NovelToon NovelToon
Darah Ratu 1000 Tahun

Darah Ratu 1000 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Perperangan / Balas Dendam
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naomihanaaya

Seorang Raja Vampir yang kehilangan ratunya di medan perang, lalu menunggu 1000 tahun untuk menemukan reinkarnasi istrinya di dunia manusia. Namun ketika ia menemukannya kembali, sang ratu tidak lagi mengingat masa lalu mereka, sementara ancaman perang antara bangsa vampir dan manusia serigala kembali muncul.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naomihanaaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 Rencana Tersembunyi

Malam semakin larut di desa kecil itu.

Langit gelap terbentang luas tanpa awan, hanya dihiasi bintang-bintang yang berkelip redup. Udara terasa dingin dan sunyi, seolah seluruh desa benar-benar tertidur dalam ketenangan yang menipu.

Namun tidak semua orang terlelap malam itu.

Di rumah kayu tua milik kakek Alana, sebuah pertemuan diam-diam sedang berlangsung.

Lampu minyak kecil menyala di atas meja, cahayanya redup namun cukup untuk menerangi ruangan yang dipenuhi bayangan. Di dalam ruangan itu, tiga orang duduk dengan wajah serius.

Kakek Alana, Paman Dan bibi.

Tidak ada suara yang terdengar selain detak halus kayu yang mengerut karena udara dingin mereka menunggu dan beberapa saat kemudian…sebuah bayangan muncul di luar jendela.

Hampir tidak terlihat Namun cukup untuk membuat ketiga orang di dalam ruangan itu langsung menyadarinya.Pintu terbuka perlahan tanpa suara Edward melangkah masuk.

Tidak ada suara langkah tidak ada tanda kehadiran yang jelas seolah ia hanyalah bayangan yang bergerak dalam kegelapan.

Paman langsung berdiri, refleks lama yang muncul begitu saja Namun, kali ini tidak ada rasa curiga di matanya hanya keseriusan.

“Terima kasih sudah datang,” katanya pelan.

Edward mengangguk sedikit.

Tatapannya tenang, namun ada sesuatu yang berbeda malam ini.

Lebih tajam lebih dingin ia berjalan ke arah meja dan berhenti di sana.

“Kita tidak punya banyak waktu,” katanya langsung.

Nada suaranya rendah, namun tegas.

Kakek Alana menatapnya dalam.

“Apa yang terjadi?”

Edward tidak langsung menjawab.

Ia memandang ketiga orang di hadapannya sejenak, seolah memastikan bahwa mereka siap mendengar kebenaran yang lebih dalam.

“Raja Serigala sudah mulai bergerak,” ucapnya akhirnya.

Suasana ruangan langsung berubah.

Paman mengerutkan kening.

“Maksudmu… kejadian di hutan kemarin bukan kebetulan?”

Edward menggeleng pelan.

“Itu hanya permulaan.”

Bibi menahan napas.

“Jadi mereka akan kembali?”

Edward menatapnya.

“Bukan hanya kembali.”

Ia berhenti sejenak.

“Mereka akan datang dengan tujuan yang lebih jelas.”

“Alana.”

Nama itu menggantung di udara.

Membuat suasana menjadi lebih berat.

Paman mengepalkan tangannya.

“Kita tidak akan membiarkan itu terjadi.”

Edward tidak meragukan itu.

Ia bisa melihat tekad di mata mereka.

Namun masalahnya jauh lebih besar dari sekadar niat.

“Mereka bukan lawan yang bisa kalian hadapi dengan cara biasa,” katanya tenang.

Kakek Alana mengangguk pelan.

“Aku tahu.”

Ia menatap Edward lebih dalam.

“Karena itu kau datang ke sini.”

Edward tidak menyangkal.

“Ya.”

Ia melanjutkan dengan suara yang sedikit lebih rendah.

“Aku tidak bisa melindungi Alana sendirian.”

Kalimat itu membuat paman dan bibi sedikit terkejut.

Namun kakek Alana tidak.

Ia sudah memahami hal itu sejak awal.

“Karena kalung itu…” gumamnya.

Edward menatapnya.

“Benar.”

Ia melanjutkan,

“Selama ini aku bisa merasakan keberadaannya dengan jelas karena kalung itu.”

“Kalung itu bukan sekadar perhiasan.”

“Kalung itu adalah penghubung antara aku dan dia.”

Bibi terlihat bingung.

“Penghubung…?”

Edward mengangguk.

“Alana belum sepenuhnya mengingat siapa dirinya.”

“Dan selama itu, ikatan kami belum sepenuhnya terbentuk.”

“Kalung itu membantu memperkuat ikatan tersebut.”

Paman menghela napas.

“Dan hari ini… dia melepasnya.”

Edward tidak menjawab.

Namun tatapannya sudah cukup menjelaskan.

Ya.

Itulah sebabnya ia terlambat, Itulah sebabnya ia tidak langsung menyadari bahwa Alana telah keluar dari desa.

Ruangan kembali hening.

Kakek Alana akhirnya berbicara,

“Jadi kita harus memastikan dia tidak melepas kalung itu lagi.”

Edward mengangguk.

“Itu salah satu cara.”

“Namun bukan solusi jangka panjang.”

Paman menatapnya.

“Lalu apa?”

Edward terdiam beberapa saat.

Seolah mempertimbangkan sesuatu yang tidak mudah untuk diucapkan.

“Kita harus membuatnya mengingat.”

Kalimat itu membuat bibi terkejut.

“Mengingat…?”

Edward mengangguk perlahan.

“Masa lalunya.”

