NovelToon NovelToon
Penakluk Cinta Sang Kapten

Penakluk Cinta Sang Kapten

Status: tamat
Genre:Menikahi tentara / Duda / Tamat
Popularitas:164.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Bismillah karya baru FB Tupar Nasir
WA 089520229628

Sekuel dari Ya, Aku Akan Pergi Mas Kapten

Kapten Excel belum move on dari mantan istrinya. Dia ingin mencari sosok seperti Elyana. Namun, pertemuan dengan seorang perempuan muda yang menyebabkan anaknya celaka mengubah segalanya. Akankah Kapten Excel Damara akan jatuh cinta kembali pada seorang perempuan?

Jangan lupa ikuti kisahnya, ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Ngigau

     "Lho, Pak, kenapa saya diajak ke dalam kamar Pak Excel? Terus saya tidur di mana?" Zinni terkejut, karena Excel membawa ke dalam kamarnya.

     "Ya ampun, tadi kamu bilang kamu tidak bisa tidur sendiri kalau hanya dengan cahaya lilin, saya ajak kamu ke kamar saya supaya kamu tidur di kamar saya bareng saya. Bukankah kamu takut tidur sendirian hanya dengan cahaya lilin?" tegas Excel kesal.

     Zinni membuatnya naik darah. Dia baru tahu kalau Zinni yang seorang Guru TK, tapi pada kenyataannya kelakuan di luar Guru TK jauh dari kata seorang Guru.

     "Ti~tidur bareng, kita kan bukan suami istri, Pak?" kaget Zinni.

     "Ck. Kamu ini ternyata oon, maksud saya kamu tidur di ranjang saya. Kita bisa berbagi ranjang, atau saya di sofa. Kamu paham sampai di sini?" pelotot Excel, baru kali ini berurusan dengan seorang perempuan tapi kelewatan bolotnya.

     "Oh, i~iya, saya paham, Pak. Kirain saya, kita tidur bareng. Kita kan belum halal," ceplos Zinni.

     "Apa maksud kamu?" sentak Excel terkejut dengan ceplosan Zinni barusan.

     "Maksud saya, kita bukan mahrom. Apa saya salah, ya, tadi ngomong?" Zinni malah bingung sendiri.

     "Ya sudah, kamu tidur saja. Pusing saya bicara sama kamu, bisa-bisa saya setres hadapi kamu."

     "Nah, bantal guling untuk menghalangi batas tidur kita. Cepat tidur saya juga sudah ngantuk," ujar Excel seraya melempar bantal guling ke arah Zinni.

     Zinni akhirnya menaiki ranjang Excel yang nyaman. Sepertinya ini bukan ranjang busa biasa, dan ranjang ini lebih ke ranjang sehat yang bisa membuat tidur Zinni nyaman.

     "Nah selimutnya." Excel melemparkan selimut ke arah Zinni yang sudah menaiki ranjang.

     "Makasih Pak," ujarnya sembari mulai berbenah. Zinni mulai membaringkan tubuhnya, sebelum tidur tidak lupa berdoa dan pikirannya tiba-tiba menerawang jauh. Kenapa dirinya tiba-tiba bisa sekamar dengan Excel.

     "Ini kayak dejavu sih, aku seperti pernah memasuki kamar ini. Atau pernah bermimpi kali, ya, masuk ke dalam kamar yang sama yang penghuninya seorang abdi negara. Lamunan Zinni pun kembali ke 12 tahun yang lalu.

     "Apa cita-cita kamu Zinni?" Bu Zihan sang ibu kala itu bertanya sambil melipat baju pada Zinni gadis kecil yang mulai merangkak remaja.

     "Zinni ingin menjadi istri Om tentara," ujarnya sembari menunjuk pada pasukan para prajurit yang sedang mengemban pendidikan. Di punggungnya tergendong tas ransel yang berat, sementara di tangannya ada senjata laras panjang yang pegang erat oleh kedua tangannya.

