Ini kisah kehidupan pasangan yang tidak hanya menceritakan tentang keromantisan dalam hubungan, akan tetapi makna hidup, pelajaran hidup dalam berumahtangga juga terkupas dalam cerita yang berjudul True Love ini.
Perlu readers ketahui, disini tidak hanya menceritakan satu pasangan saja, melainkan berbagai pasangan dengan bentuk perjalanan berbeda dalam menuju arti cinta.
Jika merasa bingung dan aneh saat membaca cerita ini, mohon tinggalkan saja dan jangan menghujat seenak jidat anda.
Jadilah pembaca bijak!
Sekian, dari author imut ini.
Salam dari si pembuat halu ╹▽╹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri melati Murniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panas
Happy reading 🤗
Setelah kesadaran Arka terkumpul, ia pun langsung memakai handuk yang melotot dilantai tadi. Zahra masih enggan membuka matanya.
" Mau sampai kapan kau menutup mata?" tanya Arka
" Apa, eh iya maaf mas aku ngk sengaja'' jawab Zahra
" Sedang apa kau dan lancang sekali masuk ke kamarku tanpa seizinku" tanya Arka tajam
" Maaf, mas tadi aku mau memanggilmu untuk turun sarapan tapi tidak ada sahutan.
Jadi aku masuk ke dalam dan ternyata kamu ngk ada terus ranjang kamu berantakan, jadi aku beresin. Bla bla bla..... Ceriwis Zahra.
" Apa kau sudah selesai mendongeng?" tanya Arka
" Haaaaah, aku tidak sedang mendongeng mas tapi aku sedang menjelaskan" jawab Zahra
" Cepat keluar dari kamarku atau kau mau melanjutkan yang tadi''ucap Arka dengan senyum menyeringai.
" Memangnya kita tadi ngapain, perasaan kita ngk melakukan apa-apa?" Tanya Zahra yang begitu polos
" Cepat keluar" bentak Arka
Lalu Zahra pun lari terbirit-birit takut kena amukan Arka lagi. 15 menit kemudian,Arka turun dengan setelan jas yang Zahra siapkan tadi. Arka tampak begitu tampan mengenakan pakaian tersebut.
Selesai sarapan mereka melakukan aktivitas masing-masing. Arka berpesan agar Zahra tidak bilang jika dia adalah istri dari seorang Arka Mahesa.
Di kampus......
Seluruh mahasiswa yang ada disana semua mengenal siapa Zahra itu. Zahra adalah mahasiswi terbaik, kutu buku, berprestasi
tapi sayangnya dia dijuluki culun oleh teman-temannya. Akan tetapi Zahra, tidak memikirkan apa yang diucapkan oleh mereka.
Justru dengan Zahra berpenampilan seperti itu dia akan aman dari gangguan syaiton yang terkutuk. Sebenarnya Zahra sangat cantik apabila ia sedang tak mengenakan kacamata.
Di kantor
Arka berjalan begitu gagah, hingga para karyawan yang ada disana dibuat melongo melihat ciptaan Tuhan yang begitu sempurna.
Kesempurnaan fisik telah Arka miliki, tapi kesempurnaan batin ada yang belum ia miliki yaitu perasaan dan hati, Arka tidak punya itu karna sifat kesombongannya telah menutupi hati dan perasaannya.
Arka menjadi CEO di perusahaannya. Doni adalah asisten pribadinya sekaligus teman lamanya waktu masih sekolah. dia diangkat sebagai asisten Arka karna kerjanya yang bagus dan prestasinya dalam menjalankan bisnis. Doni merasa berhutang kepada keluarga Mahesa, karna dulu saat ia sedang sekolah dia tidak ada biaya untuk melanjutkan pendidikan jadi dia dibiayai sekolah oleh keluarga Mahesa sampai kuliah dan akhirnya ia mengabdi kepada keluarga Mahesa.
Sekarang, Arka akan mengadakan rapat kerja dengan perusahaan dari Malaysia.
Arka tampil dengan gaya angkuhnya dia sangat disegani oleh pembisnis lain karna kekejamannya dalam berbisnis dan akan menghacurkan perusahaan manapun yang berani bermain-main dengannya. Arka pun mampu membuat perusahaan lain bangkrut dalam hitungan detik. Sungguh kejam apabila saat dalam urusan pekerjaan.
" Doni, apa jadwalku hari ini?" tanya Arka
" Hari ini, anda akan mengadakan rapat dengan perusahaan xxxx dari Malaysia" jawab Doni
" Baiklah, kau atur semua jadwalnya" ucap Arka
" Baik tuan" jawab Doni
Di kampus....
Zahra sedang membaca buku di perpustakaan dan tiba-tiba ada pria yang duduk disampingnya. lalu Zahra pun menengok ke arah samping. Ternyata itu adalah mahasiswa yang sangat populer dikampusnya.
Zahra hanya cuek, dan melanjutkan membaca buku. Setelah selesai, ia pun mengembalikan buku itu dan kembali ke kelasnya.
" Ra, kamu dari mana aja sih?" tanya Nia
" Aku habis dari perpus, cari buat bahan makalah kan bentar lagi kita lulus" jawab Zahra
Lalu mereka pun melanjutkan kelas dan jam 13:00 Zahra pulang, cuaca sangat panas membuat siapa saja yang diluar ruangan pasti merasakan gerah, jadi Zahra putuskan untuk berhenti dulu di warung pinggir jalan, tempat biasa dia nongkrong saat pulang dari kampus dengan Nia sahabatnya itu.
keren...