NovelToon NovelToon
Tuan CEO, I LOVE YOU

Tuan CEO, I LOVE YOU

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Romantis / Cintamanis / Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: moms F

"Perpisahan kita bukan salah siapa2. Bukan sepenuhnya salahmu, salah ku , salah dia ataupun salah waktu. Kita adalah dua orang yg tepat, tapi tepat disini bukan sebagai pasangan melainkan sebagai pembelajaran untuk kita menjadi lebih dewasa"

Nada Ageta Putri

"Jika kesalahan ini sebagai pembelajaran. Bisakah aku tetap belajar bersama mu sehingga kita bisa dewasa bersama"

Juna Genio Lin

"Apakah perasaan cinta sebuah kesalahan? Jika memang iya, aku tak ingin perasaan ini. Perasaan ini terus menggerogoti kewarasan ku dan membuat ku menjadi jahat yang menyakiti orang di sekeliling ku"

Senar Anggriani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moms F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Kembali

Nada berdiri didepan pintu yang sudah setahun ini ia tinggalin. Kenangan masa kecilnya, kebahagiaan tangis. Semua Nada dapat dari rumah ini.

Menghembuskan nafasnya pelan, Nada mengetuk pintunya. Saat dibuka dapat Nada lihat Asisten rumah tangganya yang sedari dulu bekerja dirumah nya.

"Nona" serunya kaget

"Sttt" jari nada berada di mulut bibi supaya tidak berisik. Dan di angguki oleh Bibi.

"Nona apa kabar. Nona kok baru pulang sekarang. Bibi kangen tau" Bibi menggenggam tangan anak majikannya

"hehe,, Nada juga kangen bibi. Nada baik-baik aja kok Bi. Ini Nada pulangkan" kekeh Nada

"Iya,iya Nona pulang. Tunggu sebentar Nona, bibi panggil Tuan dan nyonya dulu" serunya berbalik memanggil majikannya. tapi dihalangi oleh Nada.

"Etss,, tunggu" menghentikan Bibi nya

"Biar Nada aja yang menghampiri mereka. Kan nada ingin beri kejutan buat mereka. Jadi bibi ngak perlu repot-repot kesana"Jelas Nada

"Lagian bibi kan sudah Tua. Nanti kalau bibi jatuh terus sakit. Ngak ada dong yang bakal masakin makanan enak buat Nada. Jadi percuma dong kalau Nada pulang"ucap Nada berpura-pura serius

"Nona ini loh" keluh bibi memukul pelan tangan Nada yang sedang menggenggam nya.

"Ya sudah, bibi ke dapur dulu ya. Biar bibi masak kesukaan Nona"

"ok bi, masakin yang enak ya. biar Nada bisa makan banyak" serunya.

Saat Nada memasuki rumah. Tampak pemandangan masih sama dengan yang Nada ingat. Tidak ada perubahan sama sekali. Dan tak jauh dari Nada berdiri. Bisa Nada lihat kedua orangtua nya sedang duduk. Ayah yang sibuk dengan bukunya, didampingi Mama yang sibuk dengan rangkaian bunganya.

Nada tersenyum tipis melihat pemandangan itu. Andaikan saja Nada bisa lebih awal berdamai dengan hatinya. Mungkin Nada bisa lebih awal dan lebih sering melihat pemandangan yang hangat seperti ini.

Menarik nafasnya pelan, Nada memanggil mereka "Ma,Yah" serunya

Dapat ia lihat mereka mematung. Dan saat melihat dirinya. Mama menjatuhkan gunting di tangannya yang sedang merangkai bunga dan begitu juga Ayah nya yang menutup kuat buku yang di bacanya.

"Nada pulang" ucap Nada lagi perlahan berjalan menuju kedua orangtuanya.

"ini anak Mama" terdengar suara Mama yang kaget dan bergetar di angguki oleh Nada.

"Iya Ma, ini Nada anak Mama paling cantik. Nada pulang Ma", ucap Nada menggenggam tangan Mamanya yang ada di pipinya.

"Ya ampun sayang, Mama kangen" seru Mama membawa Nada ke pelukannya

Nada membalas pelukannya dan menghirup aroma yang ia rindukan. Dan dapat Nada lihat, sang Ayah memalingkan wajahnya untuk menghapus airmata nya.

Ya ampun, Nada merasa sangat bersalah. Karena dirinya air mata kedua orangtuanya terjatuh. Andai saja Nada lebih awal bisa berdamai dengan hatinya. Sungguh Nada sangat menyesal. Karena dirinya orang tuanya ikut bersedih.