     "Semoga cita-citamu tercapai. Kalau kamu ingin menjadi istri seorang prajurit tentara, kamu harus kuat mental seperti baja, karena istri seorang tentara harus siap apabila ditinggal pergi jauh berdinas oleh suaminya," tutur sang ibu sambil mengusap rambut Zinni kecil.

     "Iya, Bu. Zinni suka om tentara, mereka gagah manggul ransel dan senjata," balasnya terkekeh.

     "Pasti, cita-citamu akan tercapai."

     Polos dan apa adanya kala itu. Setiap sore sehabis makan sore, Zinni sering nongkrong di depan rumahnya di kampung, sambil melihat pasukan hijau lewat memanggul senjata, sebab rumahnya kebetulan berdekatan dengan sebuah hutan yang menjadi pusat latihan para tentara.

     "Pak Excel seorang tentara, tapi aku tidak suka sama dia. Dia tentara yang judes dan menyebalkan. Sepertinya Pak Excel memang menyebalkan sehingga bercerai dari Bundanya Nada." Lamunan Zinni berakhir, lamat-lamat ia tertidur. Deru nafasnya mulai teratur dan lembut.

     Excel beranjak menuju ranjang, setelah tadi sempat menyalakan lilin dan menempatkan di tempat yang kira-kiranya aman.

     Sejenak ia menatap punggung Zinni. Deru nafas yang teratur, menandakan bahwa Zinni sudah terlelap.

     "Ya ampun, kenapa aku bisa terjebak bersama gadis asing yatim piatu ini?" herannya. Excel memutuskan membaringkan diri di samping Zinni, karena iapun mulai ngantuk.

     "Aku sudah ngantuk, lagipula ranjang ini sudah dibatasi guling." Excel berbaring. Tapi, rasa kantuk justru mendadak menghilang entah ke mana, bayang-bayang masa lalu bersama Elyana kembali muncul. Ada kerinduan di dalam jiwa Excel terhadap sosok Elyana yang perhatian. Excel buru-buru menepis bayangannya tentang Elyana, lagipula Elyana saat ini sudah bahagia bersama sepupunya Rafka.

     "Elyana sudah bahagia dengan Mas Rafka. Mas Rafka juga bisa membuat hari-hari Elyana tersenyum. Aku tidak boleh memikirkan lagi Elyana," tepisnya menghapus bayang sang mantan istri yang masih ada sedikit di dalam hatinya.

     Excel mulai memejamkan mata, akan tetapi tubuh Zinni bergerak-gerak, ia seperti orang yang kegerahan, menyingkirkan selimut yang menutupinya dengan kaki, sehingga selimut itu terburai dan kini Zinni tidak berselimut.

     Memang hawa malam ini sudah mulai menghangat sejak hujan reda, terlebih lagi AC tidak menyala karena mati lampu. Walaupun kota Tagog Soang termasuk kota yang udaranya tidak panas, tapi tetap saja kalau malam kadang hawa panas itu muncul membuat orang kegerahan.

     "Ya ampun si Zinni ini, rupanya tidurnya tidak bisa diam," gerutu Excel ketika melihat Zinni bergerak-gerak mengatur posisi baringnya. Dan sepertinya Zinni belum menemukan posisi yang nyaman.

     Zinni berbalik, lalu memeluk guling pembatas kemudian mengapitnya. Tidak lama, tidurnya kembali tenang dan diam.

     "Huhhh, ini perempuan kenapa, tidak bisa tidur diam kah?" heran Excel.

     "Pak Excel, oh Pak Excel."

     Excel terkejut, tiba-tiba namanya disebut Zinni. Excel bangkit, lalu menatap lekat ke arah Zinni. Tapi gadis itu masih lelap memeluk guling, sampai bawahnya tersingkap, karena Zinni memang memakai baju atasan saja yang panjangnya di atas lutut lima senti.

