NovelToon NovelToon
Kultivator Alam Semesta

Kultivator Alam Semesta

Status: tamat
Genre:Spiritual / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.5
Nama Author: NS_1

Xio Feng adalah seorang anak laki-laki yang lahir dari salah satu Klan Terbesar di Tianhu yait klan Xio.Xio Feng lahir dengan bakat yang biasa saja dan dantian yang rusak,dan sering sekali dia dianggap sampah klan sehingga banyak yang kucilkna,lalu bagaimana selanjutnya apakah xio feng akan bangkit dari keterpurukannya atauka dia akan tetap di hina dan di kucilkan?saksikan selanjutnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NS_1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Mempelajari Niat Pedang

Satu minggu berlalu begitu saja.

Di bukit tempat Xio Feng melakukan latihan di bawah pengawasan Liu Chien, ia telah berhasil melatih jurus Benang Kematian, dan jurus Jari Nirwana.

Jurus Benang Kematian. adalah jurus untuk menyerang dan mengalahkan siapapun yang menjadi musuhnya. Sedangkan untuk jurus Jari Nirwana, merupakan jurus penyembuhan yang mana jika sudah berada di tingkat 4, hanya dengan menyentuhkan ujung jari ke makhluk hidup yang sudah berada di ujung kematian, separah apapun keadaannya, ia akan pulih seperti sediakala.

"Bagaimana kalau kamu menguji jurus Benang Kematian padaku?” ujar Liu Chien maju dan berdiri di hadapan Xio Feng

"Kalau itu keinginan guru, aku tidak akan sungkan."

Xio Feng segera bersiap menggunakan tingkat pertama jurus Benang Kematian untuk menyerang Liu Chien. Benang-benang yang terbentuk dari energi Qi muncul dari telapak tangan Xio Feng.

Dua benang muncul dari masing-masing telapak tangan Xio Feng dan bergerak menyerang Liu Chien. Dengan kekuatannya sekarang, jarak serang efektif jurus Benang Kematian hanya lima langkah dari tempat Xio Feng.

Lebih jauh dari lima langkah, benang-benang yang muncul menjadi susah digerakkan dan sulit dikontrol untuk menyerang lawan. Oleh karena itu, untuk membuat lawan tetap berada dijarak jangkauan serangannya, Xio Feng terus bergerak mendekati lawannya, yang saat ini adalah gurunya sendiri.

"Cukup pintar, untuk membuat efektif seranganmu,kamu terus menjaga jarak dariku dan tak sedikitpun kamu mengendurkan pertahanan," ucap Liu Chien yang terus menghindari serangan Xio Feng, tapi ia juga tidak bisa menyerang balik karena benang-benang lainnya muncul dan menghalangi serangannya.

"Guru, kalau aku tidak melakukan semua ini, bagaimana mungkin aku bisa menguji seberapa besar kekuatan jurus Benang Kematian yang sudah aku pelajari," ungkapnya.

Xio Feng terus menyerang Liu Chien dan bertahan dari serangan yang tertuju padanya. Dia tahu kalau Liu Chien menyetarakan kekuatannya dengan dirinya, jadi ia merasa memiliki ada kesempatan mengalahkannya.

Mengingat apa yang dipelajarinya dari mencuri-curi pandang jurus yang dipelajari Xio Dai, ia berhasil mempelajari jurus serangan jarak dekat, dan ia ingin menggunakan jurus itu untuk melawan gurunya.

Berhasil membuat gurunya membuka celah dengan jurus Benang Kematian, Xio Feng melesat maju menuju celah yang terlihat olehnya, lalu dengan energi Qi yang terkumpul di kepalan tangannya, ia menyerang.

"Pukulan Penggetar Bumi!" teriak Xio Feng melesatkan pukulan menyerang Liu Chien.

"Bang..." Suara dentuman terdengar saat pukulan Xio Feng menghantam telapak tangan Liu Chien.

Liu Chien terdorong mundur lima langkah imbas dari terkena pukulan Xio Feng, sedangkan Xio Feng, ia masih berdiri di tempatnya tapi tangannya terasa kebas setelah bersentuhan dengan telapak tangan Liu Chien.

"Sangat kuat. Kalau saja fisik dari jiwaku tidak kuat, mungkin saat ini jiwa yang tersisa ini tak lagi bertahan," ucap pelan Liu Chien yang dalam waktu singkat berhasil memulihkan keadaannya.

Mendekati Xio Feng untuk melihat keadaannya, ia mendapati Xio Feng sedang mengobati luka di tangan kanannya menggunakan jurus Jari Nirwana yang dia pelajari dengan menggunakan jari-jari tangan kirinya.

Waktu yang begitu singkat berlalu. Luka di tangan kanan Xio Feng sudah sepenuhnya sembuh, dan ini adalah kali pertama ia menyembuhkan luka tubuhnya sendiri.

