menceritakan seorang gadis yang berprofesi sebagai dokter dan ilmuwan,meningal karena tertabrak mobil .namun ia malah terbangun ditubuh seorang putri lausiana,yang merupakan Putri dari seorang menteri kerajaan yang cantik.
tapi sebuah kesalahan yang ia lakukan mengakibatkan ia dianggap sampah.bahkan suami nya sendiri tak menganggapnya ada.
apakah ia akan kembali ke zamannya???
atau menetap dizaman kuno itu???
penasaran kelanjutan nya jangan lupa baca novel ku ya kak😁😅
SEASON 1 (PEMBALASAN PUTRI YANG TERBUANG(
SEASON 2 (Penjelajah waktu, Hidup dizaman Ajaib)
Ig: @Ara putri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ara putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
persiapan pesta
Beberapa hari setelah Ronal terluka,ia sudah benar-benar sembuh dari luka tersebut.
dan ana selalu merawat Ronal dengan baik,meski dihadapan Ronal ana bersikap tidak peduli, tetapi disaat Ronal tertidur ia akan memeriksa luka Ronal dengan lembut penuh perhatian.
pernah suatu ketika, Ronal berpura-pura tidur saat ana masuk kedalam kamar,dan ia bersakan perlakuan ana sangat baik,tapi disaat Ronal sudah bangun ana berlagak tidak peduli,dan langsung meninggalkan Ronal.
Ronal sendiri merasa heran dengan sikap ana, Karen jika ana ingin mencari perhatian Ronal pasti ia akan berperilaku sebaliknya.
Dan sekarang Ronal sudah kembali seperti hari biasanya,ia pergi berlatih karena waktu Ronal pergi menyelesaikan konflik semakin dekat,ia juga membutuhkan tenaga dan pikiran yang jernih.
sekarang Ronal sudah kembali kekediaman nya,karena nanti malam adalah hari perayaan di istana jadi semua orang sibuk mempersiapkan perayaan. dan banyak pula para wanita mencari gaun terbaik untuk pergi ke perayaan besok, seperti yang dilakukan oleh Ayana sekarang.
tetapi berbeda dengan ana ia lebih memilih mencoba membuat obat yang lebih baik,ia merasa senang apabila ia berhasil. namun tiba-tiba seseorang mengagetkan ana yang sedang konsentrasi.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Ronal yang datang tiba-tiba.
akibat terkejut ana menjatuhkan obat yang belum jadi itu,dan itu membuat ia sangat kesal
"Obat ku!!" teriak ana dengan keras, membuat Ronal juga melihat benda yang jauh
"Kenapa kau lebay sekali? itu hanya daun yang sudah dihaluskan,kau bisa membuat ulang," ucap Ronal santai
ana yang sudah kesal langsung memukuli Ronal dengan kesal
"Kau pikir semudah itu,susah payah aku membuatnya,dan kau datang langsung menghacurkanya" ucap ana dengan kesalnya
Ronal yang dipukul tidak merasa apa-apa,Karen yang sakit malah tangan ana.
"*A*ku yang mukul,aku pula yang merasa sakit" pikir ana
"Dasar bodoh," ucap Ronal dan langsung mengambil tangan ana,lau ia mengelusnya dengan lembut.
" apa masih sakit?" tanya Ronal lagi
mendapatkan perlakuan Ronal seperti itu,ana hanya mampu melongo, tidak percaya apa yang dilihatnya.
"Apa ini orang salah makan,kenapa berubah" pikir ana,sambil memandang wajah Ronal dengan heran
Ronal yang mulai sadar apa yang dilakukannya,ia segera melepaskan tangan ana dengan malu, entah mengapa saat ana merawat Ronal saat sakit,Ronal mulai terbiasa dengan keberadaan ana,dan Ronal tidak kasar lagi pada ana.
"Apa yang kau lihat, jangan pikirkan macam-macam" ucap Ronal menahan malu,lalu ia memilih pergi dari hadapan ana yang masih bingung
" apa yang sudah aku lakukan, bagaimana kalau ia berpikir macam-macam,dan kenapa dengan aku ini?? apa aku mulai menyukainya" Ronal pusing sendiri dengan keadaan hatinya
Ana yang mulai sadar dengan kebodohannya, akhirnya ia memilih menyusul Ronal masuk kedalam kamar,ia mulai bersikap biasa-biasa saja, agar Ronal tidak tau kalau ia merasa senang dengan perilaku Ronal.
Sekarang mereka sama-sama berada didalam kamar mereka, nampak dari wajah kedua masih merasa canggung.akhirnya Ronal mulai berbicara duluan
"Apa kau tidak mempersiapkan diri untuk acara nanti malam?" ucap Ronal
"Tidak, untuk apa harus berlebihan" ucap ana dengan santai
"Kenapa kau berkata seperti itu? semua orang akan berdandan secantik mungkin dipesta nanti, apa kau tidak ingin berdandan,dan mencari baju yang bagus? jangan mempermalukan ku disana?" ucap Ronal heran
"Kenapa harus repot-repot, untuk apa aku berdandan berlebihan untuk dilihat orang lain, lebih baik aku berdandan untuk suami ku saja," ucap ana yang tanpa sadar membuat Ronal tersentuh oleh perkataan ana, wajah Ronal memerah tanpa disadari. ia tidak percaya tubuhnya begitu cepat bereaksi hanya mendengar ucapan ana yang sangat manis itu.
"*A*staga apa yang aku katakan, bagaimana kalau ia berfikir macam-macam?" sesal ana dalam hati,ia sudah terbiasa dizaman nya berkata seperti itu saat ia mehadiri pesta,apa bila ditanya oleh teman-temannya.
"Maksud ku bukan seperti itu,aku hanya malas mengurus urusan yang tidak penting, nanti aku bisa datang dengan baju apa saja" ucap ana yang mulai salah tingkah, apa lagi Ronal yang masih memandangnya.
"kau tidak perlu menjelaskan nya,aku tidak peduli" ucap Ronal dengan ketus, padahal dalam hati begitu senang mendengar perkataan ana
"*D*asar gadis bodoh,kenapa aku harus senang mendengar perkataannya" ucap Ronal dalam hati.
*****