NovelToon NovelToon
One Night Mistake With Calon Ipar

One Night Mistake With Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:820.6k
Nilai: 5
Nama Author: embunpagi

Untuk mengukuhkan kerja sama dan persahabatan yang sudah terjalin cukup lama, Bara dan Elang menjodohkannya anak sulung mereka, Nathan dan Zea. Namun, pada kenyataannya, justru Zio-putra ketiga Baralah yang akhirnya menikahi Zea. Kok bisa?

"Gue bakal tanggung jawab, lo nggak usah nangis lagi," ucap Zio.

"Aku nggak butuh tanggung jawab kamu, pergi!" usir Zea.

Zio berdecak, "terus, lo mau abang gue yang tanggung jawab? Itu benih gue! gue yang bakal tanggung jawab!"

Tangis Zea semakin pecah," semua gara-gara kamu, aku benci kamu Zio!"

"Bukannya lo emang udah benci sama gue?"

" Aku makin benci sama kamu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embunpagi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Zio tertegun untuk beberapa saat setelah melihat mobil Zea menghilang dari pandangannya. Ia tahu, pasti setelah ini akan terjadi masalah yang lebih besar lagi. Ia sudah siap menanggung segala resikonya karena memang dirinya bersalah dalam hal ini.

Ia mencoba menghubungi Zea, namun gadis itu sama sekali tak mau menjawab teleponnya.

"Gas, lo dimana? Jemput gue di xxx!" akhirnya Zio menghubungi Agas untuk menjemputnya. Biarlah Zea menenangkan diri terlebih dahulu, pikirnya. Ia pun butuh waktu untuk menenangkan diri atas apa yang sudah terlanjur terjadi.

Sementara itu, Zea bingung harus kemana ia melajukan mobilnya. Rasanya terlalu takut untuk pulang ke rumah. Tapi, jika ia tak pulang, tentulah kedua orang tuanya akan semakin khawatir.

Beruntung, di mobilnya, Zea selalu menyimpan baju ganti di mobilnya. Ia segera mengganti kemeja milik Zio dengan pakaiannya yang ada di mobil.

Sekitar setengah jam kemudian, mobil yang Zea kendarai memasuki halaman rumahnya. Ia tak langsung turun dari mobil. Ia berusaha mengendalikan emosinya terlebih dahulu. Beberapa kali ia menghela napas dalam sebelum akhirnya turun dari mobil.

Senja langsung menyambut kepulangan putri sulungnya tersebut, "Sayang, dari semalam mommy telepon kanu nggak diangkat? Daddy hampir saja menyuruh orang buat cari kamu takutnya kamu kenapa-kenapa. Untung saja Mira keburu bilang kalau kamu menginap di rumahnya, kalau tidak pasti daddy buat gempar di luar sana," ucapnya.

Zea berusaha bersikap biasa saja seolah tak ada sesuatu yang terjadi, ia tersenyum," Maaf mom, semalam Zea udah tidur nggak tahu mommy telepon," ujarnya.

" Iya, semalam juga Miranda bilang begitu. Tapi tahu sendiri daddimu bagaimana. Dia sampai nggak bisa tidur semalam. Malah mau nyusul kamu segala ke rumah Miranda. Mommy bilang saja jangan buat malu anak gadisnya dengan sikap posesifnya itu. Akhirnya daddy urung. Dan pagi ini malah tidur orangnya," jelas Senja.

Zea memejamkan matanya sejenak, menikmati rasa bersalahnya terhadap kedua orang tuanya, terutama daddinya yang selama ini begitu menjaganya karena dia adalah berlian paling berharga bagi Elang," Maafin Zea, dad," batinnya teriris, mengingat kesalahan semalam yang ia lakukan.

"Wajar sih kami khawatir, habisnya Zio juga di telepon nggak diangkat, kalian kan berangkatnya barengan. Daddy sempat mikir yang enggak-enggak jadinya," ucap Senja lagi.

