NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:19.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ayuni

Sifa tidak pernah menyangka dengan nasib nya, ia harus menjadi Pengantin Pengganti, Kakak kandung nya sendiri yang tiba-tiba kabur di hari pernikahan nya sendiri.

Bagaimana Kisah nya.. hanya di Novel Pengantin Pengganti


Follow Me :

Ig : author.ayuni
Tiktok : author.ayuni

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Revan menjadi kepikiran akan Sifa, kenapa juga dia tidak menurunkan egonya, diluar terlihat hujan masih deras dengan petir yang menyambar.

Jika hujan belum juga reda ia berniat untuk kembali ke kampus menjemput Sifa.

Bagaimana pun Sifa adalah istrinya, diluar mereka menikah karena keterpaksaan, tapi ia adalah suami dari Sifa yang memiliki tanggungjawab penuh atas diri Sifa.

Revan pun sudah mulai menerima keadaannya dengan menikahi Sifa, beberapa bulan bersama Sifa membuat Revan lambat laun melupakan Sita, rasa cinta yang menggebu dulu kini berangsur pudar mungkin akan hilang.

Entah apakah Sifa sudah menerima pernikahannya, Revan belum tahu.

Revan mengambil ponselnya yang ia simpan diatas meja dekat televisi, ia berniat untuk menghubungi Sifa. Namun tidak ada jawaban.

Dilain tempat, Sifa dengan susah payah memesan taksi online namun tidak ada satu pun driver yang menerima pesanan nya, hari semakin sore namun hujan belum kunjung reda, sesekali ia melihat ponsel nya berharap Revan menghubunginya.

" Ck.. Dia liat kan tadi aku kehujanan disini, gak mungkin banget kan kalo dia gak liat ! " gerutu Sifa.

Ia lupa jika tadi ia tidak ingin bertemu dengan Revan, tapi sekarang kenapa mengharapkan Revan mengajaknya pulang bersama.

Akhirnya Sifa mencoba memesan ojek online tidak menunggu lama ojek online tiba di Kampus Indonesia Merdeka.

" Dengan Mbak Sifa ? " tanya driver itu.

" Iya Pak "

" Mbak, hujan deras ini , ga apa-apa kalau kebasahan nantinya " ucap driver ojek itu.

" Tidak apa-apa Pak, daripada saya gak bisa pulang " balas Sifa.

Sifa menyimpan ponselnya, Sifa menaiki motor, tanpa ia sadari Revan sudah menghubungi nya beberapa kali.

Benar saja baru juga beberapa meter motor melaju baju yang ia kenakan mulai kebasahan padahal ia berlindung dari hujan menggunakan jas hujan ponco yang dikenakan driver ojek itu.

Sekitar 30 menit perjalanan ia sampai di rumah Revan, bajunya sudah basah karena air hujan. Sifa membuka pagar berjalan menuju pintu samping rumah, ia melihat mobil Revan sudah terparkir disana.

" Hih.. Bener-bener ya.. Padahal kamu liat kan aku ada kejebak hujan di depan gerbang kampus " gerutu Sifa lalu memukul kap mobil Revan.

Disaat yang bersamaan Revan membuka pintu samping rumah, ia sudah mengetahui jika Sifa pulang karena ia mendengar pintu pagar digeser. Sedikit membuat hatinya tenang.

" Kenapa marah-marah ? " tanya Revan melipat kedua tangannya.

Hiak

Rasanya jantung Sifa ingin loncat, tiba-tiba Revan sudah berada di hadapannya.

" Kesel ? Marah ? Kenapa harus pukul-pukul kap mobil " ucap Revan lagi.

Sifa hanya menatap Revan dengan tatapan intimidasi, benar ia kesal, jelas ia sedikit marah.

Tanpa berkata Sifa melesak masuk melewati Revan, dengan baju yang basah kuyup.

" Hey Sifa ! Begitu sikap kamu kepada suamimu ?! " ucap Revan agak meninggi.

Deg

Mendengar ucapan Revan, Sifa langsung menghentikan langkahnya. Baru kali ini ia mendengar Revan memanggilnya dengan sebutan nama.

