NovelToon NovelToon
Perawat Yang Dimadu

Perawat Yang Dimadu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Berondong / Nikahmuda / Poligami / Spiritual / Mafia
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ayanti

Aisy anak perempuan yang lahir dari keluarga yang sederhana,anak dari seorang buruh pabrik yaitu pak Didi,saat ini ia duduk di bangku SMA yang beberapa bulan lagi akan lulus.
Beberapa bulan kemudian tiba saatnya pengumumann kelulusan dan Alhamdulillah Aisy dinyatakan 'lulus'. Keinginannya untuk kuliah dibidang keperawatan dikabulkan oleh Ayahnya.
Beberapa Tahun kuliah sekarang terwujud pula Cita-citanya Aisy menjadi seorang perawat terwujud, beberapa Tahun setelahnya Aisy menikah, Awal pernikahan berjalan mulus dan penuh kebahagiaan, tapi kehidupan pernikahan selanjutnya pernikahan Aisy banyak konflik bahkan diambang perceraian.
Mampukah Aisy mempertahankan pernikahan?
Apakah Aisy rela dimadu?

Simak Kisah Aisy dalam kehidupan pernikahannya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kirana

Duka yang mendalam masih terasa di keluarganya Pak Didi Ia sangat kehilangan istri yang teramat ia cintai itu.

Suka duka asam manisnya kehidupan telah mereka rasakan, Bu Kayah adalah istri yang sangat sabar dan sangat sholikhah Dimata Pak Didi.

"huhuhu, Buukkk Bapak kangen Bukk,Bapak sudah ikhlas tetapi masih berat menerimanya." Ucap pak Didi sambil sesegukan melihat foto istrinya.

Ajik yang tidak sengaja lewat dan mendengarkan ucapan dari Pak Didi langsung meneteskan air matanya.Padahal sudah lewat dari "40" hari sepeninggal Bu Kayah tapi dukanya masih terasa.

Begitu pula Aisy ia merasa sangat kehilangan sosok ibunya yang teramat sangat ia cintai, tetapi perempuan satu ini sangat kuat ia tidak mau menunjukkan kesedihannya itu termasuk sang suami, cuma sesekali menangis ketika dirumah tidak ad suaminya.

****************

Hari ini jadwalnya untuk periksa rutin ia di temani suaminya periksa ke klinik. Aisy memprioritaskan bayi yang ad didalam kandungannya tersebut agar nanti sehat dan persalinannya lancar. Sesampainya diklinik dan di periksa Alhamdulillah bayinya sehat ibunya juga sehat, tekanan darah ibunya normal.mereka berharap proses kelahirannya juga lancar. Mereka juga belum membeli perlengkapan apapun untuk sibayik,maka mereka berencana untuk membelinya sesuai Ia periksa dari klinik.

Dan tibalah di sebuah Mall yang sering mereka datangi, berjalan-jalan sambil bergandengan tangan sesekali bercanda ria membuat siapa saja yang melihat merasa iri.

"Masuk ke toko itu yuk mas." Ajak Aisy sambil jarinya menunjuk sebuah toko.

"okehh." Kata Wahid sambil berjalan masuk.

Mereka berhenti ke barisan baju-baju bayi dan membeli beberapa ada yang buat pas lahir dan yang agak besar karena bayi itu cepat besar jadi baju yang di beli terdiri dari beberapa ukuran.

"Eh itu mas lucuu yaa beli juga ya." Rengek Aisy.

"Boleh sayang, kaos kaki bayi yg satu set itu jangan lupa, selimut juga handuk bayi." Ucap Wahid mengingatkan.

"Hek..embb." Sambil mengangguk.

"Dah yuk makan terus pulang." Ajak Wahid karena juga sudah agak malam.

"sssshhh Mas perutku agak keram langsung pulang aja yuuk, nanti makan dirumah saja." Pinta Aisy kepada suaminya.

"Oh yasudahh." Wahid sambil tersenyum.

Memasuki usia kandungan delapan bulan itu Aisy sering merasakan keram pada perut nya setelah rebahan dan di elus-elus perutnya nanti bisa sedikit mereda.

"Assalamualaikum..bumill? Aku bawain soto tadi masak agak banyak.

"Waalaikumsalam.." Sambil berjalan dari dapur menyambut adik iparnya ini.

