NovelToon NovelToon
Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:316.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Ani

"Kamu yakin dengan keputusanmu?" tanya seorang gadis dengan hijab panjangnya pada pria yang tampak lusuh dengan jaket army lengkap dengan bau asap rokok yang mengepul di udara. Tampak baru saja pria itu menggilas puntung rokok yang masih menyala itu dengan sepatu bootnya.

"Ya!?" pria itu menatap tajam membuat gadis itu menundukkan kembali kepalanya, "Kamu nggak percaya? Aku akan berjuang, aku akan menjadi seperti yang kamu mau, puas!?" ucapnya dengan penuh penekanan.

***

Bagai sebuah tikaman saat seseorang yang sama sekali tidak sesuai dengan kriterianya mengikrarkan keinginannya untuk meminangnya meskipun jelas mereka jauh berbeda.

Tapi benarkah? Bukankah perbedaan itu yang mengukur Allah, bukan kita sebagai sesama hambanya?

Seperti itulah sebuah kisah terjalin, rasa ingin memiliki dan perasaan lebih baik dari lainnya membuat kisah ini menjadi sempurna, menjadi sebuah ikatan karena Allah,

Sebuah doa yang diam-diam ia ucapkan dalam setiap sujudnya, Elan untuk Kiandra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Akhirnya Bu Lina benar-benar meninggalkan Elan dengan posisinya itu.

"Sial banget hari ini, Damar keterlaluan banget, bisa-bisanya dia nggak nyalin prnya!?" keluhnya sambil menjalani hukuman dari bu Lina.

Elan terus saja menggerutu sepanjang menjalani hukuman, hingga bel istirahat berbunyi barulah ia terbebas dari hukumannya.

"Ahhhh, akhirnya!!" ucapnya lega tapi rupanya tidak sampai di situ saja.

Baru saja akan beranjak dari tempatnya dari kejauhan ia sudah bisa melihat sosok yang sangat ia kenal tengah berjalan ke arahnya,

"Ya ampun, tuh manusia robot dua kenapa ke sini sih, bikin riweh aja!?" gerutunya sambil mencoba memasang senyum terbaiknya.

"Elan, Abang mau bicara!?" ucap salam satu dari dua pria berjas itu.

"Abang kapan kembali?" tanya Elan berbasa-basi.

"Nanti kita bahas, sebaiknya sekarang kamu ikut aku!"

"Kemana bang?"

" Ke kantor!"

"Tapi bang, Elan kan masih sekolah!?"

"Tadi bang Gara sudah ijin ke guru kamu!?"

"Ijin ya!?" Elan sudah merasa ada hal yang tidak beres, "Tapi bang, mungkin hari ini Elan ulangan, iya ulangan!?"

"Mungkin?" Gara mengerutkan keningnya.

"Maksudnya pasti, iya pasti ulangan!?"

"Jangan bohongi Abang kamu ini, abang sudah tanyakan pada guru kamu hari ini, tidak ada ulangan hari ini dan sebentar lagi dewan guru ada rapat jadi anak-anak di bebaskan!?"

Ya ampun bebas ..., tapi kenapa mereka harus datang di waktu yang tidak tepat, seharusnya aku juga bisa ikut bebas ...., batin Elan. Ia sudah bisa membayangkan bagaimana leganya saat bebas dan bisa pulang lebih awal, maksudnya main lebih awal.

"Baiklah, kalau gitu gimana kalau Elan ambil tas dulu!?" ucap Elan dan pria yang berada di sebelah Gara mengangkat sebelah tangannya yang sedari tadi ia sembunyikan di balik punggungnya, rupanya tas milik Elan sudah berada di tangannya.

"Ya ampun, bang Abimanyu nih cekatan sekali ya rupanya!?" ucap Elan dengan senyum hambarnya.

"Baiklah, ayo!" ajak Gara dan Elan tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain mengikuti mereka.

***

Kini mereka sudah berada di sebuah ruangan, itu adalah ruang kerja Gara.

Elan tengah duduk di depan meja kerjanya sedangkan gara duduk di kursi kerjanya dan Abimanyu duduk sedikit jauh dari adik kakak sepupuan itu.

"Bagaimana, masih mau bermain-main?" tanya Gara dengan wajah tegasnya, wajahnya tampak lebih dewasa dengan bulu halus di dagunya.

"Ya ampun bang, Elan ini hanya sedang menikmati masa-masa remaja Elan yang tidak akan mungkin terulang lagi."

"Sampai kapan?"

"Ya setidaknya sampai Elan kuliah, atau mungkin setelah Elan lulus kuliah!?"

"Elan, dunia ini tidak semudah yang kamu bayangkan, tidak dengan main-main saja. Abang juga pernah di masa sepertimu, Abang juga pernah bandel tapi Abang masih punya batasan. Jika kamu terus seperti ini, maka orang lain akan dengan mudah menjatuhkan mu!?"

"Bang, dunia ini tidak serumit itu. Asal kita jalannya santai, hidup juga akan santai, lihat aja paman dokter, dia juga hidupnya santai tapi dia juga sukses!?"

"Tidak semua orang seberuntung paman dokter, Elan. Mengertilah!?"

"Aku rasa Abang dan orang-orang seperti ayah dan Daddy Agra aja yang terlalu membentengi dirinya dari dunia luar, hingga membuat semuanya seolah-olah sulit, seolah-olah bang dan Abang pasti tahu maksud seolah-olah itu. Jika Abang menjemput Elan ke sini cuma mau buat Elan kayak Abang, maaf Elan nggak bisa. Elan permisi!?"

