Cerita ini menceritakan Tentang Perjalanan hidup Aqila Putri Mahesa.
Seorang gadis Remaja Yang ingin mencari kedua orang tua,akibat tragedi di malam itu,dia harus terpisah dari kedua orang tua,bahkan sebelum dia sempat melihat wajah Papa dan Mama nya,Aqila di rawat dan di besarkan oleh Omnya dia saat dirinya masih bayi,Tetapi semenjak kepergian Omnya,Aqila merasa putus asa kini hidupnya tak tau lagi arah tujuan,orang yang jadi panutan untuk mencari orangtua dan yang selalu melindungi dirinya kini telah pergi meninggalkan dia untuk selamanya.
Bagaimana kisah selanjutnya? jangan lupa ikuti terus cerita ini..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meri Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SELALU TERLUKA
Vino bangkit dari tempat duduk,kemudian ia berjalan mengambil makanan yang ada di atas meja lalu di pindahkan ke dalam piring.
"Ini makanannya." ucap Vino sambil tersenyum.
"Maksih Vin." ucap aku dengan senyum manja,Vino kembali duduk di samping ku.
Perut ku masih terasa sedikit sakit,tapi aku berusaha menahannya,aku coba memakan makanan yang di berikan oleh Vino,baru beberapa suap aku malah merasakan sakit yang tidak bisa aku ucapkan.
Aku memberhentikan makanan,kini aku tidak memakannya lagi,aku terus berusaha menahan agar Vino tidak terlalu khawatir.
Vino melihat Aqila tidak memakan makanannya lagi,dia menatap Aqila dengan seksama.
"Lo kenapa berhenti?" tanya Vino.
"Makanannya nggak enek ya?" ucap nya lagi,aku hanya menggeleng,Vino menagambil piring di tanganku,dia berniat mau menyuapin aku.
"Biar aku suapin,Aaa...Buka mulut nya." ucap Vino,dia memperlakukan aku seperti anak kecil.
"Tidak Vin,aku bukan anak kecil." ucap Aku,dia malah tersenyum.
"Memang nya siapa yang bilang kalau kamu anak kecil Aqila?" tanya Vino dia melihat manik-manik mata aku.
"Aku sudah kenyang."
"Kamu saja yang makan nya." ucap Aku sambil mengalihkan pandangan biar Vino tidak melihat wajahku terus.
"Baru beberapa suap sudah kenyang,masak iya,ayo makan lagi kamu belum makan apa-apa dari tadi." bujuk Vino,ia memengang pipi ku agar aku mau melihat nya kembali.
"Astagaa... Aqila wajah kamu kenapa pucat sekali." ucap Vino kaget,tiba-tiba wajahku semakin pucat.
Aku kini berusaha memengan perutku dengan kedua tangan,sambil meremes nya,tapi di tutupi oleh selimut agar Vino tidak melihat nya.
"Apa yang sakit?"
"Yang mana nya?" dia memeriksa keadaanku lalu dia membukak balutan selimut ku,dia melihat dengan jelas kalau aku meremes perutku dengan kedua tangan.
"Kalau ada yang sakit kenapa kamu tidak bilang sama aku Aqilaaa." ucap Vino lembut,dia meraih ponsel lalu menghubungi dr.Nara.
Aku hanya diam tidak menjawab setiap pertanyaan Vino,Vino duduk di atas ranjang sambil memelukku dan menelvon dr.Nara.
Di sisi lain.
Ada sepasang orang sedang membicarakan sesuatu di lorong rumah sakit sambil berjalan.mereka begitu tampak bahagia dan senang karna rencana awal mereka berhasil.
"Bagaimana? Apa kamu berhasil?" tanya Pria.
"Lihat saja nantik! Kamu tenang saja dulu,aku sudah berhasil,lagian itu baru pelajaran kecil untuk dia." ucap Wanita dengan penuh kemenangan.
"Selebih nya nanti kita jalankan." tutur nya lagi.
****
Kali ini aku tidak bisa menahan rasa sakit lagi,semakin ke sini rasa nya semakin sakit saja dan akhirnya aku tidak sadarkan diri lagi.
Vino melihat Aqila sudah tidak sadarkan diri,dia berusaha menyadarkan Aqila.
" Aqila" ucap Vino kaget melihat Aqila tidak erdaya lagi.
"Aqilaa...aqila...bangun aqila.." ucap Vino sambil menepuk-nepuk wajah Aqila pelan.
Saat Vino berusaha menyadarkan Aqila,dr.Nara masuk ke dalam ruangan.
"Apa yang terjadi Vin?" tanya dr.Nara.
"Vino juga tidak tau kak,tadi perut nya sakit sekarang tiba-tiba seperti ini." ucap Vino khawatir.
"Kamu tenang dulu,biar kakak periksa." ucap dr.Nara saat sedang memeriksa Aqila suster datang memberikan obat,kepada dr.Nara.