Mendengar nama itu di sebut, membuat Zea kembali teringat peristiwa semalam. Ia mengepalkan tangannya demi meredam rasa sesak di dadanya," Zea ke kamar dulu, ya mom," pamitnya kemudian, karena ia tak sanggup berlama-lama menatap kedua mata wanita yang telah melahirkannya tersebut.

"Iya, nanti temui daddimu kalau sudah bangun. Sekalian sarapan," ucap Senja.

Zea hanya tersenyum sembari menganggukkan kepalanya. Ia segera berjalan menuju kamarnya yang ada di lantai dua rumah tersebut. Ia berusaha berjalan biasa saja meski harus menahan sakit di area intinya.

Sampai di kamar, Zea langsung mengunci pintu kamarnya. Ia bersandar pada pintu itu. Matanya memanas mengingat kembali kesalahan itu. Ia melihat ponselnya berdering, sejak tadi Zio tak berhenti meneleponnya. Ia sama sekali tak berniat mengangkat panggilan dari pria yang telah menidurinya semalam tersebut.

"Aaarrrghhhhh!" Zea melempar ponselnya ke atas ranjang, "Zio breng sek! Ba jing an!" umpatnya dan langsung pergi ke kamar mandi. Ia langsung menayalakan shower dan merosot ke lantai.

Zea terus merutuki dirinya sendiri, merutuki kebodohannya hingga terjadi kesalahan besar itu. Kenapa Zio begitu tega. Padahal mereka adalah calon saudara ipar.

Nathan? rasanya semakin sesak ia rasakan saat mengingat tunangannnya yang jauh di luar negeri sana. Ia telah menodai hubungan mereka yang sudah terjalin sekian tahun lamanya. Bagaimana ia akan menghadapi pria yang dalam waktu dekat ini akan menikahinya tersebut.

Menikah? teringat hal itu, Zea semakin lemas di buatnya. Ia memeluk lututnya sambil menggigil di bawah guyuran shower," Abang... Maafin Zea.... Zea salah..."gumamnya lirih.

Entah berapa lama Zea berada di bawah shower tersebut hingga rasanya ia seerti mati rasa karena kedinginan. Ia mulai bangkit, melepas satu persatu pakaiannya untuk membersihkan diri karena ia ingat harus segera turun untuk sarapan. Takut jika daddinya sudah menunggu.

Namun, sesak kembali menghujam dadanya saat ia melihat bayangan tubuhnya di depan cermin yang ada di kamar mandi tersebut. Ada begitu banyak tanda merah hampir di seluruh dadanya. Membuatnya merasakan jijik yang amat sangat terhadap dirinya sendiri dan juga pria yang memberikan tanda-tanda merah kedunguan di tubuhnya yang semula putih seputih susu itu.

Air mata Zea kembali luruh. Betapa ia merasa menjadi wanita paling ja-lang dan murahan saat ini. Ia menggosok kasar tubuhnya yang ada tanda kissmark tersebut dengan sangat kasar, berharap tanda itu bisa menghilang dalam sekejap. Namun, sekasar apapun ia menggosoknya, tanda-tanda itu tak juga memudar. Zea benar-benar merasa risih dan jijik. Ia merasa sangat kotor, "Aku benci kamu, yo. Sangat benci!" gumamnya sambil terus berusaha menggosok tubuhnya hingga ia merasa frustrasi sendiri.

Demi apapun, ia semakin membenci pria itu. Rasanya sangat sakit dan kecewa ia rasakan.

.......

Zio memarkirkan mobilnya di carport rumahnya.

" Baru pulang, sayang?" sapa Syafira.

Zio tersenyum, tampak jelas oleh sang bunda wajahnya yang kelelahan dan tak semangat.

"Semalam tante senja telepon bunda, katanya Zea belum pulang sampai larut malam. Kalian pergi bersama, kan?"

Degh!