"Lagi goreng apa mbak, wangi banget." Ucap Clara sambil hidungnya mengendus bau.

"Ini mbak bikin ayam crispy iseng-iseng eh ternyata jadi nanti bawa sedikit ya buat anak kamu, mas Wahid kan siang kadang sudah pulang jadi rencananya mau masak juga.

"Kriuuk...kriiuukk"

"Tadi Clara sudah ngantarin soto ke toko mbak sebelum kesini jadi mereka sudah makan." Jawab Clara dengan mulut penuh ayam.

"Oo..''

"slruuuup..slruuuppp...em, enak raa sotonya."

"Aku masak nanti sore aja sayurnya." Ucap Aisy".

*************

"Ssshhh...Sakiittt." Sambil menyeringai wajahnya.

Aisy pagi ini merasakan kontraksi setelah jalan-jalan pagi di sekitar rumahnya, setelah beberapa menit rasa sakit itu sedikit berkurang, Ia memutuskan untuk duduk dulu diteras agar merasa nyaman. Tak lama kemudian terdengar suara motornya Wahid Ia habis membeli bubur untuk sarapan mereka.

Aisy sudah tidak bekerja lagi ia mengambil cuti saat usia kandungannya menginjak 9 Bulan. Wahid pun waktunya banyak dihbiskan tempat loudrynya Ia tidak mau meninggalkan istrinya lama-lama, takut sewaktu-waktu terjadi kontraksi. Menjelang siang kontraksi itu sering terasa, muncul dan nanti mereda hal ini membuat Wahid cemas dan menutup loundry nya saja agar fokus dengan keadaan Aisy.

"sshhhh." Kontraksi terasa lagi pinggang Aisy serasa mau lepas terasa panas dan kali ini ia sudah tidak tahan karena mau melangkahkan kaki saja tidak bisa rasa sakit itu tidak mereda juga, akhirnya diputuskan untuk dibawa saja ke klinik. Dibantu Clara dengan menggendong tas berisi perlengkapan persalinan sambil memapah Aisy masuk mobil dengan hati-hati diperjalanan tampak Aisy menyeringai menahan sakit.

"Sabar ya sayang sebentar lagi sampai." Ucap Wahid yang merasa cemas.

"Ssssshhhh."

"Arggkk."

" Astagfirullahaladzim ya ALLAH....sakiiiittt!!."Ucap nya sambil meringis.

Tak lama kemudian sampai di klinik dan segera ditangani, di cek oleh bidan dan ternyata sudah pembukaan sembilan. Bidan dan asistennya mempersiapkan alat.

"Pyoookkk."

Terdengar air ketuban pecahh dan Aisy mengejan.

"Eeekk."

Aisy didampingi sang suami saat ia melahirkan.

"Ayo buk..terus buuk...naaahh begituu." Ucap bidan.

"Eeghhkkk."

"Oeekk."

"oweekkk."

"Aalhamdulillahhhh.'' Ucap Wahid sambil mencium kening istrinya.

"Selamat bapak ibuk..Anaknya perempuan." Ujar bidan yang menolong.

**********

Terlahirlah seorang bayi perempuan yang sangat cantik dan imut, hidungnya mirip ibunya sedangkan matanya mirip dengan bapaknya, setelah di tidurkan di dada ibunya bayi tersebut langsung di adzani oleh Wahid, betapa bahagianya kedua orang tua baru ini yang dinanti-nantikan untuk meramaikan rumah telah lahir kedunia. Tiga hari kemudian Acara aqiqah dilaksanakan, tetangga satu RT akan hadir dan kedua keluarga besar juga teman-teman Aisy dan Wahid. Acara berlangsung dengan lancar dan penuh haru mengingat Ayah dan Ibu mertua serta Bu Kayah yang tidak bisa dilihat namun Aisy dan Wahid yakin bahwa mereka melihat kehadiran cucu mereka ke dunia.

"Shakirana Azzahra putri"

"Dipanggil dengan sebutan Kirana."

1
Kovács Natália
Perasaan campur aduk. 🤔
Gladys
dahsyat ttg cerita ini, semoga terus sukses author!
Nurshinta: terimakasih
total 1 replies
Ermintrude
Jelas banget ceritanya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!