" Apa ? Suami ? Suami macam apa ? Yang melihat istrinya terjebak hujan, dia pergi gitu aja tanpa basa basi ! " balas Sifa.

" Lalu.. Istri macam apa, sudah jelas suaminya ada dihadapannya, tapi dia pura-pura, seolah-olah tidak tahu, seolah-olah tidak melihat ! " susul Revan tidak mau kalah.

" Kalau kamu gak mau aku terus pura-pura, kenapa kamu masih mempertahankan aku Mas ? Aku sudah pernah bilang tidak perlu dipertahankan ! " ucap Sifa berjalan meninggalkan Revan.

Secepat kilat Revan meraih tangan Sifa mencegah agar ia menghentikan langkahnya.

" Aku belum selesai bicara " balas Revan.

" Apalagi ? Aku mau ganti baju, kamu liat aku basah kuyup kaya gini, kamu itu emang gak peduli sama aku Mas, sudahlah yang ada di pikiran kamu itu cuma Kak Sita, iya kan ? " Sifa semakin kesal.

" Siapa bilang aku gak peduli sama kamu, buka ponsel kamu sekarang, berapa kali aku hubungi kamu " balas Revan tidak terima.

Dengan sedikit emosi Sifa mengeluarkan ponselnya, ia merasa tidak dihubungi oleh Revan sama sekali.

Saat ia membuka screen lock ponselnya terlihat beberapa panggilan tak terjawab dari Revan.

Benar, Mas Revan menghubungiku.

" Lihat.. Ini yang kamu bilang aku gak peduli ! " ucap Revan.

Sifa terdiam, ia kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas.

" Jadi disini siapa yang gak peduli ? Aku atau kamu ? " susul Revan.

Tanpa menjawab pertanyaan dari Revan, Sifa kembali melangkahkan kaki nya, ia menaiki anak tangga masuk kedalam kamarnya.

Revan masih berada di posisinya membuang nafas kasar lalu memijat-mijat pelipis nya.

Brugh

Terdengar pintu kamar yang Sifa tempati kembali di tutup, Sifa menyimpan tas nya diatas meja, ia lalu mengambil baju dari dalam lemari bergegas masuk kedalam kamar mandi mengganti pakaiannya yang basah karena kehujanan tadi.

Setelah selesai berganti pakaian Sifa langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur, sedikit terasa menggigil pada tubuhnya, seharusnya setelah tiba ke rumah tadi ia langsung mengganti pakaiannya agar tidak terlalu lama kedinginan.

Namun insiden adu mulut dengan Revan tidak dapat di elakkan, entah ia pun merasa kesal kepada Revan.

" Menggigil banget badan aku " gumam Sifa ia lalu menarik selimut sampai kepala menutupi tubuhnya.

Disaat yang bersamaan pintu kamarnya di ketuk. Revan berniat untuk mengajak Sifa makan bersama, sebelum nya ia sudah memesan makanan melalui online.

Tok Tok Tok

" Dek.. "

" Ayo makan dulu, aku sudah memesan makan malam " ucap Revan.

Lama Revan menunggu namun tidak ada jawaban.

Samar Sifa mendengar apa yang Revan ucapan.

Tumben banget ngajak makan ..

Sifa menyibakkan selimut yang menutupi wajahnya.

" Dek, aku tunggu dibawah " ucap Revan lagi.

Sifa masih pada posisinya. Sepertinya nya ia enggan untuk bangun, ditambah kepala nya sedikit pening karena kehujanan tadi.

Dilain tempat Revan sudah menunggu di ruang makan, namun Sifa belum juga turun dari kamarnya.

" Kemana sih ? " gumam Revan bangkit dari duduknya kembali berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Sifa.

" Dek.. " panggil Revan.

" Sifa ! "

Tetap tidak ada jawaban, Revan mencoba membuka handel pintu kamar, ternyata tidak dikunci, ia masuk mengedarkan pandangan nya. Terlihat Sifa sedang terbaring diatas kasur dengan selimut menutupi hingga kepala nya.

" Kamu kenapa ? Sakit ? " tanya Revan menempelkan tangannya di kening Sifa yang terlihat sebagian.

Teraba tubuh Sifa sedikit hangat.

" Ck... Gara-gara kehujanan nih " gumam Revan.

