Dikhianati oleh wanita yang ia percayai dan ditikam oleh kekasih gelapnya, Che Tian, seorang Saint ahli strategi dari sekte besar, gugur bukan karena lemahnya kekuatan—melainkan karena kekeliruan dalam mempercayai cinta.
Namun kematian bukan akhir bagi Sang Saint.
Ia bereinkarnasi ke tubuh pemuda biasa di desa terpencil. Di dunia yang tak berubah, ia kembali dengan ingatan utuh, pemahaman tak tertandingi tentang strategi dan formasi, serta membawa warisan yang tak dapat dirampas oleh takdir: Diagram Yin Yang, artefak sakti yang dapat berubah menjadi pedang, busur, hingga cermin pemecah ilusi.
Saat dunia kembali bergolak dan kekuatan besar bertarung memperebutkan kendali, Che Tian melangkah di jalan baru: Dao Yin, Jalan Kegelapan dan Strategi. Bukan hanya untuk membalas dendam, tetapi untuk menulis ulang takdir, menggulingkan para "Dewa", dan mendirikan Dao yang belum pernah ada sebelumnya.
"Meskipun aku terjatuh 1000 kali, aku akan bangkit 1001 kali dan menjadi yang terkuat "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tian Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22: Kebangkitan yang Mengubah Segalanya
Che Tian menurunkan Feng Lian dengan hati-hati ke atas tempat tidur batu di dalam ruangan terpisah. Napasnya sudah lebih teratur, tetapi wajahnya masih memerah, entah karena efek dari energi Yin yang tadi mengalir deras ke dalam tubuhnya atau karena kejadian yang baru mereka alami.
Che Tian duduk di sampingnya, mengamati wajah Feng Lian yang terlihat begitu tenang dalam tidurnya. Ia menghela napas panjang. "Apa yang baru saja terjadi benar-benar di luar dugaanku," gumamnya pelan.
Tidak lama kemudian, energi dari tubuhnya masih terasa bergejolak. Phoenix kuno tadi memang memberikannya kekuatan baru, tetapi ia belum sepenuhnya memahami bagaimana cara mengendalikannya. Dia bisa merasakan energi Yin dan Yang dalam tubuhnya terus berputar, seolah mencari keseimbangan.
Tiba-tiba, Feng Lian bergerak sedikit. Kelopak matanya bergetar sebelum perlahan terbuka, memperlihatkan sepasang mata yang masih terlihat lelah, namun juga bercampur dengan kebingungan.
"Che Tian...?" suaranya lembut, hampir berbisik.
Che Tian menoleh dan tersenyum kecil. "Kau akhirnya sadar."
Feng Lian memandangi sekeliling dengan tatapan bingung sebelum matanya kembali tertuju pada Che Tian. Lalu, seperti kilatan petir, wajahnya berubah merah padam, mengingat kembali apa yang terjadi sebelum ia pingsan.
"A-Apa yang telah kita lakukan...?!" suaranya meninggi, tetapi tubuhnya masih terlalu lemah untuk bereaksi lebih lanjut.
Che Tian tetap tenang dan menjawab, "Kau tidak perlu khawatir. Itu terjadi karena energi Yin dan Yang dalam tubuh kita harus diseimbangkan, jika tidak, kita berdua mungkin sudah meledak di tempat."
Feng Lian menggigit bibirnya, matanya berkedip beberapa kali seolah ingin memastikan bahwa semua ini bukan mimpi. Dia mencoba menggerakkan tubuhnya, tetapi rasa lemah masih menyelimuti dirinya.
Che Tian menyadari itu dan dengan lembut berkata, "Jangan memaksakan diri. Energi di tubuhmu masih belum sepenuhnya stabil."
Feng Lian menatapnya dalam diam sebelum akhirnya menghela napas pelan. "Kita benar-benar sudah melampaui batas... Aku tidak menyangka akan mengalami hal ini..."
Che Tian tidak mengatakan apa-apa. Ia juga tidak menyangka hal seperti ini akan terjadi, terutama dengan Feng Lian.
Namun sebelum mereka bisa melanjutkan pembicaraan lebih jauh, suara Phoenix kuno kembali terdengar di ruangan. "Hahaha! Akhirnya kalian sadar juga! Kalian harus berterima kasih padaku karena telah membantumu memahami keseimbangan Yin dan Yang."
Feng Lian memandang ke arah sumber suara dengan ekspresi campuran antara kesal dan malu. "Phoenix tua... Kau yang menyebabkan semua ini terjadi!"
Phoenix itu hanya tertawa. "Jangan salahkan aku. Kalian hanya mengikuti takdir yang sudah ditentukan. Lagipula, ini bukan hal buruk. Sekarang kau dan pemuda ini memiliki hubungan yang lebih dalam, bukan?"
Feng Lian memalingkan wajahnya dengan ekspresi yang sulit dibaca. Che Tian hanya menghela napas. "Phoenix tua, sudah cukup. Sekarang, lebih baik kau jelaskan padaku bagaimana cara menggunakan kekuatan ini."
Phoenix itu tersenyum puas. "Bagus. Aku akan memberimu pemahaman tentang bagaimana menguasai Mandala Yin Yang. Tapi ingat, ini baru permulaan. Kegelapan yang dulu kami lawan tidak sepenuhnya lenyap. Jika kau tidak cukup kuat, kau tidak akan bisa melindungi orang-orang yang kau sayangi."
Mata Che Tian menajam. Ia tahu bahwa perjalanannya masih panjang.
Feng Lian, yang masih berbaring, diam-diam menatap sosok Che Tian. Ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Entah itu karena hubungan mereka yang baru terjalin atau karena takdir yang mulai menunjukkan jalannya.
Di luar ruangan, Ye Qingxian dan yang lainnya masih membicarakan apa yang baru saja mereka lihat. Pangeran Xuan Huo menyilangkan tangan dan berkata pelan, "Aku yakin sesuatu benar-benar terjadi di antara mereka."
Ye Qingxian mendengus. "Tentu saja, tapi Guru tidak akan mengakuinya begitu saja."
Anggota lainnya saling bertukar pandang dan tersenyum penuh arti. Bagaimanapun juga, mereka sudah mulai melihat perubahan yang terjadi dalam hubungan antara Che Tian dan Feng Lian.
Dan itu hanya awal dari sesuatu yang jauh lebih besar.