rekaman tersebut akan membuktikan siapa yang bersalah dan siapa yang tidak.

Naila tersenyum tipis, seolah kebebasan akan segera berpihak padanya. Olivia yang setia di sisinya turut memberinya semangat.

“Semua akan segera berakhir. Ini akan membuktikan bahwa kamu tidak bersalah. Dan aku yakin, Nadia sedang ketakutan. Lihatlah wajahnya ia mulai panik.”

Dari ekspresinya saja sudah jelas bahwa dialah dalang di balik kejadian ini.

“Sebentar lagi kejahatannya akan terbongkar,” bisik Olivia kepada sahabatnya itu.

Naufal, Tuan Hendra, dan Nyonya Linda tampak menunggu dengan penuh rasa penasaran. Jika benar Naila dijebak, tentu mereka akan meminta maaf dan memintanya kembali. Mereka bahkan tidak akan ragu untuk mengulang resepsi pernikahan demi menebus rasa bersalah kepada Naila.

Naila tersenyum lega. Wanita yang kini mengenakan kerudung bergo itu berharap semua akan segera berakhir. Setidaknya, meskipun ayahnya takkan kembali dan bayi dalam kandungannya telah gugur, ia masih bisa membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah. Orang yang merencanakan semua ini harus menerima hukuman seberat-beratnya.

Namun, saat video rekaman di laptop dengan volume penuh itu diputar, tiba-tiba terpampang adegan yang membuat semua orang terdiam kaku.

Seorang wanita yang mengenakan gaun persis seperti yang terakhir kali dipakai Naila tampak di layar. Ia menatap kamera, kemudian mulai membuka satu per satu pakaiannya hingga terlihat polos dari belakang. Wanita itu berjalan menuju ranjang, tempat seorang pria asing tersenyum ke arah kamera. Pria itu pun sama sekali tidak mengenakan busana.

Semua yang hadir di ruangan itu terpaku, ngeri sekaligus syok, ketika adegan tak senonoh itu semakin jelas terlihat. Meskipun hanya tampak dari belakang, siapa pun dapat menebak apa yang dilakukan sepasang manusia itu.

“Cukup! Menjijikkan!” seru Naufal dengan wajah merah padam.

“Naila! Apa-apaan ini?! Kamu datang ke sini hanya untuk memperlihatkan hal memalukan seperti ini?!” pekiknya dengan nada penuh amarah.

"Kalian?!

"Dan kau... Dasar jalang murahan!”

Naila dan Olivia saling berpandangan bingung. Mereka segera menghampiri Julian untuk melihat lebih jelas apa yang sedang diputar di laptop itu.

“Astaghfirullah!” pekik Naila seraya menutup mulutnya dengan kedua tangan.

Begitu pula dengan Olivia yang tampak sangat terkejut. Nyonya Linda menggeleng-gelengkan kepala sambil mencibir.

“Tidak usah sok suci, Nai. Kau datang ke sini hanya untuk mempertegas perselingkuhanmu dengan pria itu? Untuk apa? Pamer? Cih... kita semua sudah salah menilaimu. Kau hanya terlihat alim di luar saja! Aku betul betul telah menyesal dulu menerima mu sebagai menantu. "

Naila yang masih syok seketika menatap Julian yang terpaku sambil memegangi laptopnya.

“A-apa maksudnya ini? Julian, bukankah kau bilang…”

“Aku bilang, aku akan membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah, Nona. Dan pria itu…”

Julian menunjuk ke arah pria asing tersebut.

“Dia juga akan mengakuinya!” seru Julian sambil menyeringai dan mengarahkan pandangannya pada pria asing yang sejak tadi duduk tidak sopan di atas sofa dengan kaki disilangkan ke atas meja.

“Ya, ya, aku kan sudah bilang sejak di hotel itu. Kenapa kalian semua tidak percaya? Ayolah, Naila sayang… kenapa kamu tidak mau mengakuinya? Kamu dan suamimu kan sudah bercerai. Lebih baik kita lanjutkan saja hubungan kita. Jangan menutupinya lagi!” ucap pria itu dengan nada menggoda.

Ucapan itu membuat Naufal semakin naik pitam. Wajahnya memerah, bukan hanya karena marah, tetapi juga karena merasa dikhianati.

Kedua mata Naila yang berkaca-kaca itu membelalak lebar. Ia menggeleng pelan, sulit mempercayai apa yang terjadi. Tatapannya lalu beralih ke arah Nadia, yang kini tersenyum tipis, senyum yang terasa seperti ejekan.

Saat itu juga Naila menyadari, semua ini adalah jebakan. Ia tahu, sejak awal dirinya telah dipermainkan oleh adik kadungnya sendiri. Naila sangat yakin, wanita yang ada di video itu bukan dirinya. Itu adalah Nadia. Tinggi dan berat badan mereka memang sama.

“Mas... aku difitnah. Aku dijebak. Itu bukan aku, Mas! Aku mohon, percayalah!” seru Naila dengan suara bergetar.

“Diam kamu, Naila! Tidak ada lagi yang harus kau jelaskan. Semuanya sudah jelas. Pergilah bersama selingkuhanmu itu!” pekik Naufal dengan mata melotot tajam.

“Aku tidak akan pergi sebelum membuktikan bahwa aku tidak bersalah. Wanita dalam video itu adalah Nadia!” jawab Naila dengan tegas meski suaranya bergetar.

PLAKK!