“Sebagai Ratu Vampir.”

Suasana langsung berubah lebih berat dari sebelumnya Paman menggeleng pelan.

“Itu… terdengar berbahaya.”

Edward tidak menyangkal.

“Memang.”

“Namun itu satu-satunya cara.”

Ia menatap mereka satu per satu.

“Selama dia masih manusia biasa…”

“dia akan terus menjadi target.”

“Dan aku tidak akan selalu bisa berada di sisinya.”

Kakek Alana menyilangkan tangannya.

“Jika dia mengingat…”

“apa yang akan terjadi?”

Edward menjawab dengan tenang,

“Dia akan menjadi dirinya yang sebenarnya.”

“Dan saat itu…”

“tidak ada makhluk yang berani menyentuhnya.”

Bibi terlihat ragu.

“Tapi… bagaimana dengan Alana yang sekarang?”

“Apakah dia akan berubah?”

Pertanyaan itu membuat Edward terdiam untuk pertama kalinya, ada sedikit keraguan di matanya.

“Dia tetaplah dirinya.”

jawabnya pelan.

“Namun… dia juga akan menjadi seseorang yang pernah hidup sebelumnya.”

Kakek Alana menutup matanya sejenak ia memahami maksud itu dan ia juga memahami risikonya.

“Mengembalikan ingatan yang telah hilang…”

gumamnya.

“bukan hal yang sederhana.”

Edward mengangguk.

“Aku tahu.”

Ia melanjutkan,

“Karena itu aku tidak bisa melakukannya sendirian.”

Paman menatapnya.

“Lalu apa yang harus kami lakukan?”

Edward melangkah sedikit mendekat ke meja.

“Bantu aku menjaga Alana tetap berada di desa.”

“Jangan biarkan dia keluar tanpa pengawasan.”

“Dan yang paling penting…”

tatapannya menjadi lebih serius.

“Jangan biarkan Arlan mengetahui apa pun.”

Paman dan bibi saling menatap.

“Kau khawatir tentang Arlan?” tanya bibi.

Edward mengangguk.

“Dia terlalu dekat dengan Alana.”

“Dan dia mulai curiga.”

Kakek Alana menambahkan,

“Dia sudah datang menemui ku.”

Edward tidak terlihat terkejut.

“Aku tahu.”

Kakek menatapnya.

“Aku tidak memberitahunya apa pun.”

Edward mengangguk kecil.

“Terima kasih.”

Paman menghela napas.

“Arlan keras kepala.”

“Jika dia terus mencari tahu…”

Edward memotong pelan,

“Maka kita harus memastikan dia tidak menemukan kebenarannya.”

Bibi terlihat tidak nyaman.

“Kita harus berbohong padanya?”

Edward tidak langsung menjawab.

Namun akhirnya ia berkata,

“Untuk sekarang… ya.”

Ruangan kembali sunyi.

Keputusan itu tidak mudah Namun mereka tahu ini demi Alana.

Kakek Alana akhirnya berdiri perlahan.

“Ada satu hal lagi.”

Edward menatapnya.

“Kita tidak bisa memaksa ingatannya kembali.”

kata kakek dengan tegas.

“Itu harus terjadi secara alami.”

Edward mengangguk.

“Aku mengerti.”

Kakek melanjutkan,

“Namun kita bisa membantunya.”

“Dengan memicu ingatannya.”

Paman mengerutkan kening.

“Bagaimana caranya?”

Kakek menatap ke arah jendela.

“Tempat.”

“Kenangan.”

“Dan emosi.”

Ia kembali menatap Edward.

“Jika dia berada di tempat yang memiliki hubungan dengan masa lalunya…”

“atau merasakan sesuatu yang kuat…”

“ingatannya bisa mulai muncul.”

Edward terdiam Ia memahami maksud itu dan itu berarti ia harus mendekati Alana lebih jauh lebih dekat dari sebelumnya Bibi memperhatikan perubahan kecil di wajah Edward.

“Kau sudah memikirkannya, bukan?”

Edward tidak menyangkal.

“Ya.”

Ia menatap mereka dengan tenang.

“Aku akan berada di sisinya.”

“Lebih dekat dari sebelumnya.”

Paman mengangguk.

“Kalau begitu kami akan membantu.”

“Apapun yang diperlukan.”

Kakek menambahkan,

“Selama itu untuk keselamatannya.”

Edward menundukkan kepalanya sedikit.

Untuk pertama kalinya ia menerima bantuan dari manusia dan bukan sembarang manusia keluarga dari wanita yang ia cintai.

Suasana di ruangan itu berubah.Dari ketegangan menjadi kesepakatan namun di balik semua itu ada satu hal yang belum mereka sadari di rumah lain yang tidak jauh dari sana Arlan masih terjaga berdiri di dekat jendela menatap ke arah kegelapan desa perasaannya tidak tenang, seolah ada sesuatu yang sedang terjadi sesuatu yang tidak ia ketahui dan tanpa mereka sadari.rahasia yang mereka jaga dengan sangat hati-hati.perlahan mulai mendekati titik di mana semuanya tidak lagi bisa disembunyikan.

Sementara itu, di dalam rumah kakek pertemuan malam itu akhirnya berakhir. Namun, keputusan yang mereka buat akan mengubah segalanya Karena mulai saat ini mereka tidak hanya melindungi Alana.

Mereka juga sedang mempersiapkannya untuk menjadi seseorang yang bahkan dirinya sendiri belum siap untuk hadapi.

Ratu Vampir yang perlahan…akan bangkit kembali.

1
Naomi🌸
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!