" Minum obat, aku ambilkan " ucap Revan kepada Sifa.

" Tidak perlu nanti juga sembuh sendiri " balas Sifa tetap pada posisinya.

" Tetap keras kepala " gumam Revan.

Tanpa menunggu persetujuan Sifa, Revan keluar kamar untuk mengambil obat dan air minum. Tidak lama ia kembali ke kamar dengan satu gelas air putih dan obat yang ia bawa.

" Minum obat dulu, kamu sudah makan ? Jika belum lebih baik makan dulu, aku sudah membeli makan " ucap Revan.

Sifa hanya mengangguk tanpa melihat ke arah Revan. Lalu ia perlahan menyibakkan selimut nya, bangun lalu duduk menyender ke senderan kasur.

" Apa yang kamu rasa ? " tanya Revan melemahkan suaranya.

" Sedikit pusing " ucap Sifa.

Benar saja terlihat wajah Sifa sedikit pucat, Revan langsung menyerahkan obat lalu segelas air putih ke Sifa.

" Minum dulu "

Sifa hanya mengangguk.

Ini kali pertama, interaksi keduanya terlihat normal, biasanya jangankan untuk saling peduli, hanya sekedar berbicara saja cukup seperlunya.

" Kamu istirahat, kalau perlu apa-apa panggil aja " ucap Revan kepada Sifa.

" Hmm.. Terima kasih " balas Sifa, ia kembali memposisikan tubuhnya, Revan membetulkan selimut yang menyelimuti Sifa.

Revan beranjak, berjalan keluar kamar meninggalkan Sifa, ia lalu kembali ke ruang makan, ia memakan makanannya sendiri, niat nya untuk meminta maaf kepada Sifa karena sikapnya tadi, urung dilakukan.

Apakah ini pertanda hubungan Sifa dan Revan akan membaik ?

🌺🌺🌺

Jangan lupa untuk selalu dukung author dengan cara vote like dan komennya ya ❤️

1
Neng Nosita
lanjut Thor..
konyonyod an-club
Luar biasa
Wayan Ayu
sangat bagus
Soraya
lanjut
Soraya
lebih baik kmu berdamai dgn takdirmu Sifa
Soraya
mampir thor
Yuni Ngsih
Thor ko dipotongnya ceritra lg asyik ...ach ku kcwa....lanjut Thoòor💪💪💪
Yuniarti SPd: lanjut Thor
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): ini on going ya kak.. diusahakan tiap hari update.. tetap tunggu kelanjutannya ya ❤️
total 2 replies
Yuni Ngsih
waduuuuuh Thooooor baru nongol bikin aku ,kezel ,marah ,benci tuh ke yg namanya Sita ,klw ngga mau knp tdk sblmnya kasian syifa .....ich ceritramu bgs bikin aku ngenes dengan ceritra ini ....lanjut Thor....💪💪💪👌
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): lanjut yaa kak 🥰
total 1 replies
Neng Nosita
bagus,aku suka ceritamu Thor...👍💪
Neng Nosita
waaah jgn² Novan......🤔
Neng Nosita
nyesel kan?😒
Putri Chaniago
jgn sampai Sita n Novan merencanakan niat jahat pd Sifa n Revan. klo Sita mungkin krn iri Novan jgn sampai terbujuk Sita utk merusak rmh tangga Sifa Revan
Lendra malayu
next thorrr /Rose//Rose/
Putri Chaniago
jgn bilang Sita ingin kembali dg Revan setelah d selingkuhi Leon, jgn jd PELAKOR lah
Putri Chaniago
jgn sampai Revan kembali n menerima Sita lg kasihan Sifa
Lendra malayu
lanjuttt thorr
Lendra malayu
gass thorrr
Lendra malayu
mksh udah rajin up thorr /Kiss//Kiss//Rose/
Lendra malayu: so pasti thorr /Heart/
Ayuni (ig/tt : author.ayuni ): sama-sama kak.. stay trus yaaa 🥰
total 2 replies
Lendra malayu
makin seru nihhh,, semangat thorrr
Putri Chaniago
ingin lihat penyesalan Novan n Revan terutama Revan bodoh masih mencintai Sita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!