Ketika dunia seolah runtuh di sekelilingnya, hanya cinta anak-anak yang bisa membangunnya kembali.
Rian baru saja di-PHK ketika rumah tangganya yang sudah berjalan 7 tahun hancur berkeping-keping. Dituduh selingkuh oleh istri, Novi, dan dipermalukan oleh keluarga besarnya, ia tidak punya pilihan selain kembali ke kampung halaman dengan membawa dua anaknya – Hadian dan Alea. Kedua anak itu dengan tegas memilih mengikuti ayahnya, bahkan menolak untuk bertemu dengan ibunda kandung mereka yang kini sudah hidup dengan orang lain.
Di rumah panggung peninggalan orangtuanya, Rian memulai dari nol. Dengan tangan yang terlatih bekerja keras dan dukungan tak lekang dari kedua anaknya, ia mengolah lahan pertanian, membuka peternakan, hingga akhirnya mendirikan perusahaan dan restoran yang sukses.
Setiap langkah kemajuan yang diraihnya tak pernah lepas dari kehadiran Hadian dan Alea. Ketika pertemuan tak terduga dengan Novi dan keluarga barunya terjadi berkali-kali, anak-anak itu tetap berdir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon E'Ngador Together, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. SIDANG PERTAMA
Hari sidang pertama tiba dengan suasana yang sangat tegang. Rian datang ke pengadilan dengan hanya membawa beberapa dokumen yang dia susun sendiri, sementara Novi datang bersama keluarga besarnya – Bu Minah, Budi, Kakak Wati, serta seorang pengacara yang mereka datangkan khusus untuk menangani kasus ini.
Di dalam ruang sidang yang dingin dan sunyi, hakim membuka sidang dengan membaca surat pengajuan cerai yang diajukan Novi. Ketika tuduhan selingkuh dan ketidakmampuan ekonomi dibacakan dengan suara yang jelas, Rian merasa wajahnya menjadi panas akibat rasa malu dan kemarahan yang membara di dalam dirinya.
Pengacara keluarga Novi segera bangkit dan mulai menyampaikan argumen mereka. Dia menunjukkan beberapa foto yang telah diolah sedemikian rupa untuk membuatnya tampak seolah Rian sedang bertemu dengan Siti dalam suasana yang tidak pantas. Dia juga menyajikan catatan keuangan yang dipilih-pilih untuk menunjukkan bahwa Rian benar-benar tidak mampu secara ekonomi untuk menjaga anak-anak.
“Bukti-bukti yang kami sajikan menunjukkan bahwa terdakwa tidak hanya tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar keluarga,” ujar pengacara itu dengan suara yang mantap dan meyakinkan. “Melainkan juga telah melakukan perilaku yang tidak pantas yang dapat memberikan pengaruh buruk bagi perkembangan anak-anak. Oleh karena itu, kami meminta pengadilan untuk memberikan hak asuh penuh kepada pihak pemohon dan menetapkan bahwa terdakwa hanya berhak mengunjungi anak-anak dengan izin tertulis.”
Rian merasa sangat tidak berdaya mendengarnya. Dia tidak memiliki pengacara untuk membela dirinya, dan semua dokumen yang dia bawa sepertinya tidak memiliki bobot apapun dibandingkan dengan bukti bohong yang disiapkan oleh keluarga Novi. Dia mencoba untuk berdiri dan menjelaskan kebenaran, namun hakim memberinya kesempatan untuk berbicara hanya sebentar.
“Saya tidak pernah selingkuh dengan siapa pun, Bapak Hakim,” ujar Rian dengan suara yang bergetar namun jelas. “Foto-foto yang mereka tunjukkan telah diubah dan tidak menunjukkan kebenaran sebenarnya. Wanita itu hanya teman kerja yang membantu saya mencari pekerjaan. Dan meskipun saya memang mengalami kesulitan ekonomi, saya selalu melakukan yang terbaik untuk anak-anak saya – mereka bahkan secara sukarela memilih untuk tinggal bersamaku.”
Namun kata-katanya sepertinya tidak mencapai hati hakim maupun keluarga Novi. Pengacara mereka segera menyanggah setiap perkataan Rian dengan argumen yang telah disiapkan dengan cermat, membuatnya tampak seolah sedang berbohong untuk menyembunyikan kesalahannya.
Bu Minah juga bangkit dan memberikan kesaksian tentang bagaimana dia telah melihat Novi dan cucu-cucu nya menderita karena kondisi ekonomi keluarga. Dia bahkan menyatakan bahwa Rian sering marah dan tidak menghargai Novi sebagai istri, hal yang sama sekali tidak benar.
Hadian dan Alea yang ditempatkan di ruang tunggu luar tidak bisa menyaksikan sidang secara langsung, tapi mereka bisa merasakan betapa sulitnya perjuangan ayahnya dari luar ruangan. Hadian menangis pelan, sementara Alea menyembunyikan wajahnya di dada kakaknya, berbisik bahwa dia ingin pulang dan bertemu dengan Papa.
Setelah beberapa jam sidang berlangsung, hakim memutuskan untuk menangguhkan putusan dan menetapkan sidang kedua dalam waktu dua minggu. Dia menyatakan bahwa ia perlu waktu untuk mempertimbangkan semua bukti yang diajukan dan akan memanggil saksi tambahan jika diperlukan.
Setelah sidang berakhir, Rian keluar dari ruang sidang dengan wajah yang penuh dengan kesedihan dan kelelahan. Keluarga Novi hanya menatapnya dengan ekspresi yang tidak bersalah, bahkan Bu Minah datang dan berkata dengan suara yang rendah, “Ini adalah yang terbaik untuk anak-anak, Rian. Kamu harus menerima keputusan ini dengan lapang dada.”
Rian hanya bisa mengangguk tanpa bisa berkata apa-apa. Dia melihat ke arah Novi yang sedang menangis pelan dan menyandarkan kepalanya pada bahu Kakak Wati. Dia tahu bahwa Novi juga sedang mengalami tekanan yang luar biasa dari keluarganya, tapi itu tidak membuat rasa sakit yang dia rasakan menjadi berkurang sedikit pun.
Ketika bertemu dengan anak-anak di ruang tunggu, Alea langsung berlari ke dalam pelukan ayahnya dan menangis keras. “Papa, aku takut tidak bisa tinggal denganmu lagi,” ujarnya dengan suara yang bergetar.
Rian membungkus anak-anaknya dengan pelukan yang erat dan menepuk punggung mereka dengan lembut. “Jangan takut ya Nak,” ujarnya dengan suara yang penuh dengan tekad meskipun hatinya sangat sakit. “Papa akan melakukan segala yang bisa untuk memastikan kita bisa tetap bersama-sama. Kita hanya perlu sedikit lebih sabar dan kuat.”
Mereka pergi dari pengadilan dengan langkah yang berat, menghadapi dunia luar yang tampak begitu kejam dan tidak adil. Rian tahu bahwa perjuangan yang akan datang akan jauh lebih sulit dari sebelumnya, terutama karena keluarga Novi telah menyiapkan segala sesuatu dengan sangat matang untuk memenangkan hak asuh anak-anak. Namun dia tidak akan pernah menyerah – cinta kepada Hadian dan Alea adalah kekuatan terbesar yang akan membantunya menghadapi semua rintangan yang ada di depannya.