Satu tamparan mendarat di pipi Naila. Naufal yang sudah termakan fitnah melayangkan tamparan keras hingga pipi putih Naila memerah.

Hening. Suasana langsung sunyi. Hanya isakan tangis Naila yang terdengar. Ia mengelus pipinya yang terasa panas dan perih.

Olivia terlihat sangat geram sekaligus terkejut melihat sahabatnya yang diperlakukan kasar oleh pria itu. Ia mengelus punggung Naila, memberikan dukungan, lalu membentak Naufal yang menurutnya pengecut karena tega menampar seorang wanita lemah seperti Naila.

“Teganya kau menampar Naila! Kau bukan laki-laki Naufal, dasar pengecut!” pekik Olivia dengan marah.

“Eh, apa yang kamu bilang barusan? Beraninya kau menghina suamiku?!” Nadia tak terima, sambil berkacak pinggang, siap melawan Olivia yang membela Naila.

“Kalian sudah dibutakan oleh wanita ular itu! Kalian sudah tertipu! Kalian akan menyesal!” tegas Olivia sambil merangkul pundak Naila yang kini menangis tersedu-sedu.

Naila tak mampu berkata apa-apa. Luka pada fisiknya tidak seberapa dibandingkan rasa sakit di hatinya.

"Bawa wanita itu pergi dari sini! Jangan kau tunjukkan lagi wajahmu di rumah ini! Kau bukan istriku lagi. Kau tidak pantas untukku, pergi kau wanita jalang!!!"

Naufal membalikkan tubuhnya setelah mengucapkan kata-kata yang begitu menusuk sanubari. Namun, saat ia baru melangkah, Naila yang sudah tak lagi mengharapkan untuk kembali karena sudah terlanjur kecewa, mengatakan sesuatu yang membuat Naufal membeku dalam kebingungan.

"Kamu akan menyesal suatu saat nanti, Mas. Bukan hanya perasaanku yang telah kau bunuh, Mas, tapi kau juga telah tega membunuh darah dagingmu sendiri. Ingat kata-kataku malam ini, keluargamu, anak-anakmu, dan keturunanmu akan hancur! Kau akan menderita lebih dari ini!" ucap Naila dengan suara bergetar.

Rasa sakit hati itu menumbuhkan dendam sehingga sumpah serapah ia layangkan. Wanita itu berlari meninggalkan ruang tamu di rumah mewah mantan suaminya. Olivia mengejarnya. Begitupun dengan seorang pelayan yang sejak tadi menangis menyaksikan drama di rumah itu. Ia mengejar majikannya seraya membawakan koper milik Naila yang dititipkan padanya pagi tadi.

Naufal kembali ke kamarnya, membawa perasaan yang tidak karuan. Antara marah dan benci pada Naila karena malam ini, ia seolah melihat adegan yang mempertegas perselingkuhan mantan istrinya itu dalam video yang sebenarnya bukan Naila pelakunya. Video panas itu hanyalah rekayasa.

Tuan Hendra mendengus kesal melihat drama di rumahnya ini.

"Buang-buang waktu saja!" Pria itu pun bergegas naik ke lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya.

Begitupun dengan Nyonya Linda, wanita itu menghela napas sesak kemudian menyusul suaminya ke kamar. Ia teramat kecewa kepada Naila. Sama seperti Naufal.

BERSAMBUNG...

1
studibivalvia
enak aja congor lo kalo ngomong
studibivalvia
ga mungkin semudah itu lah pasti ada sesuatu nya
Addb_Rh
padahal ibunya belum menuduh secara detail, tapi Nadia malah jwb duluan. Definisi ngaku duluan, sebelum di tanya "Apaa itu kamu?"

🤣🤣 dodol si Nadia.
GreenForest
lah yang Ja.lang tuh kamu 🤣🤣🤣 Nad. Ngaca ngaca
GreenForest
Julian yang Ba.jing. an tuh kamu sama Nadia 😭😭😭 tau
Addb_Rh
si Abi kalau bersikap manis terus gini sih, di jamin Naila jatuh hati. 😅
chemistrynana
lah si Nadia ini hawek nya
putri bungsu
tp sayang nggk sih, rambut yang dulu nggk pernah dilihat siapa pun, eh sekarang malah dilihat ribuan orang,,,
putri bungsu
berubah drastis nih cerita nya, masa sih Naila lepas hijab demi balas dendam
putri bungsu
aku suka dengan semangat mu kali ini Nai
Serena Khanza
bener-bener nyesek dan sedih banget pas disini kalo ada di posisi naila, disaat semua orang menuduhnya atas perbuatan yg gak dia lakukan dan gak ada yg menolongnya🥹🥹🥹
sebenernya naila anak kandung nya atau bukan sih kok bisa gitu seorang ibu ngomong gitu..
aku jadi kesel sama nadia dia kan adik nya masa setega itu, atau jangan jangan mereka adik kakak tiri
Serena Khanza
alurnya bagus, diluar nalar beda dari cerita lainnya, suka sama tokohnya
Chimpanzini Banananini
bencana akan segera datang🤭
Mingyu gf😘
aaa abi love youu
Mingyu gf😘
memjijikan
Mingyu gf😘
Baguslah kalau lo sadar
Mingyu gf😘
julian tulus tapi bego
Mingyu gf😘
/Chuckle/busuj
Mingyu gf😘
cihh lu yang mendukan senang senang aja
Panda
chapter ini kena ya bagian nya menyentuh menggetarkan hati

baguslah Najla ga benar benar sendiri karena ada Olivia sebagai moral sistem
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!