"Ayah," panggil Nada setelah lepas dari pelukan Mamanya. Dan menghampiri Ayah nya dan memeluknya

"Maafkan Nada" ucapnya dan dapat Nada rasakan bahu papanya bergetar. Baru kali ini ia melihat Ayah nya menangis.

Lelaki yang biasa tegas terhadap kedua anak laki-laki nya. Lelaki yang biasa memanjakannya dan menyayangi nya. Sekarang lelaki ini meneteskan airmata di atas kepalanya. Walaupun Nada tidak bisa melihat nya. Tapi Nada merasakan rambutnya sedikit basah.

Dalam hati Nada terkekeh, merasa bodoh. Padahal ada lelaki yang menyayanginya begitu tulus tanpa imbalan apapun. Lelaki yang memanjakan dirinya bagaikan seorang putri. Lelaki yang akan menuruti apa maunya. Tapi ia malah dengan bodohnya jatuh cinta pada lelaki di luaran sana.

Walaupun lelaki ini sempat membuat nya kecewa dengan ucapannya. Ia tahu Ayah nya sempat bingung sesaat. Ia bisa memaklumi nya, ia tahu bahwasannya Ayah nya saat itu diposisi yang sulit. Antara balas budi nyawa dan seorang anak yang ia sayang.

Tapi akibat keegoisan nya. Selama setahun ia bersikap dingin kepada lelaki dipeluknya. Lelaki yang akan melawan dunia saat ia minta. Ia baru mendengar cerita itu dari Enzo saat perjalanan kemari melalui telepon.

"Maafkan Nada Yah" batinnya

Nada bercengkrama dengan kedua orangtuanya. Tanpa ia sadari, seorang lelaki berdiri diujung tangga dengan seragam yang melekat di badannya sedang menatap nya dengan sedih, lelaki itu yang tak lain Varo abang kedua Nada yang kini telah menjadi tentara.

Walaupun Nada sudah berdamai dengan hatinya. Tapi untuk menerima kembali orang-orang yang pernah menoreh kan luka di hatinya. Nada hanya bilang "Maaf" aku belum mampu. Salah satunya Varo, Nada belum bisa menerima maaf dari Varo. Apalagi hanya sekedar menyapa padanya. Nada belum ingin, apalagi hanya bertatap muka dengannya saja. Ia masih merasa kecewa dan merasa di khianati oleh Varo.

Hati Nada masih terasa sakit. Apalagi untuk sekedar menyapa.

Sekarang Nada hanya ingin menjalani hidup yang baik. Tanpa memikirkan masa lalu yang membuat Nada sedih.

Malam kian larut, Nada yang ingin tidur terganggu saat ada yang mengetuk pintunya.

Tok

Tok

Clekk,,

Saat Nada membuka pintu, dapat Nada lihat Varo. Lelaki yang dulu putih berisi, tampan. Sekarang tampak tegap dan berwibawa.

Lelaki yang dulu masih tampak wajah tengilnya. Kini suruh kelihatan dewasa dan tampak tegas. Apalagi warna kulit nya yang tampak gelap. Ia tahu selama setahun ini Lelaki itu telah menjadi seorang tentara. Sesuai cita-cita yang ia ingin kan untuk di ambil oleh Varo. Walaupun dulu ia sempat menolak. Tapi sekarang ia malah menekuni nya. Lelaki tampan itu kini berdiri mematung di hadapan Nada.

"Jika tidak ada yang mau anda sampaikan. Tolong anda pergi, saya butuh istirahat" ucap Nada dengan formal dan akan menutup pintunya. Tapi di halangi oleh Varo, hati Varo terasa tercuil mendengar suara adiknya. Tapi ia kesamping kan dan menahan pintu agar tidak di tutup.

"Dek, Abang mau bicara. Bisa Abang masuk" katanya pelan

"Apa anda tidak tahu ini jam berapa. Dan anda ingin masuk ke kamar perempuan di jam segini. Apa anda gila!"

"tapi, tapi biasanya dulu Abang sering...."

"ckk,, " decak Nada

"Jika anda mau bicara, bicara sekarang. Jika tidak, anda bisa pergi" jelas Nada memotong ucapan Varo dan bersandar malas dengan melipat kedua tanggan nya di dadanya bersandar di pintu.

Melihat sikap Nada, Varo tidak punya pilihan. Varo langsung menjelaskan kesalahannya dan memohon maaf pada Nada.

