Menikah dengan bos iblis musuh bebuyutan di kantor. Apa yang akan kamu lakukan?
Begitulah yang di rasakan Shera,ia harus menikah dengan bos sekaligus musuh bebuyutannya di kantor.
"Kalian benar benar jahat! menjodohkan aku dengan lelaki macamnya yang selalu bermain dengan banyak wanita!"
Tentu saja sebagai sekretaris pribadi,Shera sangat paham berapa banyak wanita yang menggelantung di sisi kiri dan kanan pria iblis itu.
Bagaimana Shera menjalani kehidupan rumah tangga bersama sang iblis?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain Asny Dakarai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PART 11
Keesokkan harinya Leon dan Shera sedang menikmati sarapan pagi mereka dengan damai sembari berbincang bincang.
"Bagaimana pekerjaan kamu?" Tanya Leon sembari menyuapkan sepotong sandwich kedalam mulutnya.
"emm, ya seperti biasa saja,hanya sekarang menjadi lebih santai. aku hanya perlu duduk terus nonton drama korea terus ngemil ini adalah pekerjaan terbaik." Ucap Shera tersenyum bahagia.
"Jangan terlalu memikirkan pekerjaan,aku tidak mau kamu sakit." Ucap Leon khawatir.
"Siap pak direktur!" Ucap Shera sembari memamerkan sederet gigi putihnya.
"Kamu berangkat ke kantor duluan ya?" Lanjut Shera kepada Leon.
"Kenapa kamu sakit ya?" Tanya Leon dengan wajah khawatir.
"Kayanya aku datang bulan deh." Ucap Shera sambil menekan perutnya.
"Ya sudah. nanti kamu berangkat kalo sudah merasa lebih baik saja." Ucap Leon sambil mengecup kening Shera dan pergi berangkat kerja.
Leon sampai dikantor dengan wajah yang suram dan khawatir. Della yang melihat Shera belum datang pun mengambil kesempatan untuk membuat kopi dan mengantarnya ke ruang Leon.
"Selamat pagi pak! ini kopi dan camilan anda." Ucap Della sambil meletakkan kopi dan camilan di meja Leon. Leon pun meminum kopi untuk memperbaiki mood nya. Sementara Della memamerkan belahan dadanya di depan meja Leon.
"Kopi apa ini? sangat pahit dan tidak enak! mana Shera?? biar dia yang buatkan kopi untuk saya!" Ucap Leon dengan nada memarahi membuat Della terkejut dan menarik kembali tubuhnya.
"Emm anu pak,itu,bagaimana ya? Sebenarnya Shera belum datang pak." Ucap Della dengan wajah panik.
"Belum datang?? Sudah jam berapa ini?? Kenapa masih belum datang? Apa dia pikir ini perusahaan punya nenek moyangnya?" Teriak Leon semakin marah dan Della mengambil kesempatan itu untuk memperkeruh suasana hati Leon.
"Saya tidak tahu pak dan lagipula Shera sering sekali tidak mengerjakan pekerjaannya. semua pekerjaan kantor saya yang mengerjakan lalu dia hanya duduk dan menonton drama menggunakan fasilitas kantor." Ucap Della dengan wajah sedih.
"Oh seperti itu ya? Jadi Shera ini tidak serius kerjanya!" Ucap Leon dengan wajah memerah menahan amarahnya.
"Betul pak! lebih baik anda punya satu sekretaris yang kompeten daripada banyak tapi main main dalam bekerja." Ucap Della terus menjelek jelekkan Shera.
'Tok,,tok' suara ketukan pintu dan tak lama kemudian pintu terbuka. Shera melangkah masuk ke dalam kantor Leon sembari membawa penampan berisi kopi dan camilan untuk Leon.
"Maaf pak saya terlambat! Ini kopi serta camilan anda!" Ucap Shera terkejut melihat wajah marah Leon dan berinisiatif untuk ikut sandiwara dengan Leon,Shera menahan takut karena menatap wajah Leon yang selesai marah.
"Shera,kata Della kamu tidak bekerja dengan serius dan hanya main main?" Ucap Leon dengan nada yang rendah namun tatapan yang tajam membuat tubuh Shera gemetar.
"eemm anu pak,, " Ucap Shera terbata bata.