"Kak obat apa lagi? bukan nya tadi suster sudah kasih di selang infus Aqila." ucap Vino heran padahal baru beberapa jam baru siap di kasih obat.
Dr.Nara melihat ke arah Vino kemudian melihat ke arah suster,dia ingin mendapat jawaban dari suster.
"Saya belum memberi obat apapun kepada pasien ini dok." ucap Suster.
Dengan cepat dr.Nara mencabut selang infus Aqila dengan paksa,setelah itu dia memeriksa Aqila dan obat yang sudah di campur di selang infus milik Aqila.
"Lah memang bukan suster,tapi suster yang lain." ucap Vino,Vino melihat jelas tindakan yang di lakukan dr.Nara.
"Suster cepat ambil obat itu!" perintah dr.Nara kepada suster,dengan cepat dr.Nara menyuntikan cairan itu ke tubuh Aqila.
Vino yang menyaksikan itu semua merasa ada yang tidak beres. "Kakak apa yang sebenarnya terjadi kepada Aqila?" tanya Vino.
"Kamu siapkan mobil,Kita akan bawa Aqila keluar dari sini malam ini juga." perintah Dr.Nara.
"Tapi kenapa kak?" tanya Vino yang masih penarasan.
"Nanti akan kakak ceritakan semua di mobil,ayo cepat sebelum terlambat." ucap Dr.Nara dengan cepat Vino berlari menuju parkiran mengambil mobil,sedangkan Dr.Nara dan Suster sedang membereskan barang-barang dan keperluan Aqila.
Di perjalanan pulang,Dr.Nara menceritakan apa yang terjadi kepada Aqila,Vino malah semakin bersalah mendengar apa yang sudah di ceritakan Dr.Nara.
"Terus setelah ini aku harus bagaimana kak?" tanya Vino panik.
"Kamu tengan saja,insyak Allah Aqila baik-baik saja,kakak sudah memberikan obat untuk dia." ucap Dr.Nara.
"Setelah dia sadar nanti,dia tidak akan merasakan sakit lagi." ucap dr.Nara lagi.
RUMAH VINO.
Vino menggendong Aqila masuk sampai ke dalam kamar di ikuti dr.Nara dan Suster dari belakang.
Bibi iyem dan Mbak lala terkejut dengan kedatangan Vino yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah tampa mengucapkan salam.
Vino merebahkan tubuh Aqila pelan-pelan ke atas kasur Aqila,kemudian dia merapikan selimut Aqila.
Pertama Dr.Nara masuk ke kamar Aqila di terkejut dengan semua isi kamar Aqila,begitu juga dengan Suster yang masuk.
"Maaf tuan,apa yang terjadi kepada non Aqila?" tanya lala yang tiba-tiba datang dari arah luar dan bibi iyem.
"Ada orang jahat ingin melukai dia mbak,dia nyamar sebagai suster,aku pun terkecoh." ucap Vino sambil mengelus-ngelus kepada Aqila.
"Dia sudah memcampuri sesuatu obat ke dalam selang infus Aqila." ucap Vino lagi dia merasa begitu bersalah.
Dr.Nara dan Suster dengan memasang infus kembali kepada Aqila,karna tadi Vino bilang kalau dia tidak mau makan bahkan dia belum makan dari tadi pagi.
"Kasian sekali non Aqila." lirik bibi Iyem.
"Kenapa dia selalu terluka dan kenapa orang-orang selalu mengganggu dia." ucap bibi Iyem.
"Sudah kalian semua tidak perlu khawatir,saat ini Aqila sudah baik-baik saja." ucap Dr.Nara berusaha menenangkan mereka semua agar pikirannya selalu berpikir positif.
"Vin semua nya sudah siap,kak dan suster akan kembali ke RS,kalau kamu membutuhkan sesuatu hubungi kakak lagi." ucap Dr.Nara sambil melihat Vino kemudian menegus rambut Aqila.
"Cepat sembuh sayang." ucap dr.Nara sambil mencium pipi Aqila.
"Baiklah kak,Trimaksih kaa." ucap Vino,kemudian dia mengantar dr.Nara dan suster sampai depan rumah,ia menyuruh supir pribadi di rumah untuk mengantar mereka kembali.
Ketika mobil tidak terlihat lagi Vino kembali masuk ke dalam rumah,dia berniat ingin memeriksa kamera yang tersembunyi tadi,dia berharap kalau dia bisa menemukan pelakunya.
bukan ke pergian 🙏🙏
semangat 👍👍👍
Raka, mau PDKT??
Thor, ingat setelah koma, spasi yaaaa
Thor, nulisnya:degdegan......begitu
Ah ya....ceritanya cukup menarik, tapi biasa....maklum, layar sentuh bikin terpeleset. Bagus 👍👍👍
Ayo thor, direvisi 🤗🤗