"sudah?" ucap Nada santai setelah mendengar penjelasan Varo

"Jika sudah, tolong keluar. Saya butuh istirahat" lanjutnya dan mendorong kuat Varo agar keluar dari pintu dan tanpa aba-aba menutup pintunya yang hampir mengenai wajah Varo.

Varo terdiam mematung, tampak sedih. Varo bersandar d pintu Nada " Dek,, apa ngak ada maaf untuk abang. Abang benar-benar nyesal, tolong berikan maaf untuk abang. Hati Abang benar-benar sakit kalau adek diamin Abang kayak gini" ucapnya pelan

"Abang kangen dengan senyum mu, Abang kangen tingkah manja mu dulu. Tapi sekarang kamu menganggap Abang orang asing. Bahkan cara bicaramu sangat formal"

"Abang tahu Abang salah, Abang tahu dek. Tolong berikan Abang satu kesempatan sekali saja. Abang mohon dek, Abang mohon"

Tanpa Varo sadari, ucapannya terdengar oleh Nada dibalik pintu. Setelah mendengar suara langkah kaki Varo menjauh. Nada luruh kelantai dan menekuk lututnya dan membenamkan wajahnya.

Bohong jika ia tidak kangen dengan Varo. Lelaki yang selalu menemaninya bermain saat kecil. Lelaki yang selalu ada untuk nya di saat orangtuanya sibuk berkerja dan abang pertama nya sibuk belajar. Lelaki yang menjadi tameng untuknya saat ia berbuat kesalahan. Lelaki yang diam-diam pergi untuk memberikan makanan kesukaan nya saat orangtua dan Abang pertamanya melarang.

Tapi luka yang di torehkan olehnya sungguh dalam. Ia merasa dikhianati olehnya.

"Aku juga kangen bang, tapi ini juga masih sakit" lirihnya meremas dadanya

"Jadi apa yang harus kulakukan. Ini sakit sekali, bahkan dengan melihat mu saja. Terbayang luka yang kau torehkan untukku"

"Aku juga kangen bang, aku juga kesakitan. Maaf bang, maaf. Aku ngak tahu apa yang harus ku lakukan. Aku juga ingin memeluk dan bermanja dengan mu. Tapi ini sakit sekali bang, Sakit" lirih Nada memukul pelan dadanya.

Suara pelan Nada dan Isak tangis menggema di ruang yang sunyi.

#TBC

...****************...

1
Shinta Teja
jangan lama2 ya moms up nya....🙏🙏🙏🙏
Shinta Teja
2 hari ga update, kemana nih moms F nya.... penasaran tau,moms...😓
Shinta Teja
suka,,,, meskipun aku ga pernah mengalami yang dialami nada tapi aku begitu merasakan emosinya menjadi nada.....😪😤
semangat nada!!!💪💪💪
ini othor nya yang keren nih bisa memainkan emosi para pembaca nya.... good job,Thor ...🫰🫰🫰🫰
Shinta Teja
dasar senar.....caramu mendapatkan nya saja sudah salah. malah berharap lebih.....
Shinta Teja
jangan mau, nada.... kamu bukan Inara yang mau masuk jadi orang ketiga.....
Shinta Teja
ya Allah,,,,,aku juga merasakan sakit mu,nad... seolah Tuhan ga adil hanya memberikan rasa sakit untuk kita aja sedang mereka malah tertawa bahagia.....😓
Shinta Teja
run nad,,,, run.....
lari lah sejauh mungkin.... tinggalkan sumber rasa sakit itu & cari kebahagiaan mu ditempat yang baru...
Shinta Teja
serin?! senar kali,thor
Shinta Teja
semangat,nada .... aku bakal temani kamu🤗🤭
Shinta Teja
aku juga ikut menahan sesak di dadaku membayangkan hancur & kecewa nya kamu,nad... dikhianati orang terdekat itu amat sangat menyakitkan & mungkin waktu seumur hidup tak akan mampu menyembuhkan luka mu....😓
Shinta Teja
lho,,,kenapa?! bukannya Alvaro juga babak belur,Thor?! sekarang malah si Juna juga...
Shinta Teja
masih hangat!!!k kek nya baru Mateng & baru keluar dari oven deh🤗🤭
Zeepree 1994
hadir Thor..
semoga setelah patah hati karena tiga orang ini, nada bisa bangkit lagi melupakan kesakitannya, bila mungkin jauhkan nada dari orang2 yang kejam ini Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!