"Jurus Benang Kematian akan semakin kuat seiring peningkatan kekuatanmu, tapi aku tidak menyangka kamu juga mempelajari jurus lain yang cukup berguna saat melakukan pertarungan tangan kosong," ucap Liu Chien.

"Aku bukannya sengaja mempelajari jurus itu, tapi aku mencuri jurus itu saat melihat saudaraku berlatih. Selain jurus tangan kosong, ada menggunakan jurus Jari Nirwana meski ia menggunakan itu untuk beberapa jurus pedang yang berhasil aku curi, tapi aku merasa jurus pedang Klan Xio masih jauh dari kesempurnaan," ungkap Xio Feng yang selalu merasa aneh saat melihat jurus pedang Klan Xio.

"Apa yang membuatmu merasa jurus yang kamu curi jauh dari kesempurnaan? Apa kamu hanya berhasil mencuri setengah bagiannya?”

Mendengarnya Xio Feng menggelengkan kepala. "Bukan karena hanya berhasil mencuri setengah bagiannya, tapi aku selalu merasa jurus itu belum menunjukkan kekuatan sejatinya, dan mungkin itu karena jurus pedang Klan Xio sebenarnya tidak tepat dipelajari oleh mereka yang tak memiliki niatan pedang," ucapnya.

"Mempelajari jurus pedang harus diawali dengan membangun niat pedang. Tanpa niat pedang, jurus pedang itu hanyalah sampah, dan sampai kapanpun kekuatan sejati jurus pedang itu tak akan pernah bisa dikeluarkan," ungkap Liu Chien.

"Guru, apa Guru bisa membantuku membangun niat pedang?" tanyanya berharap Liu Chien bisa membantu membangun niat pedangnya, sehingga ia bisa mempelajari jurus pedang.

"Dengan kekuatan ranah penempaan tubuh, kamu masih belum memiliki kualifikasi untuk membangun niat pedang.

Setidaknya lebih dulu kamu harus menerobos rana Dunia Maha kuasa untuk dapat mulai berlatih membangun niat pedang," ucap Liu Chien.

Mengetahui syarat utama untuk membangun niat pedangnya, Xio Feng bertekad secepatnya menerobos ranah Dunia maha kuasa, tapi ia tak akan lupa dengan pondasi kekuatannya.

"Tunggu saja, sebentar lagi aku pasti dapat menerobos ranah Dunia Maha Kuasa," tekadnya.

---------------------------------&------

1
Jendra Raharja
dimuat lagi, membosankan
Jendra Raharja
selalu dimuat ulang, membosankan tau
Jendra Raharja
mengapa penulisan tingkat kultivasi sering diulan-ulang? Membosankan itu. Dan hanya memenuhi tulisan yg tidak perlu ta.
Dodo doank
kosa katanya di cek lagi Thor sebelum di terbitkan hadeuuh..
amburadul....
ceritanya membagingkan
Dodo doank
Thor nya lagi mabok 🤭🤭
Nay Galcite Nay Galcite
😎😎
Paksi Winatha
thour umur ny xio feng 13 thn atau blm ada 12 thn,dchapter/bab 2 kn umur ny 13 thn trs dbab 11 dtulis kn umur ny 15 thn yg bener umur ny brpa sh?????? 🤔🤔🤔🤔kq ngak sinkron jdi pusing sendri baca ny🤦🤦🤦🤦🤦🤦🤦/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Virly Triwardaya
kok jdi gni ya critanya
Paksi Winatha
bagian bkan nagian thour harap diperhatikan lgi masih bnyk typo berterbangan dmana²
Budi Purdan
baru awal banyak komen ,... gmana selanjutnya ,mau terima GK tentang komen kritikan saran untuk kemajuan sang penulis🙏
Mirsah Usman
plin plan.
HartOhar
xio ripi apa xio mapi?
HartOhar
sadar diri
adi ambara
hei thor bodoh..berapa kakuatan mc..klu tak sebut..buang je novel sampah ni..bodoh
hanim ahmad
sekejap katanya 15tahun thor,ni jadinya 11tahun..gimana kayak nulisnya thor
Jati Sasongko
MC LG mabuk kecubung
Alif
dari sampah menjadi kuat tetapi cara berfikir MCnya masih tetap sampah.
PngkritikKerasAuthor
Hahaha tiba tiba aja udah tamat. Ibarat seseorang yg lagi banyak hutang kabur begitu saja, ini lah novel yg sedang terjadi. Msih bnyak hal hal yg blum dia lakukan. Padahal itu smua udah terucapkan. Makanya jgan banyak hutang, tau nya kabur.😄😄😄😄
PngkritikKerasAuthor
Author nya emang susah mengidap Demensia. Parah pnyakitmu itu thor, buruan di obati. Lama lama kau jadi amnesia lupa sgalanya.😄😄
PngkritikKerasAuthor
Iya lah iya... lantai 3 no 10. Selamat buat author nya. Mnyandang pnyakit Demensia, gjala gejala depresi dan stres. yg mmbuat seseorang sering lupa atau menurunkan daya ingat..👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!