Zio merasa tenggorokannya tercekat mendengar ucapan sang bunda,"Kami pulang sendiri-sendiri, bund," hanya itu yang bisa Zio katakan.

Rasanya Syafira belum puas berbincang dengan Zio namun putranya tersebut keburu pamit, "Zio ke kamar dulu, capek!"

Dengan langkah malas, Zio naik ke kamarnya.

Sampai di kamar, Zio langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang. Ia memejamkan matanya. Adegan panas semalam Dengan Zea kembali terngiang di kepalanya.

Zio menghela napasnya beberapa kali. Ia merasa bersalah pada Zea. Ia meraba ponselnya yang tergeletak di samping tubuhnya dan kembali mencoba menghubungi gadis itu namun tak juga di angkat.

Zio bangun dan duduk di tepi ranjang. Ia terus menatap layar ponselnya. Ia menyugar rambutnya yang terasa pening. Sekali lagi ia berusaha menelepon Zea, hanya ingin memastikan jika gadis itu baik-baik saja dan memastikan jika Gadis itu sudah berada di rumahnya. Dan kali ini di angkat. Zio segera menempelkan gawainya di telinga.

"Jangan pernah telepon aku lagi! Breng sek!" sebelum ia berbicara, sudah terdengar suara Zea mengumpat di seberang sana dan panggilan langsung berakhir.

Zio mencoba menghubungi Zea lagi, namun kali ini ponsel gadi itu malah tidak aktif, "Lo pasti makin benci sama gue, kan?gumamnya sambil menyugar rambutnya kembali.

...----------------...

1
Muhammad Al Ezlam
/Angry/
Sri Hendrayani
thor ini kok lama x ndak up
Indah Wirdianingsih
ya Allah tetiba zio up senangnya semoga bisa tiap hari ya thor
suryani duriah
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Aras Diana
thor kok belum up up,di tunggu bab selanjutnya
Uny Widyastuti
❤️❤️❤️😍😍😍
Ari Prastiwi
Alhamdulillah akhirnya up juga
hampir tiap hari nyari2 notif barangkali nyempil /Sleep//Sleep//Sleep/

ternyata hari ini kesampaian juga
Aras Diana
lanjut upnya thor
Russyulfi
lanjut thor
kania rahma
kak embun kita harus berbuat apa biar kak embun bisa up tiap hari lagi kaya dulu
kania rahma
baru awal zio masih panjang perjalanan nya semoga aja kamu bisa meluluh kan hatinya zea...... jangan ketus ketus ze takut nya nanti zio nya pergi karena udah gx sbr lagi sma sikap kamu😅😅😅😅
kania rahma
tadinya q pkr zio bakalan bawa zea kerumah baru eh tau nya mlh ke rumah mertua..... kenapa gx beli rumah aja yo yg kecil gpp yg pntng ckp buat kalian berdua 🤭🤭🤭🤭
kania rahma
ya Alloh kak sdh lama skali baru up lagi untung masih inget cerita tentang zio..... lanjut kak
Edah J
Alhamdulillah,,,, akhirnya up lagi
makasih kak author
sehat" selalu 😘
🌸🏵️🌼 tetap semangat 💪
Aras Diana
upnya thor
Sri Hendrayani
akhirnya up jg setelah sekian purmana meditasi thor.. /Facepalm/
Risma Waty
Ceritanya bagus...
Risma Waty
Astaga.. kisah yg lama kunantikan kelanjutannya.
Zio cinta Zea tapi Zea tunangan dgn Nathan, kakaknya Zio. Karena suatu hal, Zio tidur dengan Zea akhirnya mereka menikah.
Dwi Puji Lestari
lanjut kak...dtggu bucinya mrk berdua kyk daddy n mommy ny
Eli Suryani
masyaAllah baru up lagi
alhamdulillah semoga terus lanjut ya kka smpai tamat...
di tunggu up beriktnyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!