     "Apa dia ngigau?"

     "Pak Excel itu ternyata sangat tampan dan wangi. Sayangnya, dia judes dan galak. Sepertinya perceraiannya dengan Bundanya Nada, karena Pak Excel galak dan judes. Padahal Bundanya Nada baik dan cantik, tapi kenapa bisa bercerai. Atau Pak Excel berselingkuh?" lanjut Zinni masih mode mengigau.

     "Gila, si Zinni masih melanjutkan igauannya, dia pakai ngatain aku lagi," gumam Excel.

     "Huahhhh."

     Zinni kembali bergerak, kali ini dia bergeliat sampai bantal gulingnya ia hempas jauh-jauh, entah apa yang dia rasakan, antara kegerahan dan mimpi buruk tidak ada bedanya. Excel terus memantau pergerakan Zinni yang semakin ugal-ugalan.

     "Ya ampun, apalagi yang dirasakan gadis ini? Tidur sampai gelisah seperti itu," gumam Excel masih mengamati Zinni yang masih bergerak-gerak terlihat kurang nyaman.

     "Uahhhhh, di mana gulingnya?" igaunya lagi dengan mata masih terpejam. Tubuh Zinni masih berguling-guling sampai hampir mendekati Excel.

     "Kenapa dia makin mepet, apa yang dia rasakan? Gila gadis ini," umpat Excel bermaksud bangkit menjauhkan tubuhnya dari Zinni. Namun, dengan cepat, Zinni tiba-tiba sudah merangkul Excel, disangka Excel guling tadi yang dia hempaskan.

     "Hmmm, di sini rupanya guling tadi. Ini sangat nyaman dan hangat," igaunya lagi seraya memeluk Excel dengan kaki mengapit kaki Excel, diduganya Excel adalah guling. Kemudian, pipi Excel diciuminya. Zinnipun kembali terlelap dengan posisi mencium pipi Excel dan tidur mengapit tubuh Excel.

NB: Ini hanya hiburan ya, semoga terhibur.

1
Hr sasuwe
👍
Nasir: Makasih Kak..
total 1 replies
panjul man09
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Maya Ratnasari
yeeaay, sip Thor. usia kehamilan yg sangat make sense. terima kasih atas story yang berkesan dan membumi dengan keseharian masyarakat indo.
Maya Ratnasari
ahahhaahhhh, author bisa humor jugaa
Nasir: Hehehheheh... biar gak tegang bgt Kakkk😄😄😄🙏🙏🙏
total 1 replies
Maya Ratnasari
ijin thor, koreksi sedikit:
sanksi = hukuman
sangsi = ragu

yang dimaksud author di sini sanksi kan ya?
Nasir: Ahhh.... bnr bgt Kak. Nanti sy perbaiki ya. Mksh udah koreksi.
total 1 replies
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
nuhun karyana tor
Nasir: Sami2...
total 1 replies
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
sabar Excel, tunggu halal supaya bebas
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
Excel termasuk beruntung, 3 x nikah dapatnya gadis semua
Nasir: Hehehe... iya...
total 1 replies
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
harus sat set sat set ya dengan aparat mah.
dih pak duda main todong saja
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
udah tau zini malu, masih ditanya tanya Cel
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
impian zinni yg terbawa mimpi
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
excel beruntung terus lihat zinni
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
itu kecupan ya zin zin
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
excel lg mau menyelamatkan jodohnya
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
lebih baik minta tolong pak Excel zin
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
lah ada ya yang begitu, merampas barang yg bukan hwk nya
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
eh ternyata zinni kepincut pak duda juga toh
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
jangan sedih zin, km hrs tegar, km kan tidak seperti yang dituduhkan
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
erni betina ga tau malu
𝔪𝔞𝔯𝔴𝔞𝔥
tor kok zinni nya mudah sekali disentuh sentuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!