Elan pun segera berdiri dari duduknya dan berjalan meninggalkan Gara,

"Dasar keras kepala!?" gumam Gara dan Abimanyu hanya tersenyum saat tiba-tiba Elan kembali hanya untuk mengambil tasnya.

"Bang Abi, katanya Abang perlu banyak libur biar nggak cepet tua!?" bisik Elan dan segera meninggalkan mereka.

Yang benar saja ...., batin Abimanyu sambil menatap pantulan dirinya di kaca jendela.

Di tempat lain, rupanya bukan hanya Elan yang di sidang oleh abangnya. Kini ayah Rendi tengah memenuhi undangan minum teh dari nyonya besar.

"Bagaimana kesehatan ibu?" tanya Rendi sambil menikmati secangkir tehnya, mereka tengah berada di taman belakang rumah yang sudah lima tahun ini di tinggali oleh nyonya Ratih, ia sengaja tinggal di rumah yang lebih kecil dan dekat dengan perkebunan di masa tuanya.

"Seperti yang kamu lihat, ibu dengar-dengar beberapa hari ini Elan membuat masalah? Apakah itu benar?"

"Maaf ibu, Rendi tidak sebaik ibu dalam mendidik anak!?"

"Ibu mengundangmu ke sini tidak untuk menyalahkanmu, memang jamannya sudah berubah Rend, mendidik anak tidak bisa di samakan dengan jaman ibu mendidik kalian dulu."

"Maksud ibu?"

"Biarkan Elan melakukan apapun yang ia sukai, asal masih dalam tahap normal. Jangan terlalu mengekangnya!"

"Tapi ibu!?"

"Percaya sama anak kamu, ibu takut jika kamu terlalu mengekangnya ia malah akan menjauh darimu dan saat itu terjadi, kamu akan semakin sulit untuk mendapatkannya kembali!"

"Baik Bu, Rendi mengerti!?"

***

Elan yang sudah terlepas dari Gara dan Abimanyu, ia memilih ngadem di salam satu minimarket.

"Beli apa ya!?" gumamnya saat mengingat uang sakunya bahkan tidak lebih dari lima puluh ribu, ia harus menggunakan itu untuk pulang dan jajan.

"Mungkin es krim masih cukup lah, lumayan buat ngadem!?" gumamnya lagi, ia berjalan menuju ke lemari pendingin khusus es krim, memilih dua varian rasa kesukaannya.

Ia sengaja tidak mau berlama-lama berada di dalam minimarket karena terlalu lama di dalam minimarket maka pengeluarannya akan semakin banyak dan ia pasti tidak akan bisa pulang kecuali kembali ke kantor abangnya.

Hingga saat sampai di depan minimarket, ia tidak sengaja menabrak seseorang hingga membuat barang belanjaannya jatuh berserakan.

"Maaf ya bi, maaf, maaf, sungguh saya tidak sengaja!?" Elan dengan cepat mmbantu mengambilkan barang-barang belanjaan wanita itu yang berserakan.

"Tidak pa kan, tadi kayaknya bibi yang meleng sampai tidak lihat kamu!?" ucap wanita itu.

Setelah selesai memasukkan kembali belanjaan itu ke dalam kantong plastik, Elan pun menyerahkan kembali belanjaan itu ke pemiliknya,

"Ini bi, lain kali Hati-hati ya!?" ucapnya tapi Elan segera tersenyum saat mengingat siapa wanita itu.

Wanita itu adalah wanita yang saat itu menghampiri Kiandra,

"Bibi mamanya Kiandra ya?" tanya Elan dan wanita itu menganggukkan kepalanya.

"Kamu_!?" wanita itu adalah Aisyah, sejak pertama melihat Elan ia merasa wajah anak itu tidak asing baginya. Meskipun sudah begitu lama tapi tetap saja, wajah itu sangat familiar baginya.

"Aku Elan bi," ucap Elan dengan begitu bersemangat, "Oh iya, titip ini ya bi, tolong kasihkan sama kiandra, bilang dari Elan. Cowok paling tampan di sekolah!?" ucap Elan lagi sambil menyerahkan salah satu es krim miliknya lalu meninggalkan Aisyah yang masih tercengang di tempatnya sambil menatap es krim yang baru saja di berikan oleh Elan.

Dia Elan ..., dia benar-benar Elan ....,

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya

Follow akun Ig aku ya

Ig @tri.ani5249

...Happy reading 🥰🥰🥰...

1
Marhaban ya Nur17
pak dokter jd sopir wkwwk
Marhaban ya Nur17
typo
Marhaban ya Nur17
om doktel wkwkwk
Marhaban ya Nur17
maksa iihhh wkwkwk g ada romantis" nya wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
egois lu ren
Marhaban ya Nur17
nikah paksa wkwkw
Marhaban ya Nur17
waduu
Marhaban ya Nur17
perang kulkas ama perang balok es wkwkw
Marhaban ya Nur17
17 th kemudian wkkwkwkkw
Marhaban ya Nur17
konflik orang tua yg kena imbas anaknya
Marhaban ya Nur17
jd nya diposisi ini rendi yg egois wkwkwk
Marhaban ya Nur17
elan wkwkkw calon mantu
Marhaban ya Nur17
ada udang di balik bakwan
Marhaban ya Nur17
elan tinggal kelas 2 th yyyy
Marhaban ya Nur17
klo sekarang mah guru nya malah di laporin wkkwk
pelangi_cinta
sayangnya ga ada extrapart bulan madunya 🥹
Rahma Lia
Luar biasa
Wahyu tampan sempurna: 😊 elan the next ustadz
total 1 replies
nur hapsah
nga Pekabngt
tika
seruuuuu banget
elki melvison
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!