NovelToon NovelToon
Gadis Tawanan

Gadis Tawanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:186.6k
Nilai: 4.5
Nama Author: Yoemi

Jeevan Aleser, sosok karismatik yang terkenal baik hati dan dermawan sebenarnya adalah seorang pencuri berlian dan barang antik. Dalam dunia kejahatan, Jeevan dikenal dengan sebutan Mr. A.

Mr. A yang tidak pernah gagal menjalankan aksinya, suatu hari terdesak hingga menawan seorang gadis untuk menyelamatkan diri. Aleena, gadis tawanan Mr. A adalah seorang gelandangan yang dibuang keluarganya.

Sebuah kisah romantis komedi yang terbalut dalam aksi pencurian dan pembalasan dendam. Akankah Aleena dan Jeevan dapat hidup bahagia dengan tenang? Ataukah pada akhirnya mereka menjalani hidup sebagai buronan bahkan menjadi tahana? Ikuti kisah cinta penuh aksi dalam kisah ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gadis Kecil Menggemaskan

~Happy Reading~

⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳⏳

Aleena celingukan di rumah Jeevan. Mencari-cari di mana ruang makan berada. Setelah beberapa saat, akhirnya dia bisa menemukan tempat itu. Mendapati Jeevan yang sudah duduk manis di meja makan.

"Kenapa lama sekali?" tanya Jeevan berpura-pura ketus.

"Maaf Tuan Jee, aku ... emmm ... baju-baju yang Anda berikan semua bagus-bagus. Aku ... aku mencobanya satu persatu," Aleena mengakui dengan jujur sambil menarik kursi, lalu duduk.

Jeevan melihat Aleena sekilas pandang. Dalam hati dia memuji penampilan Aleena. Baju yang Aleena kenakan memang pas dan cocok sekali melekat ditubuhnya. Rambut Aleena yang dibiarkan tergerai membuat kecantikan alaminya lebih mengalir.

Wajah gadis ini jika dipoles sedikit dengan make-up, mungkin akan terlihat seperti bidadari. Gumam hati Jeevan tanpa sadar.

"Tuan Jee, apa Tuan yang memasak sendiri semua ini?"

Aleena bertanya karena dari tadi melihat rumah sepi, sepertinya tidak ada pembantu maupun orang lain di rumah itu. Sementara di meja makan, terhidang banyak makanan yang menggoda selera. Terlihat lezat dan menggiurkan di mata Aleena. Mungkin karena dia telah lama tidak makan dengan baik. Sebagai gelandangan, bisa makan roti dua kali sehari sudah sangat beruntung. Sepotong roti kecil yang entah bagaimana rasanya.

"Bukan," jawab Jeevan singkat dengan kebohongannya.

"Tapi sepertinya tidak ada orang lain di rumah ini?"

"Aku memesannya."

"Tapi ini tampak seperti masakan rumahan yang di olah ...."

"Jika kau tidak ingin makan, pergi dari sini!" potong Jeevan dengan kesal karena Aleena terus memberinya pertanyaan.

"Maaf ... Tuan Jee. Aku tidak akan bertanya lagi," Aleena berucap dengan kepala menunduk.

"Cepat makan!" perintah Jeevan.

"Baik, Tuan Jee ... terima kasih."

Jeevan tidak menyahut lagi. Dia sudah mulai mengunyah makanannya. Sementara Aleena mengambil nasi, lalu melihat lauk yang terhidang. Bingung memilih. Lebih tepat lagi Aleena ini memakan semuanya, tapi malu dengan Jeevan. Semua makanan yang ada di meja membuat Aleena mengeluarkan air liur dan ingin melahapnya.

"Ambil semua yang kamu ingin," ucap Jeevan seakan dapat membaca kenapa Aleena hanya terbengong dengan mulut menganga. Bukan karena tidak ingin makan, tetapi justru sebaliknya. Ingin memakan semua makanan yang ada.

"Terima kasih Mr. Jee ... jika begitu aku tidak akan sungkan lagi, hehhehe ..." ucap Aleena yang polos disertai tawa kecil. Dia kembali terlihat seperti anak kecil yang kegirangan di mata Jeevan.

Aleena mengambil beberapa lauk, daging dan sayur. Lalu melahapnya dengan cepat. Benar-benar seperti orang kelaparan. Dia sudah tidak peduli lagi dengan etika di meja makan yang dulu dia ketahui saat masih tinggal di rumahnya. Rasa malu Aleena pun telah menguap, tidak bisa menahan godaan aneka makanan yang dimasak Jeevan.