'Hahaha emang enak kamu! aku baru sehari bekerja dan sudah bisa mengambil kasih sayang direktur supaya dia melengserkan kamu' Della pun tertawa puas dalam hatinya.
"Maaf pak! Bukannya saya tidak serius bekerja tetapi Della yang terlalu rajin dan mengambil alih semua pekerjaan saya. Untuk selanjutnya saya akan serius bekerja dan tidak mengulangi kesalahan lagi." Ucap Shera membela diri dan sembari sekilas tersenyum licik.
"Kamu keluar dari ruangan saya!" Ucap Leon sembari menunjuk ke arah pintu keluar.
Shera terus berdiri dan menundukkan wajahnya sementara Della melihat kejadian itu dengan wajah senang.
"Shera,pak direktur suruh kamu keluar!" Ucap Della dengan percaya diri menyuruh Shera keluar.
"Kamu yang keluar Della!" Ucap Leon membuat Della terkejut dan dengan canggung meninggalkan ruang kerja Leon.
Setelah Della keluar dari ruangan,Shera pun memperbaiki raut wajahnya dan tersenyum manis kepada Leon lalu berjalan menghampiri kursi kerja Leon.
"Maaf aku terlambat! Tadi perut aku benar benar sakit." Keluh Shera sambil memegang perutnya.
Leon pun langsung menarik Shera ke pangkuannya.
"Sekarang masih sakit?" Tanya Leon sambil mengusap lembut perut Shera.
"Sudah lebih baik kok, lagi pula kenapa kamu tiba tiba marah marah seperti itu?" Tanya Shera mengganti topik pembicaraan sembari mengalungkan lengannya di leher Leon.
"Aku khawatir sama kamu dan tiba tiba Della membuatkan aku kopi yang tidak enak rasanya,lalu dia menjelek jelekkan kamu. aku tidak bisa terima jika istriku di jelek jelekkan seperti itu!" Ucap Leon menyandarkan kepalanya di bahu Shera.
"Hahaha dia tidak menjelek jelekkan aku, memang kenyataan aku jarang kerja. Suruh siapa dia cari muka di depan kamu!" Ucap Shera sambil tertawa licik.
"Ya tidak masalah kamu tidak kerja,kamu kan istri aku. terserah kamu mau berbuat apa di kantor ini karena kantor ini juga punya kamu juga." Ucap Seon sambil memeluk erat tubuh Shera.
"Yasudah, aku keluar dulu ya. hari ini kamu tidak ada jadwal apapun. Jadi lebih baik kamu tidur di ruang istirahat." Ucap Shera sambil melompat dari pangkuan dan berjalan keluar ruangan tanpa menoleh lagi kepada Leon.
Seharian hanya di kantor membuat Leon muram karena tidak bisa keluar dengan Shera melakukan pertemuan atau apapun. hanya duduk di kantor menerima berkas membuat Leon frustasi. Jam pulang kerjapun tiba dan semua karyawan sudah pulang sementara Shera masih merapikan beberapa berkas setelah itu Shera masuk ke ruang kerja leon mengantar berkas tersebut.
"Kenapa wajah kamu kusut seperti itu?" Tanya Shera melihat Leon menyandarkan kepalanya di atas meja kerja lalu Shera meletakkan berkas tersebut di meja Leon dan berjalan menghampiri Leon.
"Bosen,seharian tidak bisa melihat kamu." Ucap Leon sambil menarik Shera ke pangkuannya dan mencium bibir Shera dengan ganas.
"umm umm" Desahan Shera tertahan karena di mulutnya di sumpal oleh lidah Leon.
Sementara itu diluar ruangan Hani sedang mengambil barangnya yang tertinggal diruang kerja.
"Ahh Leon jangan disini!" Ucap Shera saat Leon hendak membuka kancing blazzernya.
"Aahhh ahhhhh ummm"
'wah gosip baru nih ternyata Shera itu benar selingkuhan direktur.' Bathin Hani dan langsung berjalan meninggalkan kantor.
sejak Rey di bawa plg dr singapore...koq ga ada kabar lg...?
Dan wkt Shera kabur sembunyi di pobtianak hny membawa Zozo....bgmn dgn Rey....
and ank siapakah Rey koq bisa mirip Leon....apakah anak Ray kembarannya Leon...?