Rachel kembali ke masa lalu dan terjebak dengan sang mantan.
"Kali ini kamu tidak akan bisa kabur dariku," ucap Zen.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12 - Curang
"Aku akan memberimu waktu untuk sembuh, tapi bukan berarti aku akan melepaskanmu. Jadi sembuh lah disisiku," ucap Zen kemudian, dan membuat suasana di dalam mobil itu jadi semakin sunyi sendu.
Rachel tentu tidak memiliki pilihan lain, dari sorot mata yang ditunjukkan oleh Zen dia tahu Dia takkan pernah bisa terlepas dari pria ini.
Awalnya Rachel memang berniat untuk tetap pergi, apalagi setelah mereka pulang ke kota Servo, Rachel sudah menyusun rencana untuk kabur dan bahkan mengakhiri pernikahan mereka.
Tapi setelah pertemuannya dengan Harley, setelah banyak pembicaraan di antara dia dan Zen akhirnya kini pikiran Rachel berubah lagi.
Dia lelah mengejar tujuan, jadi kini hanya akan mengikuti kemana takdir akan membawanya.
Segala urusan yang terjadi di kota Servo akan dia ikhlaskan, kini coba menata kembali hidupnya di mulai dari kota Newest.
Tiba di perusahaan Wallace Kingdom, mereka semua langsung disambut dengan kepala yang menunduk hormat dari para karyawan.
Masuknya Rachel ke dalam perusahaan ini tentu jadi daya tarik tersendiri, apalagi kemarin telah ada peristiwa heboh yang mengguncangkan kota Newest, sebab pernikahan salah satu tuan muda jadi kacau karena pengantin wanitanya ada dua.
Bahkan yang dipilih untuk Jadi pengantin sesungguhnya adalah seorang wanita asing yang selama ini tidak pernah diketahui oleh khalayak umum.
Di depan gedung perusahaan Wallace Kingdom tadi sebenarnya banyak wartawan yang sudah menunggu untuk mendengar penjelasan langsung dari Zen, namun pihak keamanan telah diperintahkan untuk mencegah media mendekati sang tuan Muda, Karena itulah Zen dan yang lainnya bisa masuk dengan mudah ke dalam perusahaan.
"Aku tidak menyangka kamu populer ini," ucap Rachel, sedikit berbisik pada sang suami yang sejak tadi menggenggam tangannya erat.
"Ini sangat menganggu, karena para media itu juga yang membuatku tak bisa banyak bergerak. Sedikit saja aku membuat kesalahan maka akan menurunkan harga saham perusahaan," jelas Zen.
Rachel mengagguk setuju, citra perusahaan akan bergantung pada sang pemimpin dan orang-orang di dalamnya.
"Apa pernikahan kita membuat saham jadi turun?" tanya Rachel pula, mulai penasaran sendiri.
"Tidak, andai sekarang kamu mencium pipiku dan membiarkan media mengambil gambar. Orang-orang akan mengira bahwa kita benar-benar saling mencintai, sementara Amanda adalah orang ketiga."
"Haruskah aku lakukan?" tanya Rachel dengan dahi yang berkerut.
"Cepatlah sebelum masuk lift."
"Kamu sedang mempermainkan aku ya?"
"Tidak."
"Siap-siaplah," balas Rachel kemudian, dia menelan ludahnya kasar sebelum bergerak untuk mencium pipi Zen. Setelah mengumpulkan semua keberaniannya akhirnya Rachel berjinjit dan mengecup pipi sang suami, tapi ternyata Zen curang, dia justru menoleh hingga akhirnya mereka saling mengecup bibir.
Cup! Bibir mereka kembali saling menyatu, meski hanya sekejab namun sudah berhasil untuk menciptakan pemandangan yang manis.
Para awak media di luar sana pun langsung mengambil foto sebanyak mungkin, suara kamera sampai terdengar dengan jelas, cekrek! Cekrek! Cekrek! Cekrek!
Meskipun terhalang oleh dinding kaca perusahaan namun mereka masih mampu menangkap gambar tersebut.
Zen yang terlihat begitu bahagia dengan pernikahannya meskipun sedikit ada skandal dalam proses pernikahan itu.
Rachel yang rasa kesal karena ditipu langsung mencubit lengan Zen kuat-kuat. Namun sungguh, Zen sedikitpun tidak merasa kesakitan. Dia justru tersenyum seraya menatap sang istri dengan intens.
Mereka berdua seolah lupa jika sejak tadi Reino pun berada di belakang mereka.
Reino memang terkejut, namun pada akhirnya dia bersyukur. Setidaknya hubungan baik diantara mereka bertiga bisa kembali dijalin.
#btw ini aku baca yg kesekian kalinya. habis gabut gda bacaan lagi
jahat bener tuh kakek tua