Aleena telah bersiap dengan piring keduanya. Menikmati makanan yang dia ambil, tak kalah lahap dengan yang tadi. Aleena, tidak sadar bahwa Jeevan yang duduk di depannya tengah memperhatikan tindakannya. Diam-diam Jeevan menyembunyikan senyumnya. Tingkah Aleena terlihat menggemaskan di mata Jeevan. Polos dan lucu.

"Tidak akan ada yang berebut makanan denganmu. Lebih baik kau makan dengan sedikit pelan," ucap Jeevan karena melihat Aleena terburu-buru. Sebenarnya, Jeevan lebih khawatir jika Aleena akan tersedak.

Aleena langsung berhenti menyuapi mulutnya sendiri. Dia nyegir, malu dengan kelakuannya. Ah, tapi dia benar-benar lapar. Sudah lama dia tidak merasakan "makan" seperti pagi ini. Bisa melahap apapun dengan bebas hingga puas.

"Maaf, Tuan Jee ..." hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulut Aleena setelah menelan makanan yang dia kunyah.

"Hahaha ... "Jeevan tak dapat menahan tawanya.

Aleena bingung. Tidak mengerti apa yang ditertawakan Jeevan. Apa ada sesuatu yang salah? Atau aneh? Aleena tidak tahu, hanya memandang Jeevan dengan kening berkerut.

"Taun Jee, apa yang lucu? Maaf, jika aku tidak sopan. Tidak seharusnya aku makan dengan rakus," Aleena tertunduk dengan wajah memerah.

"Bersihkan sisa makanan yang belepotan di dekat mulutmu!" kata Jeevan sambil melanjutkan menikmati makanannya. Dia terlihat tidak memperhatikan Aleena lagi.

Aleena meraba pipi dan sekitar mulutnya. Ada nasi yang menempel, juga bercak-bercak saus. Belepotan. Kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan Aleena. Membuat Aleena semakin malu dan bergegas meraih tisu. Membersihkan wajahnya.

Dasar anak kecil. Makan saja tidak bisa benar. Komentar Jeevan dalam hati.

Tapi ... seperti tadi juga tidak buruk. Polos, imut, menggemaskan. Kata hati Jeevan lagi. Kali ini disertai senyum di sudut bibir, tapi senyum itu tersamarkan karena Jeevan sedikit menunduk sembari mengunyah makanan.

"Bereskan semua ini setelah selesai makan, termasuk cuci semua piring yang kotor! Tidak ada yang geratis. Kau harus bekerja untuk menghidupi dirimu sendiri. Makanan dan pakaianmu tadi, semua dihitung sebagai hutang," ucap Jeevan dengan wajah serius. Dalam hati, Jeevan tertawa terbahak.

"Eh ... Tuan Jee, biasanya Anda sangat dermawan. Kenapa Anda menghitungnya sebagai hutang? Lagi pula, aku kan tidak minta dibelikan pakaian ..." rayu Aleena. Dia sedikit cemas kerena mengenali merk dagang dari baju yang diberikan Jeevan. Itu terlalu mahal. Tiga bulan gajinya dulu waktu bekerja, tidak cukup untuk membeli sepotong baju yang dia pakai.

"Bukankah aku sudah berjanji pada Anda semalam, aku akan bekerja apapun pada Anda. Tidak perlu digaji, asal aku bisa mendapat tempat tinggal dan bisa makan, itu sudah cukup," Aleena mencoba mengingatkan.

"Apa semalam aku menerimamu untuk bekerja padaku? Sepertinya tidak. Lagi pula, tidak mau baju itu juga tidak apa-apa. Kenapa dipakai? Harusnya kau telanjang saja," sewot Jeevan.

"Kau ..." Aleena meninggikan suara, wajahnya kembali memerah saat teringat drama bangun tidur yang memalukan.

"Kau berani membentakku?" Mata Jeevan sudah memicing, tidak suka dengan sikap Aleena.

"Tidak, Tuan. Bukan begitu. Maafkan saya. Maksud saya, Anda sudah mengizinkan saya tinggal di sini sejak semalam. Artinya Anda menerima saya. Jadi, tolong jangan menghitungnya sebagai hutang. Aku berjanji akan setia mengabdi padamu seumur hidup .... Saya tahu Anda sangat murah hati dan dermawan. Menolong seekor semut seperti saja, tentu hal yang mudah bagi Anda." Aleena mengiba. Kali ini Aleena berbicara dengan serius dan formal.

"Cih, ternyata kau sangat pandai menjilat dengan kata-kata manis," cibir Jeevan. "Bereskan meja makan dan cuci semua peralatan yang kotor. Bersihkan rumah juga. Aku sudah memberhentikan orang yang biasa bersih-bersih. Menyapu, mengepel, mencuci, memasak, dan semua pekerjaan rumah taggan lainnya, mulai sekarang kau semua yang kerjakan!" perintah Jeevan sambil bangkit dari duduknya, meninggal tempat makan. Dalam hati, dia tersenyum bangga penuh kemenangan.

"Baik, Mr. Jee .... Anda tidak perlu khawatir. Akan aku bereskan semuanya," ucap Aleena bahagia.

Hanya pekerjaan rumah tangga biasa. Itu hal mudah bagi Aleena. Dulu, dia selalu mengerjakan semua itu saat tinggal bersama paman dan bibinya. Ya, begitulah kehidupan Aleena di masa silam. Seorang nona muda yang menjadi pelayan di rumahnya sendiri. Bahkan, harus bekerja keras serabutan untuk bisa bertahan hidup.

Tidak membuang waktu, dengan cekatan Aleena membawa piring-piring kotor ke dapur. Sebuah kejutan menantinya. Ternyata sudah menumpuk banyak panci dan peralatan masak lainnya berada di bak cuci piring. Aleena kini menemukan dari mana semua makan lezat yang telah masuk ke perutnya berasal. Jika tidak ada orang lain di rumah itu, artinya benar, Jeevanlah yang memasak sendiri semuanya. Begitu logika Aleena.

"Jadi, benar-benar Anda yang memasak sendiri, Mr. Jee ... Seharusnya Anda menjadi seorang koki profesional, bukan pencuri ...." celoteh Aleena lirih. Hanya dia sendiri yang mampu mendengar ucapannya.

...****************...

Hai, readers tercinta yang Yoemi sayangi. Terimakasih untuk kesetiananya membaca semua novel yang Yoemi tulis. Jangan lupa untuk selalu dukung Yoemi, ya ....

✓ like

✓ komentar

✓ favorit

✓ rate 5

✓ dan jangan sungkan untuk kasih vote juga ya .... 🤗🤗🤗

Oke, kakak-kakak ... see you di episode selanjutnya. Klik profil Yoemi untuk membaca cerita menarik lainnya. Terima kasih 🌸🌸🌸

Selama manis dari dunia kata Yoemi ... Miss you all ❤️

1
dee zahira
ahh mewekk
dee zahira
hukumannya enak 😅
dee zahira
oh tidak aleena yang mendapat ciuman knp gwe yg deg"an 🤣🤣
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
Semangat
Dedek Gemmezzzz
Tak kira up thor.... 🤭
ᴹˢ᭄̊ᵐᶜ⃠ᵘᵏᵉᵗ 💚
kk yoemi punya cerita baru? aku baru tau, otw baca
yoemi noor: hehehe .. iya kak, ikut event anak Genius. baru dapat 23 bab 🤭
total 1 replies
Berdo'a saja
akhirnya Si kesayangan Aleena muncul juga,. sudah bangun thorrr Alhamdulillah... 😀😀😀😀😀🤭🤭✌️✌️✌️ bercanda sayang..
༄👑💗e¢¢e ρтħš αямч💗👑࿐
Terima kasih kk Othor up Bonchap nya
ᴹˢ᭄̊ᵐᶜ⃠ᵘᵏᵉᵗ 💚
akhirnyaa setelah sekian lama kk yoe up lagi, senengnyaa😃
love
sekian purnama baru up
yoemi noor: up harian di cerita baru akak, Anak Genius;Sang Pewaris. lagi ada giveaway 😅
total 1 replies
IG: Saya_Muchu
Keren
IG: Saya_Muchu
Salam hangat dari novel SAVE YALISA SEASON 2 dan KAMI HIDUP BERDAMPINGAN, mari saling support satu sama lain, dengan saling follow, like, komen, kasih rate 5, serta tekan favorit, terimakasih banyak.
yuliajeonjungkook
jadi keinget filmnya khritik rosan ama aswararai...
Irmhack Richardo
lanjutan kisah allena n ayser thor
Rezki Ramdani
thor, izin promot yah..
mampir di ceritaku judulnya "impian surga" cerita bergenre spiritual romance.

yg datang ke lapak ku InsyaAllah akan ada kunjungan balasan. terima kasih..

mari saling mendukung .. ☺️
im_mia
aku udah baca novel ini berulang-ulang and novel ini good
yoemi noor: terima kasih untuk apresiasinya kak mia
total 1 replies
Dwi Agustin
wah wah.. cara aparatnya utk menangkap penjahat mau meniru cara penjahat ya.. memancing dgn cara menahan org² terdekat si target. biasanya kan cara itu dipakai sama pemeran jahatnya.. ck. ck. ck...
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
semangat kak
Maelani
bunuh aja tuh para penghianat mr. A
Anyle Tiwa
makin keren aja author nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!